AWAS Halsel Resmi Berbadan Hukum

HALSEL, CN – Organisasi Lokal Aliansi Wartawan Saruma (AWAS) resmi memiliki badan hukum sebagai organisasi insan Pers di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui pembuatan Akta Notaris yang diserahkan langsung Ketua Umum AWAS, Sadam Hadi didampingi Sekertaris Umum Asbar Ikram dan Bendahara Umum Hardin Hi. Idris di Kantor Notaris Sahadia Iskandar Alam di Desa Hidayat Kecamatan Bacan pada Kamis (1/7/2021).

Jelas Sadam, pembuatan Akta Notaris itu guna memperkuat badan hukum untuk melengkapi administrasi AWAS yang merupakan wadah perkumpulan baru insan Pers di Halsel.

Kepada sejumlah wartawan di Warkop Kedai Katu Desa Tomori usai menyerahkan Dokumen Persyaratan Pembuatan Akta Notaris, Sadam bilang, AWAS dibentuk atas semangat berhimpun teman-teman seperjuangan untuk mewujudkan komitmen dengan satu visi tetap menjaga independensi.

“AWAS di bentuk atas ingin bersolidaritas untuk mewujudkan tatanan demokratis di bumi Saruma. Mulanya kami hanya berdiskusi antara awak media online dan cetak membangun wadah berhimpunnya wartawan. Alhamdulillah semua setujui dan saya dipercayakan sebagai Ketua AWAS, jadi kami sudah serahkan semua persyaratannya. Maka AWAS resmi berbadan Hukum” terang Sadam.

Sadam menyampaikan, sekalipun lembaga wartawan yang di pimpinnya baru dibentuk, namun punya daya tarik tersendiri.

Selain itu, Wartawan Seputar Malut itu menerangkan bahwa pengurus AWAS sebanyak 20 orang wartawan yang eksis memotori media online dan cetak yang cukup handal mengawal program Pemda Halsel.

“Pengurus AWAS terdiri dari 20 wartawan yang eksis peliputan di Halsel, maka dipastikan kami tetap bergerak mengawal pemerintahan serta dalam waktu dekat akan segera dikukuhkan kepengurusannya,” tukas Sadam. (Red/CN)

Polres Kepsul Gelar Syukuran Hari Bhayangkara Ke- 75 Tahun 2021

SANANA, CN – Polres Kabupaten Kepulauan (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-75 tahun 2021 bertempat di Polres Kepsul, Kamis (01/07/2021) pukul 11.00 Wit.

Adapun tema yang di usung adalah “ Transformasi Polri yang Persisi Mendukung Percepatan Penenganan Covid – 19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesa Maju” yang di hadiri Wakil Bupati Sula. M. Saleh Marasabessy, Kajari Sanana. Pengadilan Sanana, Kodim 1510/ Sanana, Kalapas Kelas II B Sanana, Perwira Polres Kepulauan Sula, serta tamu undangan lainnya.

Acara syukuran dipimpin langsung oleh Kapolres Kab. Kepulauan Sula AKBP. Herry Purwanto. SH.SIK.MIK,
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa peringatan hari Bhayangkara yang Ke – 75 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Upacara peringatan dan acara syukuran tahun ini kita laksanakan secara virtual, lebih sederhana dan mematuhi protocol kesehatan. Hal ini merupakan wujud realisasi penyesuaian kita terhadap tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19.

“Seperti yang telah kita dengar dan saksikan bersama, bahwa Bapak Presiden RI sangat mengapresiasi kinerja Polri serta menaruh harapan besar kepada Polri bersama TNI untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemic Covid-19 yang masih melanda, termasuk dalam hal mengawal tatanan hidup baru dan pemulihan ekonomi nasional,” Ujar Kapolres

Kapolres juga menambahkan bahwa kita patut bersyukur, sampai dengan saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur dalam undang-undang dengan berpegang teguh.

