Kades Loid Diduga Korupsi DD T.A 2018 Capai Rp687.559.000

HALSEL, CN – Sadis dan rakus patut disematkan pada Pemerintah Desa Loid (Lolarogurua) Kecamatan Bacan Barat Utara.

Pasalnya, Pemerintah Desa dibawah komando Kepala Desa, Loid Hi. Awat Hi. M. Nur diduga melakukan kegiatan fiktif Dana Desa Loid Tahun anggaran 2018, Rabu (3/3/2021).

Dalam laporan yang dirilis Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Alokasi Dana Desa Loid untuk Tahun anggaran 2018 sebesar Rp740.759.000. Dari serapan anggaran sebanyak itu 93% alokasi kegiatannya diduga fiktif.

Total Rp687.559.000 dari Alokasi Dana Desa Loid Rp740.759.000 adalah kegiatan fiktif. Dengan rincian kegiatan sebagai berikut.

Kegiatan pembangunan jalan desa Rp77.844.182., kegiatan pembangunan saran dan prasaran fisik sosial Rp114.251.803., kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan Rp139.100.165., kegiatan pendirian BUMDes Rp6.000.000., kegiatan penguatan BUMDes Rp35. 000.000.

Kegiatan pembangunan sarana sanitasi dan kebersihan lingkungan Rp163.862.850., kegiatan pelaksanaan pembangunan desa lanjutan Rp105.500.000., kegiatan pembinaan keamanan dan ketertiban Rp6.000.000., kegiatan pemberdayaan usaha kecil dan industri rumah tangga Rp40.000.000.

Warga Desa Loid yang namanya tidak mau di publish, ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa seluruh item kegiatan tersebut, tidak ada di Desa Loid.

“Tidak ada pembangunan sarana kesehatan, sosial, jalan desa dan kegiatan pemberdayaan usaha kecil dan Industri rumah tangga. Apalagi BUMDes sama sekali tidak ada,” ucapnya.

“Kami berharap, pihak kepolisian dan Kejaksaan dapat memeriksa Dana Desa Loid karena kuat dugaan dana desa Loid dikorupsi oleh kepala desa Loid Hi. Awat Hi. M. Nur,” tambah warga yang lain.

Sementara itu, Kepala Desa Loid Hi. Awat Hi. M. Nur dikonfirmasi media ini melalui Short Message Service (SMS) di Nomor Handphone 0821876674xx dan Bendahara Desa, Chan Ongky di Nomor Handphone 0823934390xx terkirim namun tidak merespon pesan konfirmasi dari awak media. (Red/CN)

Proyek Belum Tuntas, DAK SMA LPM Koititi Rp360 Juta Lebih Telah Cair 100 Persen

HALSEL, CN – Sejumlah Guru Honorer SMA LPM Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengeluhkan Gaji Honorer selama 2 Tahun.

Entah kenapa.? Yang merasuki Kepala Sekolah SMA LPM Halsel, Idris Umsohi diduga belum melunasi para gaji Guru Honorer ditempat mereka mengabdi.

“Gaji guru Honor tidak pernah di bayar selama Dua Tahun hingga Tahun 2021 ini,” kesal seorang guru Honor yang tidak mau dipublish namanya, Rabu (3/3/2021).

Selain gaji Guru Honorer 2 Tahun yang belum dibayar, Kepsek Idris Umsohi yang juga Karateker Kepala Desa Doro itu belum menyelesaikan proyek pembangunan hingga Tahun 2021.

Padahal proyek dengan sumber Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi tersebut telah cair pada bulan Desember Tahun 2020 lalu.

“Anggaran DAK Provinsi dengan total Rp360 juta lebih untuk pembangunan Ruang LAB Kimia juga hingga sekarang tidak terealisasi. Sementara pencairan sudah seratus persen dari bulan Desember Tahun 2020 lalu,” bebernya.

Sementara itu, Kepsek sekaligus Karateker Kades Doro, Idris Umsohi ketika dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id melalui via Telepon seluler tidak dapat terhubung juga lewat SMS hingga berita ini ditayangkan belum di tanggapi. (Red/CN)

Babinsa dan Masyarakat Gane Bersihkan Tanah Longsor 2 Kecamatan

HALSEL, CN – Akses Jalan Darat yang 2 Kecamatan antara Desa Bosso Kecamatan Gane Barat Utara dengan Doro Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengalami Tanah Longsor sehingga menutupi Ruas Jalan yang menghubungkan 2 Kecamatan.

Akibatkan Hujan deras membuat tanah menjadi labil sehingga terjadinya Longsor.

