Oleh: Andri Sudin Kita ketahui secara bersama dalam angka matematik terdapat sepuluh angka, namun angkah sepuluh telah terjadi gabungan antara satu dengan nol. di mulai dengan angka satu kemudian di akhiri dengan angka sepuluh. setiap angkah yang besar merupakan hasil dari penjumlahan dari angka satu
Perjuangan LSM KOREK Provinsi riau selaku wakil/kuasa warga masyarakat dari 4 Desa terkait lahan sawit dikabupaten INHU yang penanganan hukumnya dilakukan oleh Para Pengacara pada LBH Korek kini sudah masuk pada fase persidangan, sebab langkah-langkah musyawarah yang ditempuh tidak diindahkan oleh PT.KAT dan Instansi terkait lainnya, oleh sebab itulah Paijan dan Basirun selaku ketua dan sekretaris LSM Korek Provinsi Riau menggugat PT.KAT dan instasi terkait lainya di Pengadilan Negeri Rengat;
Gugatan tersebut diajukan melalui kuasa hukumnya Dr.Musa Darwin Pane,S.H., M.H., Ucok Rolando, SH.,M.H. Dr.Sahat Maruli,S.H.,M.H., Chrisman Damanik, Amd,S.H., Dahman Sinaga,S.H., Anton Saeful Hidayat,S.H., Andreas Daniel L.A. Situmeang,S.H., Art Tra Gusti,S.H., CLA;
Neysa Myanda, S.H. dan Gideon Dwi Pamungkas, S.H. para pengacara pada LBH Korek.
Perkara gugatan tersebut terdaftar dipengadilan Negeri Rengat dengan register Perkara perdata no: 11/PDT/G/2020/PN.Rgt tertanggal 23 April 2020, pihak yang digugat dalam perkara tersebut adalah PT.Kencana Amal Tani (PT.KAT), Bupati Indragiri Hulu, Camat Batang Gangsal, Camat Seberida, kepala Desa Belimbing, kepala desa ringin kepala desa kelesa dan lurah pangkalan kasai serta turut tergugatnya adalah kantor pertanahan kabupaten Indragiri Hulu;
Saat sidang pertama perkara tersebut adalah tanggal 11 Mei 2020 namun kuasa hukum tidak dapat hadir karena kendala penerbangan, banyak penerbangan yang dibatalkan saat itu masa pandemi covid, sehingga yang hadir sidang langsung prinsipal (paijan dan basirun)
Kemudian persidangan kedua jatuh pada hari kamis tanggal 04 Juni 2020, meskipun masih masa pandemi tetapi sudah ada penerbangan yang dibuka khusus untuk beberapa sektor termasuk operasional penegakan hukum dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, oleh karena itu kuasa hukum dapat hadir di Pengadilan Negeri Rengat yaitu Dr.Musa Darwin Pane,S.H.,M.H. dan Dahman Sinaga,S.H. bersama prinsipalnya (Paijan dan Basirun) dengan disaksikan oleh banyak pengunjung sidang dianataranya beberapa orang warga masyarakat yang sedang diperjuangkan haknya yakni warga masyarakat dari 4 Desa di INHU.
Korek! Bangkit demi kebenaran ungkap kaddapi pane ketua umum LSM Korek memberikan spirit terhadap perjuangan LSM KOREK DPW RIAU ditempat terpisah.
“Meski masa pandemi penegakan hukum perjuangan keadilan atas hak rakyat harus tetap berjalan tetapi tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, ungkap Toto Sulaeman Dewan Suro/Dewan penasihat yang juga pendiri LSM Korek“
Oleh: Edi Udin (Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif Kab. Halmahera Selatan)
Dengan ditetapkannya berbagai kebijakan Nasional dan Daerah terkait dengan kegiatan pencegahan dan penanangan Pandemi Covid 19 termasuk kebijakan penganggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang mengharusutamakan pemerintah desa untuk mengimplementasikan dan menselaraskan dengan kebijakan –kebijakan yang ada di desa, maka:
Terlepas dari kekurangan, ketidaksempurnaan, sesungguhnya semangat menjalankan ketentuan dan mekanisme terkait dengan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dampak covid 19 telah diwujudkan mulai dari proses pembentukan relawan covid 19 di desa, sosialisasi syarat dan ketentuan penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), pendataan calon penerima, verifikasi dan validasi data penerima, musyawarah desa khusus (Musdessus) penetapan calon penerima BLT DD (MS atau TMS), penyusunan Perkades, persetujuan Bupati melalui camat, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban (ini dilakukan Pemerintah desa dan unsure terkait di desa yang mungkin saja diasumsikan karena takut tersandung masalah hukum atau bentuk kekhawatiran akan dampak social di lingkup desa).
Apapun semangatnya yang pasti ruang musyawarah desa yang dihadiri oleh banyak atau sedikitnya perwakilan element-element terkait di desa, transparansi, partisipasi waktu, pikiran tenaga dan sebagainya perlulah juga mendapatkan apresiasi, sebab tidak semua program kegiatan dan anggaran pemerintah “yang ada pendampingnya” bisa diketahui atau tersosialisasikan langsung kepada jajaran pemerintahan desa dan masyarakat.
