Oknum Kades di Makian Barat Diduga Selingkuh, Foto Mesra Beredar

HALSEL, CN – Dugaan perselingkuhan menyeret seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Informasi tersebut diterima wartawan setelah beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan dua orang dewasa tampak mesra dan berpelukan.

Foto itu pertama kali beredar di kalangan terbatas sebelum akhirnya sampai ke meja redaksi pada Minggu (21/12/2015). Dalam gambar tersebut, terlihat seorang pria dan seorang perempuan sedang berbaring di atas tempat tidur. Sang pria tampak tidak mengenakan atasan, sementara lengannya merangkul erat perempuan yang berada di hadapannya. Perempuan tersebut mengenakan kaus berwarna terang dan terlihat bersandar di dada pria itu.

Berdasarkan pengamatan visual pada foto yang diterima, keduanya berada di dalam sebuah ruangan tertutup yang diduga kamar tidur. Latar belakang berupa bantal dan sprei bermotif bunga. Pose berpelukan dengan jarak sangat dekat, menunjukkan keintiman. Ekspresi wajah keduanya terlihat santai dan tanpa rasa canggung.

Foto tersebut diduga diambil menggunakan kamera ponsel dengan metode swafoto (selfie). Hal ini terlihat dari sudut pengambilan gambar yang dekat serta posisi kamera yang berada sejajar dengan wajah kedua orang tersebut. Pencahayaan minim dan komposisi foto menguatkan dugaan bahwa gambar diambil secara sadar dan bersifat pribadi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak oknum Kades yang disebut-sebut dalam dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi ini kepada pihak terkait melalui nomor handphone 08534288**** namun tidak aktif.

Redaksi menegaskan, identitas lengkap kedua orang dalam foto belum dipublikasikan guna menjunjung asas praduga tak bersalah serta menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang maupun yang bersangkutan. (Hardin CN)

Kades Talimau Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pembangunan Masjid Al Ikhlas

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Khatab Sanaky, menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Al Ikhlas di Desa Talimau.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Khatab Sanaky mewakili masyarakat Desa Talimau sekaligus panitia pembangunan Masjid Al Ikhlas. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu percepatan penyelesaian pembangunan masjid di desa setempat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, serta Bapak Muhammad Abusama selaku anggota DPRD Provinsi Maluku Utara atas perhatian dan bantuannya,” ujar Khatab Sanaky, kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, berkat dukungan tersebut, pembangunan Masjid Al Ikhlas kini mengalami kemajuan signifikan. Pada tahun ini, panitia bersama masyarakat berhasil menyelesaikan beberapa tahapan penting, seperti pemasangan keramik, plafon, hingga finishing gerbang masjid.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, pembangunan masjid di desa kami bisa terus berjalan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah,” tambahnya.

Masyarakat Desa Talimau berharap pembangunan Masjid Al Ikhlas dapat segera rampung sepenuhnya dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial bagi warga setempat. (Hardin CN)

Relokasi Kawasi Dipuji Warga: Air Bersih dan Listrik 24 Jam, Intinya Kami Nyaman

HALSEL, CN — Warga yang kini tinggal di Permukiman Baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyatakan bahwa kehidupan mereka telah meningkat secara signifikan, terutama dari sisi kenyamanan dan akses fasilitas dasar.

Mereka menegaskan bahwa relokasi tidak membuat mereka menjadi korban, justru menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik.

Warga juga menilai bahwa banyak narasi di luar sana tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka rasakan.

“Fasilitas di sini bagus dan nyaman. Air bersih dan listrik 24 jam, intinya kami nyaman,” ujar Saidi Joronga, warga Permukiman Baru, Sabtu (6/12/2025).

Ia memastikan bahwa rumah pengganti yang diberikan tidak mengurangi hak warga atas hunian yang layak.

“Rumah di Kawasi Lama itu empat kamar, sekarang di Kawasi Baru juga sama, empat kamar dan lengkap fasilitas lainnya. Kalau mau bandingkan, lebih bagus di sini, karena rumah yang diganti perusahaan jumlah kamarnya sama,” tambahnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kawasi, Frans Datang, menegaskan bahwa program relokasi ini bukan inisiatif sepihak perusahaan, melainkan bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dalam pembenahan tata ruang dan peningkatan standar hidup masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa relokasi merupakan inisiatif pemerintah untuk menghadirkan hunian layak, aman, dan tertata. Permukiman Kawasi Baru yang dilengkapi infrastruktur memadai dan area ekonomi kreatif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM.

Dengan fasilitas yang lebih terjamin dan peluang ekonomi baru, warga berharap tidak ada lagi pihak yang mengatasnamakan mereka untuk menggiring opini negatif terkait relokasi. (Hardin CN)

Terima Audensi IKA PMII Malut, Bupati Halut: Pelantikan Nanti Bukan Sekadar Ajang Temu Kangen

HALUT, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halit), Provinsi Maluku Utara (Malut), Piet Hein Babua menerima audiensi jajaran Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Malut, Kamis (4/12/2025).

Orang nomor satu di Pemerintahan Hibualamo itu tampak bahagia menyambut kedatangan para alumni PMII. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua PC IKA PMII Halut Fahmi Musa beserta jajaran, serta Ketua GP Ansor Halut, Rifki Kasibit.

