BPBD Halsel Salurkan Logistik ke Korban Banjir di Desa Fulai

HALSEL, CN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Desa Fulai Kecamatan Gane Barat Utara.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel, Sulaiman Hajiji menjelaskan bahwa penyaluran logistik ini merupakan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak bagi para korban bencana banjir.

“Kebutuhan yang terlaksana adalah pendistribusian logistik kepada warga yang terdampak bencana banjir sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) di Desa Fulai Kecamatan Gane Barat Utara,” kata Sulaiman Hajiji kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Jumat (16/12/2022).

Ia menjelaskan, bantuan logistik yang terdiri dari kebutuhan bahan pokok tersebut diserahkan langsung di masing-masing warga Fulai.

“Alhamdulillah, kami sudah serahkan logistik berupa Beras, Mie Instan, Minyak Goreng, Kopi, Gula, Teh dan lain-lain,” jelasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel itu bilang, terjadinya Banjir dikarenakan curah hujan deras yang mengakibatkan luapan Sungai Desa Fulai hingga menggenangi pemukiman warga. Banjir tersebut berlangsung pada Kamis Pukul 00.20 malam hingga 04.40 WIT pagi.

“Untuk kerusakan Fasilitas Umum dan Korban Jiwa Nihil, tapi sebanyak 26 Unit Rumah warga rusak ringan dan terdapat tumpukan sedimen Material Pasir di Sungai atau Kali Fulai yang sudah penuh,” jelasnya.

Untuk itu, Sulaiman menegaskan, hal tersebut perlunya melakukan normalisasi Sungai Fulai 500 Meter dan pembuatan Bronjong dari sisi Kanan 200 Meter dan sisi kiri 200 Meter.

“Bagi warga yang rumahnya terdampak tetap sabar dan saling memberi support satu sama lainnya. Kita komunikasi terus secara intens. BPBD Halsel juga sudah laporkan hal ini ke Pak Bupati. Jadi kita tetap sama-sama menjaga, jangan sampai terganggu kesehatan masyarakat,” harap Sulaiman mengakhiri. (Hardin CN)

Terusik Ketenangan Masyarakat Dan Para Investor Yang Beroperasi Di Pulau Obi, Salah Satu Toko Masyarakat Angkat Bicara

HALSEL, CN – Mengusik ketenangan masyarakat dan para investor yang bercokol di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Tokoh Masyarakat Obi Imran S. Malla Angkat Bicara.

Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), di bidang Pertambangan, Perikanan dan Kelautan, serta Kehutanan. ketiga sektor inilah sebagai dasar fundamental persaingan ekonomi nasional hingga sampai pada kanca internasional.

Kenapa tidak pada G20 kemarin, Presiden RI telah mewanti-wanti kepada Gubernur Malut lantaran pertumbuhan Ekonomi di Malut meningkat hingga 27 persen dalam statigrafi angka ini telah mencapai ambang batas dari seluruh provinsi lain di Indonesia, sehingga Jokowi telah memberikan signal agar angka ini harus di pertahankan.

Sudah wajar jika Provinsi Malut menjadi percontohan Pertumbuhan Ekonomi pada saat G20 di Bali, kenapa tidak Hal ini di sebabkan karena adanya Industri raksasa Pabrik Baterai kendaraan listrik terbesar kedua di Asia, beroperasi di Maluku Utara, Pulau Obi, sehingga memberikan dampak pengaruh yang positif pada pertumbuhan Ekonomi Malut secara nasional hingga di kenal Dunia.

Salah satu sektor, yakni pertambangan Nikel dan Ferronikel di Malut menjadi sebab musabab lajunya pertumbuhan Ekonomi di Malut meningkat 27 persen secara nasional.

Dengan adanya hal tersebut salah satu tokoh masyakat obi yang juga di percaya saat ini sebagai Sekertaris Jenderal (Sekjend), Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI), Imran S. Malla. Salah satu putra terbaik Malut, mengacungkan jempol atas kebanggaan SDA di Malut yang menjadi contoh pertumbuhan Ekonomi secara Nasional pada G20 di Bali.

