Wabup Halsel Hadiri HUT IDI ke-75

HALSEL, CN – Wakil Bupati (Wabup), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-73, Rabu (1/11).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan seminar kesehatan ini digelar IDI Halsel di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Dalam sambutan Wabup Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel mengucapkan selamat kepada seluruh Dokter Indonesia pada umumnya dan para Dokter di Halsel  khususnya.

“Sesuai dengan tema peringatan HUT IDI kali ini, yakni “Memperkuat Ikatan Tradisi Luhur Bersatu dan Mengabdi untuk Rakyat Indonesia”. Tema ini mengandung makna yang mendalam yang menuntut keprofesionalan sebagai Dokter untuk peningkatan nilai intelektualitas dalam menghadapi tantangan kesehatan bangsa,” tutur Hasan Ali Bassam Kasuba.

Setiap tantangan yang ada, sambungnya, tidaklah dijadikan sebagai suatu penghambat untuk maju. Akan tetapi, jadikanlah setiap tantangan yang dihadapi menjadi sebuah peluang bagi para Dokter.

“Jika telah terbentuk karakteristik yang akuntabel dan bekerja dengan standar profesi serta kode etik yang telah ditetapkan. Tentunya ini akan menjadi modal berharga bagi para dokter sebagai pelayan kesehatan, khususnya dalam membantu program pemerintah dalam membangun dan mengangkat derajat kesehatan masyarakat di Halsel,” ujarnya.

Ia menyatakan, peringatan HUT IDI ibarat menancapkan tonggak yang menunjukkan jauhnya perjalanan yang telah ditempuh selama ini, baik mengenai keberhasilan dalam meraih sukses maupun kegagalan yang telah dialami.

“Kesemuanya itu mengandung arti untuk terus dikaji dan dievaluasi secara arif dan bijaksana sekaligus menganalisis secara objektif sebagai indikator untuk menjalankan program kerja yang efektif dan efisien ke arah pencapaian tujuan yang lebih baik dari sebelumnya,” papar Bassam.

Oleh karena itu, IDI sebagai wadah para Dokter harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan. Pemda Halsel berharap IDI terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan segenap sektor kesehatan.

“Serta kesatuan visi misi kita sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan di bidang kesehatan secara menyeluruh dengan memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat,” harapnya.

“Saya memberikan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada seluruh dokter yang hadir di sini atas kerja keras yang tanpa lelah mengabdikan waktu dan dirinya untuk menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat. Saya ucapkan selamat dan sukses kepada jajaran pengurus dan seluruh dokter di Kabupaten Halmahera Selatan. Mudah- mudahan Allah SWT memberkahi dan meridhoi apa yang telah dilakukan. Semoga dalam menapaki kehidupan yang berada di depan kita akan lebih mudah, lebih sukses dan lebih berdayaguna dan berhasil,” tandas Bassam. (Hardin CN)

Wabup Halsel Bersama TPPS Laksanakan Grebek Stunting

HALSEL, CN – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Halmahera Selatan, (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melaksanakan program Grebek Stunting di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bacan dan Bacan Timur, Selasa (31/10/2023).

Di Kecamatan Bacan, Grebek Stunting dipusatkan di Kantor Desa Marabose. Sedangkan di Kecamatan Bacan Timur, dilaksanakan di Kantor Camat Bacan Timur di Desa Babang.

Kegiatan itu, dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Halsel, Rifa’at Al Sa’adah, Kepala DP3AK, Camat, Koramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas (Kapus), perwakilan Kemenag, Kepala-kepala Desa, Bidan-bidan Desa dan ibu-ibu Kader PKK.

Kedatangan Wabup Halsel disambut Tari Dendang asal Bacan. Diketahui, Ba Dendang Cobo Lala adalah tradisi rumpun Melayu yang telah ada berabad-abad lamanya, seiring perjalanan peradaban Kesultanan Bacan sejak masih berada di Limau Sigara Kasiruta. Nama karya seni budaya Ba Dendang Cobo Lala terdiri dari empat kalimat yang berasal dari Bahasa Bacan, Ba adalah kalimat awalan yang menunjukkan perilaku, Dendang adalah bernyanyi, Cobo artinya menyatukan, dan Lala artinya perasaan yang halus.

Wabup Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutannya menyampaikan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.

“Maka kami selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh pihak untuk ikut bergotong royong, saling bahu-membahu untuk dapat bekerja sama dalam usaha percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, terkhusus lagi di Kabupaten Halmahera Selatan,” imbuhnya.

Salah satu masalah utama mewujudkan target mencapai generasi emas pada Tahun 2045, kata Bassam, adalah masih tingginya kasus stunting di Negeri ini. Maka untuk merespon permasalahan tersebut, dibentuk Tim yang komprehensif yang terdiri dari para stakeholders, sehingga penanganan permasalahan ini dapat menjadi lebih maksimal karena adanya koordinasi lintas instansi di dalamnya.

