HALSEL, CN – Kepala Desa Koititi Musli Marasabessy di duga telah selewengkan Anggaran Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 370 Juta di tengah pademi Covid -19.
Diketahui bahwa sesuai surat edaran Bupati Nomor 140/40/2020 tertanggal 28 April lalu, tentang tanggap darurat Covid-19 perihal Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Padat karyaTunai. Dimana isi dari edaran Bupati itu lebih dititikberatkan pada kebijakan BLT di 249 Desa di Halsel.
Dan seluruh Desa di Halsel wajib hukumnya untuk berikan BLT pada masyarakat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 40/PMK.07/2020
Namun hal ini tidak di indahkan oleh Musli marsabesy (Kades Koititi). Musli Enggan menyalurkan BLT Dana Desa, hingga membuat warga yang tersululut emosi langsung mengeruduk rumahnya, Juma’at (20/5/2020) sekitar Pukul 21:30 Malam WIT. Beruntung Personil dari Kepolisian Sektor Gane Barat dan Babinsa segera ke lokasi dan menenangkan warga.
Media cerminnusantara.co.id Sabtu (23/05) melalui via Telepon mencoba menghubungi salah seorang tokoh masyarakat, Bunyamin Sarif yang berada di tempat kejadian.
Bunyamin pun menjelaskan bahwa paska kejadian itu, pihak Polsek memediasi pertemuan warga dengan Kepala Desa, namun mengingat pademi Covid-19, Pertemuan tersebuat di wakilkan oleh 6 Tokoh masyarakat.
Lanjutnya, Pertemuan di lakukan pada pagi hari di Kantor Polsek Gane Barat dalam pertemuan itu Musli menyampaikan bahwa Anggaran Tahap I pencairan 2020 sebesar Rp 370 Juta.
“Namun ketika di tanyakan terkait tranparansi penggunaan anggaran Tahap I, Musli menjelaskan dengan terbatah-batah dan banyak alibi, Musli menjelaskan Dari 370 Juta lebih pengadaan lampu jalan 5 unit, mesin katinting 50 unit dan sisa uang 50 Juta itu pun ada di Bendahara,” ungkap Bunyamin.
Sementara itu kata Bunyamin, Musli tidak bisa menunjukan bukti dan isi dokumen APBDes dan bahkan Musawarah Desa (Musdes) Tahun 2020 tidak ada pembahasan pengadaan lampu jalan dan mesin katinting.
“Sedangkan lampu jalan yang di datangkan bulan Maret itu adalah pengadaan anggran 2019 sesuai isi APBDes. Sedangkan mesin katinting itu adalah bantuan dari perikanan Provinsi,” jelas Bunyamin.
Bunyamin juga menyampaikan bahwa terkait Penyalagunaan Dana Desa di tengah pademi, maka dia dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Koititi bakal memboikot kantor Desa dan melaporkan Kasus ini ke lembaga Hukum.
“Saya dan Para pemuka masyarakat bakal bersama warga segra memboikot kantor Desa dan memproses kasus ini ke polres Halsel,” tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Gane Barat Ipda Mardan Abdurahman ketika di Konfirmasi terkait pertemuan itu, Ipda Mardan menyampaikan bahwa pihak polsek hanya memediasi pertemuan antara keterwakilan masyarakat dengan Kepala Desa dan meminta media cerminnusantara untuk menghubungi Camat.
Namun saat Media cerminnusantara co.id mencoba menghubungi Camat Gane Barat, Jamal Ishak nomor handphonenya tidak aktif. (Hafik CN)
HALSEL, CN – Ditengah wabah Corona, Kepala Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut), Musli Marasabessy Nyaris diamuk massa, Juma’at (20/5/2020) sekitar Pukul 21.30 Malam WIT.
Dari Informasi yang di himpun wartawan cerminnuaantara.co.id bahwa warga kecewa karena Musli Marasabessy dianggap tidak transparan dalam Pengelolaan Dana Desa.
Bahkan semenjak Musli Marasabessy dilantik pada Tahun 2017 sampai saat ini, ia jarang berada di Desa. Sementara banyak Pos Anggaran Pembinaan dan Pemberdayaan yang tidak direalisasikan.
Selain itu, ada bahan material pembangunan Kantor Desa Tahun 2018 yang belum di bayar, salah satunya ibu Ratna.