Audiensi digelar dalam rangka persiapan pelantikan pengurus baru IKA PMII Malut yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai pada Januari 2026 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Halut mengajak para alumni PMII untuk berkontribusi dalam pembangunan Halut. Ia menegaskan bahwa alumni PMII memiliki peran strategis dalam membangun bangsa.

“Alumni PMII memiliki peran penting untuk bersama-sama pemerintah daerah membangun daerah. PMII sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama memiliki sejarah panjang dalam pembangunan bangsa. Banyak alumninya kini menjadi tokoh, pemimpin, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga penggerak masyarakat. Kami Pemda Halut berharap ada kolaborasi yang baik dengan alumni PMII di Halmahera Utara,” jelasnya di ruang kerja.

Terkait rencana kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IKA PMII, Fathan Subchi, di Halut dan Morotai, mantan Sekda Halut itu memastikan pihaknya menjadikan agenda tersebut sebagai prioritas. Apalagi Fathan juga merupakan anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Tentu ini menjadi atensi kami. Saya berharap pelantikan nanti bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi momentum konsolidasi dan bertukar pikiran demi kemajuan daerah untuk mewujudkan Halmahera Utara yang lebih maju,” tegasnya.

Bupati menambahkan, Pemda Halut membuka ruang seluas-luasnya bagi alumni PMII untuk terlibat dalam pembangunan daerah dengan semangat inovasi, intelektualitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW IKA PMII Malut, Muhajirin Bailussy, mengajak seluruh alumni PMII di Halut untuk terus menjaga solidaritas dan kekompakan.

“Di tengah dinamika zaman dan tantangan global yang kompleks, kekuatan jaringan alumni menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga semangat perjuangan dan pengabdian di daerah. Kami berharap kolaborasi yang baik antara alumni PMII Halut dan Pemda,” pungkasnya. (Hardin CN)

Warga Kawasi Marah, Narasi Kampanye WALHI Dinilai Merendahkan Masyarakat 

SOFIFI, CN – Warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyampaikan keberatan terhadap narasi kampanye lingkungan yang dibawa Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Mereka menilai tudingan seperti “Kawasi itu orang miskin” hingga “minum air lumpur” bukan hanya tidak sesuai fakta, tetapi juga dianggap merendahkan martabat masyarakat.

Sejumlah warga Kawasi yang enggan namanya dipublikasikan menyebut narasi tersebut sudah keluar dari substansi isu lingkungan dan justru menyinggung masyarakat.

“Kami menganggap itu semacam pelecehan terhadap masyarakat Kawasi. Karena kondisi sebenarnya tidak seperti itu,” tegas salah seorang warga.

Warga lainnya, Jofi Cako, menilai langkah WALHI terlalu jauh mengintervensi urusan Kawasi dan hanya memunculkan opini negatif.

“Kalau kita melihat kegiatan yang digelar WALHI ini terlalu melebar dan terlalu jauh mengintervensi persoalan Kawasi yang secara substansi tidak tepat,” ujar Jofi, Jumat (28/11/2025).

Ia menegaskan bahwa kampanye seperti ini justru menimbulkan gesekan sosial.

“Yang ada apa? Justru berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Cukuplah membuat opini-opini yang dampaknya kurang baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Terkait isu air bersih dan listrik yang kerap memicu demonstrasi, warga kembali menegaskan bahwa masalah tersebut bukan karena ketidakmampuan perusahaan, melainkan gangguan teknis dan praktik ilegal.

“Air tinggal putar di kran. Cuma kita punya saudara-saudara yang di bawah (Pemukiman Lama) itu tidak mau pindah entah dengan alasan bermacam-macam,” ungkapnya.

Warga juga menyebut keberadaan orang luar Kawasi yang sering melakukan penyambungan listrik ilegal menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.

“Padahal sebenarnya kalau mereka mau pindah, itu kegelisahan mereka sepenuhnya sudah terjawab,” tegas warga tersebut. (Hardin CN)

Safrudin Bobote Gelar Sosialisasi Aplikasi SnapBoost di Desa Laluin, Konsultan Tiara Berikan Dukungan dari Jakarta

HALSEL, CN — Safrudin Bobote selaku Leader SnapBoost Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi aplikasi SnapBoost di Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Sabtu (15/11/2025) malam.

Acara yang berlangsung meriah ini dipadati warga setempat yang antusias mengikuti penjelasan mengenai peluang penghasilan digital melalui aplikasi SnapBoost. Safrudin Bobote memaparkan cara kerja aplikasi, mulai dari menonton konten, memberikan like, hingga mekanisme penarikan saldo harian.

Dalam pemaparannya, Safrudin menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap aplikasi ini terus meningkat. Hingga saat ini, hampir 1.000 orang telah resmi mendaftar sebagai anggota SnapBoost, baik dari wilayah Halsel maupun daerah lainnya di Malut.

Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari Tiara Altintoph H selaku Konsultan SnapBoost. Meskipun tidak hadir secara langsung karena berada di Jakarta, Tiara tetap memantau perkembangan aktivitas tim dan memberikan arahan terhadap pelaksanaan program sosialisasi.

“Kami ingin membuka wawasan masyarakat desa dan memberikan peluang ekonomi digital yang bisa dimanfaatkan kapan pun dan di mana pun,” ujar Safrudin Bobote.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab serta pendampingan bagi warga yang ingin langsung mendaftar. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat terhadap peluang ekonomi berbasis aplikasi digital.

Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Desa Laluin diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi sebagai sumber pendapatan tambahan di era modern. (Hardin CN)