Pelantikan Pengurus PWI Halsel Siap Digelar, Usung Tema “Pers Mengawal Visi Agromaritim”

HALSEL, CN – Persiapan pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan, (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terus dimatangkan.

Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026 itu dipastikan berjalan khidmat dan penuh makna, terlebih digelar dalam suasana Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua Panitia Pelantikan, Dahbudin Basri, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari tahap penganggaran hingga kesiapan teknis di lapangan.

“Segala macam persiapan sudah kami lakukan sematang mungkin. Dari tahap penganggaran, koordinasi, hingga kesiapan teknis lainnya, semuanya berjalan sesuai rencana,” ujar Dahbudin, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, panitia bersama Ketua PWI Halmahera Selatan, Samsudin Chalil, telah melakukan audiensi dengan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, terkait kesiapan pelantikan dan Rapat Kerja (Raker).

Dalam pertemuan tersebut, panitia tidak hanya membahas teknis pelaksanaan, tetapi juga secara resmi meminta waktu dan kesediaan Bupati untuk hadir langsung pada hari pelantikan. Dahbudin menyebut respons kepala daerah sangat positif dan mendukung penuh agenda tersebut.

Pelantikan nantinya juga akan dihadiri jajaran Pengurus PWI Malut. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dipastikan disiapkan secara maksimal agar pelaksanaan berjalan tertib dan berkesan.

“Kehadiran pengurus provinsi tentu menjadi kehormatan bagi kami. Maka dari itu, hari pelaksanaan harus benar-benar kami siapkan dengan baik agar semua berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam rangkaiannya, panitia merencanakan tausiah sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual di bulan suci Ramadan. Tausiah tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik tidak hanya berpijak pada fakta dan data, tetapi juga pada etika serta tanggung jawab moral.

Panitia berencana menghadirkan mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode, Muhammad Kasuba, sebagai pengisi tausiah. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap koordinasi lebih lanjut.

“Kami merencanakan menghadirkan Dr. Muhammad Kasuba untuk mengisi tausiah, tetapi hal ini masih kami komunikasikan. Harapan kami, tausiah nanti dapat memberi penguatan nilai dan kebijaksanaan bagi insan pers,” tutur Dahbudin.

Setelah tausiah, kegiatan akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel di Aula Kantor Bupati. Momentum Ramadan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara insan pers, Pemerintah Daerah (Pemda), dan para pemangku kepentingan.

Pelantikan kali ini mengusung tema “Pers Mengawal Visi Agromaritim.” Tema tersebut diharapkan menjadi pijakan lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga visioner, terutama dalam mendukung arah pembangunan daerah berbasis potensi pertanian dan kelautan.

“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan ketulusan dan kebersamaan. Kami berharap pelantikan ini bukan hanya menjadi awal kepengurusan baru, tetapi juga menjadi penguatan komitmen pers dalam mengawal pembangunan dan menghadirkan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat Halmahera Selatan,” ungkap Dahbudin.

Ia juga menegaskan bahwa pelantikan PWI Halmahera Selatan layak mendapat dukungan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan publik, menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Pers adalah mitra strategis pemerintah daerah. Karena itu, kami berharap dukungan dari seluruh OPD agar pelantikan dan raker ini benar-benar melahirkan gagasan yang konstruktif bagi kemajuan Halmahera Selatan,” tutup Dahbudin. (Hardin CN)

Panen Jagung di Orimakurunga, Kades Rusdi Sidik Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Nasional

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar panen jagung pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong swasembada pangan di tingkat desa.

Panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik, bersama aparat desa dan masyarakat setempat. Hasil panen jagung yang tumbuh subur di lahan pertanian desa menjadi bukti keseriusan Pemdes dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi warga.

Di sela-sela kegiatan panen, Rusdi Sidik menyampaikan bahwa program swasembada jagung merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadikan Desa Orimakurunga sebagai desa penyangga pangan di Kecamatan Kayoa Selatan. Jagung dipilih karena memiliki nilai ekonomis dan mudah dibudidayakan oleh masyarakat,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja sama dan partisipasi aktif para petani serta dukungan semua pihak. Pemdes, kata dia, akan terus mendorong perluasan lahan tanam serta memberikan pendampingan agar hasil produksi semakin meningkat.

“Harapan kami, program ini tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan petani. Ke depan, kami akan terus mengembangkan komoditas unggulan yang sesuai dengan potensi wilayah desa,” tambahnya.

