Mahasiswi Bercadar di Halsel Diduga Jebak Kades Buat Mesum

HALSEL, CN – Salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga kuat menjadi korban sasaran buat mesum.

Kejadian ini terjadi saat Mahasiswi berinisial Mawar (20) dan Kades berada disalah satu Kamar Penginapan di Kota Labuha.

Keduanya digrebek Polisi pada Jumat (30/12/2022). Disaat penggrebekan, ada Pengacara berinisial NO juga ikut bersama dengan Polisi.

Bahkan sebelum digrebek, Kades mulai menaruh curiga gerak-gerik Mahasiswi yang berstatus sebagai pacarnya itu.

“Ketika saya buka Baju mau mandi, saya melihat dia (Mawar) memegang Handphone yang sepertinya dia sedang mengambil gambar. Karena saya sudah mulai merasa tidak nyaman langsung saya bertanya. Kenapa saya di Video? Disitu dia mulai merasa kaget, namun dia mengaku sedang menelepon dengan seseorang,” terang Kades saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (31/12).

Kades bilang, berselang beberapa menit kemudian, Polisi dan seorang Pengacara serta beberapa orang lainnya yang ia belum kenal itu langsung menggerebek Kamar.

“Karena baru mau mandi, saya langsung digerebek duluan. Jadi saya sudah melepas Baju dan Celana,” kata Kades.

Ditanya soal hubungan antara dirinya dengan Mahasiswi bercadar tersebut, Kades mengaku menjalin hubungan asmara sejak Oktober hingga saat ini.

Mengapa tidak? Jika tidak ada hubungan asmara. Sudah tentunya Mahasiswi tersebut teriak ketika melihat Kades membuka Baju untuk mandi. Namun kenyataannya, Mawar diam saja disaat melihat Kades tanpa mengenakan Baju saat berada di dalam Kamar.

“Saya berfikir kita pacaran suka sama suka, makanya saya ajak pertemuan dengan dia,” cetus Kades.

Setelah itu, Mahasiswi bercadar dan Kades langsung digiring ke Polres Halsel untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Mawar, Noldi Kurama dikonfirmasi melalui via Telepon seluler mengaku tidak mengenal Polisi dan tidak tahu beberapa orang yang ikut melakukan penggerebekan di Kamar Penginapan.

“Kurang tahu, kurang tahu,” aku Noldi.

Setelah itu, Noldi menceritakan sebelum pertemuan Kades dan Kliennya hingga terjadi penggrebekan.

“Terkait dengan kasus itu, Jam 2 siang itu, saya dengan Klien ini datang lapor ke Polres karena Klien saya ini konsultasi bukti-bukti Video Call yang tak senonoh. Tapi masih dalam pemeriksaan, Kades ini masih Chat WA Klien, terus setelah selesai buat pengaduan tanpa sepengetahuan Kades, Kades sampaikan bahwa sudah menyiapkan Kamar, jadi Kades meminta Klien ke Penginapan,” terang Noldi.

Disitu, jelas Noldi, dirinya langsung sampaikan ke pihak kepolisian yang sedang bertugas bahwa Kades meminta pertemuan dengan Kliennya di Kamar Penginapan yang telah disiapkan.

“Jadi langsung perempuan naik Ojek. Setelah itu, saya menyusul karena takut terjadi apa-apa,” cetusnya.

Ditanya kenapa Kliennya tidak bertindak disaat berada dalam Kamar bersama Kades yang tidak mengenakan Pakaian. Noldi mengaku tidak tahu.

“Kurang tahu, cuma sebatas itu saja. Saya juga meminta Polisi tindak tegas usut kasus ini. Selebihnya nanti tanya ke Polres,” pintanya mengakhiri. (Hardin CN)

Tak Hadiri Udangan Gubernur Malut : Sekertaris PUPR Kesal Pihak PT. WP, Dan Dianggap Tak Mendukung Pembangunan Infrastruktur Jalan Pulau Obi

SOFIFI, CN – Udangan Gubernur Maluku Utara (Malut), terkait pembahasan Pembangunan Infrastruktur Jalan menggunakan Sisa Pembuangan Nikel (SHP/Shalck Nickel) untuk di jadikan Sirtu pengeras Jalan Ibu Kota Kecamatan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Malaut. di Aula Alwi Saim Alhadar Kantor Gubernur, bersama Dinas PUPR Malut. Sekertaris PUPR Iswan Idris, merasa kesal dengan pihak management Perusahan PT. Wanatiara Persada (WP), tak hadari Undangan dan Dianggap Tak Mendukung Pembangunan Infrastruktur Jalan Pulau Obi. (21/12/2022)

Dengan adanya Perusahan bercokol di Pulau Obi, maka salah satu Program utama adalah CSR. Di mana perusahan tersebut telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM), terkhusunya di bidang Pembanguan Infrastruktur, yakni PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada.

