Terima Laporan Konsumen, PDAM Halsel Perbaiki Pipa Bocor Bawah Laut di Kayoa Selatan 

HALSEL, CN – Komitmen dengan visi dan misi, meningkatkan cakupan dan kualitas layanan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan air pelanggan, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terus memperbaiki pelayanannya kepada konsumen dalam menangani persoalan tentang pengaduan, terbukti cepat dan tanggap. Hal ini dibuktikan ketika mendapat pengaduan dari masyarakat soal pelayanan air bersih di 4 Desa di Kecamatan Kayoa Selatan.

“Benar adanya terjadi pelayanan secara bergilir 4 Desa di Kayoa Selatan yakni Desa Desa Tawabi, Desa Pasir Putih, Desa Lauin dan Desa Orimakurunga. Hal ini kami lakukan karena kita sementara berada di musim kemarau sehingga terjadi penurunan kapasitas sumber air baku, makanya pemberlakuan pelayanan bergilir,” ujar Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, Rabu (22/11/2023).

Sementara soal pemberhentian pelayanan secara total yang terjadi pada hari ini, Direktur PDAM Halsel bilang, karena terjadi gangguan jaringan pada Pipa bawah Laut interkoneksi ke Kayoa Selatan.

“Hari ini kami dibantu oleh masyarakat Nelayan Desa setempat bersama-sama sudah melakukan perbaikan kebocoran Pipa atau sambungan Pipa yang terlepas menggunakan alat para Nelayan berupa Kompresor dan lain-lain,” jelasnya.

Meski begitu, Soleman Bobote mengaku bahwa saat melakukan perbaikan Pipa bocor, ia sendiri yang memandu langsung kepada Tim Teknis.

“Saya sendiri juga berada di TKP. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin dengan cuaca alam juga mendukung. Kami yakin segala sesuatu yang kita usahakan dan niatnya untuk kemaslahatan orang banyak, insya Allah dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menargetkan  perbaikan pada Pipa bocor bawah Laut diselesaikan hari ini dengan tujuan pelayanan bisa dilakukan seperti biasa untuk menjawab kebutuhan masyakarat khususnya di Kayoa Selatan.

“Alhamdulillah pula untuk pelayanan di Kecamatan Kayoa Induk, pelayanan seperti biasa. Tidak terganggu dengan kegiatan gangguan hari ini karena Zona pelayanan Kayoa Induk memiliki eksisting terpisah dengan eksisting Kayoa Selatan. Sekali lagi saya atas nama PDAM Halsel memohon maaf atas terganggunya pelayanan ini,” tutupnya. (Hardin CN)

Dugaan Penyerobotan Lahan Warga, Kades Kaireu: Itu Proyek Pemerintah Daerah

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Mahmud Abubakar memberikan klarifikasi dugaan penyerobotan lahan warga.

Kepada Wartawan cerminnusnatara.co.id pada Selasa (21/11/2023), Mahmud Abubakar menyebutkan, hal itu merupakan kesalahpahaman adanya pemberitaan penggusuran untuk normalisasi Sungai yang mengorbankan tanaman warga bahkan tak dibayarkan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel.

“Soal normalisasi itu Proyek Pemerintah Daerah oleh Dinas Bencana,” aku Kades Kaireu.

Adanya beberapa tanaman warga yang terkena dampak penggusuran, kata Mahmud Abubakar, diakibatkan tanaman tersebut berada di sekitaran Sungai.

“Soal beberapa Pohon tanaman warga yang kena gusuran itu dikarenakan tanaman tersebut sangat dekat dengan aliran Sungai,” cetusnya.

Mahmud Abubakar bilang, saat proses penggusuran dilakukan, dirinya berada di Labuha. Kemudian kata Kades, aktivitas penggusuran yang dilakukan pihaknya itu sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan.

“Waktu itu saya ada ke Labuha, ketika balik, saya stop kan pekerjaan proyek sambil koordinasi pemilik kebun dan saat itu pemilik lahan sudah komunikasi dengan Pengawas proyek,” tuturnya mengakhiri. (Shain CN).

