FKPT Malut Libatkan Perempuan Cegah Radikalisme

TERNATE, CN – Pelibatan Perempuan sebagai Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara Bulan November Tahun Anggaran 2020. Senin, 02 November 2020 bertempat di Ballroom Muara Hotel, Ternate.

Ketua Bidang Perempuan Dan Anak FKPT Maluku Utara, Hasma Nento, S.IKom mengatakan saat ini terorisme bukan hanya dilakukan oleh laki-laki, namun juga kaum perempuan mulai ingin mengikrarkan ideologinya.

“Masih segar dalam ingatan kita serangan di 3 gereja (GPPS Arjuno, GKI Diponegoro, dan Gereja Santa Maria Tak Bercela) di Surabaya yang faktanya pelaku bom bunuh diri dilancarkan oleh satu keluarga. Hal yang mengejutkan lainnya adalah pelaku ledakan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela adalah perempuan dewasa yang tidak lain adalah seorang ibu yang membawa Dua orang anaknya untuk meledakkan dirinya di depan halaman Gereja, sehingga menewaskan setidaknya 6 orang dan 35 orang luka-luka (BBC News Indonesia 2018)” jelasnya.

Hamsa bilang, pemerhati isu Gender dan Radikalisme, Lies Marcoes, memandang fenomena bom Surabaya yang melibatkan Satu keluarga : suami, istri dan anak-anaknya membuktikan peran perempuan dalam gerakan radikal tak lagi bersifat individual, melainkan sebagai pelaku utama yang memiliki kekuatan yang bahkan melibatkan anaknya sendiri sebagai pelaku teror dan kekerasan.

“Penelitian yang dilakukan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) tahun 2017 menunjukkan bahwa perempuan Indonesia mulai mengambil peran dalam tindak ekstrimisme dan radikalisme, bahkan beberapa dari mereka ingin menjadi pelaku bom bunuh diri. Fenomena itu muncul setelah dua perempuan ditangkap pada Desember 2016 karena diduga berafiliasi dengan Islamic State Islam of Irak and Suriah (ISIS) dan bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri, mereka adalah Dian Yulia Novi dan Ika Puspitasari, keduanya mantan buruh migran dari Hongkong,” sebutnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan mayoritas perempuan terpapar radikal melalui kajian-kajian, pengaruh dari suaminya, juga bahan bacaan dari berita-berita yang disebarkan melalui media-media komunikasi dan informasi.

“Ada media online, cetak, dan media-media lainnya yang dibuat oleh kelompok-kelompok radikal untuk memperluas penyebaran paham-paham kelompoknya, sementara peran perempuan sangat vital dalam keluarga yaitu sebagai “Sekolah Pertama” dalam keluarga,” terangnya

“Keluarga sendiri memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah fungsi sosialisasi yaitu keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakat juga sebagai fungsi pengawasan sosial yang berarti setiap anggota keluarga, pada dasarnya saling melakukan kontrol pengawasan karena memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik,” sambung Hamsa.

Selanjutnya ia mengatakan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang di rilis pada 27 November 2018 menyatakan bahwa kearifan lokal efektif menangkal penyebaran paham radikal. Sebanyak 63,60 persen responden survei percaya bahwa kearifan lokal bisa menangkal radikalisme dan diyakini sebagai kekuatan kontrol sosial. Kearifan lokal seharusnya dapat ditanamkan dan diterapkan sejak dini dalam keluarga, dari segi tutur lisan maupun tata krama dalam lingkungan.

“Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang diamanatkan menangani terorisme, memandang penting aspek pencegahan yang bersifat lunak dalam upaya mewaspadai berkembangnya radikalisme dan terorisme yang membajak kepercayaan tertentu di masyarakat,” terang Hamsa.

Bukan hanya itu Hamsa mengatakan tentang radikal terorisme di masa pandemi Covid-19 ini Presiden Joko Widodo juga ke Maluku Utara menegaskan bahwa masyarakat harus tetap melawan penyebaran Covid-19 sambil beraktivitas seperti sediakala dengan menggunakan protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan pemerintah. Pola kehidupan baru ini kemudian banyak disebut sebagai New Normal.

“Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi dibentuk sebagai sinergitas di daerah untuk melaksanakan program pencegahan terorisme, sehingga program-program ini diharapkan dapat menjadi stimulan untuk diteruskan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah sehingga kita bisa memiliki pemahaman yang sama tentang pencegahan terhadap aksi-aksi terorisme,” paparnya.

Hamsa mengatakan ini sebagai acuan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Pelibatan Perempuan sebagai Agen Perdamaian dalam pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara Bulan November Tahun Anggaran 2020.

“Memberikan gambaran secara jelas kepada masyarakat khususnya perempuan mengenai terorisme di Indonesia, meliputi ancaman, kerawanan, hingga pertumbuhannya, sebagai bagian dari kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan terorisme,” ungkapnya.

Hamsa mengatakan untuk meningkatkan sinergi antara FKPT Malut dan BNPT sebagai bagian terdepan di masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme dengan tokoh perempuan, organisasi masyarakat perempuan, dan perkumpulan perempuan di lingkungan TNI/POLRI;

“Ini mendorong masyarakat khususnya para perempuan untuk lebih bijaksana dalam memahami kondisi terkini dan fakta di lingkungan sekitar, sehingga dapat mengaplikasikan pemahamannya kepada keluarga dan lingkungan terdekat sebagai daya cegah dan tangkal terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme,” pungkasnya. (Ridal CN)

Tak Cukup Bukti, Polda Malut Bakal Keluarkan SP3 Kasus Dugaan Ijazah Palsu Usman Sidik

TERNATE, CN – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Daerah Maluku Utara, melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum, akan menghentikan proses penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana pemalsuan Ijazah atau menggunakan Ijazah palsu yang diduga dilakukan H. Usman Sidik untuk mendaftar sebagai Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Kuasa Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rahim Yasin, SH. MH saat ditemui wartawan, Ahad, Minggu (1/11/2020) mengatakan, Polda Malut dalam waktu dekat akan SP3 atau menghentikan kasus Ijazah palsu.

Kata dia, hal ini terkait dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara melalui kuasa hukumnya Muhammad Konoras, SH, bahwa laporan Alumni terbaik Muhammadiyah, Usman Sidik ke Polda ada dugaan tindak pemalsuan, itu tidak benar.

Ia menuturkan, setelah Polda melakukan penyidikan soal kasus tersebut. Ternyata kasusnya tidak ditemukan tindak pidana atau tidak cukup bukti yang selama ini dituduhkan kepada Usman Sidik yang merupakan alumni terbaik SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

“Artinya tidak ada yang namanya pemalsuan, Izajah Usman Sidik itu asli dan yang bersangkutan pernah mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah Kota Ternate,” ungkapnya.

Menurutnya, terkait SP3 kasusnya akan ditutup, namun kelanjutannya secara normatif akan dikeluarkan dalam gelar nanti bahwa kasusnya tidak cukup bukti dan akan ditutup.

Dirinya meminta masyarakat Maluku Utara, kususnya masyarakat Halsel bahwa kasus ini akan selesai, karena Polda Maluku Utara sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, bahwa kasus yang dilaporkan itu bohong dan hanya dimainkan oleh lawan-lawan politik.

“Kami minta kepada masyarakat Halmahera Selatan bahwa kasus Ijazah palsu itu tidak benar dan bohong, dimana Polda Malut akan menghentikan kasusnya. Kasus ini hanya dimainkan oleh lawan politik yang sengaja ingin menggagalkan Usman Sidik untuk bertarung dalam Pilkada Halsel,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Malut, Kombes (Pol) Dwi Hindarwana saat dihubungi via handphone malam tadi tidak memberikan jawaban, apakah kasusnya dihentikan atau tidak.

