Siswi Kelas 1 SD di Halsel Diduga jadi Korban Pencabulan Gurunya

HALSEL, CN – Seorang siswi kelas 1 Sekolah Dasar (SD) di salah satu Desa di  Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga kuat menjadi korban pencabulan gurunya sendiri.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Rabu (31/1/2024), oknum Guru berinisial RZ yang mengajar di SDN 51 Halsel itu nekat melancarkan aksi bejatnya diruang belajar siswa.

Dugaan kuat tindak pidana pencabulan itu dibeberkan ibu korban melalui pesan Messenger yang dikirim ke paman korban. Dalam pesannya, orang tua korban mengungkapkan bahwa korban di cekal dan ditahan oknum guru bejat itu didalam ruang kelas sementara waktu belajar di Sekolah telah selesai.

“Karna firasat saya kurang bagus, saya kemudian menyusul anak saya ke Sekolah. Di sana dapati Oknum guru bejat itu sedang memangku korban sambil berhadapan, wajah korban kemudian dihadapkan ke wajah terduga pelaku, lalu pelaku menjilat mulut dan bibir korban,” ungkap ibu kandung korban.

Orang tua korban itu bilang, dirinya telah mempertanyakan perbuatan sang predator ke anaknya. Sang anak kemudian menuturkan, oknum guru itu meminta korban memeluknya sambil meminta korban menjilat bibir pelaku.

Oknum guru bejat itu, kata dia, meminta korban agar memeluk gurunya sambil menjilat lidah dan bibir korban hingga memerah.

“Firli (korban) mengaku hal itu dilakukan terduga pelaku lantaran menilai anak dibawah umur itu terlalu pintar. Sehingga oknum guru tersebut melampiaskan rasa sayangnya ke siswa yang masi bocah itu,” jelasnya.

Meski kejadian pilu itu telah menimpah anaknya, namun dia bersyukur oknum guru bejat itu belum sempat membuka Celana korban.

“Beruntung Celana anak saya belum dibuka dan belum dilakukan tindakan berlebihan. Kalau tidak, saya bisa gila,” ucapnya.

Meski demikian, orang tua korban itu menyayangkan keberadaan para guru di Sekolah tersebut. Sebab kata dia, meskipun anaknya di sekat di dalam Kelas yang begitu lama, namun para guru lainnya tidak tahu.

Sementara itu, Safrudin Arif paman korban kepada media pada Rabu (31/1/2024) menegaskan, pihaknya akan melaporkan perbuatan tersebut ke pihak berwajib.

“Saya akan laporkan hal itu ke Polres Halsel karena ada bukti, mulut korban yang memerah itu sudah di foto untuk dijadikan bukti,” terangnya.

Lebih jauh, dia meminta pihak berwajib agar menindak terduga pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami atas nama keluarga meminta agar Perbuatan bejat ini diproses sebagaimana mestinya jika sudah dilaporkan nanti. Karena hal yang semacam itu tidak bisa dibiarkan apa lagi yang dilakukan oleh oknum guru itu terhadap anak yang bisa dikata masih sangat belia,” harapnya mengakhiri. (Shain CN)

Bupati Halsel Berikan Bantuan Bangunan Lumbung Pangan di 15 Desa

HALSEL, CN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui Dinas Pertanian Halsel, memberikan bantuan bangunan Lumbung Pangan di 15 Desa sesuai dengan hasil pemetaan di 249 Desa se-Kabupaten Halsel. Pemberian bantuan tersebut bersamaan dengan bantuan 5 Ton Beras dan 2,5 Ton Sagu Tumang.

Dalam kegiatan itu, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba menyerahkan bangunan Lumbung Pangan secara simbolis dengan pengguntingan Pita dan juga penyerahan Beras secara simbolis kepada masyarakat Desa Gonone, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kamis (30/12024).

Turut hadir, Ketua TP PKK Kabupaten, Rifa’at Al Sa’adah, Kepala-kepala OPD, Kabag, Camat dan Kepala-kepala Desa se-Kecamatan Gane Barat Selatan.

Sekretaris Dinas Pertanian Halsel, Hj. Suratmi Al Jogja dalam sambutannya menyampaikan, dengan situasi global saat ini dan terjadinya cuaca ekstrim, terdapat beberapa dampak yang muncul. Salah satunya, dengan terjadinya kekurangan bahan pangan di dunia, termasuk Indonesia.

