Cermin Nusantara

Terkait Hadiah Ajang Kreatif Anak, Ini Penjelasan Kabid PAUD Kepsul

Sanana, CN : Sejumlah orang tua murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mempertanyakan penghargaan berupa hadih dalam ajang kreatif anak PAUD yang di selenggarakan oleh Dinas pendidikan Kabupaten Kepulawan Sula pada tanggal 20 Juli 2019 lalu

Kepada cerminnusantara.com sejumlah orang tua murid yang enggan menyebut namanya menyampaikan keluhan atas prestasi anaknya mengikuti lomba ajang kreatif anak PAUD namun hingga kini penghargaan berupa hadiah belum juga di berikan.

“anak saya juga ikut salah satu mata lomba dan mendapatka juara tapi sampai sekarang penghargaan berupa hadia belum di berikan” ungkap salah satu orang tua murid PAUD yang egan namanya di muat.

Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kepsul

Terpisah, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kepulawan Sula, IDA SRIYANTI, ketika di temui media ini menjelaskan keterlambatan pemberian hadiah tersebut karene pihak orang tua murid yang anaknya berprestasi (Juara)  belum memasukan rekening ke pihak dinas karena hadiahnya bersifat non tunai, setelah memasukan rekening baru di buat SK.

“Kami kan harus bikin SK juga, ada beberapa sekolah yang belum punya rekening jadi kami masih menunggu baru buat SK, kalu satu-satu kan gak mungkin, kami dari pihak dinas dan sekolah sudah berusaha tapi tergantung kepada yang juara karena berhubungan dengan non tunai yang harus masuk ke rekaning dan tidak boleh menggunakan rekaning orang lain” Jelas Ida. (I.Ng)

Warga Kawasi Krisis Air Bersih, PT. Harita di Desak Pecat Pihak CSR Perusahaan

LABUHA,CN- Perusahaan PT. Harita Group yang beroperasi di Desa Kawasi kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan, dengan investasi puluhan Triliun rupiah seharusnya mampu mensejahterakan masyarakatnya desa Lingkar Tambang jangankan kesejahteraan bagi masyarakat Lingkar tambang, masyarakat Desa Kawasi sendiri belum mendapatkan perhatian terhadap masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun fasilitas penunjang lainnya.

Hal ini di Sampaikan oleh Salah seorang warga Desa Kawasi yang enggan di publikasikan namanya kepada wartawan Jumat (30/08/2019) mengatakan pihaknya menyesalkan sikap perusahaan PT. Harita Group, yang tidak memperhatikan dan menjalankan kewajiban perusahan terhadap masyarakat Lingkar tambang khusunya masyarakat Desa Kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan oleh CSR PT. Harita Group selama 3 tahun CSRnya tidak pernah di jalankan oleh pihak PT.Harita melalui CSR perusahaan.

di katakannya Pihak CSR PT. Harita Group sendiri tidak memiliki komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dan Masyarakat sehingga sejumlah usulan kebutuhan mendasar Masyarakat ke pihak perusahan tidak pernah terealisasi misalnya krisis air bersih yang di alami oleh masyarakat Desa Kawasi selama ini, padahal bak penampung air bersih sudah di sediakan oleh pihak kepala Desa melalui Dana Desa dan pihak perusahan hanya menyambungkan pipa saluran air dari air perusahaan ke Bak induk yang sudah di kerjakan oleh kepala Desa Kawasi.

olehnya itu pihaknya mendesak kepada pemilik perusahaan PT. Harita Group untuk segera memberhentikan manager dan karyawan perusahan yang membidangi CSR PT. Harita Group karena selalu membangun hubungan kurang baik dengan masyarakat bahkan Anggaran CSR itu di Gunakan oleh CSR sendiri dengan program Tanaman rica dan tomat yang ada di halaman kebun warga padahal Anggaran CSR di habiskan miliaran rupiah.

