Cermin Nusantara

BLT-DD Disalurkan Besok, Kades Balitata: Tahap III dan IV

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Balitata Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan  kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada Jum’at besok.

Penyaluran ini merupakan BLT-DD Tahap III dan IV Tahun Anggaran 2022. Hal ini dijelaskan Kepala Desa (Kades) Balitata, Haryadi Sangaji saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (12/1/2023.

“Besok kami akan melakukan pembagian BLT-DD Tahap III dan IV kepada 87 Kepala Keluarga (KK) penerima,” terang Kades Balitata.

Orang nomor 01 Desa Balitata itu  menambahkan, kegiatan pembagian BLT-DD yang akan dilaksanakan pada Jum’at besok 13 Januari itu merupakan upaya Pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, Kades yang dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Balitata 2 Periode itu menghimbau kepada warga Penerima BLT-D agar  tidak kemana-mana.

“Pembagian BLT-DD di Hari Jum’at besok akan dilaksanakan di Kantor Desa Balitata Pukul 20.00 WIT malam,” tutup Haryadi Sangaji. (Hardin CN)

LSM SPMDP Halsel Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengerusakan Kantor Desa dan Rumah

HALSEL, CN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sentral Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir (SPMDP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) mendesak Aparat Kepolisian Resort (Polres) Halsel mengusut dan menangkap pelaku pengerusakan fasilitas Negara di sejumlah Desa di beberapa Kecamatan.

Pengerusakan Rumah bahkan pembakaran Kantor Desa tersebut diduga kuat dilakukan massa lantaran tidak menerima Hasil Putusan Bupati Halsel, Hi Usman Sidik tentang Sengeketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Ketua LSM SPMDP Halsel, Asbur Abu kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (12/1/2023), mengecam keras tindakan oknum-oknum yang diduga dengan sengaja merusak fasilitas Negara.

“Atas nama LMS Sentral Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir mendesak pihak Polres Halsel segera menangkap pelaku pengrusakan dan pembakaran rumah maupun fasilitas Pemerintah disejumlah Desa di Kabupaten Halmahera Selatan,” tegasnya.

Ketua LSM SPMDP yang juga Ketua Garda Bangsa PKB Halsel itu bilang, soal menyampaikan keberatan atas Putusan Tim Sengketa Pilkades Halsel itu merupakan hal yang wajar.

“Pengrusakan Rumah maupun pembakaran Fasilitas Kantor Desa itu merupakan sikap yang tidak bermoral serta brutal. Jadi Polisi harus bergerak cepat menangkap para pelaku Perusakan Rumah dan Fasilitas Negara,” cetusnya.

Haji sapaan akrab Asbur Abu, menduga aksi tidak bermoral dan brutal tersebut adalah sikap provokasi terhadap masyarakat. Dengan begitu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Halsel di 249 Desa yang tersebar di 30 Kecamatan agar tidak termakan dengan provokasi tersebut.

“Kami berharap pihak lain untuk tidak turut memprovokasi masyarakat atau pihak yang kalah maupun menang dalam Sengketa Pilkades Halsel ini,” harap Ketua LSM SPMDP Halsel, Asbur Abu. (Hardin CN)

Anak Binaan DP3AKB Halsel Berhasil Lulus Seleksi Program Study KL-YES Amerika 

JAKARTA, CN – Seorang anak remaja binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Mutiara Andini  berhasil lulus seleksi program Study Tingkat Nasional Kennedy Lugar Yought Exchange and Study (KL-YES) Tahun 2023-2024.

Mutiara Andini merupakan Duta Generasi Berencana (Genre) dan selaku Ketua Genre asal SMA Negeri 8 Halsel.

Ia kerap disapa Tiara itu adalah anak ke 3 dari pasangan suami istri Hi. Suparman dan Hj Wahyuni.

Tiara diketahui terlibat dalam Organisasi di GENRE / PIK-R ( Pusat Informasi Konseling Reproduksi Remaja) atau program BKKBN.