“Kita di Indonesia rata-rata makanan pokoknya adalah Beras. Maka keberadaan Lumbung Pangan ini juga sangat berguna karena jumlah hasil panen akan sangat terpengaruh oleh cuaca ekstrim,” ujarnya.

Suratmi Al Jogja bilang, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap perkembangan pasokan bahan pangan yang kemudian dihasilkan oleh petani.

“Hal inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, melalui Dinas Pertanian melakukan pemetaan di 249 Desa dan terdeteksi 15 Desa dengan kerawanan pangan tertinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya selaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  mendorong program sebagaimana tercantum dalam salah satu visi-misinya yaitu untuk memastikan ketersedian pangan yang menjadi salah satu kebutuhan terpenting bagi masyarakat.

Orang nomor satu di Halsel itu berharap agar bangunan lumbung pangan tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin sesuai fungsinya.

“Saya secara pribadi merasa sangat bahagia karena bisa hadir di tengah-tengah keluarga sekalian yang ada di Desa Gonone karena Gonone sendiri adalah Desa yang istimewa bagi kami. Mudah-mudahan dengan kehadiran Lumbung Pangan dan bahan pangan yang disediakan ini, dapat dimanfaatkan dikelola sebaik mungkin serta dan diberikan kepada penerima yang tepat,” tutup Bupati Halsel. (Hardin CN)

Bupati Halsel: Merealisasikan Rencana Peningkatan Status Polindes Menjadi Pustu di Desa Dowora

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Halsel untuk meningkatkan status Polindes di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan menjadi Pustu.

Hal tersebut merupakan usulan dari masyarakat saat Bupati Halsel melakukan kunjungan kerja di Desa Dowora. Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan bahwa usulan dari masyarakat Dowora itu akan dipenuhi pada Tahun 2024 ini, untuk Desa Dowora bisa memiliki akses kesehatan yang lebih baik, dengan diiringi dengan peningkatan pelayanan kesehatan serta peningkatan kompetensi tenaga medis yang akan bertugas.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halsel, Asia Hasjim dalam penyampaiannya pada Selasa (30/1/)  menyebutkan, peningkatan status dari Polindes menjadi Pustu itu ditinjau dari segi jumlah penduduknya terlebih dahulu. Karena jumlah penduduk di Desa Dowora lebih dari 2 ribu. Maka bisa dibangun Pustu.

“Pembangunan Pustu bisa melalui Dinkes dan pada Tahun ini juga beberapa Pustu akan dibangun melalui Dana Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba kepada media ini menyebutkan, pihaknya akan mengupayakan untuk peningkatan status Polindes menjadi Pustu untuk segera diusulkan. Karena berdasarkan fakta yang ada, Orang Nomor Satu di Halsel itu bilang, memang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan memenuhi syarat untuk dilakukan peningkatan status dari Polindes menjadi Pustu di Desa Dowora.

“Saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan, kebetulan Ibu Kadis Kesehatan juga ikut bersama. Kita semua saat ini, bahwa pada Tahun ini, Pemerintah Daerah harus berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan rencana peningkatan status Polindes menjadi Pustu di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan,” tukasnya. (Hardin CN)

Bupati Halsel Gelar Open House Natal dan Tahun Baru

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba bersama warga Kristiani menggelar Open House Natal dan Tahun Baru 2024 pada Sabtu (27/1/2024) di Kediaman Bupati Kecamatan Bacan Selatan.

Open House yang digelar tersebut, sebagai bentuk toleransi keberagaman dan silaturahmi antar umat beragama yang di rangkaian dengan makan bersama diiringi Tarian Cakalele.

Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutannya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada  seluruh warga Kristin yang hadir dalam acara silaturahmi tersebut.

“Saya pribadi meminta maaf. Di Suasana seperti ini, saya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru meski agak terlambat buat acara ini,” ucap Bupati Halsel.

Diakhir sambutannya, Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan bahwa  Silaturahmi dan nilai kemanusian adalah hal utama dari seluruh keberagaman.