Menyimak fakta social yang muncul, bahwa saat pasca penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) ataupun belum melakukan penyaluran akhirnya menjadi focus perhatian bagi kebanyakkan warga masyarakat dan element-element pemerhati desa lainnya. Bahwa selain dipandang baik dan mulia, BLT DD seolah berwujud sebagai “dua sisi mata silet”. (*banyak diantara masyarakat merasa gembira dan berterima kasih dengan adanya BLT DD, namun tetap saja ada yang merasa tidak puas, kecewa bahkan ada yang protes secara ekstrim dan tidak mau ambil tahu apapun alas an dan dasarnya yang penting mereka tetap ingin juga mendapatkan BLT DD.
Atas perkembangan situasi dan kondisi social kemasyarakatan akhir-akhir ini tidaklah berlebihan jika saya berasumsi bahwa telah terjadi goncangan social di masyarakat dan desa dampak bantuan social covid 19.
Jika bercermin dari bantuan social regular sebelum adanya pandemic covid 19 tentu adalah catatan-catatan ketidaksempurnaannya, namun tidak begitu popular dan tidak terlampau dipersoalkan d mata public.
Maka sebagai pihak yang berhubungan langsung untuk mengawal kebijakan pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/desa, sebagai pihak yang mendampingi dan juga turut merasakan beban berat secara social, budaya, hukum, keamanan dan ketertiban yang dihadapi pemerintahan desa, dikesempatan ini mengajak kita semua pihak yeng terkait dan pihak pemerhati desa lainnya untuk berdiskusi tentang “bagaimana sebaiknya” terhadap hal-hal ini.
Penyaluran bantuan social bagi masyarakat miskin terdampak covid 19 seakan menjadi virus baru di tengah-tengah masyarakat, karenanya perlu dilakukannya langkah-langkah strategis berbasis kebijakan dan kesadaran social.
Berbasis kebijakan bisa ditempuh dengan percepatan bantuan social dampak covid 19 yang bersumber dari anggaran APBN/APBD lainnya secara terpadu dan dalam waktu yang bersamaan, rapat-rapat koordinasi/konsolidasi/komunikasi pihak terkait untuk merumuskan sebuah kebijakan nasional/daerah/desa untuk menjawab permasalahan atau pertanyaan di mata public.
Berbasis kesadaran social adalah sikap masyarakat untuk menerima dan menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun ketetapan hasil musyawarah bersama, upaya penyadaran ini di tempuh melalui sosialisasi secara terus menerus di ruang public, terlebih penyaluran BLT DD yang masih menyisakan 2 kali (Mei-Juni) bahkan kebijakan pemerintah akan menambah BLT DD dalam 3 bulan (Juli – September) tentu sangat memungkinkan tetap menjadi focus perhatian public yang akan menimbulkan rasa”senang atau tidak senang, puas atau tidak puas”.
Silahkan public memberikan saran pendapat terhadap pokok pemikiran ini, sebab jejaring Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi adalah bagian dari segalanya bagi public bahkan tempat untuk berkeluh kesah.
Pidie/Pidie Jaya Senin 1/6/2020 Hasil Rapid test corona adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi virus Corona (COVID-19) dalam tubuh.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus Corona pada orang yang berisiko tinggi.
Rapid test corona di Indonesia sendiri menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus dalam tubuh.
Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya. Pada rapid test corona, dua jenis imunoglobulin di bawah ini akan diperiksa:
Immunoglobulin G (IgG) IgG adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini akan menyimpan memori terkait bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.
Imunoglobulin M (IgM) Tubuh menghasilkan IgM setelah terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi.
Ketika tubuh pertama kali terinfeksi, kadar IgM akan meningkat. Kadar ini lalu menurun seiring meningkatnya kadar IgG untuk memberi perlindungan jangka panjang terhadap infeksi.
Kenapa rapid test corona perlu dilakukan? Tes cepat corona dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus corona pada orang yang berisiko tinggi mengalaminya.
Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia, pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasil rapid test corona positif perlu dianjurkan ke rumah sakit rujukan COVID-19 guna menjalani pemeriksaan PCR.
Karena itu, rapid test menjadi tes skrining awal dan pemeriksaan PCR tetap menjadi tes konfirmasi dalam mendeteksi corona.
Siapa yang membutuhkan rapid test corona? Rapid test corona direkomendasikan untuk:
Orang tanpa gejala (OTG), terutama yang mempunyai pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular dari penderita. Misalnya, petugas kesehatan.
Orang dalam pemantauan (ODP) Pasien dalam pengawasan (PDP) Orang dengan profesi yang mengharuskannya melakukan kontak dengan banyak orang, seperti polisi, tentara, sopir kendaraan umum, petugas bandara, kurir, pejabat publik, pengemudiojek online, dan sebagainya. Berapa harga rapid test corona?
