Warga Toin Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih

HALSEL, CN – Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Masyarakat dan Perangkat Desa Toin Kecamatan Kepulauan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kerja bakti Jumat Bersih, Jumat (12/5/2023).

Kerja bakti secara gotong royong yang digelar seluruh warga ini dalam rangka membersihkan jalan dan lingkungan warga. Sehingga diharapkan budaya Jumat Bersih bisa berkembang menjadi Jumat sehat.

Kepala Desa (Kades) Toin Fahmi Taher Kepada cerminnusnatara.co.id menyebutkan, kegiatan Jumat Bersih dilaksanakan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan Desa Toin.

“Untuk itu, Budaya Jumat Bersih senantiasa dilaksanakan dan berkembang menjadi Jumat Sehat,” ujar Fahmi.

Selain menjaga kesehatan lingkungan, kata Kades, tujuan yang akan dicapai dari kegiatan Jumat Bersih adalah menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat dan seluruh Perangkat Desa.

“Hal ini juga tentunya sebagai kewajiban memberikan contoh melakukan hal yang positif terutama dalam hal kebersihan lingkungan yang kita terapkan setiap hari Jumat,” tutupnya. (Sain CN)

Festival Marabose akan Digelar Juli 2023

KoHALSEL, CN – Festival Marabose adalah sebuah festival yang digagas untuk menghidupkan kembali ingatan generasi masyarakat adat Halmahera Selatan dewasa ini Hijrahnya Sultan Muhammad Al-Baakir dengan sebagian Perangkat adatnya dari Negeri Dauri Tahane, Limau Sigara Dolik, Mara Kie Besi Makian melalui perjalanan kemaritiman (MARABOSE). Selain menjadi memori, festival ini Pengunjung untuk lebih mengenal Halmahera Selatan baik dari sisi sejarah, budaya,alam dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya.

Festival Marabose (FM) ini rencananya digelar pada Bulan Juni Tahun 2023. Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Halsel, Ali Dano Hasan bahwa sudah beberapa bulan belakang ini mulai persiapan rapat Pembentukan panitia guna persiapan kegiatan festival Marabose, Kamis 11 Mei 2023.

“Iya, sudah beberapa bulan kami sudah mulai lakukan sejumlah rapat panitia persiapan Festival Marabose,” jelas Kadis.

Rangkaian Festival Marabose rencananya akan dimulai pada tanggal 3-10 Juni 2023 dengan sejumlah rangkaian yang akan ditampilkan pada Festival tersebut, selain itu sejumlah Artis dan Grup Band Papan Atas Indonesia rencananya ikut tampil pada Event Festival Marabose 2023.

“Ada beberapa rangkaian Acara yang akan ditampilkan pada Festival Marabose, dan pembukaan mulai dari tgl 3-10 Juni 2023, dan rencananya akan dihadirkan sejumlah artis dan Grup Band ternama di Indonesia”. Jelas Kadis Parbud Halsel.

Sekedar diketahui rangkaian acara yang akan ditampilkan adalah: • Sabtu, Tanggal 3 Juni 2023 : Open Ceremony/ Puncak Festival, Venue Utama di Lapangan Asombang

• Sabtu – Sabtu Tanggal 3-10 Juni : Halsel Expo 2023 acara Pameran Pembangunan,Expo Kuliner,Expo UMKM di Lapangan Asombang. FGD Kota Tua di Gedung Serbaguna Halsel, dan Explore History di Kali Inggoi Amasing Kota, Bacan.

• Rabu,7 Juni 2023 : Lomba Mancing Tradisional dan Perahu Hias

• Lomba Pentas Seni kategori Tingkat SD dan SMP, Tingkat SMA dan Umum

• Jumat, 9 Juni 2023: Malam Final Bujang-bujang Nang Nandolang

• Jumat, 9 Juni 2023 : Manggoyang Fun Camp

• Clossing Ceremony Festival Marabose 2023. (Hardin CN)

Pemdes Nyonyifi Salurkan BLT-DD Tahap I 2023

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Nyonyifi kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2023.

Kegiatan penyaluran tersebut berlangsung di Kantor Desa, Rabu (10/5/2023).

Ikut hadir, Ketua BPD Jufri Lantuna, Wakil Ketua BPD Alfandi Stomer dan Tokoh Agama Hasan Samad serta seluruh warga Desa Nyonyifi.

Kepala Desa (Kades) Nyonyifi Hasim Hairun kepada media ini menyebutkan, penyaluran BLT-DD merupakan upaya Pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat.

“Penerima BLT-DD Tahun 2023 Desa Nyonyifi Bulan Januari-Maret ini adalah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan melalui proses Musdes khusus (Musdesus) Tahun 2023 dan telah memenuhi syarat sesuai dengan Data yang diinput,” terang Hasim Hairun.

Kades terpilih Desa Nyonyifi itu berharap, dengan adanya bantuan yang telah disalurkannya itu dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Desa dan mewakili Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat, kami berharap agar bantuan yang telah diberikan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari,” tutupnya. (Sain CN)

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Kadis P3AKB Halsel: Kami Sudah Konfirmasi dengan Polres 

HALSEL, CN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), telah memberikan pendampingan kepada korban pencabulan salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Bacan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas P3AKB Halsel Karima Nasarudin saat dikonfirmasi Wartawan cerminnusantara.co.id. Via WhatsApp.