“Nanti saja ya setelah saya balik dari Jakarta akan saya sampaikan,” singkatnya. (Ridal CN)

Peringati Hari Jadi ke-69, Humas Polres Halsel Gelar Bakti Sosial

HALSEL, CN – Memperingati hari jadi Humas Polri yang Ke – 69 yang jatuh pada Tanggal 30 Oktober 2020 dini hari, SubbagHumas Polres Halsel melaksanakan Bakti Sosial kepada beberapa warga yang kurang mampu di Kecamatan Bacan, Kabupaten Halamahera Selatan (Halsel), Jumat (30/10/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung PS. Paur SubbagHumas Polres Halsel Bripka Reskiawan, S.H., bersama Personil SubbagHumas Polres Halsel.

PS. Paur SubbagHumas, Bripka Reskiawan, S.H., menyapaikan, kegiatan Bakti Sosial merupakan bentuk rasa syukur Humas Polri khusus Personil SubbagHumas Polres Halsel dalam memperingati hari jadi Ke – 69 Tahun 2020 dalam mendekati diri kepada masyarakat untuk menjalin hubungan sinergitas kemitraan.

“Syukur Alhamdulillah, kami dari jajaran Subbag Humas Polres Halsel bisa berbagi kepada masyarakat dalam memperingati Hari jadi Humas Ke-69 Tahun 2020, semoga apa yang kami lakukan bisa membantu meringankan beban masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan terjalinnya kedekatan atau hubungan kemitraan, masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam rangka menjaga dan menciptakan Kamtibmas yang kondusif ditengah pandemi Covid – 19 dan Pilkada serentak 2020.

Kegiatan tersebut juga berlangsung dengan memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan jaga jarak serta menggunakan masker. (Red/CN)

Tokoh Pemuda: Figur Milenial Usman-Bassam Bakal Menang di Mandioli Selatan

HALSEL, CN – Kampanye kemenangan Pasangan Calon Nomor 2, Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) mendapat dukungan Tokoh masyarakat Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Hal ini disampaikan Tokoh Pemuda Mandioli Selatan, Sarwin Hi Hakim saat diwawancarai wartawan, pada Jum’at (30/10/2020) di kediamannya Desa Hidayat Kecamatan Bacan.

Sarwin mengatakan, visi-misi yang digagas Paslon Usman-Bassam sebagai program dalam kampanye sekaligus disampaikan lewat debat publik merupakan gagasan besar demi perubahan Kabupaten Halsel jauh lebih maju dan berkembang kedepan.

“Dengan visi-misi Pendidikan gratis, kesehatan gratis, tingkatkan pelayanan publik, mendorong UMKM di setiap Desa dan program berkantor di Kantor Camat di 30 Kecamatan di Halsel yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah disampaikan lewat kampanye Paslon Usman-Bassam bersama Tim koalisi pemenang itu merupakan program unggulan yang terbukti dengan kondisi kebutuhan masyarakat Halmahera Selatan secara kolektif,” ungkap Sarwin.

Lanjut Sarwin, figur milenial dengan semangat mengembalikan senyum masyarakat Halsel bakal diwujudkan dengan kekuatan dukungan masyarakat Mandioli Selatan untuk siap memenangkan pertarungan di Pilkada Halsel 9 Desember mendatang.

“Mewakili keluarga dan Pemuda Mandioli Selatan tetap berkomitmen menyatukan persepsi dan tekad dalam memilih Paslon Nomor 2, Usman-Bassam dalam meraih kemenangan,” tegasnya.

“Diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 4.259 dari 6 Desa Kecamatan Mandioli Selatan, 90 Persen Usman-Bassam meraih dukungan masyarakat,” pungkasnya. (Red/CN)

Tragis, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tewas Diterkam Buaya

HALBAR, CN – Nasib Rawil, Bocah 11 Tahun yang di kabarkan hilang di terkam Buaya, kini di temukan tak bernyawa, di Kuala yang berada di Desa Tauro, Jailolo, Halmahera Barat (Halbar) Jumat (29/10/2020) sekitar Pukul 01.33 WIT Malam.