Sisa Limbah Shalak Nikel dari PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada ini adalah solusi utama sebagai program CSR, untuk di jadikan sirtu jalan berlubang di Induk Ibu Kota Kecamatan, sehingga dapat menjawab keluhan masyarakat, dari dampak masalah tersebut.

Pembangunan Infrastruktur jalan menggunakan Sisa Pembuangan Nikel (Shlak Nikel/SHP) dari Perusahan PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada, guna merehabilitas jalan berlubang dengan Volume 10 KM di laiwui ibu kota kecamatan obi mendapat respon baik dari Gubernur Malut Ki. Hi. Abdul Gani Kasuba.

Pertemuan yang melibatkan kedua perusahaan PT. WP dan PT. Harita Group, namun PT. WP, tak menghadiri Undangan tersebut. Padahal Dinas PUPR telah mempersiapkan pertemuan itu sejauh hari setelah ada distribusi undangan.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, sekertaris PUPR sempat pertanyakan soal kehadiran pihak perusahan, sehingga pertemuan tersebut, sempat molor lantaran menunggu kehadiran pihak management PT. WP.

Sekertaris PUPR Malut, Iswan Idris, bilang kami sangat kecewa dengan ketidak hadiran pihak management PT. WP padahal undangan sudah kami layangkan sejauh-jauh hari dan ini undangan resmi dari Gubernur kenapa bisa mereka tidak hadir ini yang kami heran.

“Yang kami undang itu pihak swasta. PT. WP, PT. Harita Group, dari pihak Akademis Unkhair, pihak Aliansi, tokoh masyarakat Obi, Ketua ABDESI Kecamatan Obi, PU Bidang Bina Marga, semuanya hadir, namun yang tidak hadir pihak management PT. WP saja dan kami sangat kecewa dengan ketidak hadirannya, Kok bisa ya, ini kan undangan resmi bukan kami dari PU yang Undang tetapi langsung dari Gubernur” Kesal Iswan dalam rapat

Lanjut dia, padahal pertemuan ini kami bahas untuk kepentingan umum masyarakat Pulau Obi, di lingkar tambang yang mereka beroperasi kenapa bisa tidak hadir untuk memenuhi undangan dari Gubernur dan yang kita bicarakan ini menyangkut bahan baku limbah atau Slam Nikel yang mereka punya, sehingga kami pun merasa dalam tanda tanya besar, sebab pihak PT. WP mau atau tidak memberikan limbah itu ke masyarakat Obi lantaran tidak hadirnya pada pertemuan.

“Pertemuan ini kan kepentingan masyarakat Obi, di lokasi tempat beroperasi perusahan mereka, kalau mereka tidak hadir, berarti kami juga penuh dengan tanda tanya, mereka relah berikan Limbah (Slak Nikel) atau tidak ke masyarakat Obi” centusnya

Sambung Iswan, Kalau PT. Harita Group. Kami sudah tau karena mereka menghadiri pertemuan itu, dan mereka siap untuk berikan Limbah (Slak Nikel), ke Masyarakat Obi

“PT. Harita Group siap berikan Limbah itu ke masyarakat Obi untuk di jadikan Sirtu atau Penimbunan jalan, karena mereka hadir dalam pertemuan itu dan mereka sudah berjanji” tutur Iswan. (Red/CN)

Raih Admin Simfoni PPA Terbaik se-Maluku Utara, Ini Harapan Kepala DP3AKB Halsel

HALSEL, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Pejafung DP3AKB, Mariani Oktaviana, S.Psi meraih Predikat admin Simfoni PPA atau Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak terbaik se-Maluku Utara Tahun 2022. Kemudian di susul oleh Admin Polres Kepulauan Sula (Kepala) dan Admin Dinas P3A Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan Sosialisasi Alamanda  PPA se-Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Jati Ternate pada 25 November 2022 yang diikuti 8 Kabupaten/kota.

Aplikasi Alamanda ini merupakan sosialisasi untuk pertama kalinya dilaksanakan di Provinsi Maluku Utara.

Simfoni PPA adalah suatu sistem yang menyediakan berbagai Data dan Informasi terkait kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan penanganan kasus.