Bupati Halsel Hadiri Festival GNPIP Malut 

HALSEL, CN – Plt Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri rapat koordinasi TPID dalam kegiatan Festival Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Malut. Kegiatan tersebut digelar di Waterboom Ternate, Senin (21/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba menyampaikan sinergitas kebijakan dalam pengendalian inflasi pangan ditempuh melalui sejumlah langkah kebijakan. Antara lain dengan mengoptimalkan APBD untuk pengendalian inflasi melalui intervensi pasar guna mengurangi gejolak harga komoditas pangan, terutama beras.

“Dan penguatan cadangan pangan daerah, termasuk juga pengaturan penyalurannya,” tuturnya.

Tekanan inflasi di Malut, sambungnya, mengalami peningkatan pada Tahun 2023. Berdasarkan rilis BPS pada Oktober 2023, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 4,31%.

“Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan inflasi pada tahun 2022 yang sebesar 3,72%. Secara nasional, tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh peningkatan harga pada komoditas beras,” terang Abdul Gani Kasuba.

Ke depan, ia berujar, tekanan inflasi ini diperkirakan akan terus meningkat sampai akhir 2023, seiring dengan resiko gangguan cuaca dan peningkatan tinggi gelombang laut. Hal ini berpotensi mengganggu kelancaran distribusi pangan, serta menurunkan produktivitas nelayan.

“Sehingga akan meningkatkan harga komoditas hortikultura dan ikan-ikanan, di samping berlanjutnya tren kenaikan harga beras,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Presiden RI telah memberikan arahan agar memperkuat produksi dan ketahanan pangan lokal di daerah melalui pemanfaatan lahan pertanian dan persawahan, memperluas kerja sama antar daerah guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antar wilayah, meningkatkan pengawasan jalur distribusi bahan pangan di daerah, meningkatkan cadangan pangan lokal untuk menjaga ketersediaan pasokan di Daerah serta mengoptimalkan anggaran fiskal daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

“Saya sangat mengapresiasi Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan TPID Provinsi maupun TPID Kabupaten/kota. Disisi lain, kampanye diversifikasi pangan, terutama pangan yang mengandung karbohidrat terus dilakukan agar karbohidrat dapat dipenuhi tidak hanya dari beras, tetapi juga bisa melalui singkong, ubi, kentang, hingga roti yang dapat menjadi pengganti karbohidrat utama selain nasi, serta mengajak kepada seluruh ASN Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan Gerakan Bangga Makanan Kobong pada setiap hari Jumat dapat berjalan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba menyatakan pentingnya dukungan dan kerja sama dari semua pihak dalam usaha mengendalikan inflasi.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan dari berbagai instansi di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan dalam pengendalian inflasi di Maluku Utara,” ucapnya.

“Kami berharap agar inflasi tetap terkendali sehingga dampak kenaikan inflasi tidak memberikan beban berat pada masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,” tambah Hasan Ali Bassam Kasuba. (Hardin CN)

Normalisasi Sungai, Pemdes Kaireu Diduga Serobot Lahan Warga

HALSEL, CN – Warga Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mengeluhkan tanaman Pala dan Kelapa yang terkena dampak penggusuran proyek normalisasi Sungai yang tak dibayar pihak Pemerintah Desa (Pemdes).

Kepada cerminnusantara.co.id pada Minggu (19/11/2023), salah seorang warga mengungkapkan, Pemdes Kaireu beberapa Bulan lalu melakukan penggusuran perbaikan saluran air Sungai. Namun dalam kegiatan pengurusan itu, terdapat beberapa tanaman milik warga yang diduga diserobot.

“Akibatnya, tanaman warga berupa Pala sebanyak 3 Pohon dan Kelapa sebanyak 8 pohon yang berada sekitar Sungai digusur. Pengurusan itu juga dilakukan tanpa koordinasi,” ungkap salah seorang warga yang identitasnya tidak disebutkan.

Dalam keterangannya dia menyebutkan, penggusuran itu dilakukan, semestinya ada upaya koordinasi antara pihak Pemdes dengan warga. Sehingga, ketika ada tanaman warga yang terdampak harus ada upaya ganti rugi yang dilakukan pihak Pemdes.