“Saya adalah bagian dari kalian semua. Kita adalah keluarga yang sama. Kita bersaudara. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga demi nilai kemanusian dalam rangka menuju kemajuan Daerah yang kita cintai bersama,” tukas Bupati Halsel. (Hardin CN)

Calon Anggota DPD RI Sarka Eladjouw Akan Gelar Kampanye Terbuka di Morotai

HALSEL, CN – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Utara (Malut) Nomor Urut 15 Sarka Eladjouw dalam waktu dekat, akan menggelar kampanye terbuka di Kabupaten Kepulauan Morotai.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Sarka Eladjouw mengatakan, pihaknya dimintai simpatisan dan relawan serta Tokoh di wilayah tersebut untuk menggelar kampanye terbuka.

“Kampanye terbuka ini akan digelar dalam waktu dekat, berdasarkan permintaan langsung dari relawan yang tersebar di sana (Kabupaten Kepulauan Morotai),” tuturnya, Selasa (23/1/2024).

Meski Demikian, Senator Malut itu dalam keterangannya belum memastikan secara langsung hari dan Tanggal kapan dilaksanakannya kampanye terbuka.

“Terkait lokasi, tanggal dan hari, kita bicarakan dulu dengan Ketua Tim Morotai. Kita juga perlu menerima masukan tentang lokasi yang akan dijadikan zona kampanye, ” cetusnya.

Dalam paparannya, Ketua Barisan Muda Togale (BMT) Malut itu menambahkan, meskipun kegiatan kampanye terbuka baru diagendakan. Namun sejumlah atribut berupa Spanduk dan Kalender miliknya telah tersebar di sejumlah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Morotai.

“Semangat kemenangan ini sudah ditunjukan oleh Tim di Morotai. Sehingga meskipun agenda kampanye terbuka ini belum dijadwalkan secara langsung, namun kurang lebih puluhan Spanduk dan Kalender saya sudah tersebar di beberapa Desa dan Kecamatan,” terangnya.

Sarka dalam kesempatan itu juga tak luput menghimbau seluruh masyarakat Malut untuk sama-sama menjaga kerukunan dan ketentraman menjelang Pemilu pada 14 Februari nanti.

“Kerukunan dan ketentraman harus kita jaga secara bersama-sama sebagai warga negara yang baik menjelang pemilu. Ini dilakukan untuk menghindari perpecahan. Jangan hanya karena perbedaan pendapat, pilihan dan pandangan politik, masyarakat menjadi terkotak-kotak,” imbuhnya mengakhiri. (Shain/CN)

Hampir 3 Bulan Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan 2 Anak Dibawah Umur, Polres Halsel Masih Menunggu Keterangan Ahli

HALSEL, CN – Kasus pencabulan Dua (2) anak dibawah umur yang terjadi di Desa Bajo, Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Provinsi belum menemui titik terang.

Meskipun laporan dugaan pencabulan terhadap 2 anak SD itu telah dilaporkan nenek korban pada Selasa (31/10/2023) lalu dengan Nomor: STPLP/167/X/2023/SPKT. Namun hingga saat ini, Penyidik Polres Halsel tak kunjung menemukan ataupun menangkap terduga pelaku.

“Padahal hasil visum telah dikantongi pihak Reskrim Polres setempat,” ungkap kerabat terdekat korban, Minggu (21/1/2024).

Kerabat terdekat korban yang identitasnya itu tidak disebutkan itu  menuturkan, akibat dari pencabulan itu, korban mengalami luka serius di bagian intim. Sehingga korban harus menahan rasa sakit di waktu-waktu tertentu.

Oleh karena itu, lambatnya proses penanganan yang dilakukan dalam penyelidikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menyelesaikan kasus pencabulan, patut dipertanyakan.

“Kami pertanyakan penanganan kasus ini sudah sampai dimana. Sebab, ini sudah hampir 3 bulan dilaporkan di Polres Halsel,” cetusnya.

Kata dia, lambatnya penanganan kasus pencabulan ini, bisa menyebabkan pelaku melarikan diri dan akan berdampak pada tidak terpenuhinya hak hukum korban pencabulan akibat dibiarkan berlarut-larut begitu saja oleh pihak kepolisian.

“Ini bisa menyebabkan hak hukum korban tidak terpenuhi, jika penanganan kasus semacam ini. Sehingga kami meminta Aparat Penegak Hukum bisa menyelesaikan kasus itu dengan secepatnya,” pintanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Ray Sobar saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp menuturkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu keterangan ahli.

“Masih penyelidikan, kita menunggu keterangan ahli,” singkatnya. (Shain CN)