Kepala DP3AKB Halsel, Karima Nasaruddin berharap, ilmu dan  pengalaman yang telah diperoleh Admin  semoga dapat disosialisasikan kembali kepada rekan di Bidang serta dapat diaplikasikan pada Pendataan Penanganan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Halsel.

“Semoga Penghargaan ini menjadi stimulan dan support bagi Admin Simfoni PPA untuk lebih meningkatkan kinerja, sehingga tugas dan tanggungjawab dapat terlaksana dengan baik dan terukir yang dibuktikan dengan Tervalidasi data kekerasan terhadap Perempuan dan Anak setiap Tahun,” harapnya. (Hardin CN)

Listrik Padam Berjam-jam, Puluhan Warga Datangi Kantor PLN Bacan 

HALSEL, CN – Puluhan warga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) mendatangi Kantor Perusahan Listrik Negara (PLN)  Bacan lantaran terjadi pemadaman Listrik yang dinilai tidak beraturan.

Mengapa tidak? Sejumlah Desa di sekitaran Kota Labuha mengalami pemadaman Listrik sekitar pukul 05.00 WIT hingga 09.00 WIT malam.

Pantauan Wartawan cerminnusantara.co.id, di Kantor PLN Bacan, warga yang datang merupakan warga dari Desa Hidayat dan warga Desa Amasing Kecamatan Bacan.

Puluhan warga yang datang itu untuk mengadu ke PLN terkait pemadaman Listrik secara serentak hingga berjam-jam.

Warga mengatakan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan ke pihak PLN terkait Listrik yang sering padam bahkan saat ini terjadi pemadaman Listrik yang lebih lama dari sebelumnya.

Namun kedatangan warga tersebut membuat warga merasa kesal lantaran Kepala PLN Bacan dan Petugas PLN lainnya tidak berada di Kantor.

“Kami datang di Kantor PLN ini dari Jam 07.00 saat Magrib sampai sekarang ini, kami tidak menemukan Petugas PLN. Yang ada Petugas di dalam Kantor ini, katanya mereka hanya bagian Administrasi saja. Sedangkan Petugas PLN yang di bagian Lapangan itu tidak ada Satupun yang stay di Kantor,” ungkap warga saat ditemui di depan Kantor PLN Bacan, Senin (19/12/2022).

Sementara itu, salah seorang Petugas  ketika dikonfirmasi di halaman Kantor PLN Bacan tidak mau memberikan keterangan.

Hingga berita ini dipublish, di Desa Hidayat masih terjadi Pemadaman Listrik. Sedangkan Kepala PLN Bacan, Muksin Rasai dikonfirmasi melalui via seluler dengan Nomor 08514595**** tidak menjawab panggilan Telepon Wartawan.

KPU Halsel Bakal Tindaklanjuti Dugaan Pengurus Parpol Lolos PPK

HALSEL, CN – Seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beberapa waktu lalu menuai kontroversial. Hal ini karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga kuat meloloskan salah seorang anggota PPK Mandioli Selatan dari pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Informasi kepengurusan Partai Politik (Parpol) Tarmiji Usman diketahui setelah ia dinyatakan lolos menjadi PPK Mandioli Selatan. Bahkan anggota PPK Mandioli Selatan itu melakukan foto bersama dengan Anggota PKS Halsel  disaat menggelar Grand Launching PKS Muda.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Halsel, Darmin Hi. Hasym ketika dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (18/12/2022) melalui via Telepon seluler mengaku telah mengetahui informasi tersebut usai tahapan wawancara.

“Pertama, Informasi yang beredar ini katanya dia (Tarmiji Usman) orang PKS, tapi kami melakukan pengecekan di Sipol, namanya tidak ada,” aku Darmin.

Kedua, Darmin menjelaskan, sejak pengumuman Administrasi, KPU Halsel juga membuka tanggapan masyarakat dan tanggapan masyarakat itu berjalan hingga selesai Computer Assisted Test (CAT) menjelang Wawancara.

“Itu maksudnya, ketika dimasa tanggapan masyarakat, jika ada tanggapan masyarakat, maka kami akan melakukan klarifikasi dimasa Wawancara. Tapi buktinya tidak ada tanggapan masyarakat. Sementara sekarang ini, baru disebarkan katanya ada foto yang dia hadiri kegiatan Partai,” jelasnya.