“Saya angkat jempol SDA di Malut khususnya Pertambangan bisa mendongkrak pertumbuhan Ekonomi di angka 27 persen, seperti yang di katakan Bapak Presiden pada G20 di bali kemarin” Kata Imran dengan rasa bangga. (16/12/2022)

Imran menyampaikan bahwa seharusnya kita Masyarakat Malut Bangga Kekayaan SDA Mampu mendongkrak pertumbuhan Ekonomi mencapai 27 persen, dan menjadi contoh perbandingan secara nasional di G20 kemarin.

“Seharusnya kita di Malut bangga pertumbuhan Ekonomi jadi bahan perbandingan di 34 provinsi atau secara Nasional di G20” Pungkasnyas

Imran juga heran karena banyak pemberitaan miring terkait Investasi yang bercokol di Malut khususnya di kami di pulau obi saya contohkan, pada beberapa waktu lalu ada pemberitaan di media yang mengangkat isu lingkungan di wilayah atau lokasi berada Pulau Obi, bertempat di Desa Kawasi, yaitu perusahaan Nikel PT. Harita Group.

“Saya rasa heran banyak pemberitaan miring soal lingkungan di media, terkait perusahan yang merusak lingkungan khususnya di laut”

Sambung Imran, Padahal kalau mau di lihat gambar yang di tampilkan itu kasus yang terjadi pada beberapa tahun lalu yang sengaja di angkat lgi, dan saat saya melakukan investigasi lapangan ternyata informasi yang saya terima dari masyarakat Desa setempat, kejadian itu terjadi akibat rembesan timbunan tanah dekat pantai karena akibat curah hujan cukup tinggi saat itu jadi bukan jebolnya tanggul seperti di isukan.

“Kalau mau di lihat view gambar yang di tampilkan itu, kasus kejadiannya sudah lama pada tahun lalu, yang sengaja di angkat kembali, dan saat saya turun lapangan penegecekan, wah ternyata info yang saya terima dari masyarakat kawasi, mereka bilang itu ada timbunan tanah dekat pantai, sehingga pada saat hujan ada rembesan air tergenang hingga meluap ke laut, tetapi bukan seperti yang di isukan tanggul jebol yang di beritakan itu” paparnya

Lanjut dia kami punya data terkait lingkungan tersebut, serta kami tahu betul bagimana Harita sangat konsisten dengan hal lingkungan. Kalaupun ada hal yang terjadi seperti yang di beritakan apalagi berdampak kepada lingkungan dan masyarakat, tidak perlu capek-capek beropini liar karena kami yang akan menghakami PT. Harita Group dengan cara kami sendiri.

“Kami punya data terkait lingkungan, dan kami tau sekali Harita Nikel itu sangat konsisten” Tutup imran. (Red/CN)

KPU Halsel Tegaskan Tidak Ada Titipan Calon Anggota PPK

HALSEL, CN – Kepala Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Provinsi Maluku Utara (Malut) Darmin Hi. Hasym menegaskan, tidak ada titipan dalam pendaftaran calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari pihak manapun.

Ketegasan ini disampaikan Darmin Hi. Hasym ketika dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id melalui via telepon pada Senin (12/12/2022) kemarin.

Darmin bilang, saat Tes Tertulis, semua nilai Peserta PPK KPU Halsel diumumkan secara terbuka.

“Disaat Tes Tertulis melalui sistem Computer Assisted Test (CAT), itu nilainya langsung ditempel untuk dilihat semua pelamar PPK,” tegas Darmin.

Kepala Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, KPU Halsel itu mengatakan, sistem KPU adalah mengecek rekam jejak setiap pelamar PPK melalui sistem informasi Partai Politik (Sipol) milik KPU.

“Yang pasti. Untuk Tes PPK ini, KPU Halsel secara objektif untuk menilai, terutama soal rekam jejak,” cetusnya.

Melalui pengecekan rekam jejak, Darmin menerangkan, akan diketahui, apakah seseorang Calon anggota PPK pernah menjadi anggota Parpol atau tidak.

“Apalagi yang namanya titipan karena inikan Tesnya semua melalui Aplikasi, sehingga semua orang bisa melihat dan langsung diketahui hasilnya,” tutupnya.