“Hari ini kita melaksanakan Grebek Stunting dengan agenda penyampaian materi yang bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat. Harapan kami, dengan diadakannya kegiatan hari ini dapat menumbuhkan semangat dalam diri kita semua, agar apa yang menjadi harapan kita semua, yaitu Halmahera Selatan yang bebas dari kasus stunting dapat terwujud. Tentunya hal ini tidak terlepas dari kerja sama, terutama melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting dari tingkat desa sampai ke tingkat kabupaten,” katanya.

Hasan Ali Bassam Kasuba bilang, karena yang hadir pada kegiatan ini terdiri dari Kades, BPD, Camat, Kader dan para Kader PKK. Maka informasi yang ada tidak berhenti sampai disini, melainkan dapat disampaikan dan disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat untuk mengidentifikasi sejak dini mana ibu-ibu hamil, menyusui dan anak yang kekurangan gizi atau terindikasi stunting.

“Intervensi bukan hanya perlu dilakukan oleh pihak Puskesmas, melainkan perlu dimulai dari lingkup keluarga itu sendir. Karena sampai saat ini, pemahaman mengenai asupan yang bergizi masih minim ditengah masyarakat. Sehingga masih banyak ditemukan kasus orang tua yang memberikan makanan-makanan yang tidak sehat kepada anak dan Balita,” tutupnya. (Hardin CN)

Tak Mampu Bangun Mitra, Semua Jurnalis di Halsel Akan Boikot Berita PT Harita

HALSEL, CN – Puluhan pimpinan Media masa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), meninggalkan ruangan saat melakukan diskusi dengan PT. Harita Nikel. Dimana, PT. Berita Nikel dinilai tak mampu membangun kemitraan dengan Media Masa yang ada di Halsel.

Langka puluhan Jurnalis meninggalkan ruang tersebut saat PT. Harita Nikel menggelar dialog kemitraan antara media masa di Halsel dan PT. Harita (Media Gathering) dengan Tema: “Akselarasi Media pada era Transformasi Digital”. Namun sebelum kegiatan dilangsung, para pimpinan media dan wartawan lainnya memilih untuk walkout karena dinilai tak dihargai dalam kerja sama.

“PT. Harita terkesan pilih kasih, media di Halsel baik Kepala Biro maupun pimpinan media yang berkantor di Halsel kurang lebih 30-an. Namun setiap kegiatan, hanya Teman-teman yang di Kota Ternate yang diikutsertakan,” ujar Pimpinan Redaksi Liputan Malut, Irfan Abdurahim saat memprotes jalanya diskusi.

Lanjut Irfan, jika profesi media tidak dihargai PT. Harita dan hanya memanfaatkan asas manfaatnya. Maka dengan tegas, semua Jurnalis di Halsel akan memboikot aktifitas pemberitaan di PT. Harita.

“Kita tidak menuntut untuk dimanja dan lainnya, namun perlu dihargai sebagai mitra, cukup itu saja. Jangan terkesan pilih kasih,” ujarnya seraya mengentikan penyampaian dan menutupnya dengan langka meninggalkan ruang yang disusul para awak media lainnya.

Sementara itu, amatan wartawan, aksi ini sempat terhenti sejenak sebelum dilanjutkan dengan menghadirkan pemateri kondang dari kalangan media itu sendir Pimpinan Redaksi Malut Post, Bang Ismit Alkatiri untuk melanjutkan jalanya diskusi. (Hardin CN)

Pemdes Koititi Kembali Salurkan BLT Tahap III dan Insentif Lembaga Desa 

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap III Tahun 2023.

Penyaluran dilaksanakan di Kantor Desa. Ini dikatakan Kepala Desa (Kades) Koititi Bunyamin K Wasahua, Senin (30/10).

“Semoga dengan bantuan BLT-DD ini, bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kades Koititi bilang, turut dibagikan intensif Lembaga Desa Koititi.

“Kita juga pembagian bagikan insentif bagi guru ngaji dan lain-lainnya. Semoga ini bisa membuat semangat dalam melaksanakan membimbing anak-anak dalam belajar ngaji,” tutur Bunyamin K Wasahua, seraya menambahkan, insentif tersebut merupakan uang pengganti lelah bagi seluruh kelembagaan Desa yang telah bekerja keras mengorbankan tenaga dan pikiran untuk membantu berjalannya roda pemerintahan di Desa Koititi.(Hardin CN)

PWM Malut Didesak Pecat Burhan Ismail dari Bendahara Majelis Hukum dan Ham

HALSEL, CN – Salah satu pimpinan 13 Muhammadiyah juga ikut menduga Burhan Ismail alias BI adalah penyusup gelap karena masuknya Burhan Ismail sebagai anggota Majelis Hukum bukan membuat program-program yang dapat memajukan Muhammadiyah termasuk memajukan Daerah, Cabang, Ranting dan AUM. Sebab, Muhamadiyah itu mengembangkan kearifan irfani, amanah, tabligh, fathanah dalam membawa misi dakwah, bukan malah menggiring Muhammadiyah dengan kepentingan dendam pribadi.

