Pohon Pisang Unik di Halsel, Berbuah Ditengah Batang

HALSEL, CN – Pohon pisang unik tumbuh di halaman perumahan Dinas Koramil 1509-01/Bacan di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Buahnya tumbuh ditengah batang pohon.

Padahal biasanya, buah Pisang tumbuh di ujung atas batang pohon. Namun pohon pisang jenis Susu Manis ini tumbuh dan keluar ditengah batang. Bahkan uniknya lagi, Jantung pisang tersebut masih tancap dalam batang pohon, buahnya saja yang baru keluar.

Pohon pisang langkah itu berukuran kecil dengan ketinggian sekitar 2 meter. Pemilik pohon pisang unik ini merupakan salah seorang Anggota Koramil bernama Idris Kelilauw, ia mengaku tak sadar bila pohon Pisang yang ia tanam itu berbuah ditengah Batang.

“Tak sengaja, tadi pagi pada saat saya bersihkan di belakang Rumah Dinas (Rumdis) lalu saya lihat pohon pisang. Kaget lihat buahnya ada di tengah-tengah, biasanya kan di atas. Makanya langsung saya foto dan Posting,” ujar Idira saat ditemui Wartawan cerminnusantara.co.id, Senin (29/9/2021).

Idris mengaku, memang sengaja ia menanam pohon Pisang di belakang rumah Dinas yang ia tempati sejak lama. Bahkan pohon pisang unik tersebut merupakan anak dari Pohon Pisang sebelumnya yang telah ditanam sekitar 2 Tahun lalu.

“Sengaja tanam pohon Pisang Mas ini untuk konsumsi saja. Kalau pisang kan sudah ditebang masih ada anaknya yang tumbuh,” kata dia.

Setelah menemukan pisang unik itu, Idris kemudian memotret dan mengunggah foto Pisang tersebut ke akun Facebook pribadinya.

“Ya Allah keajaiban apakah yang engkau tunjukan kepada hamba2 mu ini , di muka bumi yang engkau ciptakan, pohon pisang di belakang perumahan Dinas Koramil, pohon pisang buahnya keluar dari batang pohon pisang yang seharusnya keluar dari ujung pohonnya. Ini suatu keajaiban yang nyata. Semua ini terjadi karena di sertai dengan  kebesaran Allah SWT. Amin Allah humma Amiin.,” Jelas Idris seperti yang ia tulis dalam unggahan Facebooknya, Minggu (26/9).

Idris kemudian bercerita bahwa ada netizen yang berkomentar di akun Facebooknya, ada yang bercanda dengan menyarankan untuk tidak melukai pisang pada Batangnya, agar pisang unik ini tidak berbuah ditengah Batang.

“Ada yang bercanda, jangan cungkel-cungkel batang pohon, nanti babuah di batang bukan di ujungnya,” cetus Idris.

Selain itu, Idris juga bilang, ada juga yang berkomentar, ini merupakan suatu tanda-tanda kebesaran Allah.

“Ada yang bilang Allah mengingatkan kepada kita khususnya anggota Koramil mulailah untuk taat kepada Allah SWT, dan satu lagi juga berkomentar, itu mempertanda kita banyak berdoa semoga rejeki bertambah,” tutup Idris. (Red/CN)

Proyek Bantuan KLHK : di Lokasi Tambang Desa Anggai Mangkrak, Pemilik Lahan Meminta di Pidahkan Saja

HALSEL, CN – Bantuan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Industri pengolahan emas di tambang rakyat Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Mangkrak dan gagal di fungsikan, Pemilik Lahan (Darwin), memintah untuk di Pindahkan saja dari lokasinya karen selama ini belum ada penyelasaian baik dari pemerintah (KLHK) maupun pihak terkait lainya.

Mangkraknya proyek bantuan dari kementrian itu, lantaran ada sesuatu dan lain hal yang harus di selesaikan sehingga proyek tersebut bermasalah.