Diketahui, dari 652 Peserta yang mengikuti seleksi penerimaan anggota PPK, 215 Peserta dinyatakan tidak lulus dalam tahapan seleksi. Sementara 437 Peserta lainnya dinyatakan lulus. (Hardin CN)

Jika Argentina Kalah, Adik Kandung Bupati Halsel Siap Jalan Kaki dari Rumah untuk Cebur ke Laut

HALSEL, CN – Adik Kandung Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Sukardi Sidik menegaskan siap mencebur ke Laut jika Fans beratnya di Piala Dunia 2022 ini kalah.

Sukardi Sidik mengatakan, Fans berat ia maksudkan adalah Argentina yang saat ini masuk dalam perebutan Tiket Final Piala Dunia Qatar 2022.

“Jika Argentina kalah, maka saya siap batobo (Cebur) ke Laut,” ujarnya kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (13/12).

Ia mengaku memberanikan diri lantaran optimis bahwa di Piala Dunia 2022 ini, Argentina yang bakal memenangkan melawan Kroasia.

“Saya yakin, Argentina akan menang,” kata Sukardi.

Adik Kandung Bupati Halsel yang juga Daftar Calon Legislatif (Caleg) Dapil III di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Halsel itu bilang, jika Argentina kalah, maka selain menceburkan diri ke Laut, ia juga siap berjalan kaki dari Rumah di Desa Tomori menuju ke Swering Desa Mandaong.

“Kalau Argentina kalah melawan Kroasia, saya siap berjalan kaki dari Rumah sampai di Swering Mandaong untuk menyebur ke Laut,” tutupnya. (Hardin CN)

Konsep Pembangunan Jalan Menggunakan Slak Nikel Oleh Masyarakat Obi, Dapat Respon Baik Dari Gubernur Malut

SOFIFI, CN – Tawaran Konsep Pembangunan Infrastruktur Jalan oleh masyarakat Obi yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Obi Mayor (AMANAT-OBI MAYOR), menggunakan Sisa Pembuangan Nikel (SHP/Shalck Nickel) untuk di jadikan Sirtu pengeras Jalan di Ibu Kota Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Mendapat respon baik dari Gubernur Malut Ki. Hi. Abdul Gani Kasuba.

Gagasan yang timbul dari AMANAT-OBI MAYOR, selalu melakukan terobosan baru terkait penanganan masalah dampak sosial dan perlindungan HAM masyarakat pulau Obi serta memberikan solusi terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Pulau Obi.

Kenapa tidak dengan melihat kondisi pembanguan infrastruktur di pulau Obi, khususnya Jalan Induk Ibu Kota Kecamatan yang terbilang minim, dan lebih parah jika di lintasi, jalan tersebut telah berumur 23 tahun sejak Berpisah dari Maluku Ambon itu, sampai sekarang, tidak ada program rehabilitas sehingga berdampak ke masyarakat, di sebabkan berlubang dan berdebu saat melintas, srta bahkan banyak memakan korban yakni cedera patah tulang hingga sampai korban jiwa dan juga mengalami sesak napas.

Dengan adanya Perusahan bercokol di Pulau Obi, maka salah satu Program utama adalah CSR. Di mana perusahan tersebut telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM), terkhusunya di bidang Pembanguan Infrastruktur, yakni PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada.

Sisa Limbah Shalak Nikel dari PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada ini adalah solusi utama sebagai program CSR, untuk di jadikan sirtu jalan berlubang di Induk Ibu Kota Kecamatan, sehingga dapat menjawab keluhan masyarakat, dari dampak masalah tersebut.

Pembangunan Infrastruktur jalan menggunakan Sisa Pembuangan Nikel (Shlak Nikel/SHP) dari Perusahan PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada, guna merehabilitas jalan berlubang dengan Volume 10 KM di laiwui ibu kota kecamatan obi mendapat respon baik dari Gubernur Malut Ki. Hi. Abdul Gani Kasuba.

Dalam pertemuan di Aula Alwi Saim Alhadar Kantor Gubernur Malut, Bersama Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Saifuddin Djuba, ST. M.Si, mewakili Gubernur Malut, beserta jajarannya, Keterwakilan ABDESI Kecamatan Obi, Tokoh Masyarakat Obi, Imran S. Malla yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI).

