Kepengurusan JMSI Wilayah Malut Resmi Terbentuk

TERNATE, CN – Jaringan Media Seiber Indonesia mengeluarkan surat keputusan Nomor : 31/SK-PD/JMSI XII/2020 tentang
pengangkatan Pengurus Daerah
Jaringan Media Seiber Indonesia (JMSI) provinsi Maluku Utara (Malut) periode 2020-2025.

Dengan di keluarkan surat kepengurusan Daerah Provinsi Maluku Utara, Dewan Pembina JMSI Malut, Fais Albar mengucapkan selamat kepada Pengurus JMSI Malut.

“Alhamdulillah SK Pengurus sudah terbit, Selamat mengemban amanah organisasi ini,” ucap Fais Kepada Media cerminnusantara.co.id, Selasa (29/12/2020).

Fais menghimbau kepada Pengurus Daerah untuk menginformasikan Surat Keputusan kepengurusan Daerah ini kepada instansi terkait.

“Segera menindaklanjuti diawali dengan menyampaikan SK ini ke Institusi mulai dari Gubernur dst,” tandasnya.

Pembina JMSI Maluku Utara itu juga berpesan kepada para pengurus untuk jaga kekompakan, jalin kerjasama dan saling menghargai.

“Mohon kerjasama pengurus, jaga kekompakan, saling memahami dan saling menghargai,” pungkas Fais.

Diketahui, susunan Pengurus Daerah
JMSI Provinsi Maluku Utara Periode 2020-2025.

Dewan Pembina :
H.Faisal Abdul Aziz,
Drs.Faiz Albaar.

Dewan Pakar :
Drs. H. Supardi Abdullah SH.
Mahmud Daya,ST

Dewan Pengurus
Ketua : Rahman Mustafa,S.IP
Wakil Ketua : Junaedi Abdul Rasyid,ST., CST

Sekretaris: Sukardi Khi Husen, S.IP. Wakil Sekretaris : Saiful Safrudin,S.Pd.
Bendahara : Munawir Yakub,S.Sos.

Bidang I (Organisasi dan Keanggotaan) : Abjan AB. Ahmad

Bidang II (Pendidikan, Pelatihan dan Literasi) : Fikram Salim,S.Pd

Bidang III (Pengembangan Potensi Daerah) : Yamin A. Hasan,S.Pi dan
Burhan Hi.Ahmad

Bidang IV (Pengembangan ICT). :Sutarman Syarif,S.Kom

Bidang V (Kerjasama Antar Lembaga) : Risno Rasai,S.Kom dan
Fadlan Abd Jalil,S.Pd

Bidang VI (Hukum dan Advokasi) : Purwanto Ngatmo, SH
dan Irfan Abdurrahim,SHI

Bidang VII (Penelitian dan Pengembangan). : Asbur Abu

Bidang VIII (Kesekretariatan, Pendataan Anggota dan Verifikasi).
: Arif Yuliawan,S.Pi dan Fathy Inat Alhadar. (Red/CN)

Kegiatan Tahun Baru Dibubarkan, Ketua PMII Komisariat Nuku Bilang Penegak Hukum Pilih Kasih

Tidore, CN – Ketua Komisariat Nuku Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tidore Kepulauan, Yunus menilai Penegak Hukum pilih kasih.

Menurut Yunus, Penegak Hukum dianggap pilih kasih lantaran pada momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sering terjadi kerumunan massa. Mulai dari pendaftaran Bakal Calon sampai pada pawai kemenangan.

“Itu sangat berpotensi dan melanggar protap kesehatan. Tapi tidak ada larangan atau tindakan hukum serta pembubaran massa dari pihak Kepolisian. Ini dugaan saya bahwa penegak hukum pilih kasih,” tegas Yunus melalui rilis yang diterima wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (29/12/2020).

Sementara terkait dengan kegiatan sambut Tahun baru yang dilakukan Pemuda di Kelurahan Bobo, Yunus mengatakan, itu salah satu edukasi budaya, panggung seni (Wisata pantai sambil beramal). Tapi kemudian ditiadakan Penegak Hukum dengan adanya Maklumat No Mak/4/XII/2020. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanan libur Natal Tahun 2020 dan Tahun baru 2021.