Proyek Bantuan Industri mini pengolahan emas dari pemerintah pusat lewat KLHK itu untuk di berikan kepada penambang rakyat Desa Anggai agar bantuan tersebut bisa di fungsikan, akan tetapi proyek tersebut mangkrak

Pada saat bertandang ke lokasi Tambang Rakyat Desa Anggai, terlihat bahwa industri mini pengolahan emas yang konon katanya ramah lingkungan itu. telah selesai di bangunan, namun sampai dengan hari ini belum juga diproduksi oleh para Penambang Rakyat Desa Anggai Kec. Obi

Sedangkan pengurus industri Darwin sekaligus pemilik lahan saat dihubungi di lokasi tambang, dia menyampaikan. Industri yang di bangun itu di atas lahan saya dan selama ini belum ada penyelesaian lahan baik dari pemerintah pusat (KLHK) maupun pihak terkait, sehingga saya meminta ke pak Sekjend APRI supaya bisa memfasilitasi saya, untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat (KLHK), supaya dapat bisa menyelesaikan hal yang di maksud, kalau tidak maka proyek itu saya minta di pindahkan saja dari lahan saya.

 

“Proyek Bantuan itu di bangunan di saya punya lahan, tetapi belum ada penyelesaian” kata Darwin.

“Saya juga sudah meminta ke pak Sekjend APRI supaya bisa suarakan permintaan saya di pemerintah pusat atau pihak terkait agar bisa menyelesaikan lahan saya, kalau tidak lebih baik proyek itu dipindahkan saja dari lahan saya” pintah Darwin

Dengan adanya hal ini, saat di konfirmasi via telepon seluler. Sekertris Jenderal (Sekjend), Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI), Imran S. Malla, juga membenarkan bahwa Proyek Bantuan itu dari Pemerintah Pusat berupa Industri Pengolahan Emas yang rencana di berikan kepada penambang rakyat Desa Anggai, agar membantu para penambang supaya dapat mengolah emasnya, agar meningkatkan pendapatan para penambang kalau dengan menggunakan teknologi itu.

Kami harap industri itu sudah di fungsikan oleh para penambang di lokasi, tetapi ternyata selama ini belum juga di fungsikan jadi kami berkesimpulan proyek tersebut makrak dan di anggap gagal.

“Saya pikir bantuan pemerintah pusat itu sudah di fungsikan oleh para penambang rakyat yang ada di Desa Anggai padahal saya turun pengecekan ternyata belum di fungsikan, jadi proyek itu saya anggap gagal karena mangkrak” kata Imran dengan rasa kecewa. (26/9/2022)

“Dan saya sudah koordinasikan langsung dengan Ibu Mentri KLHK, dan arahannya ke dirjen terkait hal itu, dan mereka berjanji akan memperbaikinya agar pabrik industri itu bisa dapat difungsikan sesuai harapan para penambang rakyat” tutur Sekjen APRI. (Zul/CN)

Antusias Warga Halmahera Selatan Soal Vaksinasi Covid-19 Sangat Tinggi

HALSEL – Sebanyak 628 warga kecamatan Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan telah mengikuti program vaksinasi yang digelar oleh Harita Nickel bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Pada Jumat 24 September 2021 kemarin

Diketahui, di Desa Kawasi sebanyak 474 warga telah menjalani vaksinasi sejak bulan Juli 2021 lalu dan pada Senin (20/9) kemarin, 154 warga Desa Soligi ikut vaksinasi Covid-19. Penyelenggaraan vaksinasi di dua desa ini berlangsung lancar dan diikuti secara antusias oleh warga.

Kepala Puskesmas Obi Selatan, Andri Deefrits memberikan sambutan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19 dan vaksinasi. Menurutnya, masyarakat tak perlu ragu untuk segera mendapatkan vaksin.

“Banyak kabar tak benar yang beredar di luar sana terkait vaksin. Saya tegaskan, vaksin ini aman dan halal. Pemerintah tak mungkin ingin membahayakan rakyatnya,” Jelasnya.

Andri menambahkan, selain vaksin, masyarakat juga harus senantiasa mengupayakan pencegahan virus melalui pola 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sangat penting untuk menerapkan kebiasaan itu. Jangan sampai berpikir bahwa setelah vaksin boleh meninggalkan masker begitu saja. Masker ini penting untuk mencegah virus dari mulut kita tersebar ke orang lain atau sebaliknya,”Ungkap Andri kepada para peserta penerima vaksin.