“Setelah diketahui bahwa ada Pala dan Kelapa yang digusur, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Pemdes untuk dibayar sebagai ganti rugi. Namun pihak Pemdes bukanya membayar, tapi  malah justru lepas tangan dan tidak mau membayar,” tuturnya.

Dia menambahkan, Kades Kaireu semestinya bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya itu dan tidak boleh melemparkan tanggung jawab itu kepada Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Halsel.

Sebab, kata dia, kegiatan normalisasi di Desa Kaireu itu adalah murni kegiatan Pemdes, bukan kegiatan DPMPTSP.

“Bukanya Kades langsung bayar, Kades malah lepas tanggung jawab dan sampaikan bahwa itu tanggungjawabnya DPMPTSP,” cetusnya mengakhiri.

Sementara itu, Kades Kaireu Mahmud Abubakar dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, tak merespon hingga berita ini ditayangkan. (Shain CN)

Ketua Partai Demokrat Halsel Makan Bersama Bupati, Warganet: Kakanda Hud Beliau Bagian dari 2 Periode Kepemimpinan MK

HALSEL, CN – Istri Ketua Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Rasnun  mengunggah foto saat suaminya, Hud Hi Ibrahim makan bersama dengan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba di Akun Media Sosialnya Facebook.

Foto itu menunjukkan Ketua Partai Demokrat Halsel, Hud Hi Ibrahim yang sedang menikmati makanan bersama dengan Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba. Namun Rasnun tidak menjelaskan detil lokasi dan dalam rangka apa pertemuan tersebut.

“Makan siang. Kolaborasi orens putih vs biru mercy,” tulis Rasnun diunggahan akun Facebooknya, Sabtu (18/11/2023).

Meski demikian, unggahan foto Hud Hi Ibrahim saat makan bersama dengan Hasan Ali Bassam Kasuba tersebut mendapat perhatian dari Warganet. Hingga artikel ini ditulis, unggahan istri Ketua Demokrat Halsel itu telah mendapatkan 120 tanda suka dan 26 komentar.

Warganet memberikan respons beragam terhadap unggahan foto itu. Salah satu warganet bahkan ada yang bilang, Hud Hi Ibrahim adalah bagian perjuangan 2 periode mantan Bupati Halsel Muhammad Kasuba (MK) yang merupakan ayah kandung Hasan Ali Bassam Kasuba.

Berikut Respon Warganet:

“Terbaik kk Ipar dg adki/BPK  bupati sehat2 smua aminn,” tulis Akun, LhiaZhie Kasuba.

“Sy ada di bibinoi kalau tarada sy merapat ibu ketua mantap,” tulis Akun, Aisurabaya.

“Bapa ketua jelassss,” tulis Akun, Emi Masri.

“Ketua top,” tulis Akun, Mukdas Marsaoly.

“Sehat selalu Abang,” tulis Akun, Wagiman I Rauf.

“MAKAN SIANG BERDAMPAK,” tulis Akun, Kasman Nurdin.

“Top bk harus sering diskusii dengan ketua Demokrat halsel kakanda hud beliau bagian dari 2 periode kepemimpinan MK,” tulis Akun, Putra Lipu. (Hardin CN)

Pemdes Saketa Salurkan BLT-DD Tahap III 

HALSEL, CN – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahun 2023 kembali dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kepala Desa (Kades) Saketa, Idjul Kiat  mengatakan, penyaluran BLT-DD dilaksanakan secara bertahap dan untuk sekarang Tahap III. Untuk Penerima manfaat ada 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Setelah penyaluran BLT Tahap I dan II, Pemdes Saketa kini kembali menyalurkan BLT Tahap III. Turut dihadiri, yang mewakili Pemerintah Kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua dan anggota BPD,” jelas Kades Saketa, Sabtu (18/11).

Idjul Kiat berharap, dengan adanya bantuan dari Pemerintah tersebut paling tidak dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Saketa.

“Harapan Saya dengan bantuan ini dapat bermanfaat,” harapnya.

Selain itu, Kades Saketa Idjul Kiat menyampaikan bahwa penyaluran BLT-DD tersebut sebanyak IV Tahap.

“Insya Allah, setelah disalurkan tahap III ini dan dilaporkan realisasinya baru menunggu pencairan Tahap IV,” tutupnya. (Hardin CN)