“Saya pe uang yang bikin Kantor Desa belum bayar masih sisah 7 Juta,” ungkap ratna
Ada juga upah pekerja Jalan 2019 yang belum di bayar. “Diketahui upah tukang yang dianggarkan Musli untuk Fondasi Jalan baru dengan panjang 300 meter sebesar Rp 30 Juta hingga saat ini upah tukang baru diberikan Kades sebesar Rp 2 Juta,” Rilis Media TeropongMalut.
Kemarahan warga semakin memuncak ketika Bang Toyib julukan Musli oleh masyarakat Desa Koititi Karena jarang berada di Desa, enggan menyalurkan BLT Dana Desa. Hingga warga yang tersululut emosi langsung mengeruduk rumah Kepala Desa, beruntung Personil dari Kepolisian Sektor Gane Barat dan Babinsa segera ke lokasi dan menenangkan warga.
Jikri Lukman (20) mahasiswa Desa Koititi menjelaskan bahwa warga meminta Musli keluar dan temui warga, namun Musli enggan kaluar karena takut. Pasalnya, masyarakat dalam suasana emosi.
“Selain itu warga menuntut Musli segera mundur dari Kepala Desa dan meminta agar pihak Kepolisian Halsel untuk mengusut kasus penyelewengan Dana Desa,” jelasnya. (Hafik CN)
ZULKIFLI NURDIN, SE Wapemred Cerminnusantara.co.id Penulis Adalah : Pemerhati Sosial Masyarakat Obi
Berbagai Problematika yang di hadapi masyarakat pulau obi, masalah tak lain dan tak bukan hanya persoalan infrastruktur pembangunan fisik dan non fisik, mulai dari jalan, jembatan, air bersih, dan pemberdayaan masyarakat lewat Dana Comdev yang sekarang ini di rubah menjadi CSR.
Akankah persoalan ini dapat teratasi, sudah berapa tahun usia kabupaten hingga sekarang ini, 15 tahun bukan gampang betapa saking rasanya menunggu kepastian yang tak kunjung datang, berapa besar harapan yang diderita masyarakat pulau obi.
Masyarakat pulau Obi hanya hidup dalam lamunan dan iming-iming kali kelak pasti sejahtera namun samapi sekarang nihil, akankah ada kepedulian yang nyata di lakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten baik Eksekutif maupun Legeslatif, sebab mengapa karena masyarakat Obi sekarang ini hanyalah membutuhkan kesejahteraan.
Dari berbagai macam aspek yang ada tidak ada satupun yang di rasakan oleh masyarakat kepulauan Obi, mulai dari Aspek Ekonomi, Sosial Budaya, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Infrastruktur. Adakah sekarang ini perusahan dan pemerintahan (Badan Eksekutif dan Legislatif) telah berbuat untuk kepentingan masyarakat kepulauan obi.? malahan masyarakat Obi mendapat gundulnsya tanah serta lahan pertanian yang tidak lagis bisa di garap.
Masyarakat Pulau Obi membutuhkan titik terang kesejahteraan, dari segala segi aspek kehidupan. Kesejahteraan merupakan dambaan setiap orang terlebih lagi jika dilihat secara luas yaitu kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat. Berbagai faktor melatarbelakangi kesejahteraan, dapat diperoleh baik secara perorangan maupun secara berkelompok ataupun bermasyarakat. Kehadiran perusahaan industri di tengah-tengah kehidupan masyarakat agraris secara tidak langsung mengubah tatanan yang sudah ada di masyarakatnya. Tatanan yang dimaksud yaitu terjadinya perubahan di berbagai bidang yang diharapkan memberikan dampak positif di masyarakat. Pola pikir yang agraris atau tradisional berubah menjadi pola pikir yang modern atau industrialis. Hal tersebut juga mempengaruhi kebiasaan yang ada di masyarakatnya, yang pada kenyataan ini tidak ada sama sekali.
Salah satu penyebab perubahan yang ada karena masuknya perusahaan pertambangan di sekitar wilayah masyarakat di Desa Kawasi, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara . Desa yang dulunya hanya mengenal sektor pertanian dan perkebunan sekarang beralih lebih menfokuskan pada sektor industri. Banyaknya lapangan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan tambang secara tidak langsung menambah pendapatan masyarakat setempat atau secara lokal. Untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar area tambang di Pulau Obi, maka dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek ekonomi, aspek pendidikan, aspek kesehatan, aspek budaya, aspek lingkungan dan infrastruktur.