Kejadian Tanah Longsor pada Senin Malam pukul 20:45 WiT tidak merengut korban jiwa karena jalan tersebut sepi saat kejadian tanah Longsor. Hanya menutup akses jalan menuju kedua Kecamatan. Sehingga tidak bisa dilewati kendaraan Roda 2 dan Kendaraan Roda 4.

Pagi tadi, Selasa pada pukul 06.20 menerima Laporan dari masyarakat, Babinsa Praka Edwin Loleo pun menuju tempat kejadian Longsor dan segera berkoordinasi dengan PT. Hijrah Nusantara yang menangani perbaikan jalan antara Desa Saketa dan Dehepodo untuk mengerahkan peralatan untuk membuka jalan dan membersihkan Jalan, Selasa (2/3/2021).

Bersama masyarakat Desa Doro, Babinsa Praka Edwin Loleo pun bahu membahu untuk membuka jalan sekaligus membersihkan ruas jalan agar bisa digunakan dan dilewati kembali.

Saat Danramil 1509-03/Saketa dikonfirmasi atas kejadian tersebut membenarkan ada kejadian Tanah Longsor.

“Kejadian Tanah longsor pada pukul 20:45 WIT. kita juga bersyukur tidak ada korban jiwa karena jalan tersebut lagi keadaan sepi. Mungkin karena Habis hujan dan Mulai Larut malam, Babinsa saya sudah membersihkan dan sudah bisa dilewati kembali. Tetapi saya menghimbau agar berhati-hati saat melewati jalan tersebut karena Tanah disekitar jalan kedua desa sangat labil karena Debit air hujan yang terus menguyur kedua Kecamatanz” kata Kapten Arm Ariep Hamdi Mulya.

Jalan yang menghubungkan kedua Kecamatan sekarang sudah bisa dilalui dengan kendaraan Roda 2 maupun Roda 4. (Red/CN)

Sering Padamkan Listrik Sesuka Hati, Kepala PLN Diminta Pecat Koordinator Zona Bacan Barat

HALSEL, CN – Kebijakan koordinator teknis pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zona Indari Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengecewakan warga setempat. Sebab, sejak diaktifkan-Nya jalur listrik PLN di Desa Indari hingga saat ini tidak stabil.

Ketidak becusnya seorang karyawan yang di tugaskan untuk menjadi koordinator zona Bacan Barat itu sering melakukan kebijakan serta tindakan yang aneh-aneh. Hal ini dipaparkan Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halsel, Harmain Rusli S.Sos, Selasa (2/3/2021).

“Menurut pantauan kami bahwa terkadang koordinator alias pegawai atau karyawan tersebut mematikan jalur lampu dengan sesuka hati dari Desa Nondang ke Indari yang di ketahui induk mesinnya berada di Desa Nondang. Dia cabut cok penghubung dari Desa Nondang ke Indari, sehingga lampu di Desa Indari kadang-kadang mati total. Desa Indari jadi gelap gulita,” papar Harmain.

Dengan adanya kebijakan sepihak atau kebijakan yang tidak profesional tersebut. Tegas Harmain, maka bisa mengakibatkan kerusakan barang-barang elektronik. Seperti Kulkas, Mesin Cuci, TV, Magic Com, dan lain-lain sebagainya. Ini sangat meresahkan warga Desa Indari.

“Gunanya apa kita ada lampu listrik kalau pada akhirnya barang-barang kita rusak. Lebih baik kita pakai loga-loga alias poci sebagai penerang di malam hari. Dari pada kita harus pake lampu PLN, tapi barang-barang jadi rusak. Bukankah PLN itu di adakan demi kepentingan penerangan bagi seluruh masyarakat. Ataukah PLN ini bukan Pembangkit Listrik Negara, tapi Pelayan Loga-Loga Negara.?,” kesalnya.

“Kami sangat kecewa dengan koordinator zona Bacan Barat. Olehnya itu, kami mendesak kepada pihak PT. PLN Cabang Bacan Kabupaten Halmahera Selatan yakni Kepala PLN Cabang Bacan agar segera cepat mengambil kebijakan untuk memecat koordinator zona Bacan Barat. Sebab, di nilai tidak profesional dan tidak paham tupoksinya sebagai karyawan atau petugas yang di tugaskan di zona Bacan Barat tersebut,” sambungnya.

Tutur Harmain, jika dalam waktu dekat, PLN di Desa Indari masih belum stabil, maka GPM bersama GMNI Halsel akan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT. PLN Cabang Bacan.

