Cermin Nusantara

Sebelum Take Over, Ini Hasil Perhitungan Suara Pilkades Tawa

HALSEL, CN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tawa Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), seharusnya tidak bisa masuk dalam proses Sengketa Pilkades.

Sebab, Calon Kepala Desa (Cakades) Incumbent, Michael Hoga bersama adik Kandungnya, Megifen Hoga diduga kuat bersekongkol melakukan keributan disaat perhitungan hasil suara Pilkades.

Cakades Incumbent bersama adik kandungnya, Keduanya menganiaya Cakades Nomor Urut 05 karena diduga tidak menerima atas kekalahan mereka dalam pertarungan Pilkades dengan selisih 1 suara.

Hasil perhitungan suara dari 5 Cakades Tawa, Cakades Nomor 01, Hengki Noawaro merahi 30 suara. Cakades Nomor Urut 02, Michael Hoga merahi 173 suara. Cakades Nomor Urut 03, Trisno Nocoloas merahi 164 suara. Cakades Nomor Urut 04, Alfon Sius Habari merahi 124 suara dan Cakades Nomor Urut 05, Lonly Loleo merahi 174 suara.

Dengan kondisi Desa yang tidak aman akibat ulah Cakades Incumbent, Michael Hoga bersama adik kandungnya, Megifen Hoga, terpaksa harus di Take Over Panitia Kabupaten.

Akan tetapi, ketika di Take Over, Cakades Incumbent Michael Hoga malah menggugat Cakades Pemenang Nomor Urut 05, Lonly Loleo. Hal ini dijelaskan Saksi Cakades Nomor Urut 05, Ardi Loleo saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (21/1/2023).

Saksi Cakades Nomor Urut 05, Ardi Loleo mengatakan, dalam proses Pemilihan tersebut sebelumnya berjalan lancar dan aman. Namun usai melakukan perhitungan suara, Cakades Incumbent, Michael Hoga secara tiba-tiba melakukan keributan dalam ruangan TPS.

“Mantan Kades masuk dalam TPS langsung menendang Kotak Suara hingga Surat Suara terhambur dilantai. Disitu Papan Plano juga langsung di buka oleh massa Mantan Kades yang lainnya,” jelas Ardi.

Bahkan kata dia, adik kandung Cakades Incumbent, Megifen Hoga juga saat itu nekat menganiaya Cakades Nomor Urut 05, Lonly Loleo.

“Karena kondisi sudah kacau, saudara Megifen Hoga langsung masuk dalam ruangan TPS melalui Jendela dan memukul di Kepala Cakades Nomor Urut 05 selaku suara terbanyak. Mereka ribut karena tidak menerima dengan kekalahan Mantan Kades,” terang Ardi.

Saksi Cakades Nomor Urut 05 itu bilang, saat itu, Surat Suara diamankan di Polsek Bacan Timur lantaran Cakades Incumbent bersama orang-orang dekatnya buat keributan di Desa Tawa.

“Surat Suara diamankan di Polsek Bacan Timur, tapi di isi dalam Kardus Supermi karena Kotak Surat Suara sudah rusak dan Plano juga di rusak oleh orangnya Mantan Kades bernama Bapak Romelus Puka Puka bahkan sempat di rampas oleh kepolisian dan diamankan di Polsek Bacan Timur. Setelah semuanya sudah ada di Polsek Bacan Timur, Ketua Panitia Desa bersama anggota dan Ketua Panitia Kabupaten Pak Hamlek dan Pak Jaki di panggil untuk datang di Polsek Bacan Timur,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Panitia Pilkades Kabupaten agar menindaklanjuti yang belum sempat diselesaikan Panitia Desa terkait dengan tahapan proses Pilkades Tawa.

“Kami berharap kepada Pak Bupati Hi. Usman Sidik maupun Panitia Kabupaten untuk mempertimbangkan persoalan yang terjadi di Desa Tawa. Karena Pilkades Tawa ini, belum sempat ditetapkan Pemenang Kades. Saat itu, Mantan Kades dan orang-orangnya sudah ribut duluan. Makanya langsung di Take Over Panitia Kabupaten untuk diamankan. Tapi nyatanya, Mantan Kades malah memasukan Gugatan,” cetus Ardi.

Sehingga baginya, persoalan Pilkades Tawa tidak seharusnya masuk dalam proses Sengketa Pilkades.

