HALSEL, CN – Jelang pelaksanaan Pilkades Kawasi 2019, Selasa (19/11/2019), jajaran Polsek Obi Polres Halsel berhasil amankan ratusan botol miras berbagai jenis. Kegiatan yang di Pimpin Langsung Kapolsek Obi IPDA Kris Tofel, S.Tr.K bertujuan untuk mengintensifkan operasi cipta kondisi, guna memastikan keamanan ketertiban di masyarakat
HALSEL, CN – Ditengah mewabahnya virus Covid-19, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk di Desa Kawasi Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang diduga menggunakan Kapal Hago, sehingga pekerja lokal di perusahan tersebut serta masarakat Obi tidak terima atas tindakan yang sengaja di lakukan oleh pihak terkait di tengah mewabahnya virus Covid-19. Menanggapi hal itu, Ketua GMNI Cabang Bacan angkat bicara.
Kepada media ini, Selasa (14/4/2020) Ketua GMNI Cabang Bacan, Alfian Tuisan menegaskan, pihak PT. HPMAL harus bertanggung jawab.
“PT. HPAL harus bertanggung jawab atas semua ini, dalam tindakan yang di luar SOP penanganan wabah Covid -19,” tegasnya.
Alfian menegaskan lagi, Jika sesuatu yang terjadi di masarakat Obi, maka pihak perusahan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halsel pun harus turut bertanggung jawab.
Alfian menegaskan lagi, Pemda Kabupaten Halsel lebih kususnya Kadis Nakertrans dalam hal ini juga harus bertanggung jawab,” tegasnya lagi. (Rafli/CN)
HALSEL, CN – Dengan adanya edaran Lock Down dari Presiden RI, Joko Widodo, guna pencegahan virus Corona (Covid-19), namun PT. MCC dengan sengaja memasukan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Desa Kawasi, Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara diam-diam tanpa adanya pemeriksaan.
Diketahui PT. MCC yang berlokasi kerja di Desa Kawasi adalah salah satu perusahan yang bergerak di Bidang Kontraktor Pembangunan dengan sengaja mengindahkan instruksi Presiden RI terkait Lock Down pencegahan virus Covid-19.
Pantauan media cerminnusantara.co.id pada Minggu (12/4/2020) di lokasi, sangat jelas adanya warga asing yang kurang lebih 12 orang bekerja di salah satu Perusahan Kontraktor tanpa di karantina dan diduga kuat masuk secara diam-diam. Sehingga membuat pekerja lokal ngamuk dan turun melakukan aksi besar-besaran.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kawasi yang enggan di korankan namanya ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa kurang lebih 12 orang TKA yang datang langsung dari China untuk menjadi Tenaga Kerja Perusahan Kontraktor Bangunan PT. MCC tersebut.
“TKA yang masuk di Desa Kawasi secara diam-diam ini, mungkin dari pihak Perusahan dengan sengaja karena saat itu, lampu semua di padamkan sekitar Pukul, 08.00 WIT malam. Barulah mereka memasukan Tenaga Kerja dari China yang berjumlah kurang lebih 12 orang itu,” ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan, pada hal adanya peraturan Lock Down yang di buat oleh Perusahan tidak sesuai dengan peraturan Perusahan yang sesungguhnya karena pekerja lokal yang tinggal di lokasi lingkar tambang tidak boleh turun untuk jenguk sanak keluarga sekalipun ada keluarga yang meninggal tapi tidak di izinkan untuk turun dari site ke kampung pada saat cuti.
“Tetapi kenapa TKA asal China yang datang tanpa adanya karantina langsung masuk ke Perusahan, padahal kita tahu bahwa China itu salah salah satu tempatnya virus mematikan itu berasal, inilah yang menyebabkan pekerja lokal marah dan langsung buat gerakan secara spontanitas untuk turun ke jalan dan melakukan aksi,” kata dia. (Red/CN)
HALSEL, CN – Penyebaran wabah pandemi Covid-19. Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan KitaBisa.com kembali menggelar aksi sosial pembagian sembako kaum Dhuafa yang terdampak Covid-19 di Labuha dan sekitarnya, pada Minggu (12/4/2020).
Ketua STP Labuha, Yudhi Eka Prasetia, S. Si, M. Si ketika dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan sosial pembagian sembako itu merupakan kelanjutan dari aksi penyemprotan Disinfektan yang lalu.
“Kita tahu bahwa dampak wabah Covid-19 ini bukan hanya menyentuh aspek kesehatan saja, namun juga memukul berbagai sendi kehidupan masyarakat. Imbas dari kebijakan Social Distancing dan Work From Home benar- benar sangat memukul sisi sosial dan ekonomi masyarakat, seperti pendapatan para pelaku usaha jatuh, terutama UMKM , tingkat daya beli masyarakat menurun dan aktivitas sosial masyarakat menjadi terbatasi. Jadi untuk memerangi wabah Covid-19 ini harus komprehensif, bukan hanya pendekatan dari sisi pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebarannya saja, tapi juga harus diperhatikan solusi terhadap masalah-masalah sosial dan ekonomi masyarakat,” terang Yudhi.
Selain itu Yudhi menjelaskan lagi, untuk tahap awal, sasarannya beragam dari berbagai profesi mulai dari mahasiswa tidak mampu, tenaga honorer, tukang ojek, yatim dan janda.
“Pada tahap awal ini kami menyalurkan 20 paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 1L minyak goreng, 2 kg gula, 1 kg tepung terigu, 2 kotak teh dan 1 kaleng susu kental manis,” jelas Yudhi.