“Ditambahkan herry, sebagai Kapolres Kepulauan Sula, berharap kepada seluruh Personil Polres melaksanakan tugas dengan iklas sebab tugas kita kedepan lebih berat, tidak hanya melaksanakan tugas rutin kita,” bebernya.

Kapolres Kepulaun Sula (Kepsul) menghimbau kepada masyarakat Sula, jaga protakol kesehatan, kurangi mobilisasi masa, manjauh kerumunan, memakai masker, menjaga jarak,”tutup. (Is/CN)

RSUD Sanana Akan Berikan Sanksi Kepada Dokter Jika Tidak Peduli Sama Pasien

SANANA, CN – Juru bicara Dirut RSUD Sanana, Dr. Djokowiso akan melakukan penelusuran pada Dokter yang mementingkan diri sendiri tanpa peduli terhadap pasien rujukan mau pun pasien lainnya di Kepulauan Sula, Rabu (30/06/2021).

Belum lama ini, ada kejadian yang menimpah salah satu pasien yang dirujuk dari Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, hingga meninggal Dunia karena keterlambatan penanganan pesien dan juga diduga kehabisan oksigen di RSUD sanana, atas kelalaian tenaga kesehatan yang berpiket.

Juru bicara RSUD Sanana, Dr. Djokowiso menuturkan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dan melakukan penelusuran terhadap perawat dan dokter piket pada saat kejadian kemarin yang menimpah salah satu pasien rujukan dari Puskesmas Falabisahaya hingga meninggal dunia.

“nanti coba saya komunikasikan dulu dan kami juga akan tanyakan atas alasan apa sehingga seperti itu dan kami juga akan lakukan penelusuran dulu, lalu kita juga akan melakukan evaluasi setelah itu kita akan memberikan sangsi kalau memang yang bersangkutan melakukan keterlambatan dalam penanganan pasian,” ujurnya Dr. Djokowiso.

Menurutnya, perawat dan Dokter yang berpiket di RSUD sanana selalu melakukan pelaporan dan ada juga dokter jaga yang standbay disini,

“kita di RSUD Sanana ini, selalu saling mengisi, jika yang piket belum datang dan ada pelaporan dengan ada penanganan tanda-tanda vital di awal,” ungkapnya.

Dr. Djokowiso bilang, saat ini kita harus berpikir kondisi Daerah kita yang transisi lokal, biarpun kita tidak bepergian tapi kalau ada yang berkunjung kerumah kita maka perlu jaga jarak karena kita tidak tahu, mungkin saja orang yang datang kerumah kita pernah berkujung ke daerah lain,”tutup. (Is/CN)

Selamat, Nurangsi Berhasil Jadi Pengurus Kopri PB PMII

HALSEL, CN – Sekertaris Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Provinsi Maluku Utara (Malut), Nurangsi S. Hasan berhasil menjadi Pengurus Besar (PB) PMII.

Angsi sapaan akrabnya, merupakan salah seorang Kader Kopri PMII Maluku Utara. Perempuan sederhana ini berhasil menorehkan sejarah sebagai pengurus PB PMII perwakilan Kopri Maluku Utara yang ke dua.

Angsi sudah menjadi Aktivis Organisasi sejak pertama kali mengenal Dunia Perguruan Tinggi. Dimasa kuliah, ia pernah menjadi pengurus Rayon bahkan setelah itu, mengemban amanah sebagai Ketua Kopri Komisariat STKIP Kieraha Ternate hingga Sekertaris Kopri PKC PMII Malut.

Setelah Pengurus Rayon, Komisariat dan Kopri PKC, Angsi bertarung menjadi Pengurus Kopri PB PMII di Tahun 2021. Angsi tak pantang menyerah meski hampir gagal. Namun siapa sangka? Ada kemauan pasti ada jalan keluar. Angsi kini resmi menjadi Sekertaris Bidang Maritim dan Kawasan Perbatasan Kopri PB PMII yang dikukuhkan di BALAI SARBINI Jakarta Pusat pada Sabtu (26/6/2021) Masa Hidmat 2021-2024.