Kepala DP3AKB, Halsel, Karima Nazarudin ketika dikonfirmasi, Rabu (11/1/2023) mengatakan, Mutiara Andini adalah anak yang cerdas dan mandiri serta mempunyai semangat yang luar biasa.

Tiara juga selalu berbagi ide- ide  cemerlangnya dalam menjalankan program Genre bersama anggotanya yang berasal dari beberapa SMA di Ibu Kota Kabupaten.

Tiara berhasil melewati tahapan panjang seleksi Nasional Beasiswa KL – YES program 2023-2024 Nasional yang diselenggarakan melalui Yayasan Bina Budaya di Jakarta.

Tentunya hal itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Mutiara Andini di Jakarta.

“Kita doakan semoga Tiara berhasil lolos pada tahapan akhir seleksi Internasional oleh ASF- USA, sehingga dapat bergabung dengan 80 delegasi anak Indonesia yang akan mengikuti pendidikan selama 10 bulan di SMA Oakland Mills Hight School Columbia,” harapnya.

Karima bilang, ini merupakan suatu kebanggaan bagi DP3AKB Halsel, karena Anak- anak hebat di Halsel dapat mengharumkan nama Daerah dan keluarga di kanca Nasional dan Internasional.

“Semoga Tiara diberi kesehatan, kelancaran pendidikan dan ibadah serta sukses kembali ke Tanah Air. Menjadi inspirator bagi rekan sesama GENRE dalam berprestasi meraih cita-cita untuk masa depan sebagai generasi emas Negeri Saruma Halmahera Selatan,” tutupnya. (Hardin CN)

Kalah Gugatan Pilkades, Kantor Desa Silang Dibakar dan 2 Rumah Dirusak Massa

HALSEL, CN – Setelah Hasil Putusan Sengeketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Calon Kepala Desa (Cakades) Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan Nomor Urut 4, Abang Ali dan Nomor Urut 1, Fais, keduanya dengan terpaksa menerima kelelahan.

Dimana, kedua Cakades Silang Abang Ali dan Fais tidak berhasil mengalahkan Cakades Nomor Urut 3 Sulinda D Komdan dalam Sengeketa Pilkades Halsel.

Namun Cakades Silang, Sulinda D Komdan juga harus menerima perlakuan pahit dari massa Cakades Nomor Urut 4 dan Nomor Urut 1.

Massa dari kedua Cakades Silang ini tidak menerima kekalahan Cakades Abang Ali dan Cakades Fais yang tidak berhasil menumbangkan Cakades Nomor Urut 3 dalam Gugatan Sengeketa Pilkades Halsel.

Rumah Cakades Silang Perempuan, Sulinda D Komdan yang menang dalam Putusan Sengeketa Pilkades Halsel itu terpaksa menjadi sasaran amukan massa. Hal ini dijelaskan salah seorang warga Silang yang tidak mau disebut namanya, Rabu (11/1/2023).

“Masa kedua Cakades yang kalah itu mau bakar Rumah kami dan Rumah Ibu Kades. Tapi tidak bisa karena massa kami tidak mau keluar dari Rumah,” ungkapnya..

Warga yang juga sebagai adik sepupu Cakades Silang Nomor Urut 3, Solinda D Komdan itu bilang, saat ini sudah 2 Rumah yang berhasil dirusak massa.

“Massa melempar 2 Rumah yaitu Rumah kami dan Rumah Ibu Kades. Sehingga Jendela Kaca Rumah dan Rumah Ibu Kades jadi rusak total,” jelasnya.

Selain 2 Rumah yang dirusak massa, Kantor Desa Silang juga saat ini dikabarkan ludes dilahap api.

