HALSEL, CN – Jelang pelaksanaan Pilkades Kawasi 2019, Selasa (19/11/2019), jajaran Polsek Obi Polres Halsel berhasil amankan ratusan botol miras berbagai jenis. Kegiatan yang di Pimpin Langsung Kapolsek Obi IPDA Kris Tofel, S.Tr.K bertujuan untuk mengintensifkan operasi cipta kondisi, guna memastikan keamanan ketertiban di masyarakat
TIDORE, CN – Husen Mahmud, satu dari sejumlah pemuda yang melaksanakan festival music tradisional dan pameran budaya yang rencananya dilaksanakan pada awal Maret tanggal 05 sampai 08, mengatakan bahwa harapan adanya kegiatan tersebut agar generasi muda Tidore bisa bangga menjadi orang Tidore, bangga jaga adat, budaya, dan tidak lupa sejarah.
“Karena mau Semaju apapun zaman ini, kita akan pulang dan mati pada diri sendiri (identitas),” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (31/1/2021).
Ia mengatakan, kegiatan ini juga mempromosikan sail Tidore 2021, yang sampai saat ini belum ada kejelasan.
Sementara itu kepala dinas pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Drs Yakub Husain M.Si saat dikonfirmasi ditempat terpisah, beliau memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan festival music tradisional dan pameran budaya.
“Kreasi-kreasi seperti ini kan sangat langkah pribadi dan dinas pariwisata sangat salut dan mendukung,” ujarnya.
“Torang sekarang harus seperti itu menjaga adat dan budaya dan mulai meniadakan pikiran-pikiran yang negatif terus melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu,” tutupnya. (YunusCN)
HALSEL, CN – Kepala Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dinilai memberi harapan palsu kepada satu keluarga asal Desa Batulak Kecamatan Gane Barat Utara.
Abd. Latif Hi. Yusup saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (31/1/2021) melalui via Telepon seluler mengaku menyesalkan atas perbuatan Pengurus BAZNAS Halsel.
Pria asal Desa Batulak itu, menjelaskan bahwa ia bersama 3 anak dan 1 cucunya telantar di Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kurang lebih 8 Hari akibat tidak memiliki biaya yang sebelumnya sudah dijanjikan pihak Baznas Halsel.
Demi mengobati salah seorang putranya bernama Dikrun Latif yang mengalami patah tulang kaki kiri kurang lebih sudah 3 Tahun. Maka Satu keluarga itu pun nekat mengambil langkah untuk berobat ke Rumah Sakit Manado.
Selain itu, Abd. Latif menambahkan, sebelumnya ada jaminan dari pihak BAZNAS memberikan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp 15 juta. Namun setelah tiba di Manado, Kepala BAZNAS Halsel, Jufri Lamoro tidak mau mengirimkan Dana yang sudah dijanjikan.
“Kami terlantar di pasar dan saat itu kami berempat lagi duduk sambil makan nasi Bungkus dan saat itu, Alhamdulillah kami ketemu salah seorang mahasiswa asal Halmahera Timur. Jadi kami di ajak ke Kos-kosannya untuk tinggal sementara waktu,” ungkap Latif.
Oleh karena itu, ia bersama keluarganya merasa dirugikan atas perbuatan pihak BAZNAS Halsel yang sudah memberi harapan palsu dengan menjanjikan biaya pengobatan terhadap anaknya.
“Saat kami berangkat ke Manado itu hanya memiliki biaya pas-pasan karena berharap ada bantuan biaya dari Pak Jufri Lamoro sebagai Ketua BAZNAS Halsel. Tapi kenyataannya tidak ada sama sekali hingga kami balik ke Ternate. Itupun kami sekeluarga dibantu oleh salah satu mahasiswa asal Halmahera itu yang mencarikan dan memberikan kami tiket pulang,” kesal Abd. Latif.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala BAZNAS Halsel, Jufri Lamoro dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum ada balasan. (Red/CN)
HALSEL, CN – Kondisi jalan di 3 Desa Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dikeluhkan masyarakat dan pengendara kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan itu mengalami kerusakan parah yaitu berlumpur dan berlubang serta banjir besar di 5 Sungai.
Apalagi disaat hujan, kondisi Jalan Provinsi itu rusak parah dengan lubang yang menganga dan dipenuhi air.
