Oknum Bidan Diduga Terlibat Aksi Demo Hingga Aset Desa Pelita Dirusak 

HALSEL, CN – Aparatur Sipil Negara (ASN) atau lebih dikenal dengan sebutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dituntut untuk selalu menjaga netralitas dan bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab serta beraktivitas seperti seperti biasa.

Namun beda halnya dengan apa yang dilakukan salah seorang oknum ASN yang bekerja di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pasalnya, Wahyuni Barmawi Amd.keb yang diketahui sebagai Bidan Desa  bertugas di Desa Pelita Kecamatan Mandioli Utara itu diduga kuat mengbaikan tugas pokok sebagai seorang Bidan, sehingga dirinya ikut terlibat dalam aksi demonstrasi yang digelar di Desa Pelita pada Rabu (29/9/2021) pagi, hingga diduga berujung pada pengerusakan Baliho Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dan Pagar Kantor Desa Pelita.

Padahal sangat jelas, Pagar Kantor Desa dan Baliho APBDes merupakan Aset atau barang Milik Desa yang dikendalikan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Sebab, dalam hal pengelolaan Aset Desa, ada beberapa rangkaian yang dilaksanakan. Diantaranya perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian Aset Desa.

Bahkan yang lebih disayangkan lagi, oknum ASN itu juga mengunggah di Media Sosial (Medsos) melalui Akun Facebook pribadinya bernama Yuni Barmawi yang di unggah pada Rabu kemarin. Ia menyatakan permintaan keadilan masyarakat Desa Pelita dan menyebut dalam unggahan Facebooknya, tangisan masyarakat Desa Pelita karena tidak mendapat keadilan.

“Masyarakat Desa Pelita minta keadilan..
Selama ini Pelita selalu menangis karena tidak pernah mendapat keadilan,” tulis oknum Bidan Desa Pelita.

Sedangkan disebelumnya, Kepala Desa Pelita, Sabrun Usman saat dikonfirmasi terkait pengerusakan beberapa Aset Desa, Sabrun bilang, berdasarkan informasi yang diterima, Pagar Kantor Desa dan Baliho APBDes telah dirusak.

“Informasi saat ini yang saya terima baru Baliho APBDes dan Pagar Kantor Desa saja yang dirusak,” akunya.

Sabrun juga bilang, untuk tuntutan massa aksi soal Pemdes Pelita tidak pernah menggelar Musyawarah Desa (Musdes) itu juga tidak benar.

“Mereka bilang kami tidak pernah melaksanakan Musdes, sementara bukti dokumentasinya lengkap, ini kan fitnah. Maka dari itu, hari ini juga saya akan buat laporan resmi ke Polres Halsel terkait pengrusakan Pagar Kantor Desa dan Baliho APBDes,” tutupnya. (Red/CN)

Polemik Musyawarah IKB Makayoa Halsel Akhirnya Selesai, Bupati Resmi Ditunjuk jadi Ketua Terpilih Periode 2021-2025

HALSEL, CN – Polemik yang terus berkembang di tengah-tengah Musyawarah II Ikatan Keluarga Besar Makian-Kayoa (IKB Makayoa) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) terkait Calon Ketua IKB Makayoa Halsel beberapa hari ini menjadi perhatian publik.

Bagaimana tidak, selalu saja ada polemik bahkan ada satu orang menjadi korban luka sobek di Kepala atas insiden baku lempar kursi ditengah-tengah Musyawarah IKB berlangsung pada Rabu (29/9/2021) siang tadi, sehingga kegiatan Musyawarah II dilanjutkan pada Rabu malam.

Namun para delegasi Peserta Peninjau maupun peserta penuh dikejutkan atas kesepakatan dari 7 Kandidat Calon Ketua IKB Makayoa Halsel melalui hasil kesepakatan bahwa Bupati Halsel, Usman Sidik resmi ditunjuk menjadi Ketua IKB Makayoa Halsel periode 2021-2025.