Bukan sebuah kebetulan semata, keberhasilan itu karena Angsi bergerak dengan niatnya maupun dukungan dari Kader-kader PMII lainnya serta keluarganya.

Angsi tercatat sebagai Kader Kopri PMII Maluku Utara asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang ke dua menjadi Pengurus Kopri PB PMII. Perjalanan itu sepertinya bukan akhir perjalanan karir di pentas nasional.

Angsi terlahir dari keluarga sederhana, ia kecil tumbuh di perkampungan di Desa Sidopo Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halsel hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi, ia berkuliah di Kota Ternate. Jiwa kepemimpinannya mulai tampak dan berkembang ketika ia aktif berorganisasi di Kampus.

Angsi sangat bersemangat aktif dalam dunia pergerakan melalui aksi demonstrasi. Bakat kepemimpinannya makin berkembang saat memasuki Perguruan Tinggi.

Ketika ia terpilih menjadi Ketua Kopri Komisariat STKIP Kearaha Ternate, Angsi berhasil merangkul mahasiswa-mahasiswi menjadi Kader PMII.

Setelah berhasil meraih Sarjana S1, Kemudian ia hijra ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya untuk gelar Magister. Ini langkah awal Angsi dalam berproses di Kopri PB PMII sambil melanjutkan kuliahnya di Jakarta.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Rabu (30/6), Angsi menyampaikan terimakasih atas dukungan semua Kader serta keluarganya yang membuat dirinya kini menjadi pengurus Kopri PB PMII.

“Terimakasih banyak atas dukungan kalian. Kalau bukan suport dari kalian sahabat-sahabati dan keluarga ku, tak mungkin saya bisa melanjutkan kuliah di Jakarta dan menjadi Pengurus Kopri PB PMII. Sekali lagi terimakasih banyak,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu, Sekertaris Kopri PMII Halsel, Anisa Safar mengatakan bahwa dirinya mewakili seluruh Kopri PMII bangga atas keberhasilan Angsi menjadi Pengurus Kopri PB PMII.

“Kami atas nama Kopri PMII Cabang Halsel bangga atas keberhasilan Sahabati Sekertaris Kopri PKC PMII Maluku Utara yang saat ini menjadi Pengurus Besar Kopri PMII. Perjuangannya bagi kami tidak sia-sia. Sehat dan sukses selalu buat Sahabati Angsi,” tukas Anisa. (Red/CN)

Anggaran Rp 950 Juta Tak Cukup, Perbaikan Jembatan Mandaong Pantai Tunggu APBD Perubahan 2021

HALSEL, CN – Jembatan Mandaong Pantai yang ditutup akibat mengalami kerusakan cukup parah membutuhkan anggaran senilai Rp 1 Miliar lebih.

Sehingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara menunggu hasil pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun anggaran 2021 agar dilakukan Contract Addendum untuk dapat dilakukan penambahan anggaran atau CCO (Contract Change Order).

Sebab, anggaran pokok untuk Jembatan Mandaong Pantai yang dikantongi Dinas PUPR saat ini, hanya senilai Rp 950 juta.

“Jembatan Bajai di Mandaong Pantai memang sebelumnya kita sudah menganggarkan kurang lebih Rp 950 juta di anggaran pokok Tahun 2021, namun setelah hasil evaluasi teknis di lapangan, anggaran tersebut masih kurang. Sehingga membutuhkan anggaran tambahan kurang lebih Rp 700 juta,” jelas Kepala Dinas PUPR Halsel, Ali Dano Hasan saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id diruang kerjanya, Rabu (30/6/2021).

Maka kata Ali, total anggaran kurang lebih senilai Rp 1.650.000.000.00 (Satu milyar enam ratus lima puluh juta rupiah) untuk perbaikan Jembatan Mandaong Pantai tersebut.