Selain Jalan, warga juga mengeluhkan Jembatan penghubung ke Ibu Kota Kecamatan yang kurang lebih sudah 5-6 Tahun sampai saat ini, belum juga ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Akibatnya, pengendara pun harus berhati-hati saat melintas. Bahkan saat melintas, warga dengan terpaksa mengangkat pengendara roda dua secara manual.
Oleh karena itu, warga mengeluhkan jalan Provinsi dan Jembatan penghubung ke Kecamatan Desa Bibinoi dengan cara menulis surat melalui akun Facebook kepada Gubernur Malut terhadap jalan dan jembatan yang tak kunjung diperbaiki.
Kepada YTH Gubernur Maluku Utara Di Tempat Assalamualaikum wr, WB Kami atas nama masyarakat, pemuda Tabapoma, Tutupa dan Tomara mengingatkan kepada yang Mulia bahwa jalan dan jembatan yang menghubungkan dari Desa Bibinoi ibu Kota Kecamatan Bacan Timur Tengah ke Tiga Desa statusnya Propinsi dan ini sudah berlangsung kurang lebih 5 – 6 Tahun lalu dan sampai saat ini belum juga ada perhatian untuk progres pembangunan berkelanjutan.
Kami di Tiga Desa ini berkontribusi besar untuk negeri Sarumah dan Moloku Kie Raha, Penghasilan dari Tiga komoditi unggulan yakni Kopra kurang lebih 800 Ton per Tiga bulan, pala 10 Ton permusim dan Cengkih 50 Ton permusim yang kesemuanya bergantung pada jalan dan jembatan guna untuk di distribusi.
Nah!!! sekarang aktifitas ekonomi akan lumpuh apabila secara terus menerus di biarkan dan tak ada lagi perhatian dari Pemerintah Propinsi. Musim hujan yang berkepanjangan membuat jalan berlumpur, berlubang dan banjir besar di 5 sungai.
Kami masih berharap, bermimpi akan ada pembangunan jembatan dan jalan di Daerah kami walaupun harapan itu hanya sebesar sebutir debu Terima kasih Wassalamualaikum. Wr WB… Pemoeda Kampoeng
HALSEL, CN – Pagi ini, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P., M.Han secara serentak membagikan makanan dalam bentuk Nasi Kotak dengan menyebarkan Personil Kodim 1509/Labuha dan Koramil 1509-01/Bacan untuk membawa serta membagikan Nasi Kotak disekitar Pulau Bacan, Jumat (29/1/2021).
Personil Kodim 1509/Labuha serta Babinsa koramil 1509-01/Bacan bergerak cepat sebelum Shalat Jumat tiba untuk membagikan Nasi Kotak yang disiapkan Ibu-ibu Persit KCK Cab XXXVII, pembagian Nasi Kotak ditujukan kepada para tukang Ojek, Buruh, Pedagang kecil dan Penderita Gangguan Jiwa serta Pengurus Masjid.
Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han menyambangi Rumah Gubuk yang ada di Desa Amasing didampingi Babinsa Koptu Sofyan Ali dan Kepala Desa Amasing Nasrul Salim, Dandim 1509/Labuha langsung mengangkat dan memanggul sendiri Sembako berupa Beras, Mie Instan serta Beberapa Butir telur untuk diberikan kepada Muhammad Toha Penyandang disabilitas.
Ternyata Lahan dan Rumah gubuk yang ditempati Muhammad Toha merupakan milik Kepala Desa Amasing, Nasrul Salim.
“Bapak Muhammad Toha ini menderita kelumpuhan dan kebutaan, sehingga tidak bisa bergerak atau beraktivitas yang menjaga serta menemani Toha hanya Istrinya saja,” ungkap Kepala Desa, Nasrul Salim.
Dandim 150/Labuha berpesan agar selalu melihat dan menjaga kedua lansia tersebut. Apalagi ada Toha yang menderita Kelumpuhan serta kebutaan kepada Kepala Desa Amasing Nasrul Salim.