Sementara itu di tempat terpisah Lembaga suwadaya masyarakat (LSM) Front Delik anti korupsi kabupaten Halmahera Selatan melalui ketua Devisi infestigasi Ruslan Abdul kepada wartawan Jumat (30/08/2019) mengatakan berdasarkan keterangan warga Desa Kawasi kecamatan obi Kabupaten Halmahera Selatan, kalau anggaran CSR bagi warga lingkaran perusahan PT. Harita Group, sudah memasuki 4 tahun ini tidak jalan lagi padahal CSR merupakan Hak masyarakat yang wajib di penuhi oleh perusahaan PT. Harita Group.

olehnya pihaknya secara Lembaga akan menelusuri Anggaran CSR tersebut dan hasil investigasi LSM FDAK Tersebut akan di laporkan ke pihak berwajib. cetusnya. (Bur)

Polres Halsel Gelar Upacara Pelantikan Kabag Ops, Sertijab Dua Kapolsek

HALSEK,CN- Kepala Kepolisian Resor Halmahera selatan AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., MM, memimpin langsung pelantikan Kabag Ops Polres Halsel dan serah terima jabatan Kapolsek Kayoa dan Kapolsek Gane Barat.

Upacara yang dilaksanakan di halaman Mapolres Halmahera Selatan Jumat (30/8/19), dihadiri PJU Polres Halsel, Para Kapolsek, Para Kanit, Personel Polres Halsel dan Bhayangkari Cabang Halmahera Selatan.

Pejabat yang dilantik dan diserah terimakan jabatan diantaranya AKP Naim Ishak, S.I.K., S.H., M.H., Jabatan lama Kasat Reskrim Polres Haltim Polda Malut dilantik menjadi Kabag Ops Polres Halsel.

Sedangkan dua Kapolsek yang sertijab yaitu Kapolsek Kayoa dari Pejabat lama IPTU Ahmad Mujarab yang menduduki jabatan baru sebagai PS. Kaurjarkom Subbidtekkom Bid Ti Polda Malut kepada Pejabat baru IPDA Heryadi yang sebelumnya menduduki jabatan PS. Kasie Propam Polres Halsel serta Kapolsek Gane Barat di isi oleh IPDA Mardan Abdullrahman yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Patani Polres Weda menggantikan IPTU Rizky Yanuar Hernanda, S.T.K., yang dimutasikan di Polres Halbar Sebagai PS. Kasat Intelkam sesuai dengan Skep Kapolda Malut Nomor : Kep/288/VIII/2019, tanggal 6 Agustus 2019.

Kapolres Halsel AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., MM., pada sambutannya mengatakan mutasi jabatan dalam lingkungan Polri suatu hal yang lumrah yang merupakan penyegaran kepada personel Polri dalam rangka pembinaan jenjang Karir dan laksanakan tugas secara profesional, modern dan terpercaya (promoter).

Kapolres Halsel menambahkan pejabat yang baru dilantik serta Kapolsek yang telah diserah terimakan agar segera menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan masyarakat di wilayah Kab. Halmahera Selatan agar segera mungkin dapat membangun tali silatuhrahmi dengan masyarakat sekitar kita bertugas.

Ahir sambutannya Kapolres Halsel mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada pejabat lama IPTU Ahmad Mujarab beserta Ibu dan IPTU Rizky Yaniar Hernanda, S.T.K atas pengabdiannya selama bertugas di jajaran Polres Halsel dan selamat atas promosi jabatan yang baru.

sedangkan Pejabat yang baru AKP Naim Ishak, S.I.K., S.H., M.H., beserta ibu dan IPDA Mardan Abdulrahman Beserta Ibu selamat datang di Polres Halsel saya harapkan loyalitas dan dedikasinya dalam melaksanakan tugas serta Kapolsek Kayoa IPDA Heryadi beserta Ibu selamat atas promosi jabatannya yang baru dan saya berharap loyalitas dan dedikasinya dalam pelaksanaan tugas, cetusnya. (Red)

PT. Harita Group Kembali Salurkan Rp.1,5 Miliar Untuk Gempa Halsel

TERNATE CN : Harita Group melalui Harita Natural Disaster Relief (HNDR) kembali memberikan bantuan bagi korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara. Pemberian bantuan pada tanggal (28/08) yang berlangsung di Taman Budaya Saruma, Kecamatan Labuha.
Setelah pada pertengahan Juli lalu HNDR menyalurkan bantuan sebesar Rp.300 juta, kali ini bantuan yang diberikan pun bertambah dengan nilai Rp1,5 miliar. Dana tersebut diserahkan oleh Pemilik Harita Group Lim Gunawan yang diterima langsung oleh Bupati Halsel H. Bahrain Kasuba, M.Pd.