“Kantor Desa Silang juga sudah dibakar massa. Kejadian ini terjadi sekitar pada Pukul 09.00. WIT,” tutupnya mengakhiri. (Hardin CN)

Ini Jadwal Perhitungan Ulang Hasil Sengeketa Pilkades 4 Desa di Halsel

HALSEL, CN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara resmi menjadwalkan 4 Desa di 4 Kecamatan menggelar Perhitungan Ulang Hasil Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Data yang dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, Rabu (11/1/2023), Ketua Panitia Pilkades Kabupaten, Faria Hi. Madan menyampaikan Perhitungan Ulang Hasil Pilkades melalui Surat Undangan para Cakades Nomor : 01/PAN.PILKDES-KAB/2023.

Dalam Undangan tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan Pengumuman Hasil Putusan Sengketa Tanggal 9 Januari 2023, Nomor : 140 / 1 / 2023, maka dengan ini mengundang Bapak/Ibu Panitia Pilkades dan Saksi Cakades untuk hadir melaksanakan Perhitungan Ulang Hasil Perolehan suara Pemilihan Kepala Desa Tahap I Tahun 2022 Kabupaten Halmahera Selatan yang akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Januari 2023 Pukul 14.00 WIT bertempat di Kantor Bupati Sementara di Desa Papaloang Kecamatan Bacan Selatan.

4 Desa yang bakal dilakukan Perhitungan Ulang Hasil Pilkades. Diantaranya :

1. Desa Fluk Kecamatan Obi Selatan.
2. Desa Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah.
3. Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan.
4 Dan Desa Panambuang Kecamatan Bacan Selatan. (Hardin CN)

Cakades yang Tak Terima Hasil Putusan Sengketa Pilkades Halsel Diminta Gugat ke PTUN Ambon

HALSEL, CN – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) angkat bicara tentang Hasil Putusan Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang saat ini menjadi polemik dikalangan masyarakat umum.

Sehingga, melalui rilis resmi pada Rabu (11/1/2023), Sekretaris DPD PAN Halsel, Iswan Abubakar meminta kepada para Calon Kepala Desa (Cakades) yang tidak terima dengan Putusan Tim Penyelesaian Hasil Pilkades Halsel agar segera menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon.

“Saya kira sudah ada putusan, maka secara prosedural berlaku. Dan apabila ada pihak-pihak yang tak puas dengan hasil putusan Tim Penyelesaian, dipesilahkan melakukan upaya hukum ke PTUN Ambon,” pinta Sekretaris DPD PAN Halsel, Iswan Abubakar.

Iswan menduga, kemungkinan ada pihak-pihak yang kontra terhadap putusan Bupati Halsel karena merasa dirugikan atau dicurangi.

“Jadi tidak ada alasan lagi untuk melakukan tuntutan kepada Pak Bupati (Usman Sidik) untuk membatalkan putusannya. Pembatalan putusan dapat dilakukan, jika sudah ada perintah dari hakim PTU,” jelasnya.

Menurut Politisi PAN Halsel itu, upaya tersebut dilakukan dengan alasan, apabila nanti pembatalan putusan dan ada pihak yang tidak diuntungkan, pasti akan kembali menuntut. Dengan begitu, seterusnya akan selalu menuntut putusan ulang.

“Jika melalui pengadilan, maka pihak-pihak yang tak puas akan menerima dan patuh terhadap putusan pengadilan,” cetusnya.

Iswan menegaskan, penyelesaian melalui jalur hukum ini dilakukan dengan tujuan, semua pihak sama-sama merasa puas dan perintah dari PTUN bisa dilaksanakan.

“Sebab, hasil keputusan Bupati Halsel mempunyai kekuatan hukum yang jelas,” tutup Sekertaris PAN Halsel. (Hardin CN)

Rencana Kabur dari Maluku Utara, Pjs Kades Tobaru Ditangkap Polisi di Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate

HALSEL, CN – Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Tobaru, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Teopilus Jela Jela akhirnya ditangkap Tim Buser Polres Halsel yang  bekerja sama dengan Personel Polsek Ahmad Yani Ternate.