Aspek Ekonomi
Pada masa lalu, aktivitas ekonomi masyarakat Lingkar Tambang Pulau Obi, Kab. Halmahera Selatan, hanya terfokus pada sistem pertanian. Aktivitas dapat dilihat setiap harinya dimana masyarakat pergi mengelola tanah pertaniannya. Menurut Warga (76) enggan di sebut namanya ini, bahwa setiap kepala keluarga memiliki tanah garapan, baik diolah sebagai lahan pertanian tanaman bulanan dan tahunan diolah untuk berbagai jenis tanaman kelapa, cengkih dan pala dan lain-lain. Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, hasil tanaman perkebunan di jual ke pasar tradisional, aktivitas perdagangan masih sangat minim, orang-orang yang datang berdagang berasal dari luar daerah, itupun terjadi setiap hari pasar.
Keahlian yang dimiliki masyarakat sebelum masuknya perusahaan tambang masih didominasi oleh sektor pertanian. Masyarakat hanya mengetahui cara bercocok tanam, cara mengolah lahan pertanian, cara membasmi hama tanaman dan sebagainya yang berhubungan dengan aktivitas pertanian mereka. Usaha-usaha lainnya belum nampak tumbuh secara aktif di daerah tersebut.
Setelah masuknya perusahaan tambang nikel di Desa Kawasi, masyarakat mulai tertarik dan melihat peluang di sektor industri. Permintaan tenaga kerja menjadi salah satu alasan masyarakat lokal lebih memilih aktivitas industri daripada aktivitas pertanian karena adanya upah kerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan harus mengelola lahan pertanian yang belum tentu setiap bulannya memiliki hasil yang maksimal untuk mecukupi kebutuhan keluarga. Hal tersebut menjadi awal bagi perubahan yang terjadi pada masyarakat lokal di pulau obi Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Uatara.
Masyarakat di sekitar area tambang secara ekonomi mengalami perubahan. Perubahan tentunya ke arah yang positif. Dimulai dengan penerimaan tenaga kerja untuk dipekerjaan di area tambang. Pada masa berdirinya perusahaan tambang nikel, mereka membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga pada awalnya pendidikan tidak diutamakan. Jika dianggap usia produktif, mereka bisa bekerja di perusahaan tambang. Seiring perkembangan waktu, perusahaan tambang nikel tersebut mengalami peningkatan dan menjadi daya tarik banyak orang untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Saat ini karyawan perusahan nikel, berasal tidak hanya dari daerah lingkar tambang, akan tetapi juga berasal dari luar pulau Obi Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara, seperti dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, Makassar, Manado dan Papua. Selain itu, banyaknya tenaga kerja asing juga bekerja di perusahaan tambang tersebut.
Bertambahnya jumlah penduduk yang merupakan masyarakat pendatang ke daerah Pulau Obi, Halmahera Selatan Provinsi Maluku Uatara ini juga mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal. Banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal sehingga banyak didirikan rumah kontrakan maupun usaha kos-kosan. Selain itu usaha perdagangan juga lebih aktif karena banyaknya permintaan akan barang maupun jasa.
Dilihat dari masuknya perusahaan tambang ke pulau Obi, ini berarti terjadi perubahan pola kehidupan akan mencapai kebutuhan keluarga, sebab masyarakat yang sehari-hari bercocok tanam berubah menjadi polah masyarakat industri untuk mengikuti arus perkembangan zaman, hal ini harus di lihat dari segi aspek kehidupan agar rodah ekonomi rakyat tetap berputar sebagai mestinya, aspek-aspek adalah sebagai berikut :
Aspek Sosial Budaya
Hadirnya perusahaan tambang nikel di Pulau Obi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, menarik banyak orang untuk mencari nafkah di daerah tersebut. Gaji yang besar dan tunjangan yang baik menjadi daya tarik orang-orang untuk bekerja di peeusahan.Kehadiran pendatang dari luar daerah menyebabkan bercampurnya ragam budaya yang ada di masyarakat. Daerah yang awalnya hanya milik komunal tertentu (penduduk lokal), mulai tergerus dengan budaya-budaya luar yang masuk.