Menurut sumber salah satu pimpinan 13  (PWM) Malut yang enggan namanya dipublikasikan pada Sabtu (28/10/2023), mengungkapkan, awal pembentukan Tim investigasi adalah ide Burhan Ismail sendiri. Kemudian menggiring beberapa pimpinan 13 untuk mengikuti apa yang ia mau seperti membentuk Tim Investigasi.

Bahkan menurut sumber, selama Tim Investigasi itu dibentuk, hanya Burhan Ismail sendiri yang melaksanakan tugas. Sementara Tim investigasi lainnya sama sekali tidak terlibat. Sehingga ini ada keanehan karena hanya Burhan Ismail sendiri yang melakukan investigasi. Bahkan Burhan Ismail sendiri yang menyimpulkan hasil investigasinya sendiri yang ngotot agar hasil investigasi dan kesimpulannya itu mendapat persetujuan dari pimpinan 13 PWM.

“Saya mulai curiga masuknya Burhan Ismail sebagai Bendahara Majelis Hukum dan Ham ini ada maksud dan tujuan tertentu yakni demi kepentingan pribadi karena dilihat tujuannya sudah menyimpang. Burhan Ismail ini Bendahara Majelis Hukum dan Ham, struktur paling bawah bukan pimpinan 13,” ujar sumber.

Sementara itu, mantan Sekretaris PDM Muhammadiyah Kota ternate, Saiful Hasan mendesak Ketua Wilayah PWM dan pimpinan 13 agar segera memecat Burhan Ismail dari Bendahara Majelis Hukum dan Ham.

“Jika ini tidak dilakukan, maka akan menggunakan perserikatan untuk memuaskan syahwat dendam demi kepentingan pribadi,” tegas Saiful.

Menurut Saiful, dirinya menemui beberapa pimpinan 13 PWM, mereka juga mengatakan bahwa pembentukan Tim investigasi itu desakan dari Burhan Ismail. Bahkan hanya Burhan Ismail sendiri yang melakukan investigasi dan menyimpulkan sendiri. Kemudian memaksa pimpinan 13 PWM untuk menyetujui hasil yang Burhan Ismail sampaikan.

“Rekomendasi yang dibuat sendiri Burhan itu ada 2 poin penting :

1. Pencopotan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah.

2. Muhammadiyah harus membuat rekomendasi bahwa Ijazah Usman Sidik bukanlah prodak SMA Muhammadiyah. Ini sudah terlihat jelas ada dendam pribadi dan memanfaatkan perserikatan,” beber Saiful.

Untuk itu, Saiful mendesak Majelis Hukum dan Ham PWM segera memecat Burhan Ismail dari Bendahara Majelis Hukum dan Ham.

“Burhan Ismail ini juga diduga terlibat Skandal penipuan dan penggelapan yang saat ini sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan di Polda Maluku Utara,” tutup Saiful. (Hardin CN)

Warga Sum Keluhkan Karateker Kades Jarang di Desa

HALSEL, CN – Karateker Kepala Desa (Kades) Sum, Kecamatan Obi Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga kuat mengabaikan tanggungjawab yang dipercayakan Bupati Halsel, Hi Usman Sidik.

Pasalnya, sejak ditunjuk sebagai Pjs Kades Sum, Ahmad Bakry enggan berkantor. Bahkan tidak tinggal dan menetap di Desa yang menjadi tempat tugasnya.

“Kades datang hanya satu hari. Itu saja, malamnya Kades langsung balik dan hingga saat ini, Kades sudah tidak terlihat lagi ditempat tugas,” ungkap warga yang namanya tidak disebutkan, Jumat (27/10/2023).

Akibat dari ketidak hadiran Karateker Kades di Desa tersebut, warga mengaku mendapat kesulitan dalam hal pelayanan administrasi di Kantor Desa Sum.

“Lantaran jarang berada ditempat. Kami masyarakat saat ini bertanya-tanya, siapa Kades Sum ini? Sebab sampai saat ini, kami tidak pernah melihat pimpinan Desa kami. Akibatnya, kepentingan kepengurusan kami di Desa terabaikan,” kesalnya.

Warga yang identitasnya tidak disebutkan itu menambahkan, selaku pemegang tugas atas amanah yang telah diberikan Bupati Halsel, Usman Sidik. Pjs Kades Sum, Ahmad Bakry semestinya tidak berhura-hura di Ibu Kota Kabupaten dan kembali ke tempat tugas guna menjalankan tanggung jawab yang sudah dipercayakan Orang Nomor Satu di Kabupaten Halsel.

“Karateker Kades seharusnya berada di Desa Sum dan tidak berlama-lama serta berhura-hura di Labuha,” tutupnya. (Shain CN)