2 Tahun Lebih, Kasus Penjualan Bansos Rastra Mangkarak di Polres Halsel

HALSEL, CN – Kasus penjualan Bantuan Sosial Beras Sejahtera yang melibatkan Pemerintah Desa Koititi pada Tahun 2018 yang di laporkan ke Polsek Gane Barat, hingga pelimpahan berkas pelaporan ke Polres Halmahera Selatan (Halsel) belum juga di tetapkan Tersangka.

Kepada media Cerminnusantara.co.id Rabu (29/7/2020) Nurman warga Desa Koititi yang juga berprofesi sebagai Guru Kontrak, menyampaikan bahwa Slsudah 2 Tahun lebih, Polres Halsel tangani kasus penjualan Beras Sejahtera yang melibatkan Pemerintah Desa Koititi belum ada yang di tetapkan sebagai tersangka.

“Saat saya dan beberapa warga melaporkan kasus tersebut di Polsek Gane Barat pada Tanggal 5 Juli 2018 Silam, sudah ada barang bukti yang di sita oleh pihak Polsek di salah satu warung Sembako dan beras yang disita oleh Pihak Polsek adalah beras bantuan yang di jual ke pedagang,” ungkapnya.

Sebelumya, kata Nurman pada Tanggal 25 September 2019 lalu, Gabungan Aliansi Pemuda Peduli Desa Koititi melakukan aksi di depan Kantor Dirkrimsus Polda Malut dan meminta pihak Dirkrimsus segera menuntaskan dugaan kasus korupsi Bantuan Beras Sosial di Desa Koititi.

“Selain itu, massa aksi juga meminta penegak hukum segera melakukan penahanan terhadap pelaku-pelaku dugaan tindak pidana korupsi di Desa Koititi, serta meminta aparatur Desa Koititi segera mengembalikan bantuan sosial beras kepada masyarakat Desa Koititi,” tandas Nurman.

Sebab. Kata Nurman bahwa Aksi yang di lakukan oleh Aliansi Pemuda Peduli Desa Koititi di depan Dirkrimsus Polda Malut, dikarenakan pihak Polres Halsel belum menetapkan tersangka. Padahal hampir satu Tahun kasus itu di laporkan.

Kepada Awak Media, Pria yang berprofesi sebagai Guru Kontrak itu berharap agar pihak Polres Halsel segera menindak lanjuti kasus yang sudah di laporkan 2 Tahun lalu itu.

“Agar hukum di Negara ini nampak jelas bahwa tidak ada yang kebal hukum,” pintanya.

Sementara itu, Media Cerminnusantara.co.id sudah 2 Kali mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polres Halsel, Dwi Gastimur lewat Via Whatshap dan menayakan perkembangan Kasus penjualan Bantuan Beras Sejahtera yang melibatkan Kepala Desa dan Staf Pemerintah Desa Koititi.

Namun jawaban dari Kasat Reskrim Polres Halsel, Dwi Gastimur tetap sama yakni. “Tunggu saya Cek dulu,” balasnya. (Red/CN)

Menjaga Netralitas, Kades Kaireu Meminta “Timses, ASN, Para Kades” Harus Patuh Pada Regulasi

HALSEL, CN – Kepala Desa Kaireu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua APDESI Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) M Abubakar Malayu mengajak para Tim Sukses, ASN dan Para Kepala Desa agar bijak menggunakan media Sosial demi menjaga Netralitas.

Kepada Awak Media, Rabu (29/7/2020) Kepala Desa Kaireu yang juga Wakil Ketua APDESI Halsel, M Abubakar Malayu mengajak Rekan-Rekan Politisi ,Tim Sukses Bakal Calon Bupati Tahun 2020 Kabupaten Halamahera Selatan agar menggunakan media sosial dengan baik.

Pasalnya, banyak unggahan para Tim Sukses Bakal Calon Bupati Halsel yang ketika memposting Foto atau tulisan yang berisikan kampanye bakal calon Bupati Halsel selalu menandai Akun Facebook para Kepala desa dan para ASN.

“Saya atas nama pribadi dan Kapala Desa Kaireu Bacan Timur, memohon dan Minta Kepada Para rekan-rekan Politis, Tim Sukses yang baik Hati agar memosting Foto maupun Video kandidat Bakal Calon Bupati agar jangan tandai Kami,” tandasnya.