Pjs Kades Tobaru ditangkap di Ruang Tunggu Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate pada Senin petang saat ia hendak menaiki Kapal KM Dorolonda tujuan Bitung Sulawesi Utara.

Dimana, Pjs Kades Tobaru ditangkap atas kasus dugaan kuat penggelapan anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun anggaran 2022.

Bahkan sebelumnya, Pjs Kades Tobaru juga nyaris dihakimi masa lantaran diduga menggelapkan BLT-DD sebelum melarikan diri di Kota Ternate pada Senin 9 Januari 2023.

Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolsek KP3 Ahmad Yani Iptu M. Yogie Biantoro.

“Dia ditangkap di Ruang Tunggu Pelabuhan Ahmad Yani Ternate saat dia keluar dari Toilet. Saat itu ada Kapal Dorolonda tujuan Bitung Sulawesi Utara,” ujar Kapolsek M Yogie.

Setelah ditangkap, Pjs Kades Tobaru langsung dibawa ke Halsel menggunakan Kapal KM Uky Raya pada Senin malam (9/1) ke Polres Halsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diwawancarai media di dalam Kapal, Pjs Kades Tobaru mengaku dirinya mendapat ancaman dari Orang Tak Dikenal (OTK) setelah video tentang pengakuan dirinya yang membagikan Dana Desa (DD) kepada orang-orang dekat Bupati Halsel viral di Media Sosial (Medsos).

Berdalih mendapat ancaman, ia mengaku merencanakan kabur dari Maluku Utara melalui Kapal KM Dorolonda. Namun pelariannya kandas lantaran tertangkap di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

“Apa yang saya sampaikan itu benar, BLT itu bukan saya makan sendiri. Saya mendapat ancaman, makanya saya lari” akui Pjs Kades Tobaru.

Sekedar diketahui, Pjs Kades Tobaru juga resmi dilaporkan ke Polres Halsel atas dugaan pencemaran nama baik lantaran menyampaikan dihadapan warga bahwa ia telah membagikan Dana Desa Tobaru kepada 3 orang dekat Bupati Halsel. Salah satunya adik Kandung Bupati Halsel, Sukardi Sidik.

Sukardi Sidik melaporkan Pjs Kades Tobaru, Teopilus Jela Jela ke Polres Halsel dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Nomor : STPL / 16 / 1 / 2023 / SPKT. (Hardin CN)

Dihadapan Warga, Pjs Kades Tobaru Diduga Bicara ‘Foya’ Berikan Dana Desa ke Adik Kandung Bupati Halsel

HALSEL, CN – Sebuah Video berdurasi 1 menit 35 detik terkait pernyataan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Tobaru Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang mengaku anggaran Dana Desa (DD) telah dibagikan kepada Orang-orang dekat Bupati Halsel, viral di Media Sosial (Medsos).

Pengakuan Pjs Kades Tobaru, Topirus Jela Jela itu mengatakan bahwa DD senilai Ratusan Juta Rupiah Tahun Anggaran 2022 telah dibagikan kepada Orang-orang dekat Bupati Halsel.

Dalam video viral tersebut, Pjs Kades Tobaru mengaku dirinya sudah memberikan anggaran DD kepada 3 orang dekat Bupati Halsel. Salah satunya adik Kandung Bupati Halsel bernama Sukardi Sidik.

Namun usut punya usut, Pjs Kades Tobaru ternyata diduga kuat nekat menebar fitnah lantaran takut karena dikepung warga Desa Tobaru atas ulahnya menyalahgunakan Dana Desa mencapai ratusan juta rupiah.

Mengapa tidak? Pengakuan Pjs Kades Tobaru tersebut dibantah habis adik Kandung Bupati Halsel, Sukardi Sidik saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, di kediamannya di Desa Tomori Kecamatan Bacan, Minggu (8/1/2023).