“Sebagai perusahaan penyedia listrik negara, suplai listrik bagi menjadi prioritas utama PLN. Berarti hal ini, demi ketersediaan listrik yang terjangkau bagi masyarakat bukan sebaliknya yang menyusahkan dan meresahkan masyarakat seperti yang dilakukan salah seorang karyawan atau petugas yang di tugaskan di zona Bacan Barat,” tutur Harmain.

Harmain menyebut, Pemerintah RI nomor 10 Tahun 1989 tentang penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik. Bab 5 bagian ke Dua tentang hak dan kewajiban masyarakat dalam pemanfaatan tenaga listrik.

“Maka, dalam Pasal 26 ayat 2 bahwa masyarakat yang mendapat tenaga listrik mempunyai hak.
A. Mendapat Pelayanan yang baik.
B. Mendapat tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik.
C. Mendapat Pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik,” tutupnya. (Red/CN)

Gedung SDN Butar Kampong Baru Butuh Perhatian Pemda Aceh Singkil

Aceh Singkil, CN – Gedung Sekolah Negeri Kampong Butar tertua Kecamatan Kota Baru Kabupaten Aceh Singkil butuh perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil dan pemerintahan pusat.

Dari dokumen media ini dapatkan (2/3/2021) pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Butar Kecamatan Lentong masih ketinggalan dan perhatian seperti pintu sudah jebol dan lante sudah banyak rusak ditambah lagi kaca jendela ber pecahan dan sengnya mulai rapuh

Linda Wati Kepala Dusun 1 Kampung Butar yang baru satu bulan menempati perumahan Sekolah saat konfirmasi, Selasa (2/3) menuturkan pada media ini tentang kondisi pembangunan sudah mulai rusak 2 pintunya dan lantainya ditambah lagi atapnya yang mulai keropos dan kaca jendela pecah.

“Di halaman Sekolah tempat berbaris dan senam pagi becek dan licin sekali saat kasihan, anak-anak siswa/siswi kita, dan harapan kita kepada Pemerintah Daerah Aceh Singkil dan Provinsi Aceh juga dan pemerintahan Pusat membangun gedung sekolah,” ujar Linda wWati kepala Dusun 1.

“Kalau bisa pemerintah membangun gedung sekolah agar bisa siswa/siswi belajar nyaman .memang sekolah tertua di kecamatan kota baru di pelosok kampong,” sambung Linda Wati (Muklis CN)

Polda Malut Berhasil Amankan 218 Kantong Miras

TERNATE, CN – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut) dalam hal ini Dit Binmas Polda Maluku Utara terhitung hari ini Selasa (2/3/2021), melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan Sandi Bina Kusuma selama 15 Hari, terhitung Mulai 02 Maret S.d 16 Maret 2021.

Operasi Bina Kusuma baru saja dilaksanakan namun personel Dit Binmas Polda Malut sudah berhasil mengamankan 3 (tiga) Pelaku pengedar/pengkosumsi minuman keras dengan Inisial DA, OT dan MYA di Kelurahan Kalumpang dengan Barang Bukti (BB) yang diamankan sebanyak 136 botol Bir Hitam, 8 Botol Bir Bintang, dan 74 kantong Cap Tikus.

Untuk pelaku dan barang bukti diamankan di Direktorat Binmas untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pembinaan serta pengembangan.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Adip Rojikan, S.I.K., M.H saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Operasi kewilayahan yang dilaksanakan ini melibatkan seluruh Jajaran Polda Maluku Utara, dan untuk Polda Malut personel yang diterjunkan sebanyak 44 Personel sedangkan untuk Polres Jajaran jumlahnya menyesuaikan karakter Daerah Polres Masing-masing.

“Operasi ini dilaksanakan dengan sasaran Preman/ premanisme serta penyakit Masyarakat guna Mewujudkan situasi yang Kondusif di Wilayah Maluku Utara,” ucap Kabidhumas.

Dalam kesempatan tersebut, Kabidhumas Polda Maluku Utara juga menghimbau kepada Masyarakat Maluku Utara untuk menjaga wilayah Maluku Utara ini dengan menghindari Minuman Keras, Prostitusi, Premanisme dan Lain sebagainya.

“Saya Menghimbau kepada seluruh Masyarakat, mari kita sama-sama memerangi dan memberantas Miras, Prostitusi dan Premanisme guna Mewujudkan Provinsi Maluku Utara yang Aman dan Damai apalagi tidak lama lagi Menjelang Ramadhan,” tutup Kabidhumas. (Ridal CN)