“Jadi Panitia Kabupaten harus menindaklanjuti yang belum sempat diselesaikan Panitia Desa Tawa yaitu penetapan siapa pemenang Kadesnya,” harapnya mengakhiri. (Hardin CN)

Pemdes Amasing Kota Barat Gelar Sertijab Kades Terpilih 

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Pjs Kapala Desa (Kades) kepada Kades terpilih periode 2023-2029.

Pelaksanaan kegiatan Sertijab yang dilakukan Pemdes Amasing Kota Barat berlangsung di Aula Kantor Desa Jalan Paisu Tutupa RT 01. Ikut hadir, Camat Bacan Ibnul Mubarak Iskandar Alam, Ketua BPD Amasing Kota Barat, Tamrin Wandi, Kades terpilih Muslim Yusuf dan Tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Amasing Kota Barat.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan selanjutnya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Desa terpilih Periode 2023-2029.

Usai melakukan penandatangan Berita Acara Sertijab, dilanjutkan dengan penyerahan memori pemerintahan secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan Pidato Pjs Kades Amasing kota Barat.

Dalam sambutan pidatonya, Fahman Djaohan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Desa setempat.

Selain berterimakasih kepada masyarakat. Mantan Pjs Kades itu juga menuturkan ucapan terimakasih kepada Pemdes yang membantunya selama menjalankan pemerintahan sebagai Pjs Kades.

“6 Bulan sudah saya menjabat, hanya ini yang bisa saya berikan. Saya sadari bahwa saya hanyalah manusia biasa yang dikehendaki Allah SWT memimpin Bapak Ibu sekalian. Dalam kepemimpinan saya, tentunya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan, namun saya berharap upaya terhadap kemajuan Desa harus tetap beregenerasi karena hanya dengan itu masyarakat bisa berimajinasi memperbaiki kesalahan serta menyiapkan kemungkinan-kemungkinan kemajuan Desa ke depan,” terangnya.

Fahman Djaohan bilang, upaya secara bersama-sama dalam memajukan Desa yang dilakukan, bukan hanya di masa kepemimpinan saja, akan tetapi diharapkan kepada Kades terpilih agar secara bersama-sama membangun Desa ke arah yang lebih baik.

“Hal itu semua perlu dilakukan secara bersama-sama agar mampu menghantarkan masyarakat pada taraf kesejahteraan, kemakmuran dan kemajuan,” harapnya.

Diakhir sambutan yang disampaikan, Mantan Pjs Kades Amasing Kota Barat itu berharap agar pemerintahan selanjutnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya.

“Serta membawa Desa Amasing Kota Barat menjadi Desa yang maju dan sejahtera serta berkeadilan,” tutupnya. (Sain CN)

Gelar Aksi Damai, Bupati Halsel Diminta Percepat Pelantikan Kepala Desa

HALSEL, CN – Dalam rangka mendukung keputusan penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), ribuan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang tergabung dalam Aliansi Saruma Bersatu menggelar aksi damai didepan Polres Halsel.

Aksi damai yang digelar ribuan masyarakat Halsel ini bertujuan mendukung keputusan Bupati Halsel, Usman Sidik terkait Hasil Putusan penyelesaian sengketa Pilkades yang telah ditetapkan beberapa pekan lalu yang menimbulkan berbagai protes serta kegaduhan dari sejumlah kalangan.

Kordinator aksi, Irfan Djalil dalam keteranganya menyebutkan, Polemik kegaduhan atas putusan tersebut diduga kuat ada oknum-oknum petinggi Partai  dan elit politik lainnya melakukan provokasi kepada masyarakat, sehingga terjadi kericuhan dimana-mana hingga  mengakibatkan sejumlah fasilitas Pemerintah dirusak.

“Mencermati dinamika protes atau unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok orang, paska putusan Sengketa penyelesaian Pilkades oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan yang menurut hemat kami sudah tidak lagi sesuai dengan ketentuan sebagaimana di atur dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998, yaitu menyampaikan pendapat didepan umum merupakan perwujudan Demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat yang aman, tertib dan damai,” cetus Rustam, Kamis (19/1/2023).

Irfan bilang, pihaknya menghargai penyampaian pendapat didepan umum bagi siapa saja sepanjang tidak menimbulkan cara-cara kekerasan dan pengrusakan terhadap fasilitas Pemerintah.