Sudah ada beberapa fasilitas kesehatan yang dapat melakukan tes ini. Harga rapid test corona mulai dari Rp. 350.000 dan dapat bervariasi tergantung dengan paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan masing-masing. Biasanya, tes ini dilakukan bersamaan dengan beberapa tes lainnya seperti rontgen thorax dan tes darah.
Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi.
Lengan atas akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
Setelah vena ditemukan, darah akan diambil dengan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum suntik.
Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban. Selain dengan cara tersebut, pengambilan darah juga dapat dilakukan dengan menusukkan jarum di ujung jari pasien. Prosesnya mirip dengan tes golongan darah.
Darah yang keluar dari penusukan berupa darah kapiler dan akan diteteskan pada alat rapid test. Hasilnya akan keluar dalam waktu beberapa menit.
Seperti apa hasil rapid test corona? Hasil rapid test corona dapat berupa hasil reaktif atau tidak reaktif. Berikut penjelasannya:
Hasil deteksi antibodi reaktif (Positif) Hasil deteksi antibodi dikatakan reaktif apabila salah satu atau kedua antibodi IgM atau IgG menunjukkan hasil reaktif. Ini menandakan bahwa pasien mengalami infeksi tertentu.
Jangan lansung panik jika hasil tes Anda positif. Pasalnya, antibodi yang diperiksa pada rapid test ini bisa saja muncul karena virus corona jenis lain dan bukan Covid-19.
Karena itu, dokter biasanya akan merujuk Anda untuk langsung melakukan swab test atau PCR. Dengan tes ini, infeksi dalam tubuh Anda bisa dipastikan akibat COVID-19 atau bukan.
Hasil deteksi antibodi nonreaktif (Negatif) Hasil deteksi antibodi dikatakan nonreaktif bila kedua antibodi IgG dan IgM menunjukkan hasil nonreaktif. Ini berarti, pasien tidak sedang mengalami infeksi.
Pemeriksaan rapid test corona perlu diulang sekali lagi pada 7-10 hari kemudian. Anda juga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah meski merasa sehat.
Hasil negatif palsu Pemeriksaan rapid test corona juga rentan menghasilkan negatif palsu. Ini artinya, tes menunjukkan hasil negatif, padahal terdapat virus SARS Cov-2 atau Covid-19 dalam tubuh pasien.
Hasil negatif palsu terjadi karena antibodi IgG dan IgM tidak langsung terbentuk saat Anda terinfeksi. Butuh waktu sekitar tujuh hari sampai antibodi muncul.
Jadi jika Anda baru terpapar virus corona kemarin dan melakukan rapid test hari ini, hasil tes Anda akan negatif karena antibodinya belum terbentuk. Pada kondisi seperti ini, rapid test ulang perlu dilakukan pada tujuh hari setelahnya.
Apa yang harus dilakukan bila hasil rapid test corona positif?
Jika hasil rapid test corona menunjukkan hasil reaktif atau positif, penanganan lebih lanjut akan tergantung pada kondisi pasien. Berikut penjelasannya:
OTG dan ODP harus melakukan karantina mandiri di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) maupun physical distancing. Pasien bisa menghubungi layanan kesehatan online untuk berkonsultasi dengan dokter.
PDP yang memiliki gejala ringan harus melakukan isolasi mandiri di rumah. PDP yang mengalami gejala sedang harus melakukan isolasi diri di rumah sakit darurat. PDP dengan gejala yang makin parah, harus melakukan isolasi di rumah sakit rujukan agar bisa mnejalani pemeriksaan konfirmasi dengan swab test.
Sementara pasien dengan hasil tes cepat corona yang negatif tetap perlu melakukan pemeriksaan ulang dalam 7-10 hari. Bila hasilnya negatif untuk kedua kalinya, barulah pasien dianggap bebas dari infeksi virus corona.
Apa saja risiko rapid test corona? Rapid tes corona tergolong aman untuk dilakukan. Namun sama seperti pengambilan sampel darah pada umumnya, efek samping ringan seperti memar dan nyeri pada lokasi penyuntikan bisa terjadi.
1-juni-2020 : Penyebaran Virus Corona atau Covid-19(Corona Virus Disease 2019)hari-hari ini,pemerintah Pusat,Provinsi,Daerah,menerapkan kebijakan Karantina Wilayah,mewajibkan semua warga harus tinggal di rumah(Stay at Home),jaga jarak fisik(Pyshical Distancing)melakukan pekerjaan dari rumah(Work from Home).Anak sekolah di liburkan dan di wajibkan siswa belajar dari rumah (Online Learning).
Dari berbagai kelompok warga mungkin kebijakan Lock Down atau karantina mandiri tidak begitu merepotkan,bagi mereka yang berstatus sebagai pegawai pemerintah atau perusahaan,walau kepegawaian di level rendahan sekalipun,masih memeliki harapan mendapatkan tunjangan hidup sehari-hari minimal gaji bulanan.
Namun,sebagian masyarakat lainnya harus tinggal di rumah(Stay at Home)sangat merisaukan bagi karyawan atau buruh pabrik,pedagang kaki lima,ojek online sebagian masyarakat yang kehidupannya berharap dari kerja harian.Uang yang di dapat cukup untuk biaya hidup dari hari ke hari.Dapat uang hari ini habis hari ini juga kadang justru tidak cukup.