Dengan panen yang berlangsung akhir Februari ini, Pemdes Orimakurunga optimistis sektor pertanian akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan desa yang berkelanjutan di tahun 2026. (Hardin CN)

Ketua BARAH Puji Transparansi Kades Dolik, Penyerahan Laporan Anggaran Desa Dinilai Jadi Contoh di Halsel

HALSEL, CN – Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, memberikan apresiasi kepada Kepala Desa (Kades) Dolik, Iswadi Ishak, atas langkah transparan dalam menyerahkan laporan realisasi anggaran desa setiap tahun kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Menurut Ady, penyerahan laporan realisasi anggaran secara rutin kepada BPD merupakan langkah yang masih jarang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Ia menilai, apa yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Dolik patut menjadi contoh bagi desa-desa lain.

“Kami dari BARAH memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Dolik karena secara terbuka menyerahkan laporan realisasi anggaran tiap tahun kepada BPD. Ini adalah bentuk transparansi yang nyata dan masih jarang kita temui di Halsel,” ujar Ady, Rabu (25/2/2026).

Ia berharap keterbukaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah desa lainnya agar lebih terbuka kepada publik, khususnya kepada masyarakat setempat, terkait realisasi penggunaan anggaran desa setiap tahun.

Ady menegaskan bahwa Dana Desa (DD) merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi masyarakat dan dititipkan kepada Kades untuk dikelola melalui program-program yang telah dimusyawarahkan bersama. Karena itu, realisasi penggunaannya wajib diketahui masyarakat melalui BPD sebagai representasi warga di tingkat desa.

“Dana desa adalah dana publik. Pengelolaannya harus transparan dan realisasinya harus diketahui masyarakat setiap tahun. Ini sudah jelas diamanatkan dalam Undang-Undang Desa dan berbagai peraturan yang mengatur tentang keuangan negara,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa masih ada BPD di sejumlah desa yang harus datang ke Kabupaten untuk meminta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) realisasi anggaran, namun seringkali tidak mendapatkannya dengan berbagai alasan.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi BPD yang harus ke Kabupaten hanya untuk meminta LPJ yang seharusnya disampaikan secara terbuka di desa. Desa Dolik telah memberi contoh yang baik. Semoga ini diikuti oleh desa-desa lain di Halsel,” tutup Ady.

Lebih lanjut, Ady menilai sejauh ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halsel belum menunjukkan ketegasan dalam memberikan instruksi kepada seluruh Kades terkait kewajiban transparansi realisasi anggaran setiap tahun.

Menurutnya, transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan hasil Musyawarah Desa (Musdes), serta dapat menjadi bahan evaluasi apabila di kemudian hari ditemukan persoalan berdasarkan hasil audit Inspektorat.

Ia berharap langkah yang dilakukan Desa Dolik dapat dijadikan contoh oleh 248 desa lainnya di Halsel. Apalagi, kata dia, hampir seluruh Kades bersama DPMD Halsel diketahui telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk kegiatan penunjang mental dan disiplin seperti retreat.

“Kalau kegiatan penunjang bisa dilaksanakan dengan anggaran miliaran rupiah, maka transparansi laporan realisasi anggaran juga harus menjadi prioritas utama. Ini demi kepercayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik,” pungkas Ady. (Hardin CN)

Kades Iswadi Ishak Serahkan Laporan Realisasi Anggaran 2025 kepada BPD, Rapat Pemdes Dolik Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar rapat bersama mitra kerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rabu (25/2/2026).

Rapat yang berlangsung di Kantor Desa Dolik tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Dolik, Iswadi Ishak. Turut hadir Babinkamtibmas serta tokoh adat Desa Dolik.

Dalam agenda tersebut, Pemdes Dolik secara resmi menyerahkan laporan realisasi anggaran Tahun Anggaran (TA) 2025 kepada BPD sebagai bentuk laporan penggunaan anggaran dan pelaksanaan teknis kegiatan tahun sebelumnya.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Penyerahan laporan ini menjadi bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas Pemdes Dolik dalam pengelolaan anggaran desa.

Kades Dolik, Iswadi Ishak, menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan kegiatan dan pelaporan dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah seluruh kegiatan tahun anggaran 2025 telah kami laksanakan dengan baik. Hari ini kami serahkan laporan realisasinya kepada BPD sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada masyarakat,” ujar Iswadi.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemdes, BPD, Babinkamtibmas, serta tokoh adat menjadi kunci kelancaran pelaksanaan program desa.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kekompakan dan keterbukaan dalam setiap program pembangunan desa, sehingga apa yang direncanakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Hardin CN)

Sosok Haji Robert Dipuji Warganet, Dinilai Dermawan dan Peduli Kemanusiaan

TERNATECN – Nama Haji Robert Nitiyudo Wachjo, atau yang akrab disapa Haji Robert, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah warganet memuji sosok pengusaha tambang tersebut sebagai figur yang berhati tulus dan peduli terhadap masyarakat.