Karena lata dia, Daerah ini dibangun dengan upaya dan kerja keras. Olehnya itu, wajib untuk dijaga, dirawat dan dipelihara.

“Maka dari itu, kami atas nama Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan yang hari ini tergabung dalam Aliansi Saruma Bersatu melakukan aksi damai untuk mendukung keputusan Bupati Halsel terkait dengan Sengketa Pilkades. Selain itu, kami juga mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas kepada oknum-oknum yang menyampaikan pendapat dimuka umum dengan cara-cara provokatif dan merusak fasilitas pemerintah,” tegasnya.

Aksi Damai yang dilakukan disejumlah titik di pusat Pemerintahan Halsel itu, diikuti ribuan warga yang berasal dari ratusan Desa dan di puluhan Kecamatan.

Adapun tuntutan aksi penolakan yang disampaikan didepan umum. Diantaranya.

1. Menolak dan mengutuk secara tegas cara-cara kekerasan dan pengrusakan Fasilitas Pemerintah oleh Kelompok-kelompok yang yang menyampaikan pendapat di muka umum.

2. Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan ajakan oknum-oknum yang tidak bermoral yang sengaja mengadu domba untuk membuat kekacauan di Negeri Saruma.

3. Mendukung keputusan Bapak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan dalam penetapan Cakades terpilih dan meminta dengan hormat kepada Bapak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan untuk mempercepat proses pelantikan Kepala Desa.

4. Mengajak kepada masyarakat Halsel untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan menciptakan rasa nyaman dan damai di Kabupaten Halmahera Selatan.

5. Meminta kepada Polres Halsel untuk menangkap dan memproses Oknum-oknum yang merusak Fasilitas umum Pemerintah. (Sain CN)

Memanah Ikan, Adik Kandung Kades Bahu Tewas Diterkam Buaya

HALSEL, CN – Seorang warga Desa Bahu Kecamatan Mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Albar Abas tewas setelah diterkam Buaya saat memanah Ikan didalam Laut pada Rabu (18/1/2022).

Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mencari Ikan diperairan Obi sekitar pukul 06.00 WIT.

Dalam sebua video berdurasi 26 detik, memperlihatkan korban mengalami luka serius di bagian Tangan Kanan dan Kiri akibat gigitan Buaya liar tersebut.

Almarhum yang diketahui adalah adik kandung Kepala Desa (Kades) Bahu itu, sempat dilarikan ke Klinik terdekat, namun sebelum mendapat pertolongan, nyawa korban sudah tak tertolong.

Kades Bagi, Badar Abas saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler membenarkan adanya insiden kecelakaan yang menewaskan adik kandungnya itu.

” Iya benar, tadi saya masih VC sama dia (Korban), namun beberapa waktu kemudian, ada kabar tentang kejadian itu. Korban diperkirakan meninggal di pukul 09.00 WIT malam,” terang Badar Abas.

Kades Bahu bilang, usai tak tertolong lagi nyawa korban, Jasad Almarhum langsung dibawah ke Labuha sekitar pukul 9:30 WIT malam menggunakan Speed Boat.

“Jasad korban malam ini juga langsung di bawa ke labuha,” terangnya.

Kades Bahu juga meminta kepada masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktifitas di Laut terutama saat memanah atau memancing Ikan.

“Kita saling mengimbau kepada masyarakat pada umumnya agar berhati-hati saat beraktivitas di Laut karena Buaya liar bisa menerkam kita kapan saja. Hal semacam ini kita jadikan pelajaran berharga bagi kita semua, sehingga tidak ada lagi korban di Hari-hari yang akan datang,” tutupnya. (Sain CN)

Tuntut Gaji, Masyarakat Palang Kantor Desa Pasimbaos 

HALSEL, CN – Masyarakat Desa Pasimbaos Kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan aksi pemalangan Kantor Desa.

Aksi protes yang dilakukan masyarakat Desa Pasimbaos lantaran Kepala Desa (Kades), Taib Ahmad diduga tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa (DD).

Selain tidak transparansi pengelolaan DD, masyarakat setempat juga meminta Kades agar terbuka terkait sumbangan dari pihak lain yang diperuntukan bagi pembangunan Masjid.

Informasi yang berhasil dihimpun cerminnusantara.co.id, Pemboikotan Kantor Desa yang dilakukan BPD dan puluhan warga itu menuntut Gaji dan hak masyarakat yang diduga belum diselesaikan Kades Pasimbaos.