Sementara dalam Juknis, Darmin bilang, tahapan tersebut telah selesai. Namun ia menegaskan, untuk saat ini KPU Halsel belum bisa memastikan bahwa yang bersangkutan merupakan anggota PKS.

“Sekarang ini kita belum bisa buktikan apakah dia Betul-betul pengurus Partai atau bukan, karena sekarang ini dia tidak terbukti sebab di Sipol juga tidak ada, kami mengecek ke Surat Kepengurusan (SK) Partai juga tidak ada. Jadi kalau ada yang bilang dia sebagai Simpatisan PKS juga kita belum tahu karena dia harus diberikan waktu untuk diklarifikasi,” ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Halsel.

Oleh karena itu, Darmin kembali menegaskan, KPU Halsel menunggu hingga Tahapan Pelantikan, disaat pelantikan, pihaknya bakal  menggunakan mekanisme pengawasan untuk yang bersangkutan dimintai klarifikasi.

“Nah, untuk sementara ini, kami menunggu sampai pelantikan. Jadi nanti di tahapan pelantikan, kami akan menggunakan mekanisme pengawasan. Jadi nanti yang bersangkutan kami akan klarifikasi. Kalau dia terbukti, bakal  ditindaklanjuti sesuai mekanisme internal di Bawaslu,” tegasnya mengakhiri. (Hardin CN)

Buruknya Pelayanan PLN Bacan, Warga Hidayat: Wartawan di Halsel Coba Kalian Beritakan

HALSEL, CN – Kinerja Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam melayani kebutuhan listrik untuk masyarakat dinilai semakin hari semakin buruk lantaran sering terjadinya pemadaman listrik tanpa kendali setiap saat.

Warga Halsel terutama yang berdomisili di sekitaran Kota Labuha seolah sudah dianggap angin lalu oleh pihak PLN Unit Bacan.

Mengapa tidak? Tak tanggung-tanggung, pemadaman Listrik berlangsung hampir setiap hari selama berjam-jam.

Selain pemadaman Listrik, kinerja PLN Unit Bacan lainnya juga dikeluhkan warga Desa Tomori Kecamatan Bacan,  Sulaiman Hajiji.

“Tadi Pagi kami ada meminta Petugas PLN pindahkan Kabel Listrik yang terhubung ke Rumah Tetangga karena kami lagi melakukan pembersihan Rumah jadi takut terjadi apa-apa. Setelah petugas PLN sudah pindahkan Kabel sekitar pada Pukul 10.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT siang. Namun sampai detik ini, Listrik di Rumah kami sepertinya tidak berfungsi yang membuat Lampu Rumah tidak menyala,” jelas Sulaiman Hajiji kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (17/12/2022).

Warga Tomori yang juga Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel itu bahkan mengaku sudah berulang kali mendatangi Kantor PLN Unit Bacan untuk mengadu. Namun Petugas PLN hanya janji untuk memperbaiki.

“Saya sudah bolak balik ke Kantor, tapi mereka alasan lagi diluar. Sehingga Petugas memberikan Nomor Telepon mereka untuk saya hubungi. Tapi buktinya dari Pagi sampai malam ini mereka tidak merespon, sehingga Listrik di Rumah kami mati lampu sampai sekarang,” akunya.

Selain itu, sebelumnya Plh PLN Unit Bacan, Tue Marlijan Paulaen juga mendapat sindiran pedas dari warga Desa Hidayat melalui Media Sosial (Medsos).

“PLN Bacan pelayanan kalian paling terburuk sepanjang abad. Yang punya FB Kepala PLN di Bacan tolong tandai dia. Tidak di hari libur, hari Kantor kalian ikut maunya kalian matikan Lampu. Perasaan di Daerah lain tidak hancur sama seperti di Desa Hidayat ya,” tulis Sadia Iskandar Alam melalui Akun Facebook pribadinya belum lama ini.

Pemilik Akun Facebook Sadia Iskandar Alam itu juga meminta kepada Wartawan untuk memberitakan terkait dengan keluhannya tersebut lantaran sering terjadi pemadaman Listrik.

“Atau ada Wartawan di Halsel coba kalian beritakan supaya pihak PLN tahu bahwa warga Desa Hidayat sudah muak dengan pelayanan PLN Bacan yang semakin buruk dari Hari ke Hari,” sambungnya.

Sementara itu, Plh PLN Unit Bacan, Tue Marlijan Paulaen dikonfirmasi melalui via WhatsApp maupun Telepon Seluler dengan Nomor 08124764**** tidak  merespon hingga berita ini dipublish. (Hardin CN)