Haji Robert merupakan pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai pemilik mayoritas saham PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Dalam sebuah unggahan akun Facebook Thika Lmph, pada Senin (23/2/2026) disebutkan bahwa Haji Robert merupakan pengusaha yang “memanusiakan manusia” dan memiliki kepedulian nyata terhadap warga. Unggahan itu turut disertai tagar #HajiRobert, #NHMPeduli, dan #KebaikanNyata.

“Wajar jika muncul rasa hormat dan penghargaan, beliau sebagai sosok manusia berhati tulus dan mulia. Figur yang jarang kita jumpai di masa sekarang,” tulis akun tersebut.

Komentar lain dari M Iram Galela menyebut, jika semua pimpinan perusahaan memiliki kepedulian yang sama seperti Haji Robert, maka masyarakat akan semakin terbantu.

“Jika semua pimpinan perusahaan berhati sama dengan Haji Robert maka game is over. Masyarakat banyak terbantukan. Sehat selalu Ayahanda,” tulisnya.

Sejumlah warganet juga mengungkapkan pengalaman pribadi terkait bantuan yang diberikan, mulai dari dukungan pengobatan hingga bantuan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.

Perbincangan ini menunjukkan bahwa peran pengusaha dalam kegiatan sosial masih menjadi perhatian publik, khususnya di Maluku Utara. Dukungan dan kritik yang muncul di media sosial menjadi cerminan tingginya harapan masyarakat terhadap kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga. (Hardin CN)

Pemuda BAM Dorong Pemda Halsel Hadirkan Lapangan Permanen di Pembukaan Liga Ramadhan 2026

HALSEL, CN – Ketua Pemuda BAM, Maulana, menyuarakan urgensi ketersediaan fasilitas olahraga yang representatif dan memiliki kepastian hukum di hadapan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka saat memberikan sambutan pada pembukaan BAM Futsal League 2026 di Labuha, Kecamatan Bacan, pada Minggu malam, 22 Februari 2026.

Turnamen yang populer dengan sebutan “Liga Ramadhan” itu kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu menggelar kompetisi berskala besar secara swadaya, meski di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kegiatan ini lahir dari kontribusi nyata pemuda BAM yang bekerja mandiri. Ini membuktikan bahwa pemuda memiliki inisiatif tinggi dalam membangun dinamika positif di daerah tanpa harus selalu menunggu instruksi formal,” ujar Maulana di hadapan Wakil Bupati serta jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Halsel.

Maulana turut memaparkan landasan medis di balik pemilihan waktu pertandingan pada malam hari. Merujuk pada literatur kesehatan olahraga, ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik berintensitas tinggi setelah berbuka puasa merupakan pilihan yang lebih rasional bagi metabolisme atlet dibandingkan siang hari saat berpuasa.

Menurutnya, malam hari menjadi periode optimal untuk pemulihan glikogen dan hidrasi tubuh setelah seharian menahan asupan.

“Kondisi fisik berada pada titik kesiapan terbaik setelah kebutuhan energi terpenuhi, sehingga risiko cedera atau gangguan kesehatan akibat dehidrasi dapat diminimalisir secara signifikan,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan aspek kesehatan, Maulana menekankan bahwa turnamen ini juga menjadi ruang hiburan masyarakat, khususnya bagi kaum ibu yang sejak sore hari disibukkan dengan persiapan berbuka puasa.

Baginya, sepak bola telah menjadi bagian dari DNA kultural masyarakat Halsel yang mampu menyatukan lintas generasi dalam suasana kebersamaan Ramadan.

Sebagai praktisi hukum, Maulana juga menyoroti persoalan infrastruktur. Ia mengungkapkan bahwa lapangan yang digunakan saat ini merupakan lahan milik PT Telkom Indonesia yang status penggunaannya masih bersifat sementara.

Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus cerminan kegelisahan pemuda terhadap ketersediaan fasilitas olahraga yang mapan secara hukum.

“Kami berharap kehadiran Pemerintah Daerah malam ini menjadi awal sinergi untuk menyediakan sarana olahraga permanen. Pemuda membutuhkan kepastian fasilitas agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Halsel menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kemandirian Pemuda BAM dalam menginisiasi turnamen tahunan ini.

Pemerintah Daerah (Pemda) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara Pemda, KONI, PSSI, dan Pemuda BAM guna mempercepat realisasi fasilitas olahraga permanen yang diharapkan bersama.

Turnamen resmi dibuka dengan prosesi penyerahan piala bergilir dari juara bertahan, Tim Mandala, kepada panitia penyelenggara. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati beserta jajaran pimpinan organisasi olahraga, menandai dimulainya kompetisi BAM Futsal League 2026 secara resmi. (Hardin CN)