Hak masyarakat yang belum dibayarkan Kades yakni, insentif guru honorer PAUD dan Madrasah Aliyah yang diketahui selama 11 bulan, 5 bulan Tahun Anggaran 2021 dan 6 bulan Tahun Anggaran 2022, insentif Kader Posyandu 11 bulan dan insentif Badan Sarah serta insentif guru TPQ selama 11 Bulan.

Sementara itu, salah seorang warga Pasimbaos yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal ini Kades saat menjalankan tugas dimasa kepemimpinannya tidak serta merta sesuka hati mengambil langkah tanpa mengikuti prosedur dan aturan yang ada.

“Sebab yang bersangkutan meskipun masa jabatannya telah berakhir namun dia (kades) masih menjalankan tugas sebagai Kepala Desa, bahkan dia dengan Camat Botang Lomang beranikan diri menggelar Musdes. Pada hal masa pemerintahanya telah berakhir dengan berakhirnya SK Kepala Desa,” cetus warga, Selasa (17/1/2023).

Terpisah, Kades Pasimbaos, Taib Ahmad saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler mengatakan, kondisi masyarakat di Desa belum aman lantaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Meski begitu Taib mengaku Bendahara Desa telah memberikan insentif Kaders Posyandu, Badan Sarah dan Guru TPQ usai warga menggelar pemalangan Kantor Desa.

“Kondisi baru habis Pilkades dan masyarakat masih belum aman. Mungkin mereka malu hati datang dan mempertanyakan hal itu ke Bendahara. kalau ada yang lapor ke Wartawan langsung saja suru ke Bendahara,” pintanya.

Kades bilang, terkait insentif honorer, pihaknya akan memanggil para Guru,  guna membicarakan masalah tersebut.

“Nanti kalau insentif Guru, saya perlu berbicara dengan Guru-guru dulu karena saya juga Ketua Yayasan di Sekolah,” tutupnya. (Sain CN)

Puluhan Warga Lata Lata Lakukan Aksi Tolak Cakades Pemenang Sengeketa

HALSEL, CN – Puluhan warga di Desa Lata Lata Kecamatan Kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan tegas menolak Calon Kepala Desa (Cakades) Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai pemenang melalui jalur gugatan Sengeketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Informasi dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id pada Sabtu (14/1/2023), ketegasan warga melalui aksi penolakan setelah mendapat informasi bahwa Cakades Lata Lata Nomor Urut 1, M. Nur Senen dimenangkan dalam Sidang Sengeketa Pilkades Halsel meski kalah bertarung di Desa.

Cakades Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai pemenang ke 2 dari Cakades Lata Lata Nomor Urut 4, Natalia Faici. M. Nur Senen hanya meraih hanya 87 Suara, sedangkan Cakades Nomor Urut 4 berhasil meraih 184 Suara.

Itu artinya, Natalia Faici menang jauh dari M. Nur Senen dengan selisih puluhan suara pada Pilkades Halsel yang digelar pada 19 November 2022 lalu.

Tidak menerima atas Hasil Putusan Sengeketa Pilkades Halsel, warga Lata Lata melakukan protes di Desa dalam bentuk aksi penolakan Cakades Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai Cakades Pemenang.

Dengan 2 buah Spanduk, Spanduk pertama bertuliskan “Penolakan Nomor Urut 01 sebagai Cakades Lata Lata. Kami minta keadilan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Bapak Bupati segera lantik nomor Urut 04”.

Sedangkan Spanduk ke 2 bertuliskan “Desa Lata Lata kami tolak Urutan 1. Lantik Kandidat Nomor 4. Kami dari masyarakat Desa Lata Lata percaya terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan”.

“Hidup Nomor 4, lantik Nomor 4,” teriak massa dalam aksi penolakan tersebut.

Seperti diketahui, Pilkades di Lata Lata sebanyak 5 Cakades. Diantaranya, Cakades Nomor Urut, M. Nur Senen merahi 87 Suara. Cakades Nomor Urut 2, Adret Tuepo merahi 19 Suara. Cakades Nomor Urut 3, Sudarmin Abbas merahi 8 Suara. Cakades Nomor 4, Natalia Faici merahi 184 Suara. Sedangkan  Cakades Nomor Urut 5, Abdul Nazar merahi 40 Suara. (Hardin CN)

Ketua Dewan Syuro DPRt Desa Nyonyifi Bantah Cakades Pemenang Sebagai Anggota PKB

HALSEL, CN – Ketua Dewan Syuro Pengurus Ranting (DPRt) Partai Kebangkitan Bangsa Desa Nyonyifi (PKB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut)  membantah keras jika Calon Kepala Desa (Cakades) pemenang Desa Nyonyifi Hasim Hairun terlibat dalam pengurus Partai Politik (Parpol) PKB.