Tak terkecuali para pekerja kuli Tinta pada saat ini.Kehidupan mereka juga sangat memprihatinkan,sehari-hari dengan pendapatan seadanya.Taraf perekonomian para jurnalis tergolong di bawah pra-sejahtera.Jangankan untuk menabung,pendapatan sehari-hari saja cukup untuk keluarga itupun kalau dapat.
Jikapun ada wartawan yang sejahtera,bisa jadi mereka adalah pemilik media atau jurnalis yang mempunyai bisnis di luar jurnalistik contoh saja Kompas yang memeliki ratusan wartawannya,di samping memiliki jaringan bisnis non jurnalistik seperti properti,perhotelan,pertambangan mungkin masih banyak juga yang di kelola.
Media nasionalpun yang besar pola pemberian gaji bagi wartawan tentu tidak sama tergantung kinerja wartawan itu sendiri.Sedangkan kita jurnalis di daerah-daerah yang hanya bermodal Idealisme dan semangat empat-lima,bermodal sebuah HP Android untuk merekam,mengambil foto,sang Narasumber dan objek wisata berita,tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang cukup.
Wartawan tak akan putus asa apalagi mengeluh dengan kondisi apapun,terlebih mengemis ke instansi pemerintahan,idealisme seorang wartawan siap hidup menderita itu kunci utama.
Jurnalist sejati akan bergerak menggalang kekuatan dalam mengatasi masalah yang di hadapi masyarakat.
Kami/kita hanya lantang suara ketika memperjuangkan rakyat,tapi diam seribu bahasa di saat bicara nasib hidupnya sendiri.
Pemerintah sudah semestinya tidak melupakan kalangan jurnalis wajib diayomi dan di lindungi hidupnya.Kami bekerja menyajikan berita dan edukasi kepada publik tanpa kenal lelah.Anak,istri,keluarga sering di tinggalkan demi tuntutan profesi pungkas.
Hari ini 1 juni bangsa Indonesia merayakan hari lahirnya Pancasila, Indonesia sebagai negara besar membutuhkan pengikat persatuan dan kesatuan. Ini penting karena kebhinekaan yang dimiliki Indonesia sangat beragam dan kompleks. Selama ini peran pengikat itu dilakukan dengan sangat baik oleh dasar negara kita yaitu ‘Pancasila’. Namun seiring berjalannya waktu terutama pasca reformasi, peranan Pancasila sebagai falsafah hidup dalam bermasyarakat mulai pudar.
Sejak berdirinya bangsa ini tidak satu pun orang menolak Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, dan tak satupun penulis secara ilmiah berani menyampaikan bahwa Pancasila bukan ideologi dan dasar negara.
Lantas muncul pertanyaan?, kalau memang Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara kenapa tidak disebut dalam Undang Undang Dasar 45 (UUD 45)?, Sedang di dalam Pembukaan Undang Undang Dasar pada alenia ke-empat langsung disebut 5 sila dalam Pancasila.
Mengenai tidak ditegaskan Pancasila sebagai dasar negara di dalam UUD, karena ada kekhawatiran kalau disebut dalam UUD nantinya akan diamendemen.
Saat UUD 1945 diamandemen dan disepakati ada beberapa yang tidak boleh dirubah, di antaranya Pembukaan UUD dan bentuk negara kesatuan Republik Indonesia, (NKRI), Maka ditambahkan saja pasal dalam UUD bahwa Pancasila tak bisa diubah dengan cara apa pun.
Sejak UUD 1945 yang palsu dan manipulatif itu (Amandemen 2002) diberlakukan, Pancasila sudah tidak lagi sebagai dasar negara kita, Memang 5 sila itu disebut di dalam Pembukaan UUD, tapi apalah artinya jika apa yang tertuang di dalam Pembukaan itu, tidak dijabarkan atau dituangkan di batang tubuh UUD yang berupa pasal-pasal, Bahkan dalam kenyataannya sangat bertentangan. Misalkan kata efisiensi dalam ayat 4 pasal 33, jelas berlawanan dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian pula pasal pasal tentang Pemilu dan Pilpres, jelas menutup rapat semangat dari sila ke empat ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’.
Kita sekarang berada dalam situasi dan kondisi didesain ‘pembelahan horizontal’ yang sangat berbahaya, sedangkan kekuasaan mengelola negara hanya dikuasai oleh ketua ketua partai para elite di pemerintahan serta kroni kroninya, sementara mereka sendiri dikuasai pula oleh para kapitalis /konglomerat dalam negeri maupun dari luar negeri (asing).
Sistem Politik yang sesuai untuk masyarakat Pancasila adalah yang ada dalam UUD 1945 sebelum ada Amandemen empat kali, maka dari itu seruan untuk kembali ke UUD 45 yang asli sudah mulai didengungkan oleh beberapa tokoh nasional dan kalangan akademisi.
