Tingkatkan Imunitas OTG Dan ODP Covid-19 Halsel Ikut Senam Germas

HALSEL,CN – Sejumlah pasien dengan kasus Covid-19 Rusunawa di Desa panambuang kecamatan Bacan selatan diberikan penanganan khusus untuk meningkatkan imunitas selama masa karantina, Minggu (17/05/20)

Kepada Media Cerminnusabtara.co.id Sekertaris satgas (Covid-19) Pemerintah kabupaten Halamahera selatan (Halsel) Daud Jubaidi menyampaikan bahwa kegiatan senam Germas yang dilakukan oleh pasien Covid-19 ialah bagian dari kegiatan di Rutin di Rumah susun warga (Rusunawa)

Lanjut Daud, kegiatan ini bertujuaan membuat ODP dan OTG serta para petugas kesehatan dan keamanan yang bertugas di rusunawa bisa lebih rileks

Gegiatan senam Germas ini, Selain dapat Meningkatkan daya tahan tubuh. Senam ini juga dapat menjaga sikologis para pasien yang di karantina

“Senam ini akan dilaksanakan secara rutin selama masa karantina kedepan dengan harapan para pasien terus merasa segar dan sehat dengan melakukan senam dibawah sinar mentari,” Pungkas Daud

Terkait Insiden Pasien Covid-19 Keluar Dari Hotel Sahid, Direktur LSM Rorano Angkat Bicara

HALSEL, CN – Terkait insiden PDP dan Orang posistif Covid-19 yang keluar dari Hotel Sahid (14/05/20), Memberi gambaran penanganan yang tidak baik oleh Pemerintah Daerah.

Dalam tulisan yang di rilis media cerminnusantara.co.id Minggu (17/05/20) Direktur Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Rorano, Asgar Saleh Menyampaikan bahwa Covid-19 ialah virus yang menular sangat cepat, Sebab itu Statusnya Pandemi karena seluruh dunia terdampak dalam waktu singkat. Covid19 adalah bencana non alam dan sudah jadi Darurat Kesehatan

Sementara Kapasitas kesehatan kita di Maluku Utara tidak siap, ini artinya Semua serba darurat dan berusaha menyesuaikan diri agar bisa bertahan, bahkan perbandinganya dulu belum ada Lab, sekarang sudah ada, Dulu belum ada kematian sekarang sudah ada.

Lanjutnya, Kondisi seperti ini serba salah, Bisa dibayangkan bagaimana kita harus mencari imam untuk shalat jenazah di tengah malam hanya karena semuanya belum terbiasa

Sementara itu Poin penting menurut Asgar ialah, masalah kepercayaan pada Otoritas Kesehatan (Dokter). Rasanya aneh jika ada yang sakit lalu ke dokter dan divonis malaria, TB, HIV, Demam Berdarah, Diabetes Melitus dan banyak penyakit lainnya, kita terima vonis itu dan membeli obat atau bersedia di rawat di RS agar sembuh. Dalam kasus Covid-19 ini, ada yang malah melawan keputusan Dokter

Asgar saleh melihat penyebabnya dari sisi Sosial Ekonomi, Ia mengatakan tragedi insiden Sahid Hotel adalah tamparan bagi pemerintah Daerah

“Alasannya, mereka keluar antara lain karena tidak ada jaminan kepada keluarga, ada yang isteri dan anaknya tak punya duit, ada yang listrik diputus, ada yang kosan belum bayar. Intinya mereka minta kepastian,” kata Asgar

Asgara Saleh menyampaikan bahwa, dari 77 kasus positif, mayoritas adalah laki-laki dan sebagian besar adalah Kepala Keluarga yang selama ini menafkahi hidup mereka. Sebab sebulan atau lebih dikarantina itu memukul ekonomi keluarga mereka.

“Bisa di bayangkan bahwa Ada rutinitas yang hilang, ada tanggungjawab yang tak bisa dilakukan karena di karantina, fungsi sebagai pemberi nafkah hilang dan Keluarganya susah sebab Sebulan tidak ada uang,” ucapnya.

Maka Kata Asgar, Pemerintah Daerah yang harus mengganti peran ini, Sebab ini bencana nasional, Tugas pemerintah tidak hanya sebatas karantina pasien tetapi memastikan seluruh kehidupan sosial ekonomi keluarga pasien berjalan normal.

“Katanya punya dana miliaran, Kalo satu KK yang sementara dikarantina disubsidi 3 juta per bulan untuk beli beras, bayar listrik dan air, beli ikan, beli susu untuk anak mereka, pasti tidak sampai 100 juta,” pungkas Asgar (Red/CN)

Pepaya Masa dan Kambing Juga Positif Corona, Ala Presiden Tanzania

TANZANIA, CN – Bulan lalu, kasus virus Corona di Tanzania berjumlah 20 orang, sebulan kemudian meningkat drastis menjadi 480 kasus. Presiden John Magufuli tidak begitu saja percaya atas lonjakan ini. Ia curiga pada alat testnya. Maka Magufuli memerintahkan aparat untuk mengambil sample bukan dari manusia, tetapi dari kambing, domba, pisang dan mangga, Bahkan oli mobil.