Dijelaskan Adri, Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Kawasi dan Soligi terselenggara atas dukungan Harita Nickel. Perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel itu memberikan ratusan dosis vaksin, penyediaan tenaga kesehatan, serta dukungan pendistribusian alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan untuk proses vaksinasi.

Sementara Sekretaris Desa Soligi, Wahyudin Hamani mengucapkan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan vaksinasi di Desa Soligi.

“Saya mewakili Kepala Desa, mengucapkan terima kasih banyak terhadap pihak-pihak yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan program yang baik ini. Sebagaimana kita tahu, bahwa vaksin Covid-19 bukan lagi hal asing bagi kita saat ini. Semoga kita selalu dalam kondisi sehat,” Ujarnya.

Head of External Relation HARITA Nickel, Stevi Thomas mengungkapkan, antusiasme warga untuk mengikuti pelaksanaan vaksin di Desa Kawasi dan Soligi cukup tinggi. Hal ini karena sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Harita Nickel juga ditunjang oleh kesadaran masyarakat agar segera terbebas dari Pandemi Covid-19.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kita sejak awal dalam bahu membahu melawan pandemi ini. Pandemi ini hanya bisa berakhir dengan kerja sama semua pihak dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Program vaksinasi ini merupakan bagian dari program Harita Berbagi,  ”Tambahan Stevi Thomas yang sangat mengapresiasi antusiasme warga untuk divaksin.

Ditambahkan dia, Program vaksinasi direncanakan terus berlanjut guna memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, dan Harita Nickel juga akan bekerja sama dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk melakukan vaksinasi di beberapa desa lainnya di Pulau Obi.(Red)

Sabtu Pagi, BPBD Halsel Turun ke Lokasi Bencana Banjir di Desa Bahu dan Jiko

HALSEL, CN – Banjir yang kembali terjadi di Kecamatan Mandioli Selatan pada Jumat siang sekira pukul 11.30 WIT, Sabtu pagi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan cepat bergerak meninjau langsung ke lokasi bencana di 2 Desa, Yakni Desa Bahu dan Jiko.

Kepala BPBD Halsel, Abdulkarim La Tara kepada wartawan, Sabtu (25/9) membenarkan adanya terjadi banjir, tapi pihaknya menilai belum dikategorikan bencana.

“Memang benar ada banjir, tapi dari BPBD itu belum termasuk bencana, karena tidak ada yang nama rumah rusak atau yang mengungsi,” cetusnya.

Abdulkarim mengatakan, tadi malam (Jumat malam), Kepala Desa Jiko dan Camat Mandioli Selatan juga berupaya menghubungi dirinya melalui via telepon seluler, namun tidak bisa karena gangguan jaringan.

“Jaringan kurang bagus di Jiko, jadi mereka tidak bisa komunikasi,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengatakan, jika memang terdapat ada warga yang mengungsi, maka ia siap memberikan bantuan.

“Informasinya ada yang mengungsi yang kemarin-kemarin itu, tapi untuk saat ini, kami belum lihat mereka yang mengungsi,” tutup Abdulkarim. (Red/CN)

Antusias Warga Halmahera Selatan Soal Vaksinasi Covid-19 Sangat Tinggi

HALSEL – Sebanyak 628 warga kecamatan Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan telah mengikuti program vaksinasi yang digelar oleh Harita Nickel bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Pada Jumat 24 September 2021 kemarin.

Diketahui, di Desa Kawasi sebanyak 474 warga telah menjalani vaksinasi sejak bulan Juli 2021 lalu dan pada Senin (20/9) kemarin, 154 warga Desa Soligi ikut vaksinasi Covid-19. Penyelenggaraan vaksinasi di dua desa ini berlangsung lancar dan diikuti secara antusias oleh warga.

Kepala Puskesmas Obi Selatan, Andri Deefrits memberikan sambutan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19 dan vaksinasi. Menurutnya, masyarakat tak perlu ragu untuk segera mendapatkan vaksin.