M Abubakar Malayu juga menyampaikan bahwa para Tim Sukses adalah bagian dari Teman dan sahabat.

“Para Tim Sukses adalah bagian dari sahabat kam, jadi gunakanlah media sosial dengan bijak,” imbuhnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa para Calon kandidat yang maju di Bursa Bakal Calon Bupati adalah Para Putra terbaik Halsel.

“Kami para Kepala Desa ini, bukan Tim Sukses, tapi kami Pembina Politik Desa bertugas mengawal dan mengamankan Suara Rakyat di tingkat Desa,” tegasnya.

Selain itu, wakil Ketua APDESI Halsel itu juga berpesan, kepada para Tim Sukses, Kepala Desa dan ASN agar patuh pada ketentuan regulasi yang ada.

“Ayo berpolitik fengan baik, saling menghargai, menghormati, bukan untuk saling menjatuhkan,” pungkasnya. (Red/CN)

Langgar Regulasi Netralitas ASN, Pegawai Dilingkup Pemda Halsel Minta Maaf

HALSEL, CN – Itosea Lajame, Aparatur Sipil Negara Yang bertugas di Dinas Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Pemkab Halmahera Selatan (Halsel) Pada dini Hari Rabu ( 29/7/2020) membuat pernyataan permohonan maaf.

Pasalnya, Pengakuan Itosea Lajame yang sering mengupdate status mendukung petahana, sehingga bersangkutan meminta maaf ke Publik.

Kepada Awak Media, Itose Lajame menyampaikan permohonan maaf secara terbuka bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yaitu mengupdate Status, Like, Komentar di medsos yang berkaitan dengan Pilkada Halmahera Selatan karena bertentangan dengan regulasi Netralitas ASN.

Pria yang bertugas di Dinas Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah ini, mengatakan bahwa permohonan maaf yang di buatnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari siapapun. (Red/CN)

Rumah Warga Rusak Akibat Longsor, Kepala BPBD Halsel: Kami Masih Menunggu Laporan Dari Kades

HALSEL, CN – Terkait Bencana yang terjadi di Desa Orimakurung Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (0Halsel) Maluku Utara (Malut) sejak Selasa hingga Rabu dini hari yang mengakibatkan Rumah milik Bapak Guntur H Suaib di RT 01 Desa Orimakurunga yang dihantam tanah longsor hingga bagian samping bangunan Rumah rusak parah

Diketahui bahwa Longsor terjadi sekira pukul 10.15 WIT saat hujan deras menghantam wilayah Desa Orimakurunga dan sekitarnya namun. Peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun Kerugian yang dialami warga di taksir puluhan juta rupiah.

Terpisah, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halsel Daud Jubaedi saat di Konfirmasi Media Cerminnusantara.co.id Rabu (29/07) menyampaikan terkait dengan Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Orimakurunga, bahwa pihaknya masih menunggu Laporan pernyataan Bencana dari Kepala Desa Orimakurunga.

“Sebab, Jika Laporan itu sudah ada, maka saya beserta Tim Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) segra Turun ke lokasi bencana,” tandas Daud.

Sebelumnya, Guntur H Suaib Kepada Media Cerminnusantara.co.id menjelaskan, saat terjadi longsor ia besama istri dan anak-anaknya belum sempat tidur karena terjadi hujan lebat dan kekawatirannya jangan sampai terjadi longsong, kekhawatiran pun terjadi, sehingga ia bersama istri dan anak-anaknya dapat menyelamatkan diri dirumah tetangga.

Lanjut Guntur, Bahwa ia merasa Khawatir akan terjadi longsor susulan karena rumahnya memang sangat dekat dengan tebing sehingga harus ada bantuan dari Pemerintah sebab tanah disektar Rumahnya, bakal kembali terjadi longsor karena jalur air mengalir dari gunung memang tepat pada samping Rumah saat terjadi hujan. Buakan saja Rumah miliknya saja akan terancam namun beberapa Rumah dari sisi utara juga akan terancam.