Namun sebelum sampel-sampel itu diserahkan ke laboratorium national, semua sample itu terlebih dahulu diberi nama manusia. Tentu saja tanpa sepengetahuan pihak Lab. Sampel Kambing diberi nama Zabil Hamza 30 Tahun, Pria. Sampel Domba diberi nama Sarah Samuel, 45 Tahun, wanita. Mangga diberi nama Elizabeth Ane, 26 Tahun, wanita. Dan seterusnya.

Dan hasilnya, semua sampel itu dinyatakan positif terpapar Corona. Presiden Maghuli merasa geli dengan hasil itu. “Apakah semua mangga perlu di lockdown?” Sindirnya yang sangat firal yang di kutip di laman berbagai Facebook netizen.

Magufuli tidak menyebutkan alat test itu dari mana. Tapi orang menduga, sindirannya di arahkan pd China. Kita tahu negara itu yg paling cepat menawar nawarkan alat test Corona.

Terutama Magufuli adalah presiden yg membenci cina, ia membatalkan semua rencana utang yang telah ditanda tangani presiden sebelumnya, jakaya kikwete. Padahal tawaran utang cina Sangat besar, 10 miliar dollar atau 155 trilyun.

“Hanya pemabuk yg mau ngutang ke cina” kata Maghuli sinis. (Kutip) (Red/CN)

Bawaslu Imbau Petahana Tak Manfaatkan Bantuan Untuk Raih Perhatian Masyarakat

JAKARTA, CN – Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, saat ini Bawaslu mengawasi beberapa kepada daerah petahana yang sudah mulai memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemik Covid-19.

“Pemberian bantuan bisa menjadi persoalan. Apakah berlandaskan kemanusaian atau ada tujuan politis? Itu susah dibedakan. Maka harus ada pengawasan ekstra hati-hati dari Bawaslu,” ucapnya dalam diskusi daring berjudul Sanggupkah Pilkada Diselenggarakan Desember 2020? di Jakarta, Minggu (19/4/2020) lalu di Kutipan dari laman Bawaslu Ri.

Abhan menceritakan, dalam beberapa waktu terakhir menerima laporan dari jajaran Bawaslu di daerah. Menurutnya, ada kepala daerah petahana yang membagikan paket sembako dan masker. Dalam kemasan paket tersebut memuat gambar fotonya saja tanpa menyebutkan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota beserta jargon-jargonnya.

“Masalahnya kepala daerah ini telah mendapatkan rekomendasi dari partai untuk maju dalam pilkada. Juga hanya memuat wajahnya saja. Bukan kami prasangka buruk, bisa saja disalahgunakan,” ungkapnya.

Alumni Universitas Pekalongan ini menjelaskan, Bawaslu tidak melarang atau membatasi kepala daerah untuk membantu warganya ditengah pandemk covid-19 ini. Dirinya menegaskan, sebaiknya situasi ini jangan dimanfaatkan untuk kempentingan politik praktis pilkada. Melihat tanggung jawab sebagai kepala daerah untuk membantu warganya, Abhan meminta tidak terjadi “Abuse of power’.

“Mari berpolitik dengan santun. Jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Laksanakan kewajiban sebagai kepala daerah,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Indekstat Ary Santoso. Ia berharap saat ini para kepala daerah untuk mengeesampingkan ambisi politiknya untuk meraih kekuasaan kembali. Segala macam tindakan dan pengambilan keputusan tak dilandasi oleh kepentingan politis.

“Semoga tidak ada kepala daerah petahana yang bertujuan ke sana. Lupakan sejenak hingar bingar demokrasi ketika memberi bantuan kepada masyarakat di tengah kondisi sekarang ini. Harus utamakan unsur kemanusiaan demi selamatkan warganya,” tutupnya.(Red/CN)

Operasi Cipkon Jelang Lebaran, Polsek Pulau Bacan Grebek Pabrik Penyulingan Miras Tradisional

HALSEL, CN – Polsek Pulau Bacan berhasil musnahkan 450 liter bahan baku mentah pembuatan miras ( saguer ) dan mengamankan 10 liter miras jenis Cap Tikus siap edar.

Ratusan Liter bahan baku mentah pembuatan miras dan puluhan liter miras siap edar diamankan dalam giat cipta kondisi jelang hari Raya Idul Fitri Tahun ini yang di Pimpin langsung Kanit Patroli AIPTU Munir Abdullah., bersama 5 anggotanya, Sabtu (16/5/20).

Aparat Korps berbaju coklat kembali menyisir kawasan hutan di Desa Marabose Kec. Bacan Kab. Halsel yang di sinyalir tempat produksi miras tradisional jenis cap tikus.