Turut serta hadir juga Sekertaris Dinas PUPR Iswan Idris, Kabid Bina Marga, dan Keterwakilan PT. Harita Group, yang di mana pada intinya mereka sangat mendukung konsep terkait Slak Nikel untuk di jadikan penimbunan atau pengeras bangunan jalan yang di sampaikan ke Pemerintah Provinsi.

Kadis PUPR Saifuddin Djuba, ST. M.Si, dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi (Pemprov) sangat mengapresiasi Ide cemerlang dari Masyarakat Obi, karena hal tersebut telah membantu kami dalam hal pembangunan Infrastruktur di Pulau Obi, dan apa lagi dengan keterbatasan Anggaran saat ini kami sangat kewalahan untuk membangun infrastruktur jalan di Malut yang pada khusunya di kepulauan Obi.

“Kami sangat apresiasi bapak-bapak yang datang dari jauh-jauh, dan membawa ide yang bagus, apalagi dengan ide ini, bapak-bapak telah membantu pemerintah untuk membangun infrastruktur di Malut, terkhususnya pembangunan jalan di Pulau Obi. Yang saat ini Anggarannya terbatas” Kata dia. (12/12/2022)

Namun di kesempatan yang sama juga tokoh Pemuda Obi, sekaligus Ketua AMANAT-OBI MAYOR, Budiman Safi, S.Pd, meminta kepada Kadis PUPR Malut, agar segera melakukan perbaikan jalan, karena dengan kondisi jalan yang berlubang dan berdebu, kami sangat memprihatinkan kondisi tersebut, serta bahkan saya sendiri mengalami kecelakaan saat melintas jalan tersebut.

“Saya juga meminta kepada pak Kadis agar secepatnya bisa memperbaiki jalan yang memprihatinkan sekali, dengan kondisi jalan seperti itu, saya juga pernah mengalami kecelakaan saat melintas” Ucap Budi sambil menunjukan bekas luka di hadapan Kadis

Budi juga meminta kepada Pemprov agar segera membangun infrastruktur jalan dan jabatan di Pulau Obi yang kondisinya memprihatinkan serta Meminta ke Pak Gubernur agar konsep kami ini bisa di memanfaatkan seperti yang kita bicarakan dalam pertemuan.

“Kami juga meminta dengan hormat kepada Pemprov agar bisa melihat dan membangun infrastruktur jalan dan jembatan di Obi yang kondisi memprihatinkan sekarang ini, serta Kami juga memohon ke pak Gubernur supaya dengan tawaran Konsep kami bapak Haji dapat mengeluarkan sepenggal surat agar limbah SHP yang dihasilkan industri smelter PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada dapat di jadikan program pembangunan infrastruktur jalan di Induk Ibu Kota Kecamatan” Tutur Budi Selaku Tokoh Pemuda Obi

Hal ini juga di sampaikan Tokoh Pemuda selaku Juru Bicara AMANAT-OBI MAYOR Fakri M. Said, SE. M.Si, dia juga bilang bahwa dengan adanya pertemuan yang di gelar oleh pihak PUPR Provinsi, Kami juga sangat apresiasi langkah inisiatif yang dilakukan untuk melihat Obi lebih obyektif dalam kacamata pemerataan pembangunan dan kami berharap kedepannya PT. Harita Grup selalu mensupport apa yg menjadi kebutuhan masyarakat Obi terutama jalan, melalui pemanfaatan limbah Slek Nikel, dan apa lagi bahan yang kami ajukan memenuhi kriteria dalam hal bahan pengerasan jalan.

“Kami sangat mengapresiasi ke Pihak PUPR sebagi langkah insiatif karena melihat Kondisi Jalan Obi yang sangat memprihatinkan sekali, kami berharap PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada selau mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan memprogramkan CSR-Nya dengan memanfaatkan Limbah Slek Nikel, dan apalagi bahan tersebut memenuhi standar dan kriteria bahan baku pengeras jalan” Ujar Fakri

Tak kalah pentingnya Ungkapan yang sama datang dari Tokoh Masyarakat Obi yang juga sebagai Putra Maluku Utara, Orang kedua yang bercokol di DPP APRI pusat, juga berharap bahwa dengan adanya program ini, dan niat baik dari Pemprov Malut serta PT. Harita Group, bisa menjawab derita, keluhan dan kebutuhan Masyarakat Obi.