Keragaman budaya di wilayah industri menyebabkan budaya lokal tidak terlalu nampak karena adanya pengaruh dari budaya luar. Seperti di daerah tambang di pulau obi, budaya mereka sudah mulai memudar dan diganti dengan budaya luar. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya luar lebih besar dari budaya lokal. Yang lebih banyak pengaruhnya yaitu budaya dari luar negeri, masyarakatnya lebih banyak yang mengerti bahasa inggris, china dari pada bahasa lokal mereka, Rambu-rambu, spanduk, pamplet lebih banyak menggunakan bahasa asing daripada bahasa lokal mereka. Model pemukiman juga mengikuti pemukiman dari luar. Swalayan juga hadir untuk menjawab kebutuhan para orang-orang asing di daerah mereka. Hal tersebut bisa mengikis budaya lokal di daerah mereka.
Salah satu lembaga adat yang ada di daerah tersebut, menjadi wadah bagi masyarakat lokal mempertahankan budaya mereka dan menyuarakan aspirasi terhadap perusahaan tambang yang hadir di wilayah mereka. Bantuan kerjasama dilakukan agar keberadaan mereka di kampung sendiri tidak dilupakan. Kerjasama antara penduduk lokal dengan perusahaan terdiri dari :
Perekrutan tenaga kerja penduduk lokal di perusahaan, Masyarakat lokal mengharapkan agar perusahaan mengutamakan perekrutan karyawan dari masyarakat lokal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal.
Bantuan pengobatan gratis bagi penduduk lokal. Masyarakat lokal yang sakit diberikan akses untuk berobat di rumah sakit perusahaan dan mendapatkan pengobatan secara gratis sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada penduduk lokal.
Bantuan dalam bidang pendidikan. Program pemberian beasiswa bagi masyarakat lokal yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Masyarakat lokal juga mengharapkan agar sarana di tingkatkan seperti sarana olahraga, hiburan, taman baca, perbaikan jalan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan Desa lingkar tambang tersebut.
Aspek Pendidikan
Pendidikan merupakan aset penting yang dimiliki oleh setiap orang dalam meningkatkan pengetahuannya dan untuk memudahkan bagi mereka meraih harapan yang lebih baik di masa depan. Pada masa lalu, pendidikan di Desa lingkar tambang pulau Obi masih terbatas. Sarana pendidikan belum sebaik yang ada sekarang ini. Seperti sebelumnya dikatakan bahwa Desa lingkar tambang pulau Obi, termasuk desa tertinggal karena letaknya di wilayah Selatan Halmahera, Perovinsi Maluku Uatara yang sulit dijangkau pada waktu itu sehingga masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap desa-desa lingkar tambang yang berada jauh dari wilayah administratif pusat. Jika harus bersekolah setelah tamat Sekolah Dasar, mereka harus keluar dari desa mereka dan menempuh pendidikan di luar dari kampung mereka. Boleh dikatakan fasilitas sangat minim. Berbeda ketika perusahaan tambang nikel sudah memasuki wilayah mereka. Kepedulian perusahaan merupakan suatu tuntutan dari masyarakat agar mereka bisa diperhatikan terutama dalam hal pendidikan.
Pendidikan merupakan fasilitas penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam bidang pendidikan, perusahaan memberikan bantuan kepada siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bantuan juga diberikan kepada setiap sekolah berupa pemberian beberapa unit computer, adanya taman baca bagi para siswa-siswi di sekolah, perpustakaan, dan pembangunan gedung bagi sekolah di desa lingkar tambang tertinggal yang ada di pulau obi.
Untuk memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, disiapkan alat transportasi berupa bus sekolah, disediakan di beberapa kecamatan di sekitar area lingkar tambang yaitu Kecamatan Obi, Obi Selatan, Barat dan Timur.