Alhasil ditemukan dari hasil penggrebekan yaitu 1 tempat penyulingan miras yang terdapat beberapa alat yang digunakan untuk penyulingan serta ratusan liter bahan baku mentah pembuatan miras dan 10 liter miras siap edar.

Sedangkan pemilik tempat penyulingan miras terlebih dahulu mengetahui kedatangan petugas dan berhasil melarikan diri, meski demikian polisi tetap mencari tau kepemilikan tempat penyulingan miras, sehingga kedepan tidak ada lagi tempa penyulingan seperti itu.

Kapolsek Pulau Bacan IPTU Albertus Mabel, S.I.K., saat di konfirmasi membenarkan adanya Razia miras oleh personilnya.

Lanjut Kapolsek, miras merupakan sumber pemicu masalah yang sering kerap menimbulkan kejahatan maupun kriminalitas jelang hari raya Idul Fitri.

Operasi Cipkon, tuturnya kerap kami laksanakan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kab. Halsel.

“Cipkon dengan sasara miras dilakukan untuk meminimalisir tindak pidana kejahatan yang bersumber dari pengaruh penggunaan miras yang kerap terjadi,” tutupnya. (Hafik CN)

BNI Ternate Distribusikan Kartu Keluarga Sejahtera di “Pelosok Halmahera”

TERNATE, CN – Saat setiap warga Negara dianjurkan untuk membatasi aktivitas karena saat ini tengah dilanda pandemi Corona Covid-19, disisi lain kebutuhan bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah menjadi sangat mendesak, karena dampak wabah ini telah menekan perekonomian, menurunkan produksifitas, serta berakibat pada banyaknya karyawan yang dirumahkan terlebih sampai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sehingga pemerintah segera melakukan penyaluran berbagai bantuan sosial (Bansos) melalui Bank – Bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang ditunjuk Kementrian Sosial Republik Indonesia. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk adalah salah satu Bank yang ditunjuk untuk mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Penyaluran Program Sembako Covid-19 Tahun 2020.

Untuk Maluku Utara, BNI Cabang Ternate ditunjuk untuk mendistribusikan KKS Penyaluran Program Sembako Covid-19 tahun 2020 di Kabupaten Halmahera Barat, dan Sabtu (15/5) telah mulai melakukan pendistribusian.

Penyelia Penjualan BNI Cabang Ternate, Nurhayat mengatakan Pendistribusian KKS dilaksanakan di 8 kecamatan yaitu Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Sahu Timur, Ibu, Ibu Selatan, Tabaru dan Loloda dengan jumlah desa adalah 148 di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan diberikan ke 2.953 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pendistribusian ke 2.953 KPM yang dilakukan dengan transportasi laut dan darat ini diikuti sekitar 30 Pegawai BNI Ternate, hadir pula pada kegiatan ini diantaranya Pemimpin BNI Cabang Ternate, Jonathan Lapian, Pemimpin Bidang Pemasaran Zulkifli Salampessy, Pemimpin Bidang Pelayanan Nasabah Maria A. Manu serta pendamping dari masing-masing kecamatan dan tenaga pengamanan dari kepolisian. Pemimpin BNI Cabang Ternate, Jonathan Lapian yang juga ikut melakukan Pendistribusian mengatakan, Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa penyaluran bansos dilaksanakan sebelum Hari Raya idul fitri 1441 H, sehingga kami segera melakukan pendistribusian, meskipun berada dalam tekanan wabah Covid-19, kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa penyaluran bansos dilaksanakan sebelum Hari Raya idul fitri 1441 H, sehingga kami segera melakukan pendistribusian, meskipun berada dalam tekanan wabah Covid-19, kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Jonathan.

Jonathan menambahkan, BNI menyatakan siap menjadi digital banking partner untuk program yang terkait dengan subsidi ataupun bantuan sosial dari pemerintah, termasuk bansos KKS Program Penyaluran Sembako COVID-19 Tahun 2020 ini.

BNI juga yang memperkenalkan kemudahan menggunakan teknologi perbankan untuk menajamkan penyaluran bansos agar bisa dilakukan secara nontunai (Cashless) dan memenuhi prinsip 6T seperti yang diharapkan pemerintah, yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat administrasi.

Sementara itu, Pemimpin Bidang Pemasaran BNI Ternate, Zulkifli Salampessy menyampaikan terima kasih kepada Pendamping Kecamatan, Pengamanan dari Kepolisian serta Karyawan/ti Bank BNI yang sama-sama ikut mendampingi guna mempercepat proses pendistribusian dimaksud.

“Semoga apa yang kita lakukan ini selain karena menjalankan tugas dan tanggung jawab juga bernilai ibadah di Bulan suci ramadhan ini,” harap Pak Zul sapaan Zulkifli. (Bur CN)