Ini ditegaskan Arifin Iko atas tudingan yang menyebut Cakades Pemenang Desa Nyonyifi, Hasim Hairun terdaftar sebagai anggota PKB aktif.

Kepada cerminnusantara.co.id, Minggu (15/1/2023), Ketua Dewan Syuro itu bilang, Cakades Nomor 2, selama ini tidak pernah terlibat dalam kegiatan Parpol manapun, juga tidak pernah melibatkan diri dalam hajatan-hajatan kepartaian lainnya.

“Selaku Dewan Syuro DPRt Desa Nyonyifi, saya perlu beri tahu bahwa saudara Hasim tidak pernah terlibat dalam Parpol manapun terutama PKB. Dari pertemuan ke pertemuan terkait hajatan dan kepentingan PKB ditingkat Desa Dia (Hasim) tidak pernah sama sekali terlibat dalam agenda internal kami. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa yang bersangkutan bukan pengurus PKB,” jelas Arifin Iko.

Hal Senada disampaikan Ketua DPRt PKB Desa Nyonyifi Alfian Hamid. Menurut Alfian, selama dirinya bergabung sebagai PKB dan dipercayakan sebagai Ketua DPRt Desa Nyonyifi, nama Hasim Hairun tidak ada dalam daftar anggota PKB ditingkat Ranting, Tingkat Kecamatan maupun Tingkat Kabupaten.

“Nama-nama pengurus Partai itu diusulkan dari bawah atau diusulkan dari tingkat Ranting jika yang bersangkutan sebagai pengurus Ranting. namun dalam pengusulan pengurus yang kami ajukan, nama Hasim Hairun tidak ada dan jika Cakades Nomor urut 2 itu terlibat sebagai pengurus Kecamatan DPAC ataupun DPC, maka sudah tentunya kami juga akan tahu. Jadi perlu kami tegaskan bahwa yang bersangkutan tidak pernah sama sekali terlibat sebagai anggota PKB,” cetus Alfian Hamid.

Sementara itu, Cakades terpilih Desa Nyonyifi Hasim Hairun saat dikonfirmasi mengaku tidak menduga jika dirinya digugat dan dipersoalkan terkait namanya yang dicantumkan dalam Sipol.

“Sebelumnya, informasi beredar saya digugat soal Ijazah usai menang dalam Pilkades Nyonyifi, namun saya heran, kenapa hari ini ada orang yang mengatakan bahwa saya terlibat sebagai pengurus Partai. Saya hidup selama ini tidak pernah sama sekali mendaftarkan diri sebagai pengurus Parpol manapun,” papar Hasim Hairun.

Acim sapaan akrabnya itu menyebutkan, adanya tudingan yang menyebut dirinya sebagai anggota aktif PKB itu tidak benar. Sebab kata Cakades Nyonyifi Nomor Urut 2 itu, dirinya sudah membuat pernyataan resmi bermaterai yang menyatakan dirinya tidak pernah terlibat sebagai anggota Parpol.

“Jika memang saya sebagai pengurus Parpol aktif, maka sebelum membuat surat pernyataan tidak terlibat anggota Parpol, saya akan lebih dulu membuat surat pengunduran diri dari Parpol tersebut. Sebab dengan berani dan dalam keadaan sadar pernyataan itu saya buat karna benar-benar saya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai anggota PKB,” katanya.

Cakades pemenang itu menambahkan, tudingan yang menyebut dirinya terlibat sebagai anggota Parpol itu tidak berdasar dan keliru.

“Saya saat ini dituduh sebagai pengurus Parpol, apakah saya pernah menanda tangani pernyataan kesediaan saya sebagai Pengurus,? kan tidak ada. Jadi saya tegaskan sekali lagi, secara administrasi, tidak ada satu lembar pun pernyataan kesediaan yang saya tanda tangani sebagai bukti kesediaan untuk menjadi anggota Parpol,” tutupnya. (Sain CN)

Pemdes Balitata Sukses Salurkan BLT-DD Tahap III dan IV Tahun Anggaran 2022

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Balitata Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), sukses melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap III dan Tahap IV Tahun Anggaran 2022.