“Banyak kabar tak benar yang beredar di luar sana terkait vaksin. Saya tegaskan, vaksin ini aman dan halal. Pemerintah tak mungkin ingin membahayakan rakyatnya,” Jelasnya.

Andri menambahkan, selain vaksin, masyarakat juga harus senantiasa mengupayakan pencegahan virus melalui pola 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sangat penting untuk menerapkan kebiasaan itu. Jangan sampai berpikir bahwa setelah vaksin boleh meninggalkan masker begitu saja. Masker ini penting untuk mencegah virus dari mulut kita tersebar ke orang lain atau sebaliknya,”Ungkap Andri kepada para peserta penerima vaksin.

Dijelaskan Adri, Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Kawasi dan Soligi terselenggara atas dukungan Harita Nickel. Perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel itu memberikan ratusan dosis vaksin, penyediaan tenaga kesehatan, serta dukungan pendistribusian alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan untuk proses vaksinasi.

Sementara Sekretaris Desa Soligi, Wahyudin Hamani mengucapkan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan vaksinasi di Desa Soligi.

“Saya mewakili Kepala Desa, mengucapkan terima kasih banyak terhadap pihak-pihak yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan program yang baik ini. Sebagaimana kita tahu, bahwa vaksin Covid-19 bukan lagi hal asing bagi kita saat ini. Semoga kita selalu dalam kondisi sehat,” Ujarnya.

Head of External Relation HARITA Nickel, Stevi Thomas mengungkapkan, antusiasme warga untuk mengikuti pelaksanaan vaksin di Desa Kawasi dan Soligi cukup tinggi. Hal ini karena sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Harita Nickel juga ditunjang oleh kesadaran masyarakat agar segera terbebas dari Pandemi Covid-19.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kita sejak awal dalam bahu membahu melawan pandemi ini. Pandemi ini hanya bisa berakhir dengan kerja sama semua pihak dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Program vaksinasi ini merupakan bagian dari program Harita Berbagi,  ”Tambahan Stevi Thomas yang sangat mengapresiasi antusiasme warga untuk divaksin.

Ditambahkan dia, Program vaksinasi direncanakan terus berlanjut guna memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, dan Harita Nickel juga akan bekerja sama dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk melakukan vaksinasi di beberapa desa lainnya di Pulau Obi.(Red01)

 

 

Minim Perhatian Pemda Halsel, Desa Bahu dan Jiko Banjir Lagi

HALSEL, CN – Banjir di Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali terjadi.

Banjir susulan di siang tadi sekitar pukul 11.30 WIT itu, terjadi di 2 Desa, yakni Desa Bahu dan Desa Jiko.

Akibatnya, rumah warga yang terendam banjir, terpaksa mengevakuasi barang-barang mereka ke tempat aman.

Banjir susulan di Desa Jiko tersebut akibat dari meluapnya Kali Paisu Loyang karena hujan deras, hingga rumah-rumah warga terendam.

Sementara di Desa Bahu, Bendahara Desa, Ifkar Buang kepada cerminnusabtara.co.id menyampaikan, saat ini, di Desa Bahu membutuhkan pembangunan selokan air untuk menyalurkan air pembuangan dan atau air hujan agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan maupun kesehatan.

Banjir di Desa Jiko.

“Namun awalnya terjadi banjir hingga ada banjir susulan pada Jumat (24/9/2021) ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel belum menanggapi,” aku Ifkar.

Oleh sebab itu, Pemda Halsel dinilai minim perhatian di Kecamatan Mandioli Selatan. Dimana, jelas Ikhy sapaan akrab Ifkar, Desa Jiko dan Bahu yang saat ini berlangganan banjir, Pemda Halsel  belum menanggapi.

“Padahal saat hujan deras, masyarakat tidak bisa tidur karena rumah warga di 2 Desa ini terus tergenang air,” cetusnya.

Meski begitu, ia berharap, sebelum terjadi banjir yang ke sekian kalinya, Pemda Halsel cepat tanggap dalam menangani bencana yang terjadi di  Kecamatan Mandioli Selatan.

“Kita sangat berharap, apapun yang terjadi di masyarakat, Pemerintah untuk cepat tanggap, lebih cepat lebih bagus,”tegas Ikhy. (Red/CN)