Ketua STP Labuha itu berharap, semoga bantuan kecil itu bisa meringankan beban masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.
“STP Labuha akan terus menebar energi kolaborasi untuk berkontribusi bagi Halmahera Selatan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan LMI, Andres Irawan mengatakan, ia menilai STP Labuha sangat pro aktif dan concern soal Covid-19 tersebut.
“Kami menilai STP Labuha sangat proaktif dan concern dengan masalah Covid-19 ini sehingga kami tidak ragu untuk bekerja sama dengan STP Labuha. Apalagi dengan bekerja sama dengan STP Labuha, kami juga terbantu dalam merekrut para relewan LMI. Ke depan LMI inshaa Allah akan siap bersinergi dalam program-program lain seperti program Ramadhan, pemberdayaan ekonomi termasuk pendidikan,” pungkasnya. (Red/CN)
HALSEL, CN – Setelah beberapa hari lalu, gabungan dari dua komunitas motor Bacan ambil bagian membantu Tim Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Terhadap Pencegahan dan Pengendalian Penularan Infeksi Covid-19 (Corona virus) Halmahera Selatan (Halsel) dengan membagikan masker gratis. Kini gilaran salah satu perusahan swasta yang turut berpartisipasi.
Hal ini terbukti sabtu (11/4/2020), dengan datangnya perwakilan dari salah satu perusahaan swasta ternama PT. Wanatiara Persada ke Posko Utama dengan membawa sejumlah Alat Pengaman Diri (APD) untuk diberikan ke Tim Satgas guna membantu dalam penanganan penyebaran wabah.
Perusahaan pertambangan Nikel yang berlokasi di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan ini, membuktikan rasa kepeduliannya dengan bencana wabah yang saat ini menggemparkan Dunia Internasional dengan memberikan 110 Baju Hazmat dan 11.000 Masker untuk penanganan Covid-19.
Lewat perwakilan PT. Wanatiara Persada mengungkapkan harapannya dalam pemberian APD ini. “Semoga APD ini bisa bermanfaat dan dapat membantu Tim Satgas dalam memerangi penyebaran Covid-19,” papar Saktiani Iskandar Alam, Staf HRD PT. Wanatiara Persada perwakilan Labuha saat memberikan bantuan di Posko Utama.
Penyerahan bantuan yang berlangsung diposko Utama itu, diterima langsung oleh Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe selaku Ketua V Gugus Tugas Covid-19. APD ini akan diperuntukan untuk tim medis sebagai pengaman diri dalam pencegahan sekaligus penindakan. (Red/CN)
HALSEL, CN – Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada hari Jumat, 9 April 2020 melakukan Patroli guna membubarkan sekelompok warga yang masih melakukan aktifitas kumpul-kumpul, seperti main domeno, Arisan, nongkrong di pangkalan ojek, dan berekreasi di tempat-tempat wisata.
Patroli ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Wabah COVID-19. Tim Satgas yang tergabung dari TNI dan Polri ini berhasil membubarkan Warga yang sedang melakukan aktifitas kumpul-kumpul yang melibatkan banyak orang tersebut.
Dengan mendengarkan himbaun akibat pentingnya menjaga Social Distancing serta tetap berada di dalam rumah, wargapun langsung membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing, walaupun sempat menuai protes.
Patroli ini akan terus dilakukan oleh Tim Satgas, didalam wilayah Ibu Kota, untuk mencegah penyebaran Virus COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Mujiburrahman selaku anggota Humas Tim Satgas Percapatan Dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Halsel.
“Patroli ini akan terus kami lakukan, untuk mencegah penyebaran COVID-19, karena kita tidak tahu mungkin ada warga yang sudah terkena virus tersebut,”ungkap Mujiburrahman
Tindakan yang dilakukan oleh Tim Satgas ini mendapatkan respon yang baik oleh masyarakaat Halsel.
“Ini bagus, bikin bagini lah torang jang kana virus CORONA tu, torang tara tahu, mangkali ada yang kana CORONA padahal torang kasana badekat,akhirnya torang me tajangke, ”kata Kuraisin. (Red/CN)
HALSEL, CN – Pandemi virus Corona atau Covid-19 adalah musuh bersama. Semua elemen di Negara ini bergotong royong untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Termasuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dimana partai tersebut menginstruksikan agar Anggota DPRD ditingkat Provinsi dan Kabupaten /Kota membantu Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Anggota DPRD Halsel, Muh. Lubis I Noh kepada wartawan mengatakan, menyikapi wabah Corona atau Covid-19 ini, Ketua DPP Grace Natalie telah menginstruksikan kepada seluruh Anggota DPRD di seluruh Indonesia untuk menyumbangkan 1/2 gaji untuk membantu masyarakat.
“1/2 atau setengah dari gaji di DPRD Halsel saya sumbangkan untuk masyarakat Indonesia melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) karena instruksi DPP di serahkan ke DPP dan DPP yang akan mendistribusikan bantuan dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD), masker, Obat Sanitizer dan lain nya,” cetus Lubis.
Lanjut Pria asal Tahane Makian yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Halsel ini mengatakan, dengan adanya penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang belum juga berakhir ini, dirinya berharap agar masyarakat Halsel taat pada anjuran dan instruksi Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) yang telah dibentuk.
“Demi keselamatan kita bersama, saya mengajak kita semua masyarakat tanpa memandang status dan strata sosial untuk sama-sama menjaga diri dan selalu taat pada anjuran dan instruksi petugas atau satuan tugas (satgas) sehinga kita di Halmahera Selatan bisa aman dan tidak terjangkit virus tersebut,” pungkasnya mengakhiri. (Red/CN)