HALSEL, CN — Di sudut damai Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), tepatnya di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, berdiri sebuah tempat wisata yang menghadirkan kesejukan hati dan keindahan alam yang memukau. Namanya Posi Posi Tuwokona, destinasi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tuwokona, menjadi ruang rekreasi sederhana namun mempesona, tempat di mana angin laut, debur ombak, dan hijaunya pepohonan bersatu menciptakan harmoni alam.
Tempat wisata ini dikelilingi oleh tempat-tempat santai yang unik, ada yang berada di atas air, seolah mengapung lembut di pelukan laut. Di sekitarnya, pepohonan bakau dan pepohonan hijau lainnya tumbuh subur, memberikan udara segar dan suasana rindang yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Ketika siang hari, udara terasa bersih dan segar, di pagi hari, sinar matahari menyapa lembut dari ufuk timur, menjelang sore, langit berubah jingga, menampilkan senja yang menawan, dan di malam hari, lampu-lampu kecil berkelip di antara suara ombak, menciptakan panorama romantis yang sulit dilupakan.
Tempat ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kebersamaan bagi warga Tuwokona, sebuah simbol bahwa Desa kecil pun mampu menghadirkan keindahan besar ketika dikelola dengan hati dan gotong royong.

Harapan Kepala Desa (Kades) Tuwokona, Nursanti Awal, S.Pd., M.Pd.
“Kami ingin Posi Posi menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tuwokona. Tempat ini bukan hanya untuk wisata, tapi juga sebagai sumber ekonomi kreatif bagi warga. Dengan keindahan alam yang kita miliki, kami berharap Posi Posi bisa menarik lebih banyak wisatawan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Desa,” ujar Kades Nursanti Awal dengan penuh harap, saat ditemui wartawan Cermin Nusantara di Posi Posi Tuwokona, Senin (3//11/2025).

Profil Singkat Desa Tuwokona:
Luas Wilayah: 428,75 Ha
Jumlah Penduduk: 1.843 Jiwa
Laki-laki: 936
Perempuan: 907
Janda: 25 orang
Duda: 9 orang
Jumlah Kepala Keluarga (KK): 468
Posi Posi Tuwokona bukan sekadar tempat berlibur, tetapi juga tempat berdiam diri sejenak dari hiruk pikuk dunia, menyatu dengan alam, menikmati senja, dan merasakan betapa indahnya hidup di tepi laut Provinsi Maluku Utara (Malut). (Hardin CN)