“Saya berharap agar perusahan PT. Harita Group dengan adanya program dan niat baik dari Pemprov bisa menjawab derita serta keluhan masyarakat Obi” Tutur Sekjend APRI

Kadis PUPR Saifuddin juga mengatakan kami di Pemprov sangat kekurangan Anggran, karna harus membangun beberapa kabupaten kota, jika hari ini pihak korporasi dapat bersama dengan Pemprov dalam satu ide, maka sangat kami apresiasi itu, dan Alhamdulillah hari ini masyarakat Obi dapat bersama dengan pemerintah dalam memberikan ide dan gagasan.

“Pemprov sangat Kekurangan Anggaran, karena harus membangun beberapa Kabupaten dan Kota, jika hari ini Pihak Koorporasi dapat bersama dengan Pemprov dalam satu ide, maka kami mengapresiasi itu. Dan Alhamdulillah hari ini masyarakat Obi dapat bersama dengan Pemerintah dalam memberikan Ide Gagasasan” Pungkasnya

Saifuddin juga bilang, gubernur sudah respon hal ini, dan tentu kami dari Dinas akan membentuk tim untuk turun ke lapangan dalam waktu dekat, agar membuat perencanaan secara detail terkait Pemetaan lokasi yang mana mau di jadikan projects tersebut.

“Gubernur sangat respon usulan konsep dari masyarakat Obi, dan tentu kami dari Dinas akan siap dan membentuk tim untuk turun ke lapangan dalam waktu dekat” tutup Kadis PUPR. (Red/CN)

Mantan Caleg 2019 Lulus Daftar Calon PPK KPU Halsel Dipastikan Gugur

HALSEL, CN – Salah seorang Mantan Calon Legislatif (Caleg) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2019 lulus Daftar Calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) terancam gugur. Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Halsel, Darmin Hi. Hasim saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id melalui via telepon seluler, Senin (12/12/2022).

Menurut Darmin, KPU Halsel saat ini belum bisa mengambil keputusan untuk mengugurkan Haris Adingku yang diduga sebagai Mantan Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel. Namun dirinya menegaskan ada tahapan selanjutnya untuk dimintai klarifikasi.

“Kalau di Juknis, dia (Haris Adingku_red) kemarin ikut mendaftar, tapi Berkasnya memenuhi syarat. Tapi itu khusus Berkas saja. Nah setelah Berkas, di Tes Tertulis itu juga nilainya cukup. Akan tetapi, nanti itu semua ada tanggapan dari masyarakat. Kami akan minta klarifikasi dari dia di waktu wawancara nanti,” jelasnya.

Disaat tahapan wawancara, kata Darmin jika yang bersangkutan terbukti atau ada bukti yang cukup. Maka dipastikan Mantan Calon DPRD Halsel Dapil I Tahun 2019 itu tidak diloloskan sebagai Calon anggota PPK di Kecamatan Kasiruta Timur.

“Itu sudah pasti akan dia tidak diloloskan. Jadi harus dia klarifikasi dulu karena semua syarat Tes dia sudah memenuhi. Berkasnya cukup, Tes tertulis juga pun cukup,” katanya.

Selain itu, Darmin juga mengaku bahwa pihaknya juga sudah menerima Surat dari Bawaslu Halsel terkait Calon anggota PPK KPU yang pernah mencalonkan diri sebagai Calon anggota DPRD Halsel.

“Di Kantor juga kami sudah dapat Surat dari Bawaslu Halsel. Kami akan tindaklanjuti melalui klarifikasi diwaktu wawancara nanti. Hari ini kita belum bisa pastikan, tapi andai kata disaat tahapan wawancara, terus benar-benar terbukti sebagai mantan Caleg, maka saya pastikan tidak akan lulus dan itu langsung digugurkan,” tegasnya mengakhiri. (Hardin CN)