Seperti diberitakan sebelumya, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu diterkam buaya saat main di kuala.

Kejadian itu berawal ketika korban (Rawil) yang masih duduk di bangku SD itu bermain di mulut kuala bersama temannya bernama Ardi Pada Hari Kamis (29/10) Kemarin sekitar pukul 10.00 WIT.

Tak lama berselang, korban kemudian sakit perut dan ingin buang air besar. Singkat cerita, korban pun pergi BAB, sementara Ardi, teman Korban saat itu bermain dipinggir kuala.

“Tak lama kemudian, korban pun menjadi santapan Buaya, korban digigit kemudian dimasukan ke dalam air,” kata Ardi dengan wajah memucat.

Ardi tak bisa berbuat banyak, ia pun hanya bisa teriak saat melihat temannya di terkam dan dibawa lari Buaya.

Sementara itu, Haris Samsi, kerabat korban kepada para awak media, ia menyampaikan bahwa Rawil ditemukan oleh salah satu warga bernama Mesak. Rawil ditemukan di dasar Kuala saat dalam pencarian.

Kata Haris, keluarga korban menolak untuk diotopsi karena keluarga korban sangat yakin Rawil meninggal karena gigitan buiaya.

Sebab, sambung Haris, terlihat dari luka goresan ditubuh Rawil, mulai dari kepala sampai bahu, lengan perut hingga kaki, semua bekas gigitan. (Red/CN)

Ketua PLKB Kasiruta Timur Bantah Gelapkan Gaji Penyuluh KB

HALSEL, CN – Ketua Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Iksan Sadik membantah atas dugaan penggelapan Gaji Penyuluh KB.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (29/10/2020), Iksan Sadik menjelaskan bahwa terkait dengan gaji Tenaga Pembantu Desa di Kecamatan Kasiruta Timur sampai sekarang, ia mengaku tidak tahu berapa jumlahnya dan tidak bisa di tentukan.

“Sebenarnya mereka itu bukan Penyuluh KB, tapi Tenaga Pembantu Desa untuk membantu kami setiap ada kegiatan di Desa dan soal gaji, sebenarnya bukan gaji, tapi uang jalan dan bukan pula perbulan yang di terima. Tapi persemesternya Rp 1,050.000 (Satu Juta Lima Puluh Ribu Rupiah), jadi nanti Satu semester yang mereka terima dari Pusat itu yang baru kami salurkan. Tapi mungkin karena mereka juga tidak mengerti. Padahal setiap saat kami selalu sampaikan dan kemarin uang jalan mereka itu sempat di potong oleh Bendahara BKKBN Kecamatan Kasiruta Timur untuk harga minya bukan untuk kami makan sendiri karena pada saat itu Tenaga Pembantu Desa tidak semua hadir,” katanya.

Iksan menyampaikan, SK Tenaga Pembantu Desa adalah SK dari Kepala Desa.

“Kepala Desa yang mengeluarkan SK Tenaga Pembantu Desa di tiap-tiap Desa, jadi seharusnya Desa yang gaji mereka cuma karena ini permintaan dari Pusat maka Kepala Desa hanya sebatas mengeluarkan SK mengetahui bahwa yang bersangkutan bekerja sama dengan kami di BKKBN,” jelasnya.

Selain itu, ketika di tanya terkait dengan dirinya yang menegaskan kepada seluruh  anggota Pembantu Desa untuk tutup mulut, ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Saya tidak pernah berikan arahan seperti itu, apalagi saya harus melarang mereka saling tanya jumlah gaji,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, seluruh anggota Pembantu Desa Kecamatan Kasiruta Timur  bakal hadir ke Kabupaten untuk mengambil uang jalan masing-masing di Dinas.

“Semua anggota Pembantu Desa yang ada di 8 Desa Kecamatan Kasiruta Timur di hari Senin bersama-sama ke Kantor Dinas untuk menghadap langsung agar semuanya lebih jelas serta mengambil gaji masing-masing,” tutupnya. (Red/CN)