“Ini sangat disayangkan, padahal kalau dilihat dari jumlah massa, pendaftaran kampanye Pemilihan Kepala Daerah sampai pada pawai kemenangan lebih berpotensi terjadi penyebaran Covid-19 yang dibanding kegiatan yang dilakukan Pemuda Kelurahan Bobo.

Oleh karena itu, ia berharap, jikalau virus secara nasional masih ada. Maka penegak hukum harus serius.

“Saya berharap Penegak Hukum tegakan semua ini secara secara adil,” harapnya mengakhiri. (Red/CN)

Warga Keluhkan Jalan Desa Liaro Rusak dan Berlumpur

HALSEL, CN – Rusak dan berlumpur, Jalan Raya Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) dikeluhkan para pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan media cerminnusantara.co.id, Minggu (27/12/2020), Jalan antar Desa terlihat berlumpur. Bahkan sejumlah kendaraan Roda Dua dan Empat tertanam lumpur.

Adi, salah seorang pengguna kendaraan Roda Dua, dirinya selalu resah saat melintasi Jalan Desa Liaro di musim penghujan.

“Sudah biasa saat lewat di jalan ini di musim hujan. Tapi mau bikin bagimana? Pemerintah Daerah tara (Tidak) kalesang,” ucap Adi

Meski begitu, ia berharap ada langkah dan upaya Pemda untuk segera memperbaiki Jalan di Kecamatan Bacan Timur Selatan.

“Ya, semoga ada itikat baik dari Pemerintah Daerah untuk segera perbaiki Jalan Raya Desa Liaro,” harap Adi. (Red/CN)

2021 Terbentuk, Sahabat Lingkungan Miliki 13 Program Utama For Halsel

HALSEL, CN – Tahun depan 2021 bakal terbentuknya salah satu Lembaga lokal yang dinamai Sahabat Lingkungan (SL) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Hadirnya SL berdasarkan hasil diskusi dari sejumlah Pemuda-pemudi yang sangat peduli dengan lingkungan sejak beberapa Tahun lalu. Tapi baru dapat terealisasi rencana pembentukan SL ini.

Terbentuknya SL karena dilihat potensi kerusakan dan pencemaran lingkungan. Seiring dengan aktivitas pembangunan. Seperti kawasan industri, perhotelan dan aktivitas pertambangan baik skala kecil maupun besar.

Potensi itu akan berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang apabila aktivitas tersebut tidak diikuti dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Hal itu dipaparkan Rivai La Apu yang bakal diangkat sebagai Direktur SL Halsel saat menggelar rapat perdana pembahasan struktur dan Program SL di Swering Pantai Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu (26/12/2020).

“Jika sudah resmi terbentuk, insya Allah Tahun 2021 Sahabat Lingkungan akan siap mengawasi dan menjaga lingkungan serta diharapkan dapat memberikan solusi dan gagasan terkait pembangunan yang Rama lingkungan di Kabupaten Halmahera Selatan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Selain itu, SL memiliki 13 target program utama yang diharapkan dapat bersinergi dengan pihak-pihak terkait. Diantaranya:

  1. Kegiatan pendidikan lingkungan sungai/sekolah hijau.
  2. Pelatihan dan pengelolaan sampah.
  3. Pelatihan pemanfaatan sampah dan limbah.
  4. Pendidikan advokasi pencemaran limbah.
  5. Pendidikan program kali besar.
  6. Gerakan tanam sejuta pohon secara bertahap.
  7. Gerakan identifikasi dan tanam pohon langkah/pohon endemik Halmahera Selatan.
  8. Gerakan tanam pohon indigo.
  9. Gerakan pencambutan paku di setiap pohon yang ada di sepanjang jalan raya.
  10. Gerakan tanaman obat-obatan herbal.
  11. Gerakan tumbuh Tanpot/ tanaman dalam pot.
  12. Pelatihan usaha kreatif dari limbah.
  13. Pengelolaan pelatihan cangkok, stak batang/pelatihan stak batang tanaman buah.

Olehnya itu, ia berharap kepada pengurus SL Halsel selalu semangat jalin kerjasama dengan Dinas terkait agar program yang disusun dapat diimplementasikan. Sebab menurut Rivai, perumusan kebijakan teknis pengendalian, pemantauan, pengawasan dan penegakan hukum terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup itu merupakan tugas dan fungsi pokok serta tanggung jawab Dinas tertentu. Sahabat Lingkungan hadir untuk bekerjasama dalam membantu tugas-tugas pemerintah namun mengawal hak masyarakat untuk hidup pada lingkungan yang aman, nyaman dan sehat serta memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan jauh lebih penting.