Jadi jelas, bahwa sekarang ini Pancasila tidak ada dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, dan orang orang atau para pejabat negara yang gembar-gembor sok ‘Pancasilais’ itu ternyata pembohong (hipokrit).
Mari kita bangun kesadaran kehidupan berdasarkan Pancasila, tapi nyatanya belum ada, oleh sebab itu harus kita perjuangkan.
Terakhir, kita harus membangun narasi yang baik, jelas dan tegas bahwa Pancasila sekarang ini tidak ada dalam sistem politik dan UUD 1945 yang palsu (UUD Amandemen 2002), kecuali sekedar hiasan di Pembukaan.
Pembukaan tulisan jelas bahwa Pancasila belum terwujud di bumi Indonesia. Maka kita wajib Kembali ke UUD 1945 (asli) sebelum Amandemen, UUD 1945 versi 18 Agustus 1945. Dalam rangka berjuang untuk mengatasi Kemiskinan masyarakat yang masih memprihatinkan.
ZULKIFLI NURDIN, SE Wapemred Cerminnusantara.co.id Penulis Adalah : Pemerhati Sosial Masyarakat Obi
Berbagai Problematika yang di hadapi masyarakat pulau obi, masalah tak lain dan tak bukan hanya persoalan infrastruktur pembangunan fisik dan non fisik, mulai dari jalan, jembatan, air bersih, dan pemberdayaan masyarakat lewat Dana Comdev yang sekarang ini di rubah menjadi CSR.
Akankah persoalan ini dapat teratasi, sudah berapa tahun usia kabupaten hingga sekarang ini, 15 tahun bukan gampang betapa saking rasanya menunggu kepastian yang tak kunjung datang, berapa besar harapan yang diderita masyarakat pulau obi.
Masyarakat pulau Obi hanya hidup dalam lamunan dan iming-iming kali kelak pasti sejahtera namun samapi sekarang nihil, akankah ada kepedulian yang nyata di lakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten baik Eksekutif maupun Legeslatif, sebab mengapa karena masyarakat Obi sekarang ini hanyalah membutuhkan kesejahteraan.
Dari berbagai macam aspek yang ada tidak ada satupun yang di rasakan oleh masyarakat kepulauan Obi, mulai dari Aspek Ekonomi, Sosial Budaya, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Infrastruktur. Adakah sekarang ini perusahan dan pemerintahan (Badan Eksekutif dan Legislatif) telah berbuat untuk kepentingan masyarakat kepulauan obi.? malahan masyarakat Obi mendapat gundulnsya tanah serta lahan pertanian yang tidak lagis bisa di garap.
Masyarakat Pulau Obi membutuhkan titik terang kesejahteraan, dari segala segi aspek kehidupan. Kesejahteraan merupakan dambaan setiap orang terlebih lagi jika dilihat secara luas yaitu kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat. Berbagai faktor melatarbelakangi kesejahteraan, dapat diperoleh baik secara perorangan maupun secara berkelompok ataupun bermasyarakat. Kehadiran perusahaan industri di tengah-tengah kehidupan masyarakat agraris secara tidak langsung mengubah tatanan yang sudah ada di masyarakatnya. Tatanan yang dimaksud yaitu terjadinya perubahan di berbagai bidang yang diharapkan memberikan dampak positif di masyarakat. Pola pikir yang agraris atau tradisional berubah menjadi pola pikir yang modern atau industrialis. Hal tersebut juga mempengaruhi kebiasaan yang ada di masyarakatnya, yang pada kenyataan ini tidak ada sama sekali.
Salah satu penyebab perubahan yang ada karena masuknya perusahaan pertambangan di sekitar wilayah masyarakat di Desa Kawasi, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara . Desa yang dulunya hanya mengenal sektor pertanian dan perkebunan sekarang beralih lebih menfokuskan pada sektor industri. Banyaknya lapangan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan tambang secara tidak langsung menambah pendapatan masyarakat setempat atau secara lokal. Untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar area tambang di Pulau Obi, maka dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek ekonomi, aspek pendidikan, aspek kesehatan, aspek budaya, aspek lingkungan dan infrastruktur.
Aspek Ekonomi
Pada masa lalu, aktivitas ekonomi masyarakat Lingkar Tambang Pulau Obi, Kab. Halmahera Selatan, hanya terfokus pada sistem pertanian. Aktivitas dapat dilihat setiap harinya dimana masyarakat pergi mengelola tanah pertaniannya. Menurut Warga (76) enggan di sebut namanya ini, bahwa setiap kepala keluarga memiliki tanah garapan, baik diolah sebagai lahan pertanian tanaman bulanan dan tahunan diolah untuk berbagai jenis tanaman kelapa, cengkih dan pala dan lain-lain. Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, hasil tanaman perkebunan di jual ke pasar tradisional, aktivitas perdagangan masih sangat minim, orang-orang yang datang berdagang berasal dari luar daerah, itupun terjadi setiap hari pasar.