Sukardi Sidik bilang, sebelum Topirus Jela Jela diangkat menjadi Pjs Kades Tobaru, Kades Defenitif, Ronal Sondak melakukan pinjaman uang senilai Rp 25 juta untuk kepentingan Desa. Tapi dengan catatan bakal melakukan pengembalian, jika DD telah dicairkan.

Namun sebelum melakukan pencairan Dana Desa, Kades Defenitif, Ronal Sondak telah dicopot Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik atas dugaan penggelapan Dana Desa.

Sehingga Sukardi Sidik mengaku menyesalkan pengakuan Pjs Kades Tobaru yang bilang telah membagikan DD senilai Rp 55 juta kepada Adik Kandung Bupati Halsel seperti dalam video yang beredar.

“Masih di jaman Ronal Sondak itu dia meminjam uang ke saya atas nama Desa dan Pejabat Kades mau ganti. Tapi nyatanya, hingga saat ini, Pejabat Kepala Desa Tobaru belum ganti. Sudah begitu baru dihadapan masyarakat dia mengaku sudah ganti, Pejabat ini memang dia pembohong sekali,” kesal Sukardi Sidik.

Oleh karena itu, Sukardi Sidik menilai Pjs Kades Tobaru bicara foya (bohong) dan sudah mencemarkan nama baiknya karena pengakuannya sudah terlanjur viral di berbagai Medsos.

“Jadi kami tidak akan tinggal diam. Pada intinya, masalah ini sudah kami serahkan ke ranah hukum untuk diproses. Makanya setelah ini, baru kita lihat pembuktiannya saja. Apakah saya yang salah atau Pejabat Kades yang salah. Jika terbukti saya yang salah, maka saya siap bertanggung jawab,” tegas Adik Kandung Bupati Halsel, Sukardi Sidik.

Sekedar diketahui, Pjs Kades Tobaru, Topirus Jela Jela secara resmi dilaporkan ke Polres Halsel atas dugaan pencemaran baik dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Nomor : STPL / 16 / 1 / 2023 / SPKT. (Hardin CN)

Diduga Tebar Fitnah dan Cemarkan Nama Baik, Oknum Pjs Kades di Gane Timur Resmi Dipolisikan 

HALSEL, CN – Salah seorang oknum Pjs Kepala Desa (Kades) di salah satu Desa di Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) berinisial TJ dilaporkan SS, warga Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan ke Polres Halsel, Sabtu (7/1/2023) sore tadi.

Tj terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib setelah resmi dipolisikan ke Polres Halsel berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan, Nomor : STPL/16/2023/SPKT atas dugaan pencemaran nama baik.

Kepada cerminnusantara.co.id, Pelapor mengatakan, Oknum Pjs Kades itu secara terang-terangan menuduhnya mengambil sejumlah uang Dana Desa (DD) Tobaru.

SS yang tak terima, kemudian melaporkan Oknum Kades tersebut ke Polisi atas perbuatannya yang menebar fitnah dan pencemaran nama baik.

“Tuduhan itu bermuatan fitnah atau pencemaran nama baik. Sebab, dengan adanya tuduhan itu, membuat nama baik saya tercemar. Olehnya, saya merasa persoalan ini harus dibawah ke ranah hukum Pidana,” tegas SS.

SS bilang, sebelum melaporkan, dirinya sudah membantah pernyataan oknum Pjs Kades yang menyebut dirinya mengambil sejumlah uang dari TJ.

Dirinya bahkan tidak menyangka oknum Pjs Kades itu tega menuduh secara langsung dan menyerang kehormatan atau nama baiknya.