“Selain itu, kami juga berharap kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) agar sama-sama bersama masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan bisa merawat dan menjaga lingkungan di sekitar kita,” harapnya. (Red/CN)

Belum Terima Ijazah, Orang Tua Murid SDN 134 Halsel Resah

HALSEL, CN – Puluhan Pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Halmahera Selatan lulusan Tahun ajaran 2020/2021 belum bisa bernafas lega. Pasalnya, hingga saat ini, siswa SD Negeri 134 Halmahera Selatan di Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan belum menerima ijazah kelulusan hingga sekarang.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (26/12/2020). Sejumlah orang tua murid yang enggan menyebutkan nama mengeluhkan bahwa anak mereka yang kelulusan Tahun ajaran 2020/2021 belum menerima ijazah. Sementara saat ini anak mereka yang sudah lulus SD sudah duduk di Bangku SMP.

“Anak kami itu lulus Tahun 2020, tapi sampai saat ini belum mendapatkan ijazah. Jadi kami resah karena saat ini anak kami sudah masuk SMP,” kesal mereka.

Padahal, para orang tua siswa selalu datangi Kepala Sekolah, Hamim Bahrun, S.pdi mempertanyakan terkait dengan ijazah siswa.

“Pak Kepala Sekolah cuma bilang bahwa ijazah SD itu, sampai sekarang belum ada,” jelasnya.

Sementara kata mereka, ketika Ujian Nasional (UN) para siswa dibebankan uang sebesar Rp 1 juta per siswa dari jumlah siswa yang menghadapi ujian.

“Masa siswa sudah bayar uang ujian yang begitu besar, tapi kenapa sampai sekarang belum menerima ijazah?,” bebernya.

Oleh karena itu, orang tua siswa berharap, Kepsek Hamim Bahrun selaku penanggung jawab di SD 134 Halsel segera memberikan ijazah puluhan siswa yang belum menerimanya itu.

Hingga berita ini dipublish, Kadis Pendidikan Halsel, Nurlela Muhammad dan Kepsek SDN 134 Halsel, Hamim Bahrun saat dihubungi tidak aktif. (Red/CN)

SNNU Halsel Segera Terbentuk

HALSEL, CN – Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) dalam waktu dekat ini akan segera terbentuk di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Hal itu dipaparkan salah seorang Badan Otonom NU, Sajid Hi. Ajudin.

Kepada wartawan Cerminnusantara.co.id, Senin (21/12/2020), Sajid menjelaskan bahwa SNNU saat ini sudah terbentuk di Wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut).

“Maka dari itu, kami selaku Kader yang saat ini berdomisili di Kabupaten Halmahera Selatan akan bentuk SNNU ditingkatkan Kabupaten. Khususnya di Halmahera Selatan dan paling lambat Tahun 2021 sudah harus terbentuk,” akunya.

Selain itu, Putera asal Bacan Timur itu menambahkan, jika SNNU resmi terbentuk di Halsel. Maka akan bermitra dengan Dinas terkait.

“Kami akan mengawal ketat setiap program dari Dinas terkait yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan di Kabupaten Halmahera Selatan guna memastikan bahwasanya setiap program itu selalu berjalan dengan baik dan lancar,” tegas Sajid.

Sementara ketika ditanya persiapan SNNU untuk Kabupaten Halsel, Sajid menuturkan bahwa dirinya sudah mengusulkan nama-nama pengurus ke Provinsi.

“Struktur SNNU Halsel sudah saya usulkan ke Provinsi dan saya yang bakal jadi Ketua SNNU di Halsel. Jadi tinggal tunggu progres selanjutnya saja,” tuturnya.

Sajid berharap dengan hadirnya SNNU Halsel, semua nelayan dan pelaku usaha Perikanan yang terlibat di sektor kelautan dan perikanan terutama para nelayan dan pembudidaya kecil bisa lebih berkembang dan sejahtera.

“Bicara sektor Kelautan dan Perikanan sudah menjadi tanggung jawab setiap stakeholder, tanpa terkecuali SNNU. Maka kami juga akan mengakomodir para nelayan yang ada di setiap Desa untuk menjalankan Visi-Misi SNNU nanti. Tapi itu nanti sudah resmi terbentuk,” tutupnya. (Red/CN)