Lim Gunawan selaku Pemilik Harita Group mengaku siap mendukung program Pemerintah Daerah Halsel, salah satunya dalam bentuk bantuan bagi korban gempa ini.

“Kami berkomitmen untuk tetap bersinergi dengan Pemda Halsel untuk pengembangan daerah. Apabila membutuhkan dukungan pihak swasta dalam hal ini Harita Group, kami akan mempelajari kebutuhan tersebut dan memberikan dukungan. Pemda juga selama ini luar biasa dukungannya kepada kami,” ungkap Lim melalui press release yang dikirim oleh Humas Harita Group kepada cerminnusantara.com via whatshap, Kamis (29/08/19).

“Dari sinergi yang terjalin baik ini, Harita Group mampu menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Halsel,” sambungya.

Bupati Halsel H.Bahrain Kasuba yang menerima secara langsung bantuan tersebut mengucapkan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam proses pemulihan pasca gempa.

“Terima kasih juga kepada PT Harita atas bantuan yang kedua hari ini. Akan kita berikan kepada daerah yang terdampak gempa. Bantuan dari Harita Group kali ini yang paling terbesar dibandingkan perusahaan lain,”tutur Bupati Halsel dalam sambutanya.

Bahrain Kasuba melanjutkan, selain ikut serta menjaga Halsel tetap kondusif ketika terjadi bencana alam, kehadiran Harita Group juga memberi dampak positif bagi pembangunan ekonomi di kabupaten ini.

“Kami berterima kasih karena kehadiran PT Harita sangat membantu dengan prestasi, dan tentu pembangunan semakin maju dari apa yang sudah dihadirkan oleh perusahaan. Selain itu, hadirnya Harita Group telah memberikan dampak positif bagi daerah dan khususnya penyerapan tenaga kerja juga,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Komandan Kodiklat TNI-AD Letjen A.M. Putranto, S.Sos. beserta Pangdam Pattimura Mayjen Dr. Marga Taufiq, SH., MH. juga hadir dan turut memberikan bantuan yang masing-masing berjumlah Rp100 juta. Hal tersebut menunjukkan jalinan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, TNI serta pelaku usaha industri dalam upaya meringankan beban warga Halsel yang terdampak gempa. (IM)

Kades Pelita Banta Tuduhan FPRDP Dan LSM Kane

HALSEL, CN : Kepala Desa Pelita Sabrun Usman membantah tuduhan yang di Alamatkan kepada dirinya dari Front Pembela Rakyat Desa Pelita (FPRDP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (Kane) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Halsel, Kamis (29/8) tadi.

Kepada media ini kades Pelita mengatakan dirinya di paksakana untuk membayar tunjangan yang masa aktif Surat Keputusan sudah selesai.

“Tuntutan mereka itu paksaakan saya untuk membayar tunjangan yang masa jabatan sudah selesai. Sementara saya sudah koordinasi dengan inspektorat Halsel bilang bahwa pembayaran tunjangan berdasarkan SK, artinya jika ada yang punya masa jabatan sudah selesai maka tidak bisa bayar lagi, sambil menunggu SK baru keluar sementara SK baru keluar di Bulan Maret 2019. Dan ketua BPD paksakan untuk membayar di bulan Januari dan Februari,”jelas kades. Saat diwawancari media ini. Kamis (29/08/19)

Lanjut Sabrun membantah permintaan ketua BPD yang tidak dibayar selama tujuh bulan itu.

“Sedangkan Ketua BPD meminta di bayarkan bulan Juli 2018 berarti enam bulan. Itu kan sudah selesai selanjutnya dari agustus sampai desember belum ada pengganti dan di paksakan untuk saya bayar sedangkan penjelasan dari inspektorat kabupaten Halsel bilang tidak bisa kalau saya bayar maka saya kena temuan,” jelasnya lagi

Masih Sabrun mengatakan terkait potongan 6% itu adalah potongan Pph. Dan dirinya tidak terbukti melakukan KKN.