Dandim 1509/Labuha Pun melanjutkan berkunjung ke rumah Duka Almarhum Gilman Usman Pengurus Badan Syarat Masjid Kesultanan Bacan yang meninggal pada Rabu (27/1) dengan menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Gilman Usman, (Ompu Moding Kesultanan Bacan)
“Om ace (Alm Gilman Usman) adalah orang baik, meski saya secara pribadi baru mengenal beliau, 5 Bulan yang lalu saya mengenal beliau. Beliau memberikan nasehat yang sangat membekas dihati saya,” ujar Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han.
Setelah berkunjung dari Rumah duka, Dandim 1509/Labuha langsung menemui para Personil Kodim 1509/Labuha dan Personil Koramil 1509-01/Bacan yang selesai membagikan makanan (Nasi Kotak) semoga kegiatan pada pagi ini menjadi berkah dan amal Jariyah untuk semua.
“Terimakasih tetap sehat, tetap semangat dan sampaikan salam untuk keluarga di rumah,” tutup Dandim 1509/Labuha yang mengakhiri kegiatan Jumat berkah. (Red/CN)
HALSEL, CN – Dibandingkan Tahun 2020, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada Tahun 2021 meningkat.
Dari catatan Dinas Sosial Kabupaten Halsel, peningkatan jumlah penerima PKH mencapai 6.106 KPM. Sebelumnya pada Tahun 2020, jumlah penerima PKH sebanyak 4.175 KPM. Sedangkan untuk Kouta tambahan di Tahun 2021, jumlahnya menjadi 1.931 KPM.
Kepala Dinas Sosial, melalui Kabid PFM Dinsos Halsel, Muh. Zaki Abd. Wahab menjelaskan, jumlah tersebut bahwa sudah BNBA langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos).
“Saat ini masih sedang berlangsung validasi data oleh SDM PKH di lapangan. Apakah tambahan 1.931 ini memang benar-benar ada di wilayah masing-masing atau tidak,” cetus Muh. Zaki saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (28/1/2021).
Sebab, kata Muh. Zaki, Kemensos memberi waktu kepada Dinsos sampai dengan Tanggal 5 Februari 2021 . Maka, dari Dinsos sendiri mengaku saat ini belum bisa memastikan jumlah KPM yang sebenarnya.
“Untuk itu, kami belum bisa memastikan. Apakah jumlah akan tetap dengan jumlah 1.931 KPM ini atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, jika jumlah KPM tidak ada perubahan, maka Tahun 2021 di Halsel dipastikan meningkatkan.
“Jika tidak berubah, maka di Tahun 2021 jumlah PKH sebanyak 6.106 KPM,” tutup Zaki (Red/CN)
HALSEL, CN – Sosok mayat misterius tanpa identitas ditemukan dalam posisi mengapung di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Jumat (29/1/2021) sekitar pukul 07.00 WIT.
Mayat tanpa identitas yang sudah membusuk itu pertama ditemukan motoris Sped Baot Momoi tepatnya depan Desa Rabutdaiyo.
Kapolsek Pulau Makian, IPDA Sukraen H Nadar saat dikonfirmasi membenarkan adanya perihal penemuan tersebut.
“Iya benar, sosok mayat tanpa identitas dan sudah membusuk itu pertama ditemukan oleh motoris Sped Baot Momoi bernama Samsul (35),” ungkap Kapolsek.
Kapolsek bilang, Kronologis temuan sesuai keterangan saksi Samsul bahwa pada pukul 06.30 WIT. Dirinya bersama beberapa rekannya keluar dari Desa Waigitang dengan menggunakan Sped Boad Mokou (Jadwal Len Pulau Makian Ternate). Pada saat perjalanan, ia melihat ada sesosok benda yang berwarna putih hanyut di depan karena penasaran, mereka pun mencoba mendekati. Ternyata benar bahwa sebuah benda tersebut adalah mayat manusia yang sudah membusuk tinggal setengah hanyut.
Selanjutnya Saksi Samsul bersama beberapa temannya mampir ke Desa Rabutdaiyo dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa mereka menemukan mayat yang hanyut.
Atas penemuan mayat tanpa identitas itu, pihaknya langsung mengevakausi dan koordinasi dengan kepala Desa Rabutdaiyo.
Dari hasil koordinasi, bersepakat bahwa mayat tanpa identitas yang sudah membusuk itu dimakamkan di Desa Rabutdaiyo Kecamatan Pulau Makian. (Red/CN)