Keahlian yang dimiliki masyarakat sebelum masuknya perusahaan tambang masih didominasi oleh sektor pertanian. Masyarakat hanya mengetahui cara bercocok tanam, cara mengolah lahan pertanian, cara membasmi hama tanaman dan sebagainya yang berhubungan dengan aktivitas pertanian mereka. Usaha-usaha lainnya belum nampak tumbuh secara aktif di daerah tersebut.
Setelah masuknya perusahaan tambang nikel di Desa Kawasi, masyarakat mulai tertarik dan melihat peluang di sektor industri. Permintaan tenaga kerja menjadi salah satu alasan masyarakat lokal lebih memilih aktivitas industri daripada aktivitas pertanian karena adanya upah kerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan harus mengelola lahan pertanian yang belum tentu setiap bulannya memiliki hasil yang maksimal untuk mecukupi kebutuhan keluarga. Hal tersebut menjadi awal bagi perubahan yang terjadi pada masyarakat lokal di pulau obi Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Uatara.
Masyarakat di sekitar area tambang secara ekonomi mengalami perubahan. Perubahan tentunya ke arah yang positif. Dimulai dengan penerimaan tenaga kerja untuk dipekerjaan di area tambang. Pada masa berdirinya perusahaan tambang nikel, mereka membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga pada awalnya pendidikan tidak diutamakan. Jika dianggap usia produktif, mereka bisa bekerja di perusahaan tambang. Seiring perkembangan waktu, perusahaan tambang nikel tersebut mengalami peningkatan dan menjadi daya tarik banyak orang untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Saat ini karyawan perusahan nikel, berasal tidak hanya dari daerah lingkar tambang, akan tetapi juga berasal dari luar pulau Obi Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara, seperti dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, Makassar, Manado dan Papua. Selain itu, banyaknya tenaga kerja asing juga bekerja di perusahaan tambang tersebut.
Bertambahnya jumlah penduduk yang merupakan masyarakat pendatang ke daerah Pulau Obi, Halmahera Selatan Provinsi Maluku Uatara ini juga mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal. Banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal sehingga banyak didirikan rumah kontrakan maupun usaha kos-kosan. Selain itu usaha perdagangan juga lebih aktif karena banyaknya permintaan akan barang maupun jasa.
Dilihat dari masuknya perusahaan tambang ke pulau Obi, ini berarti terjadi perubahan pola kehidupan akan mencapai kebutuhan keluarga, sebab masyarakat yang sehari-hari bercocok tanam berubah menjadi polah masyarakat industri untuk mengikuti arus perkembangan zaman, hal ini harus di lihat dari segi aspek kehidupan agar rodah ekonomi rakyat tetap berputar sebagai mestinya, aspek-aspek adalah sebagai berikut :
Aspek Sosial Budaya
Hadirnya perusahaan tambang nikel di Pulau Obi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, menarik banyak orang untuk mencari nafkah di daerah tersebut. Gaji yang besar dan tunjangan yang baik menjadi daya tarik orang-orang untuk bekerja di peeusahan.Kehadiran pendatang dari luar daerah menyebabkan bercampurnya ragam budaya yang ada di masyarakat. Daerah yang awalnya hanya milik komunal tertentu (penduduk lokal), mulai tergerus dengan budaya-budaya luar yang masuk.
Keragaman budaya di wilayah industri menyebabkan budaya lokal tidak terlalu nampak karena adanya pengaruh dari budaya luar. Seperti di daerah tambang di pulau obi, budaya mereka sudah mulai memudar dan diganti dengan budaya luar. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya luar lebih besar dari budaya lokal. Yang lebih banyak pengaruhnya yaitu budaya dari luar negeri, masyarakatnya lebih banyak yang mengerti bahasa inggris, china dari pada bahasa lokal mereka, Rambu-rambu, spanduk, pamplet lebih banyak menggunakan bahasa asing daripada bahasa lokal mereka. Model pemukiman juga mengikuti pemukiman dari luar. Swalayan juga hadir untuk menjawab kebutuhan para orang-orang asing di daerah mereka. Hal tersebut bisa mengikis budaya lokal di daerah mereka.
Salah satu lembaga adat yang ada di daerah tersebut, menjadi wadah bagi masyarakat lokal mempertahankan budaya mereka dan menyuarakan aspirasi terhadap perusahaan tambang yang hadir di wilayah mereka. Bantuan kerjasama dilakukan agar keberadaan mereka di kampung sendiri tidak dilupakan. Kerjasama antara penduduk lokal dengan perusahaan terdiri dari :
Perekrutan tenaga kerja penduduk lokal di perusahaan, Masyarakat lokal mengharapkan agar perusahaan mengutamakan perekrutan karyawan dari masyarakat lokal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal.
Bantuan pengobatan gratis bagi penduduk lokal. Masyarakat lokal yang sakit diberikan akses untuk berobat di rumah sakit perusahaan dan mendapatkan pengobatan secara gratis sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada penduduk lokal.
Bantuan dalam bidang pendidikan. Program pemberian beasiswa bagi masyarakat lokal yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Masyarakat lokal juga mengharapkan agar sarana di tingkatkan seperti sarana olahraga, hiburan, taman baca, perbaikan jalan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan Desa lingkar tambang tersebut.