“Untuk potongan 6% adalah potongan Pph, setelah di potong saya langsung setor ke kas daerah, kalau soal KKN tidak benar sisa kita lihat kinerja saja jika di audit dan bermasalah maka proses hukum berjalan tapi kan sampai sekarang tidak terbukti,”tangkis Kades

Lebih lanjut kades mengatakan dirinya tidak pernah mengintimidasi warga, namun warga tersebut telah melakukan tindakan kriminal maka dia memberikan apresiasi kepada polsek bacan dalam penangan hukum.

“Jadi terkait tiga orang yang di tahan itu terlibat kasus pencurian mesin 40 pk jenis long boat milik Desa Pelita kemudian ditemukan di desa Kampung Baru, ketika diberitahukan mesin hilang saya langsaung lapor ke pihak polsek Bacan, kemudian diketahui barang tersebut ada di Kampung Baru, saya dan pihak polsek kemudian menuju ke kampung baru, barang bukti kemudian diamankan di kantor polsek Bacan. Selanjutnya di kembangkan lagi dengan memanggil orang tersebut yang barang curian ditemukan, pengembangan berlanjut dan tiga orang lagi diamankan ke polsek atas tuduhan pencuroan mesin tersebut,”ungkap kades lagi.

Dirinya mengapresiasi kerja Polsek Bacan yang cepat dalam penangan Kasus Hukum di wilayahnya.

“Dalam tuntutan mereka, meminta di bebaskan tapi, saya tidak mau, saya sebagai pemerintah desa Pelita mendukung pihak kepolisian terutama polsek Bacan dalam mengusut tuntas kasus pencuriann dan memberikan kepercayaan penuh pada pihak berwajib untuk menyelesaikan,”tutupnya(red)

Jejak Timur Malut Desak Walikota Ternate Evaluasi Dua Kadis

TERNATE, CN : Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Jejak Timur Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa memuntut Walikota Ternate, H.Burhan Abdurahman segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasaan Pemukiman (Perkim), Rizal Marsaoly dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Nuryadi Arachman yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Ternate, Kamis (29/8/19).

Kedatangan masa dalam aksi tersebut karena diduga Kadis Perkim dan Kadis Disperindag Kota Ternate, melakukan tindak pidana kejahatan korupsi dalam beberapa paket proyek selama tahun 2016 hingga 2019.

Dugaan korupsi itu di lingkup Desperkim Kota Ternate, terkait alokasi anggaran pembahasan lahan fiktif di Kelurahan Jikomalamo. Sebab pembahasan lahan tersebut diduga bermasalah karena itu lahan sengketa. Namun, Dinas Perkim menganggarkan pembebasan lahan untuk pembangunan pasar tradisional,” teriak Korlap Muhammad Adam dalam orasinya

Tak hanya itu, Muhammad Adam juga menuturkan, dugaan bermasalah tata kelola pembangunan rusunawa di Kelurahan Gamalama dalam penempatan pedagang dianggap tak sesuai Perda Kota Ternate.

Dugaan bermasalah pembangunan pasar Tradisional jikomalamo yang dipindahkan ke Kelurahan Takome itu, dianggap dua kali penganggaran dari tahun 2017 hingga 2019 oleh Disperindag Kota Ternate. Sehingga pak walikota segera mencopot dua kepala dinas itu karena bertindak sesuai kepentingan pribadi,” tegas Muhammad Adam.

Dalam amatan cerminnusantara.com setelah menggelar aksi didepan halaman Kantor Walikota, massa aksi kemudian melanjutkan aksi di Kantor Kejari Terntate untuk mendesak Kejari Ternate agar segera memanggil dan memeriksa kepala Dinas Perkim, Rizal Marsaoly dan Kadis Desperindag, Nuryadi Arachman atas dugaan tindakan pidana kejahatan korupsi sejumlah proyek yang diduga bermasalah. (im)