Selain itu ada program pelatihan yang diberikan khusus bagi generasi muda (usia produktif) dalam bidang pertambangan agar mereka memiliki skill untuk bisa bersaing dengan para pencari kerja dari luar daerah mereka. Program tersebut bernama Program Pelatihan Industri (PPI). PPI didirikan untuk memberikan pelatihan secara khusus bagi penduduk lokal tentang pekerjaan tambang, sehingga diharapkan nantinya mereka tidak kalah bersaing dengan orang-orang dari luar. Hal tersebut juga bisa memberikan kesempatan bagi penduduk lokal untuk bisa ikut serta dalam kegiatan pertambangan. Pelatihan yang diberikan terdiri dari pengoperasian alat berat (dump truck, loader, dozer, forklift) untuk kegiatan di daerah mining, kemudian pelatihan di area warehouse (Supply Chain Management), bagian process plant, and maintenance (equipment). Semuanya dimaksudkan agar nantinya mereka bisa dipekerjakan di perusahaan nikel pulau obi.
Aspek Kesehatan
Kesehatan merupakan harta yang sangat penting bagi manusia. Manusia senantiasa menjaga diri agar selalu sehat secara jasmani maupun rohani. Kehidupan masyarakat yang berubah secara tradisional ke modern secara tidak langsung mengubah cara pandang masyarakat lokal tentang pilihan pengobatan. Dulunya masyarakat dipengaruhi oleh budaya lokal tentang pengobatan yang lebih didominasi oleh pengobatan yang dilakukan oleh dukun.Namun saat ini masyarakat lebih memilih pengobatan secara medis.Hal tersebut berkaitan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah sekitar lingkar tambang. Perubahan pilihan disebabkan oleh adanya pengaruh dari orang di luar wilayah pertambangan yang sangat memberi kontribusi bagi peningkatan kesehatan secara medis. Oleh sebab itu berbagai fasilitas kesehatan disediakan untuk menjamin masyarakat lokal bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.
Perusahaan nikel pulau Obi, untuk bisa memberikan perhatian kepada penduduk lokal sebagai bagian dari kepedulian masyarakat di sekitar area lingkar tambang. Penduduk lokal mendapat jaminan pengobatan gratis. Selain itu, perusahaan membantu pemerintah setempat dalam pengadaan peralatan kesehatan serta obat-obatan. Karena letaknya jauh, terkadang perusahaan memberikan pengobatan gratis dengan mendatangkan dokter ke daerah tersebut untuk memeriksa kesehatan masyarakat secara gratis. Seperti dokter THT dan spesialis UMUM didatangkan untuk mengobati masyarakat di daerah tersebut, karena dokter THT dan spesialis UMUM masih sangat terbatas. Masyarakat bisa merasakan manfaat dari berdirinya perusahaan tersebut karena kesehatan mereka terjamin dengan adanya sarana kesehatan yang disediakan. Selain itu, perusahaan membangun beberapa puskesmas di sekitar wilayah kontrak karya, yang kemudian disumbangkan kepada masyarakat setempat.
Selain itu, perusahaan mendirikan sebuah rumah sakit untuk bisa melayani masyarakat sekitar. Perusahaan juga ikut bertanggung jawab dalam hal kesehatan, karena dampak dari pendirian perusahaan tambang adalah adanya polusi asap pabrik, debu, serta pencemaran lingkungan.
Aspek Lingkungan
Lingkungan merupakan paru-paru dunia. Istilah tersebut mengisyaratkan bahwa pentingnya untuk menjaga lingkungan secara baik, tidak melakukan penebangan hutan secara besar-besaran sehingga dapat menggangu ekosistem yang terdapat didalamnya. Sebelum tambang hadir di tengah-tengah masyarakat, kondisi lingkungan sangat asri, sejuk, dan rindang karena daerah mereka berada diantara gunung dan hutan.
Pendirian perusahaan tambang secara langsung dapat berdampak bagi kelestarian lingkungan di sekitar area lingkar tambang. Asap pabrik dan banyaknya debu karena pengelolahan area eksplorasi tanah secara kontinu menyebabkan terganggunya lingkungan alam. Pencemaran udara dan pencemaran tanah bisa merusak tanaman pertanian penduduk lokal, banyak yang rusak karena debu asap pabrik yang merusak tanaman mereka, belum lagi limbah pabrik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat seperti ketersediaan air bersih dan tidak tercemar. Untuk mengatasi persoalan pencemaran tersebut, perusahaan berupaya agar dampaknya tidak mengganggu masyarakat sekitar. Oleh sebab itu perusahaan harus berada agak jauh dari pemukiman warga. Polusi udara diatasi dengan melakukan filter debu dan alat pengisap debu di udara agar tidak berhamburan di udara yang dapat terhirup oleh manusia. Selain itu untuk mengatasi pencemaran air dan tanah, harus dilakukan sesuai dengan Amdal sehingga tidak merusak kesehatan manusia.