“Malam ini, keputusan yang sangat mengejutkan bagi saya. Sebenarnya sangat berat sekali bagi saya menerima keputusan dari teman-teman sekalian karena ini, saya sudah menyatakan sikap bahwa saya sebagai Ketua Pembina saja, tapi karena pada malam hari ini, saya dipercayakan sebagai Ketua IKB Makayoa Halsel dengan melihat kondisi yang ada dan saya sendiri juga tadi pagi telah melihat situasi dan mereka memutuskan itu, maka  Alhamdulillah, saya resmi menerima,” jelas Ketua terpilih, Usman Sidik saat penyampaian  sambutan dihadapan 7 Kandidat Calon Ketua IKB Makayoa Halsel dan seluruh delegasi peserta penuh maupun peninjau.

Walaupun ia menerima menjadi Ketua IKB Makayoa Halsel, tentu kata Usman, ada juga pengurus lainnya dalam struktur organisasi. Karena baginya, terlepas dari Ketua IKB Makayoa Halsel, dirinya juga menjabat sebagai Kepala Daerah Halsel.

“Tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar, jadi nantinya kita akan merembuk kembali untuk menunjuk siapa yang akan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Harian, Sekertaris dan Wakil Sekertaris dan lain-lainnya yang nanti  menjalankan Organisasi IKB Makayoa Halsel ini dengan sebaik mungkin,” tegas Usman.

Oleh karena itu, orang nomor 1 di Halsel itu bilang, setelah ia ditunjuk menjadi Ketua terpilih, maka semua pengurus IKB Makayoa dibawah Komando dirinya selaku Ketua IKB Makayoa Halsel.

“Nantinya juga IKB Makayoa Halsel yang akan menjadi tuan rumah saat Musyawarah IKB Makayoa Malut karena akan dipusatkan di Kabupaten Halmahera Selatan di akhir Tahun nanti,” tutur Bupati.

Selain itu, ia berharap kepada seluruh delegasi peserta penuh dan seluruh Keluarga Besar Makian-Kayoa untuk dapat bersatu kembali.

“Mulai malam ini, tidak ada perbedaan lagi diantara kita. Sebab, dengan perbedaan itulah yang nanti muncul di masing-masing pendukung Kandidat. Jadi malam ini juga hanya Satu orang Ketua IKB Makayoa Halsel dan patut akan tunduk segala keputusan dalam organisasi. Tapi bukan pada ranah politik, karena ini perjuangan kita semua, Satu orang merasa sakit kita semua juga  merasa sakit. Satu orang lapar, kita sama-sama lapar,” cetusnya.

Bukan hanya itu saja, mantan Wartawan senior itu bilang, maksud dan tujuan dari organisasi IKB Makayoa Halsel ini untuk menghimpun semua Suku Makian-Kayoa, khususnya Keluarga Makayoa di Kabupaten Halsel.

“Karena kita semua adalah keluarga, sehingga dari salah 1 kandidat dari 7 Kandidat Bakal calon Ketua IKB Makayoa ini yang akan ditunjuk jadi  Ketua Harian IKB Makayoa Halsel untuk menjalankan program organisasi,” tutup Usman Sidik. (Red/CN)

Aset Desa Pelita Diduga Dirusak, Massa Aksi Bakal Dipolisikan

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Pelita Kecamatan Mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai geram dan kesal terhadap massa aksi demonstrasi yang digelar di Desa Pelita pada Rabu (29/9/2021) pagi tadi.

“Kami tidak main-main dengan masalah ini, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang ataupun kepentingan Desa,” kesal Kepala Desa (Kades) Pelita, Sabrun Usman saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id.

Oleh karena itu, massa aksi demonstrasi yang digelar depan Kantor Desa Pelita, pihaknya tak segan-segan akan melaporkan ke pihak yang berwajib. Dimana, puluhan massa aksi itu diduga kuat melakukan pengerusakan Aset Desa.

“Karena ini menyangkut dengan pengerusakan Aset Desa, maka saya akan buat laporan resmi di kepolisian,” tegas Sabrun.

Ditanya apa saja yang dirusak, Sabrun bilang, untuk saat ini, informasi yang ia himpun bahwa massa aksi telah merusakkan Baliho Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dan Pagar Kantor Desa Pelita.