Pembagian BLT-DD berlangsung di Kantor Desa Balitata. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Desa (Kades) Balitata Haryadi Sangaji, Sekretaris Desa (Sekdes) Ridwan Nasarudin dan Ketua BPD Sahdi Imam serta seluruh Staf Pemdes Balitata.

Kepada cerminnusantara.co.id, Sabtu(14/1/2023) Kades Balitata, Hariyadi mengungkapkan, program BLT-DD ini merupakan Program President RI Jokowi Dodo yang harus dilaksanakan penyalurannya.

“Bupati Kabupaten Halmahera Selatan saat ini terus menghimbau para Kepala Desa agar menyerahkan apa yang menjadi hak masyarakat dan Alhamdulillah, bantuan sudah disalurkan secara keseluruhan dan telah selesai,” ucapnya.

Kades Balitata bilang, adapun jumlah penerima BLT-DD Balitata sebanyak 87 Kepala Keluarga (KK). Dirinya juga berharap bantuan yang telah disalurkannya bisa membantu masyarakat Desa Balitata.

“Atas nama Pemerintah, kami berharap dengan adanya BLT-DD ini bisa membantu masyarakat dan meringankan sedikit beban ekonom masyarakat. Selain itu, diharapkan kepada masyarkat agar pandai mengatur uang yang yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Dana Desa ini,” tutupnya. (Sain CN)

Kalah Gugatan Sengketa Pilkades, Cakades Lata Lata Curhat Kemenangannya di Desa Sambil Menangis

HALSEL, CN – Calon Kepala Desa (Cakades) Lata Lata Kecamatan Kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Natalia Faici menceritakan perjuangannya saat momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan pada 19 November 2022 lalu.

Cakades Lata Lata Nomor Urut 4, Natalia Faici kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Jumat (13/1/2023), Mencurahkan Hatinya (Curhat) tentang kenyataan pahit yang ia terima saat ini.

Mengapa tidak, dengan berlinangnya air mata, Natalia Faici menuturkan, perjuangannya dalam menghadapi Pilkades hingga berhasil memenangkan dengan merahi 184 Suara bukan hal yang mudah.

Bahkan pertarungan Pilkades dengan melawan 4 Cakades, saat itu dirinya sedang mengandung 8 Bulan. Namun sayangnya, keberhasilannya tersebut tidak dapat membuahkan hasil. Sebab, meski menang bertarung di Desa, tapi kalah di gugatan Sengketa Pilkades Halsel.

“Dari 5 Cakades Lata Lata termasuk saya sebagai Nomor Urut 4, saya yang merahi suara tertinggi. Sedangkan 4 Cakades lainnya, rata-rata dibawa 100 Suara. Tapi toh hari ini, hasil perjuangan kami semuanya sia-sia begitu saja,” cerita Natalia Faici sambil menangis.

Natalia Faici ditumbangkan melalui gugatan Sengketa Pilkades. Ia dinyatakan kalah dalam Putusan Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades Halsel dengan alasan Sipol.

Padahal kata Perempuan Kelahiran Tahun 1990 itu, ia sudah resmi dinyatakan bukan anggota Partai Politik (Parpol) melalui Surat Keterangan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Halsel Nomor : 120/E/DPC-31.10-C/VIII/2022  tertanggal 13 Agustus 2022.

Dalam Surat Keterangan DPC PDI-Perjuangan Halsel dijelaskan bahwa catatan/daftar anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang bersangkutan tidak lagi berstatus sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam jangka waktu 5 (Lima) Tahun terakhir terhitung sejak Tanggal 31 Bulan Desember 2015.

“Dari situlah, saya secara resmi dikeluarkan dari anggota Partai Politik. Itupun beruntungnya kami mengecek nama saya  duluan. Jika tidak, mungkin saya tidak tahu kalau selama ini nama saya tercantum di Sipol,” kesalnya.

Karena merasa dirinya bukan lagi anggota Parpol, ia berani mencalonkan diri sebagai Cakades Lata Lata. Tapi setelah menjadi Cakades Terpilih, dirinya dikagetkan masih terdaftar di Sipol saat menghadapi gugatan Sengketa Pilkades Halsel.