Menurutnya, DP3AKB Halsel telah konfirmasi dengan Polres terkait dugaan kasus pencabulan yang menimpa beberapa Santriwati dilingkungan Pondok Pesantren tersebut yang diduga pelaku merupakan Pengasuh Pondok Pesantren berinisial AU.

“Kami sudah konfirmasi dengan Polres pada Senin (8/5/2023) tadi siang. Saat Staf Psikologi kami Mariana oktaviani,.Psi dan Tim mendampingi korban dari Gane ke Polres,” jelasnya.

Kadis P3AKB Halsel itu menambahkan, pihaknya akan menerima pengaduan resmi dari keluarga korban pada Selasa (9/5) dini hari guna melakukan pendampingan dan selanjutnya untuk dimintai keterangan.

“Besok kami menerima pengaduan untuk pendampingan korban dari keluarga korban di Kantor DP3AKB Halsel untuk diminta keterangan lanjutan sebagai Resume dan setelah korban di visum di RSUD Labuha kami melakukan observasi dan tindak lanjut dengan 8 korban yang diduga mengalami hal yang sama dengan korban yang diberitakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Karima bilang, pihaknya juga tengah mempertimbangkan agar korban bisa ditempatkan di Rumah Aman. Hal itu dilakukan kata dia, guna memudahkan penanganan psikologi korban sesuai dengan kondisi yang dialami korban.

“Setelah observasi, kami pertimbangkan korban agar sementara dapat menempati Rumah Aman untuk proses selanjutnya termasuk Penanganan Psikologi sesuai kondisi korban,” tutupnya. (Sain CN)

Pemdes Tawa Bacan Timur Tengah Salurkan Bantuan Beras Kepada 104 Pelaku UMKM

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan ratusan bantuan Beras kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (UMKM).

Kegiatan penyaluran ratusan Sak Beras ini berlangsung di Kantor Desa Tawa. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua BPD  Tawa, Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama serta seluruh warga Desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Tawa, Lonly Loleo kepada cerminnusantara.co.id  menuturkan, sebanyak 104 Kepala Keluarga (KK) pelaku UMKM Desa Tawa.

“Puji Tuhan, masyarakat Desa Tawa telah menerima bantuan Beras UMKM sebesar 10 Kg. Pembagian dilaksanakan selama Dua hari yaitu hari Sabtu dan Hari Senin,” jelasnya, Senin (8/5/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Lonly berharap, Beras yang telah disalurkan pihaknya itu dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa Tawa di Bidang Pangan.

“Apa yang telah disalurkan ini semoga bisa terbantu. Tentunya bantuan ini sangat menyentuh bagi seluruh warga dan semoga apa yang telah diterima dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam menunjang kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (Hardin CN)

Diduga Cabuli Santriwati Dibawah Umur, Oknum Pengasuh Pondok Pesantren di Halsel Dipolisikan

HALSEL, CN – Oknum Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terpaksa dipolisikan atas dugaan tindakan pencabulan terhadap Santriwati yang masih di bawah umur.

Pelaku berinisial AU (60) dilaporkan orang Tua Korban Nurbaya Muhammad warga Desa Balitata pada Senin, (8/5/2023) di Polres Halmahera Selatan dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STPLP /56/V/2023/SPKT.

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, aksi pencabulan itu terjadi di lingkungan Pondok Pesantren yang  diduga kuat dilakukan berulang kali oleh pelaku terhadap 8 Santriwati yang masih berusia dibawa usia 17 Tahun.

Dalam sebuah video berdurasi 2 Menit 51 Detik, seorang korban inisial LA  membeberkan perbuatan pelaku. Menurutnya, AU memegang hingga memeras bagian terlarang korban saat Korban berada di Kamar.

“Disaat saya ba kaca (bercermin) dorang (pelaku) langsung poloso saya pe buah dada (memeras dada saya) dan berikan saya uang sebesar Rp 50 Ribu. Lalu saya bilang nggak usah ustadz, dia (pelaku) bilang ambil saja buat beli Kue,” ungkap LA menceritakan kronologis kejadian.

Mirisnya lagi, korban bahkan dituduh oleh menantu pelaku sebagai perempuan penghibur. Padahal status korban sebagai Santriwati dan tiap saat berada dilingkungan Pondok Pesantren yang terletak di salah Satu Desa di Kecamatan Bacan itu.

“Disaat saya memperbaiki Konfor, saya di suru oleh Ka Lis untuk ambil makanan yang diantar seseorang. Namun karena tangan bau minyak Tanah, saya tidak bisa ambil dan dia bilang perempuan Lonte jadi pemalas,” akunya.

Tak cukup sampai disitu, berdasarkan pengakuan beberapa korban lainnya, modus yang sering dilakukan AU saat  membangunkan Santriwati yang sedang tidur. Saat dibangunkan, pelaku malah memegang bagian Dada peserta didiknya itu.

Sementara itu, orang tua Korban meminta agar dugaan tindakan pencabulan yang telah dilakukan oknum Pengasuh Pondok Pesantren itu dapat di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Atas nama orang tua, kami minta pihak berwajib agar bisa diproses hukum sebagaimana mestinya,” harap orang tua korban. (Sain CN)