Aspek Pendidikan
Pendidikan merupakan aset penting yang dimiliki oleh setiap orang dalam meningkatkan pengetahuannya dan untuk memudahkan bagi mereka meraih harapan yang lebih baik di masa depan. Pada masa lalu, pendidikan di Desa lingkar tambang pulau Obi masih terbatas. Sarana pendidikan belum sebaik yang ada sekarang ini. Seperti sebelumnya dikatakan bahwa Desa lingkar tambang pulau Obi, termasuk desa tertinggal karena letaknya di wilayah Selatan Halmahera, Perovinsi Maluku Uatara yang sulit dijangkau pada waktu itu sehingga masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap desa-desa lingkar tambang yang berada jauh dari wilayah administratif pusat. Jika harus bersekolah setelah tamat Sekolah Dasar, mereka harus keluar dari desa mereka dan menempuh pendidikan di luar dari kampung mereka. Boleh dikatakan fasilitas sangat minim. Berbeda ketika perusahaan tambang nikel sudah memasuki wilayah mereka. Kepedulian perusahaan merupakan suatu tuntutan dari masyarakat agar mereka bisa diperhatikan terutama dalam hal pendidikan.
Pendidikan merupakan fasilitas penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam bidang pendidikan, perusahaan memberikan bantuan kepada siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bantuan juga diberikan kepada setiap sekolah berupa pemberian beberapa unit computer, adanya taman baca bagi para siswa-siswi di sekolah, perpustakaan, dan pembangunan gedung bagi sekolah di desa lingkar tambang tertinggal yang ada di pulau obi.
Untuk memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, disiapkan alat transportasi berupa bus sekolah, disediakan di beberapa kecamatan di sekitar area lingkar tambang yaitu Kecamatan Obi, Obi Selatan, Barat dan Timur.
Selain itu ada program pelatihan yang diberikan khusus bagi generasi muda (usia produktif) dalam bidang pertambangan agar mereka memiliki skill untuk bisa bersaing dengan para pencari kerja dari luar daerah mereka. Program tersebut bernama Program Pelatihan Industri (PPI). PPI didirikan untuk memberikan pelatihan secara khusus bagi penduduk lokal tentang pekerjaan tambang, sehingga diharapkan nantinya mereka tidak kalah bersaing dengan orang-orang dari luar. Hal tersebut juga bisa memberikan kesempatan bagi penduduk lokal untuk bisa ikut serta dalam kegiatan pertambangan. Pelatihan yang diberikan terdiri dari pengoperasian alat berat (dump truck, loader, dozer, forklift) untuk kegiatan di daerah mining, kemudian pelatihan di area warehouse (Supply Chain Management), bagian process plant, and maintenance (equipment). Semuanya dimaksudkan agar nantinya mereka bisa dipekerjakan di perusahaan nikel pulau obi.
Aspek Kesehatan
Kesehatan merupakan harta yang sangat penting bagi manusia. Manusia senantiasa menjaga diri agar selalu sehat secara jasmani maupun rohani. Kehidupan masyarakat yang berubah secara tradisional ke modern secara tidak langsung mengubah cara pandang masyarakat lokal tentang pilihan pengobatan. Dulunya masyarakat dipengaruhi oleh budaya lokal tentang pengobatan yang lebih didominasi oleh pengobatan yang dilakukan oleh dukun.Namun saat ini masyarakat lebih memilih pengobatan secara medis.Hal tersebut berkaitan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah sekitar lingkar tambang. Perubahan pilihan disebabkan oleh adanya pengaruh dari orang di luar wilayah pertambangan yang sangat memberi kontribusi bagi peningkatan kesehatan secara medis. Oleh sebab itu berbagai fasilitas kesehatan disediakan untuk menjamin masyarakat lokal bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.
Perusahaan nikel pulau Obi, untuk bisa memberikan perhatian kepada penduduk lokal sebagai bagian dari kepedulian masyarakat di sekitar area lingkar tambang. Penduduk lokal mendapat jaminan pengobatan gratis. Selain itu, perusahaan membantu pemerintah setempat dalam pengadaan peralatan kesehatan serta obat-obatan. Karena letaknya jauh, terkadang perusahaan memberikan pengobatan gratis dengan mendatangkan dokter ke daerah tersebut untuk memeriksa kesehatan masyarakat secara gratis. Seperti dokter THT dan spesialis UMUM didatangkan untuk mengobati masyarakat di daerah tersebut, karena dokter THT dan spesialis UMUM masih sangat terbatas. Masyarakat bisa merasakan manfaat dari berdirinya perusahaan tersebut karena kesehatan mereka terjamin dengan adanya sarana kesehatan yang disediakan. Selain itu, perusahaan membangun beberapa puskesmas di sekitar wilayah kontrak karya, yang kemudian disumbangkan kepada masyarakat setempat.
Selain itu, perusahaan mendirikan sebuah rumah sakit untuk bisa melayani masyarakat sekitar. Perusahaan juga ikut bertanggung jawab dalam hal kesehatan, karena dampak dari pendirian perusahaan tambang adalah adanya polusi asap pabrik, debu, serta pencemaran lingkungan.