Pembangunan Infrastruktur
Sebelum masuknya perusahaan tambang di daerah Obi, infrastruktur umum terbilang sangat minim. Kondisi tersebut dikarenakan daerah mereka hanyalah daerah agraris dan belum nampak secara menggeliat aktivitas-aktivitas penggerak perekonomian masyarakat. Pembangunan sarana dan prasarana di daerah tersebut lambat. Kondisi infrastruktur yang cukup lengkap saat ini, di daerah sekitar pertambangan, tidak lepas dari bantuan dari pemerintah bekerjasama dengan perusahaan tambang nikel.Tidak bisa dipungkiri bahwa masuknya perusahaan tambang di daerah obi dan daerah sekitarnya sangat membantu perubahan di dalam masyarakatnya.Tentunya perubahan yang mengarah pada kondisi yang bersifat positif.
Dengan perkembangan perusahaan tambang di pulau obi, tidak dapat dipungkiri masyarakat di sekitar area tambang tersebut juga turut merasakan manfaatnya. Seperti pembangunan sarana dan prasarana yang memadai sebagai bentuk kesejahteraan mereka. pembangunan sarana terdiri dari sarana pendidikan, kesehatan, sarana olahraga, sarana hiburan dan taman bermain. Sarana jalan dan transportasi juga sudah sangat baik. Jika tidak ada perusahaan yang hadir di daerah mereka, masyarakat lokal merasakan pembangunan secara lambat. Mereka mungkin hanya mendapatkan perhatian yang sedikit dari pemerintah, pembanguan sarana lambat dan masyarakatnya hidup sederhana. Oleh sebab itu perusahaan tambang nikel pulau obi banyak memberikan dampak positif di masyarakat. Masyarakat boleh menikmati beragam fasilitas yang bagus, ekonomi mereka juga turut meningkat. Selain itu banyaknya fasilitas penginapan seperti hotel dan wisma menjadikan desa di lingkar tambang dan daerah sekitarnya bisa dikatakan sangat maju.
Kalau kita lihat dari segi aspek kehidupan yang di paparkan di atas, masyarakat pulau Obi tidak pernah merasakan yang namanya pemerataan dalam kesenjangan kesejahteraan melainkan hidup dibawah garis keterpurukan yang hasilnya nihil, mengapa demikian dari banyak lahan yang di garap serta hasilnya dibawah keluar, yang ada hanya timbul berbagai masalah kehidupan dengan harapan palsu.
Apakah masyarakat pulau obi harus keluar dari derita ini dengan dalil pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), REFERENDUM dan atau Pemerintah dan Perusahan harus mengeluarkan jurus baru untuk bercibaku dengan melakukan kesenjangan supaya melahirkan sebuah kesejahteraan kepada masyarakat pulau obi, yang mana harus di pilih oleh pemerintah.? agar bisa mengeluarkan masyarakat pulau Obi dari kegelisaan akan kesejahteraan nyata untuk mengobati rasa keluh kesah masyarakat pulau Obi.
Jangan masyarakat pulau Obi hanya di jadikan mesin kendaraan politik antara eksekutif dan legislatif saja, akan tetapi harus memberikan solusi serta jalan keluar agar dapat memberikan kesejahteraan masyarakat pulau obi, jangan hanya hasil dari pulau Obi yang kita ambil saja lalu tanpa memberikan sebagaian hasil untuk pembangunan pulau Obi.
HALSEL, CN – Lembaga Amal Raudhatul Jannah (Larj) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melangsungkan program bagi-bagi paket lebaran untuk anak yatim piatu di Desa Bajo Sangkuang.
Ketua Panitia, Takin Maling mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan kegiatan bagi-bagi paket lebaran.
“Alhamdulillah kami telah melaksanakan kegiatan bagi-bagi paket lebaran untuk anak yatim piatu dengan sukses sesuai dengan yang kami harapkan,” katanya.
Ketua Panitia menerangkan, kegiatan ini bertujuan membantu anak yatim piatu yang ada di Desa Bajo Sangkaung.