Setelah itu, Cakades Perempuan itu dengan cepat langsung melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pimpinan PDI-Perjuangan Halsel. Namun Natalia Faici bilang bahwa dari KPU Halsel  menyampaikan aturan, nama yang dicatut dalam Sipol bisa terhapus setelah 3 Bulan.

Selain itu, bahkan KPU Halsel juga mengeluarkan Surat Keterangan tertanggal 9 Desember 2022 dengan Nomor : 151/PL.01.1-Kt8204/2022.

Surat Keterangan KPU Halsel itu dijelaskan bahwa yang bersangkutan namanya dicatut dalam Sipol dan telah mengajukan Formulir Tanggapan masyarakat ke KPU Kabupaten Halmahera Selatan dan saat ini masih dalam proses.

“Walaupun Sidang Sengketa Pilkades sudah berjalan. Tapi saya berusaha dengan segala cara untuk dikeluarkan dari Sipol karena yang saya tahu, saya bukan anggota Partai. Entah saat itu siapa yang mendaftarkan saya sebagai anggota Partai itu sampai sekarang kami belum tahu orangnya,” tuturnya.

Sambil menggendong anaknya yang baru  berusia 2 Minggu itu, Natalia Faici menyarankan, siapapun yang menang, itu merupakan pilihan masyarakat yang harus dihormati. Namun sayang seribu kali sayang, dari hasil Suara tertinggi yang ia raih di Desa Lata Lata. Harus kalah di Sengketa Pilkades Halsel.

Lantas Natalia Faici menyampaikan, Cakades Lata Lata Nomor Urut 1, M. Nur Senen merahi 87 Suara. Cakades Nomor Urut 2, Adret Tuepo merahi 19 Suara. Cakades Nomor Urut 3, Sudarmin Abbas merahi 8 Suara. Cakades Nomor 4, Natalia Faici merahi 184 Suara. Sedangkan  Cakades Nomor Urut 5, Abdul Nazar merahi 40 Suara.

“Cakades Nomor Urut 1 dengan 87 Suara sebagai pemenang ke 2 dari saya dinyatakan menang di Kabupaten dari Hasil Gugatan Sengketa Pilkades Halsel yang telah diumumkan,” tandas Cakades Perempuan itu.

Meski sudah ada Putusan Hasil Sengketa Pilkades, ia berharap dapat dipertimbangkan kembali. Menurutnya,  soal Sipol bukan unsur kesengajaan, tapi murni tanpa sepengetahuan dirinya.

“Kasihan, tidak mungkin kalau saya tahu saya sebagai anggota Partai, tapi harus mencalonkan diri sebagai Cakades. Itu logika sederhananya,” tutup Natalia sambil mengusap air matanya. (Hardin CN)

Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Tak Dicabut Meski Pjs Kades Tobaru Minta Maaf

HALSEL, CN – Adik Kandung Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Sukardi Sidik menegaskan tetap melanjutkan proses hukum atas kasus dugaan pencemaran nama baiknya.

Sukardi Sidik mengungkapkan alasannya, jika yang bersangkutan tidak diproses hukum, masyarakat akan menganggap dirinya benar menerima suap Dana Desa (DD) seperti yang viral di Media Sosial (Medsos) lantaran dibeberkan Pjs Kepala Desa (Kades) Tobaru Kecamatan Gane Timur, Toepilus Jela Jela.

“Dengan situasi yang seperti sekarang ini. Jika Pjs Kades Tobaru tidak diproses hukum, sudah tentunya semuanya dianggap benar oleh publik,” kata Sukardi saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di kediamannya Desa Tomori Kecamatan Bacan, Jumat, (13/1/2023).

Sukardi berharap, tidak dicabutnya laporan kasus ini, masyarakat dapat memahami bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan pembagian DD seperti yang beredar di publik.

“Pada intinya saya tidak akan mencabut laporan pencemaran nama baik. Jadi yang bersangkutan (Pjs Kades Tobaru) harus mempu mempertanggungjawabkan atas ulah yang dibuat-buat,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam video viral berdurasi 1 menit 35 detik, dihadapan warga, Pjs Kades Tobaru, Toepilus Jela Jela mengaku membagikan DD kepada orang-orang dekat Bupati Halsel termasuk adik Kandung Bupati Halsel, Sukardi Sidik. (Hardin CN)