“Informasi saat ini yang saya terima baru Baliho APBDes dan Pagar Kantor Desa saja yang dirusak,” akunya.

Sementara untuk tuntutan massa aksi terkait Pemdes Pelita tidak pernah melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dibantah habis oleh Kades Sabrun.

“Mereka bilang kami tidak pernah melaksanakan Musdes, sementara bukti dokumentasinya lengkap, ini kan fitnah. Maka dari itu, hari ini juga saya akan buat laporan resmi ke Polres Halsel,” tutupnya. (Red/CN)

Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Halsel Gelar Pencanangan KB 

Labuha, CN – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan pencanangan Keluarga Berencana (KB), Senin (27/9/2021).

Pelaksanaan pencanangan KB bersama Mitra secara nasional dilaksanakan pada 27 September secara virtual sehari setelah Hari Kontrasepsi Sedunia 26 September 2021 dan juga di hadiri
Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Bacan, Kecamatan Bacan Selatan, Kecamatan Pulau Makian dan Kecamatan Mandioli Utara.

Kepala DP3AKB Halsel, Apt.Karima Nasarudin S.Si M.Kes kepada cerminnusnatara.co.id mengatakan, Pencanangan KB merupakan upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi (alat KB) terhadap Akseptor (Peserta KB) bagi warga.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari pencanangan KB yang dilaksanakan itu  untuk menekan kecepatan pertumbuhan penduduk agar seimbang dengan pertumbuhan ekonomi dalam kelangsungan kehidupan yang sejahtera.

“Kita saat ini berhadapan dengan jumlah kependudukan yang banyak, maka untuk menekan angka penduduk sangat diharapkan kontribusi warga (Akseptor). Hal itu juga dilakukan untuk mendukung salah satu program Nasional yaitu Indonesia Layak Anak Idola,” ujarnya.

Kepala DP3AKB juga berujar, untuk target pencanangan juga sudah diberikan pihak Provinsi tentang berapa banyak akseptor yang harus di capai pada Tahun 2021 yang dimulai dari Januari hingga November.

Program KB sendiri menurutnya adalah program terencana yang berarti bagaimana merencanakan nasib anak-anak ke depan, merencanakan kebutuhan ekonomi di masa mendatang dan bagaimana sosial budaya serta bagaimana tentang kesehatan anak di masa depan.

“Sasaran itu yang saat ini dikenal dengan istilah Bangga Kencana atau pembangunan keluarga dan kependudukan keluarga berencana,” cetusnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan program atau kegiatan BKKBN termasuk pencanangan pihak BKKBN bermitra dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PKK serta TNI.

“BKKBN sudah lama bermitra dengan TNI, hal tersebut bertujuan agar semua program dapat tercapai di karenakan TNI sebagaimana yang di ketahui bergerak dari Pusat hingga pelosok dengan artian TNI membantu Kegiatan BKKBN dari Pusat hingga tingkat Desa,” tukasnya.

Karima bilang, jika ada masyarakat yang ingin ber-KB, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik.

“Jangan sampai masyarakat bingung memilih jenis Kontrasepsi apa yang harus digunakan, tidak terpenuhi keinginan ber KB (unmet need) karena tidak terjadinya alat kontrasepsi serta jauh dari jangkauan sarana pelayanan kesehatan,” tutupnya. (Red/CN)

Cegah  Covid-19, Puskemas Gane Barat dan Unsur Forkopimda Intens Lakukan Vaksinasi

HALSEL – Dalam rangka memaksimalkan pencegahan dan penanganan covid 19 di kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan tim satgas terdiri dari Anggota TNI-Polri, staf Kantor Camat intens melakukan kegiatan vaksinasi.

Kepala Puskesmas Gane Barat, Idgam Abubakar kepada wartawan Minggu (26/09/2021) mengatakan, diakhir pekan ini data vaksinasi Puskesmas Desa Saketa kecamatan Gane barat suda mulai meningkat

Kemudian untuk pelaksanaan vaksinasi, lokasinya di desa Saketa dan pelabuhan penyeberangan feri saketa-babang yang di scraning dosis I sebanyak 102 orang di vaksin 77 orang, di scraning dosis II sebanyak 14 orang di vaksin.