Sementara itu salah seorang warga, Wahid Pemilik Rumah yang berdampingan dengan Rumah Guntur H Suaib juga berharap ada Perhatian dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Alama Daerah (BPBD) agar bias turun di Desa Orimakurungan untuk melihat langsung korban bencana alam yang dialami Bapak Guntur H Suaib dan juga warga sekitar bencana longsor tersebut. (Red/CN)

Rumah Warga di Desa Orimakurunga Rusak Parah Akibat Tanah Longsor

HALSEL, CN – Rumah milik Guntur H Suaib di RT 01 Desa Orimakurunga dihantam tanah longsor hingga bagian samping bangunan Rumah rusak parah. Hal ini disebabkan terjadi Hujan Deras mengguyuri wilayah Kecamatan Kayoa Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut) sejak Selasa hingga Rabu dini hari.

Longsor terjadi sekira pukul 10.15 WIT saat hujan deras menghantam wilayah Desa Orimakurunga dan sekitarnya. Namun peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, tapi erugian yang dialami warga di taksir puluhan juta rupiah.

Dari Informasi yang di himpun Media Cerminnusantra.co.id bahwa pada Rabu 10.30 WIT dilokasi kejadin terlihat jelas tanah longsor menghantam Rumah warga milik Guntur H Suaib, sehingga mengalami rusak parah namun barang-barang berharga dapat diselamatkan atas bantuan warga setempat.

Guntur H Suaib kepada Media Cerminnusantara.co.id menjelaskan, saat terjadi longsor ia bersama istri dan anak-anaknya belum sempat tidur karena terjadi hujan lebat dan kekawatirannya jangan sampai terjadi longsor, kekhawatiran pun terjadi, sehingga ia bersama istri dan anak-anaknya dapat menyelamatkan diri dirumah tetangga.

Lanjut Guntur, bahwa ia merasa Khawatir akan terjadi longsor susulan karena rumahnya memang sangat dekat dengan tebing sehingga harus ada bantuan dari Pemerintah. Sebab, tanah disekitar Rumahnya bakal kembali terjadi longsor karena jalur air mengalir dari gunung memang tepat pada samping Rumah saat terjadi hujan. Bukan saja Rumah miliknya akan terancam, namun beberapa Rumah tetangga dari sisi Utara dan Selatan rumah juga akan terancam mengalami longsor jika terjadi hujan lebat.

Sementara itu salah seorang warga, Wahid pemilik Rumah yang berdampingan dengan Rumah Guntur H Suaib juga berharap ada Perhatian dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) agar bisa turun di Desa Orimakurungan untuk melihat langsung korban bencana alam yang dialami Guntur H Suaib dan juga warga sekitar bencana longsor tersebut. (Red/Red)

Diduga Ada Yang Positif Corona, BK dan Simpatisan Harus Ditracking

HALSEL, CN – Penjemputan massa pendukung calon kandidat yang disingkat BK-LM alias Bupati aktif Bahrain Kasuba di pelabuhan Kupal Bacan Selatan, pada Rabu (22/7/20220) lalu ternyata ada hasil  Swab terkonfirmasi positif Corona.

Informasi yang di himpun wartawan cerminnusantara.co.id ini ternyata salah seorang yang berinsial MD serta beberapa anggota DPRD Halsel lainnya ikut terlibat penjemputan calon petahana pada Rabu (22/7) lalu, bahwa simpatisan BK-LM positif Corona.

Selain itu, hasil Swab menunjukan MD terkonfirmasi positif Corona dan saat  penjemputan Bahrain Kasuba pun, MD sempat melakukan orasi politik di kerumunan Massa simpatisan.

Itu sebabnya, Kerja Dinas Kesehatan Halmahera Selatan pastinya makin berat untuk melakukan tracking karena yang terkonfirmasi positif ini kemarin sempat orasi di kerumunan orang banyak.

Sementara virus Corona dalam satu orang bisa menyebarkan virus ke orang lain yang  minimal 20 orang dan jika dalam kerumunan tentu lebih banyak lagi.

Itu sebabnya, Bupati Halsel Bahrain Kasuba dan para simpatisannya harus ditracking untuk mengantipasi karena pada saat pelaksanaan penjemputan saling kontak fisik melalui orasi penjemputan itu diantaranya, Masdar anggota DPRD Halsel dari Partai Gerindra, Fahrul dari Partai Berkarya, Farid dari Partai Gerindra, Ridho dan Rizal Ubaid Iskandar Alam dari PKPI.

Sementara itu, Sekretaris Tim Satgas Covid-19 Halsel, Daud Jubedi ketika berusaha dikonfirmasi  wartawan cerminnusantara.co.id melalui pesan  Whatssap tidak aktif. (Red/CN)