“Konstitusi memberikan perlindungan terhadap kehormatan, harkat dan martabat seseorang sebagai salah satu hak asasi manusia. Maka dari itu, yang bersangkutan harus mengklarifikasi secara terbuka terhadap pernyataannya itu,” pintanya. (Sain CN)

Diduga Ada Mantan PPK Lolos Seleksi : Terindikasi Korupsi Dana PPS Obi Timur Tahun 2020, BAWASLU dan KPU Halsel Di Minta Berikan Sanksi Tegas

HALSEL, CN – Diduga ada oknum mantantan Penyelenggara Pemelihan Kecamatan (PPK) Obi Timur,  terindaksi korupsi dana anggaran biaya gaji honor dan kontrak sekretariat Panyelengara Pemungutan Suara (PPS) di empat Desa kecamatan Obi Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Hasel), Provinsi Maluku Utara (Malut), sebesar Rp. 61.000,000,- yang lolos seleksi rekrutmen PPK. BAWASLU dan KPU Halsel, di minta berikan sanksi tegas, sesuai peraturan dan perundang-undang yang berlaku.

Korupsi berjamaah Dana Honor dan Biaya Kontrak Sekretariat di Empat PPS, Desa Woi, Sum, Sosepe, dan Desa Kelo, Kecamatan Obi Timur akan di bawa ke meja hukum oleh Korban PPS di empat Desa.

Dana Anggaran Biaya PPS di empat Desa, kurang lebih Rp. 61. 000,000,-, yang di peruntukan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halsel tahun 2020 lalu, raib di tangan mantan Ketua dan Anggota PPK entah kemana, pasalnya dana tersebut sudah dua tahun belum juga terealisasi ke tangan PPS, hingga kini mau memasuki tahun baru 2023.

Kepada media ini, salah satu Mantan ketua PPS Desa Sosepe, Arifin La Wangi menyampaikan bahwa, Kami merasa kesal dengan mantan PPK Obi Timur, yang sampai saat ini belum belum berikan Anggaran PPS pada Pemiluka tahun 2020.

“Saya rasa kesal dengan mereka, karena sampai saat ini belum membayar kewajibannnya sebagai PPK” kesal Ari. (6/1/2023)

Arifin juga bilang, hal ini kami sudah pernah mengeluh ke salah satu anggota Komisioner KPU Halsel, Yared Coling, dia juga menyampaikan bahwa, terkait pembayaran gaji PPK dan PPS untuk Obi timur, KPU  sudah mengadakan pembayaran, dan bahkan kami sudah perintahkan ke mereka, agar secepat berikan anggaran dan biaya tersebut, tetapi kenapa sampai sekarang mereka belum berikan.

“Masalah ini saya sudah pernah lapor ke komisioner KPU, di pak Yared Coling, beliau bilang anggaran itu sudah di berikan, tetapi kenapa merek belum kasih ke PPS” Ungkapnya

Tak hanya sebatas komisioner KPU yang di keluhkan Arifin, namun dia juga bilang, Saya pernah melapor ke Polsek Obi, agar ke empat mantan PPK itu di proses secara hukum. Dan sampai sekarang saya juga belum tau kasus itu, proses sudah sampai di mana.

“Saya sudah melapor ke Polsek Obi, tetapi kasus itu, dari pihak Polsek sudah proses atau belum saya juga belum cek” centus Ari

Arifin menegaskan sehari dua Empat PPS, akan melaporkan hal ini ke Polres Halsel, agar mantan ketua dan anggota PPK Obi Timur itu di panggil dan di periksa.

“Kami juga sehari 2 akan melapor kasus Tipikor ini ke Polres Halsel” tegasnya

Kami juga meminta kepada KPU dan BAWASLU Halsel, jika ke empat mantan PPK Obi Timur, jika ada yang mengikuti seleksi PPK dan PANWASCAM agar mohon di berikan sangksi secara tegas sesuai peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku, sebab mereka di berikan kartu merah. Karena tersendat dengan kasus Tipikor Penggelapan Anggaran PPS di Obi Timur.

“Saya meminta kepada KPU dan BAWASLU Halsel, supaya berikan sanksi yang tegas jika keempat mantan PPK itu ada ikut seleksi PPK dan Panwascam” tutupnya. (Red/CN)