“Vaksin yang digunakan sinovac multi dosis, dosis I 39 vial, dosis II 7 vial,” Ujar Iqdam.

Lanjut Iqdam menjelaskan, sebelumnya pada tanggal 15 sampai pada tanggal 18 September 2021 pelaksanaan vaksinasi di desa papaceda dan lemolemo yang di scraning 180 orang di vaksin 150 ora g di tunda 30 orang.

“Vaksin yang di gunakan sinovac multi dosis(1 vial 2 dosis) 76 vial. Masyarakat sangat respon baik adanya program Vaksinasi ini,” Jelasnya. (Red-01)

Pohon Pisang Unik di Halsel, Berbuah Ditengah Batang

HALSEL, CN – Pohon pisang unik tumbuh di halaman perumahan Dinas Koramil 1509-01/Bacan di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Buahnya tumbuh ditengah batang pohon.

Padahal biasanya, buah Pisang tumbuh di ujung atas batang pohon. Namun pohon pisang jenis Susu Manis ini tumbuh dan keluar ditengah batang. Bahkan uniknya lagi, Jantung pisang tersebut masih tancap dalam batang pohon, buahnya saja yang baru keluar.

Pohon pisang langkah itu berukuran kecil dengan ketinggian sekitar 2 meter. Pemilik pohon pisang unik ini merupakan salah seorang Anggota Koramil bernama Idris Kelilauw, ia mengaku tak sadar bila pohon Pisang yang ia tanam itu berbuah ditengah Batang.

“Tak sengaja, tadi pagi pada saat saya bersihkan di belakang Rumah Dinas (Rumdis) lalu saya lihat pohon pisang. Kaget lihat buahnya ada di tengah-tengah, biasanya kan di atas. Makanya langsung saya foto dan Posting,” ujar Idira saat ditemui Wartawan cerminnusantara.co.id, Senin (29/9/2021).

Idris mengaku, memang sengaja ia menanam pohon Pisang di belakang rumah Dinas yang ia tempati sejak lama. Bahkan pohon pisang unik tersebut merupakan anak dari Pohon Pisang sebelumnya yang telah ditanam sekitar 2 Tahun lalu.

“Sengaja tanam pohon Pisang Mas ini untuk konsumsi saja. Kalau pisang kan sudah ditebang masih ada anaknya yang tumbuh,” kata dia.

Setelah menemukan pisang unik itu, Idris kemudian memotret dan mengunggah foto Pisang tersebut ke akun Facebook pribadinya.

“Ya Allah keajaiban apakah yang engkau tunjukan kepada hamba2 mu ini , di muka bumi yang engkau ciptakan, pohon pisang di belakang perumahan Dinas Koramil, pohon pisang buahnya keluar dari batang pohon pisang yang seharusnya keluar dari ujung pohonnya. Ini suatu keajaiban yang nyata. Semua ini terjadi karena di sertai dengan  kebesaran Allah SWT. Amin Allah humma Amiin.,” Jelas Idris seperti yang ia tulis dalam unggahan Facebooknya, Minggu (26/9).

Idris kemudian bercerita bahwa ada netizen yang berkomentar di akun Facebooknya, ada yang bercanda dengan menyarankan untuk tidak melukai pisang pada Batangnya, agar pisang unik ini tidak berbuah ditengah Batang.

“Ada yang bercanda, jangan cungkel-cungkel batang pohon, nanti babuah di batang bukan di ujungnya,” cetus Idris.

Selain itu, Idris juga bilang, ada juga yang berkomentar, ini merupakan suatu tanda-tanda kebesaran Allah.

“Ada yang bilang Allah mengingatkan kepada kita khususnya anggota Koramil mulailah untuk taat kepada Allah SWT, dan satu lagi juga berkomentar, itu mempertanda kita banyak berdoa semoga rejeki bertambah,” tutup Idris. (Red/CN)