Aspek Lingkungan
Lingkungan merupakan paru-paru dunia. Istilah tersebut mengisyaratkan bahwa pentingnya untuk menjaga lingkungan secara baik, tidak melakukan penebangan hutan secara besar-besaran sehingga dapat menggangu ekosistem yang terdapat didalamnya. Sebelum tambang hadir di tengah-tengah masyarakat, kondisi lingkungan sangat asri, sejuk, dan rindang karena daerah mereka berada diantara gunung dan hutan.
Pendirian perusahaan tambang secara langsung dapat berdampak bagi kelestarian lingkungan di sekitar area lingkar tambang. Asap pabrik dan banyaknya debu karena pengelolahan area eksplorasi tanah secara kontinu menyebabkan terganggunya lingkungan alam. Pencemaran udara dan pencemaran tanah bisa merusak tanaman pertanian penduduk lokal, banyak yang rusak karena debu asap pabrik yang merusak tanaman mereka, belum lagi limbah pabrik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat seperti ketersediaan air bersih dan tidak tercemar. Untuk mengatasi persoalan pencemaran tersebut, perusahaan berupaya agar dampaknya tidak mengganggu masyarakat sekitar. Oleh sebab itu perusahaan harus berada agak jauh dari pemukiman warga. Polusi udara diatasi dengan melakukan filter debu dan alat pengisap debu di udara agar tidak berhamburan di udara yang dapat terhirup oleh manusia. Selain itu untuk mengatasi pencemaran air dan tanah, harus dilakukan sesuai dengan Amdal sehingga tidak merusak kesehatan manusia.
Pembangunan Infrastruktur
Sebelum masuknya perusahaan tambang di daerah Obi, infrastruktur umum terbilang sangat minim. Kondisi tersebut dikarenakan daerah mereka hanyalah daerah agraris dan belum nampak secara menggeliat aktivitas-aktivitas penggerak perekonomian masyarakat. Pembangunan sarana dan prasarana di daerah tersebut lambat. Kondisi infrastruktur yang cukup lengkap saat ini, di daerah sekitar pertambangan, tidak lepas dari bantuan dari pemerintah bekerjasama dengan perusahaan tambang nikel.Tidak bisa dipungkiri bahwa masuknya perusahaan tambang di daerah obi dan daerah sekitarnya sangat membantu perubahan di dalam masyarakatnya.Tentunya perubahan yang mengarah pada kondisi yang bersifat positif.
Dengan perkembangan perusahaan tambang di pulau obi, tidak dapat dipungkiri masyarakat di sekitar area tambang tersebut juga turut merasakan manfaatnya. Seperti pembangunan sarana dan prasarana yang memadai sebagai bentuk kesejahteraan mereka. pembangunan sarana terdiri dari sarana pendidikan, kesehatan, sarana olahraga, sarana hiburan dan taman bermain. Sarana jalan dan transportasi juga sudah sangat baik. Jika tidak ada perusahaan yang hadir di daerah mereka, masyarakat lokal merasakan pembangunan secara lambat. Mereka mungkin hanya mendapatkan perhatian yang sedikit dari pemerintah, pembanguan sarana lambat dan masyarakatnya hidup sederhana. Oleh sebab itu perusahaan tambang nikel pulau obi banyak memberikan dampak positif di masyarakat. Masyarakat boleh menikmati beragam fasilitas yang bagus, ekonomi mereka juga turut meningkat. Selain itu banyaknya fasilitas penginapan seperti hotel dan wisma menjadikan desa di lingkar tambang dan daerah sekitarnya bisa dikatakan sangat maju.
Kalau kita lihat dari segi aspek kehidupan yang di paparkan di atas, masyarakat pulau Obi tidak pernah merasakan yang namanya pemerataan dalam kesenjangan kesejahteraan melainkan hidup dibawah garis keterpurukan yang hasilnya nihil, mengapa demikian dari banyak lahan yang di garap serta hasilnya dibawah keluar, yang ada hanya timbul berbagai masalah kehidupan dengan harapan palsu.
Apakah masyarakat pulau obi harus keluar dari derita ini dengan dalil pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), REFERENDUM dan atau Pemerintah dan Perusahan harus mengeluarkan jurus baru untuk bercibaku dengan melakukan kesenjangan supaya melahirkan sebuah kesejahteraan kepada masyarakat pulau obi, yang mana harus di pilih oleh pemerintah.? agar bisa mengeluarkan masyarakat pulau Obi dari kegelisaan akan kesejahteraan nyata untuk mengobati rasa keluh kesah masyarakat pulau Obi.
Jangan masyarakat pulau Obi hanya di jadikan mesin kendaraan politik antara eksekutif dan legislatif saja, akan tetapi harus memberikan solusi serta jalan keluar agar dapat memberikan kesejahteraan masyarakat pulau obi, jangan hanya hasil dari pulau Obi yang kita ambil saja lalu tanpa memberikan sebagaian hasil untuk pembangunan pulau Obi.