“Selesai perubahan APBD Tahun anggaran 2021, kita segera melakukan perbaikan Jembatan Mandaong Pantai itu. Tapi perbaikan secara keseluruhan,” tutup Ali. (Red/CN)

Pemerintah Kecamatan Obi Periksa Penyalahgunaan ADD Desa Baru

HALSEL, CN – Selasa, 29/6/2021. Pukul 8:00 WIT, Pemerintah Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), berkantor di Desa Baru melakukan audit adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa tahun 2017-2020.

Tim audit Pemerintah Kecamatan yang di pimpin langsung Sekertaris Camat (Sekcam) Obi Risno Djia, bersama stafnya, Buyung, Mohtar, Desi Trisnawati dan Jusman Tarigan. Pagi tadi melaksanakan Audit yang  terpusatkan di kantor Desa, turut serta hadir Ketua BPD, Sekertaris Desa bersama masyarakat Desa Baru.

Adapun agenda-agenda dalam pengauditan yaitu pemeriksaan Dokumen Administrasi Keuangan Desa, dan evaluasi proyek atau peninjauan kembali lokasi pembangunan fisik yang di programkan Desa massa periode 2017-2020.

Evaluasi proyek tahun 2017-2020, program pembangunan Desa Baru, Kecamatan Obi yang di kerjakan oleh Kepala Desa terdapat kenganjilan pada sub item pelaksanan pekerjaan di lapangan, sebab karena tidak sebanding anggaran yang di kucurkan Pemerintah Desa.

Tidak sebanding dengan kucuran anggaran yang diadakan pada tahun 2017-2020 karena terdapat proyek pembangunan fisik maupun non fisik yang diduga tidak terselesaikan pekerjaannya serta terdapat anggaran fiktif pada pelaksanan pekerjaan dalam Program Pembangunan Desa Baru.

Program Pembangunan itu yang terdiri dari pelaksanaan pekerjaan Jembatan Desa senilai Rp 173.465.000-000,- (tidak selesai), Pelaksanaan pekerjaan Talud yang diubah sub bidang menjadi Pemecah Ombak dengan jumlah Rp.212.854.000-000,- (tidak selesai), Pelaksanaan Pekerjaan MCK Dua Unit yang berlokasi di Dusun Tabuji Rp. 68.824.000-000,- terjadi (Murck Up).

Begitupun pelaksana pekerjaan Drainase senilai Rp. 131.115,000,- (tidak selesai), pelaksana pekerjaan Rabat Beton dengan nilai anggaran Rp. 48.130,000,- (tanpa papan informasi dan prasasti), serta Kegiatan Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) berjumlah Rp. 5.630,000- (fiktif) dan Kegiatan Keagamaan Maulid dengan nilai anggaran Rp. 60.000,000 (fiktif).

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Sekcam Kecamatan Obi, Risno Djia mengatakan “Dalam pengauditan ini kami  hanya menjalankan perintah pimpinan  dalam hal ini Pak Bupati dan terfokus di Desa Baru kerena diduga bermasalah dalam mengelola Anggaran Dana Desa, pada saat Pak Bupati Sidak di Kecamatan Obi” Ucap Risno

“di Kecamatan Obi terdapat dua Desa yang bermasalah soal pengelolaan Dana Desa. Yaitu Desa Sambiki dan Desa Baru, di Desa Sambiki pada saat Sidak diduga ada masalah Bupati langsung nonaktifkan Kepala Desanya dan di Desa Baru berdasarkan Sidak pak Bupati kedapatan ada masalah maka pak Bupati perintah langsung ke kami untuk melakukan pengauditan di Desa yang dimaksud” terangnya.

Risno juga bilang “besok kami masi melanjutkan pengauditan karena masi ada program-program yang kami belum sempat tinjau dan setalah pengauditan selesai kami akan bawah hasil pengauditan ini ke pimpinan Halsel. tutur Risno. (Red/CN)