“Tujuannya untuk membantu adik-adik kami yatim piatu yang berada di Desa Bajo agar kebahagiaan menjelang lebaran Idul Fitri juga dapat mereka rasakan,” terangnya.
Ia mengaku secara pribadi sangat bahagia ketika melihat mereka pada saat dapat bantuan hadia paket lebaran tersebut.
“Saya pribadi bahagia melihat mereka senang dapat hadiah paket lebaran melalui program kami ini. Kemudian amanah yang di berikan kepada kami dari teman-teman donatur yang dermawan telah kami penuhi,” akuinya.
Selain itu, ia berharap semoga dengan langkah ini dapat berkah dari Allah SWT.
“Semoga langkah-langkah Kita ini mendapat berkah dari Allah SWT dan selalu dalam bimbingan-Nya. Jadi harapannya semoga kedepan bertambahnya sahabat-sahabat dermawan diluar sana yang menjadikan kita mitra dalam beramal dan menjangkau lebih banyak lagi anak-anak yatim piatu diluar sana,” harapnya.
Selain itu, Direktur Larj Halsel, Afrisal Daeng Palullu mengapresiasi atas semangat Pengurus Larj Halsel dlam menjalankan setiap kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Pengurus Larj Halsel dalam menjalankan setiap kegiatan-kegiatan kemanusiaan, sebab Sebelumnya juga telah melaksanakan program sembako murah dan berbagi sembako untuk para Janda, kini kami kembali membagikan paket hadiah lebaran untuk anak-anak yatim dan yatim piatu dan Alhamdulillah semua itu terlaksana dengan baik, ini semua karena semangat kepedulian antar sesama yang tinggi yang suda mengkristal dalam jiwa kami,” ucapnya.
Sementara itu, Sekjend Larj, Sarji Yahya menambahkan program ini adalah bentuk pengamalan dari pesan yang mereka ambil dari perjalanan Ibadah Puasa.
“Kami ambil dari perjalanan ibadah puasa yang telah kami jalani di bulan Suci Ramadhan yang mana sebentar lagi kita akan berpisah dengannya,” pungkasnya. (Red/CN)
(Ketua Forum Kemunikasi Alumni IMM Kabupaten Kepulauan Sula)
Sebentar lagi kita telah Mengakhiri Puasa di tahun’ ini dengan merayakan Bari kemenangan (Hari Raya Idul Fitri) di sisi lain virus Corana atau Covid-19 yang tak henti-hentiNya menyebar di belahan dunia. Penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai pada Desa-Desa yang terpencil.
Penyebaran Covid-19 memaksakan .asyarakat harus mengurangi aktifitas sehari-harinya (Bekerja) dengan mengikuti Protap Pemerintah.
Semakin Cepat Penyebaran virus ini, semakin banyak pula Bantuan yang di Donasikan.
Bantua Yang di berikan oleh Pemerintah Desa, entah itu bantuan apa Pemerintah Desa tidak menjelaskannya. Apakah ini Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) atau kah Bantuan untuk Pencegahan Penyebaran virus Corona.
Dan juga Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial, dalam beberapa Hari ini membagikan Sembako juga tidak menjelaskan sembako yang di berikan ini untuk Bantuan Apa ?
Oleh sebab itu, saya berharap dalam pembagian Bantuan juga di jelaskan Apakah ini Bantuan dari Pemerintah Pusat atau bantuan dari Pemerintah Daerah.
SANANA, CN – Menjaga kebersihan lingkungan sekitar sangatlah penting karena dengan begitu kita semua yang tinggal dilingkungan yang bersih akan mendapatkan kesehatan sebagai timbal baliknya, terlebih lagi dengan merebaknya virus Corona (Covid-19) yang kini sudah masuk di Indonesia khususnya di Maluku Utara dan sudah banyak orang yang dinyatakan positif.
Untuk mengantisipasi merebaknya virus yang berasal dari Negara China tersebut, Personil Brimob Polda Maluku Utara melaksanakan kerja bakti membersihkan Masjid Al-iQra Desa Waihama Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, Jum’at (22/5/2020) dengan peralatan seadanya seperti Sekop, Cangkul, Sapu dan Kain Lap. Lersonel Brimob yang dipimpin oleh Danton 2 Kompi 1 Yon B Por Bripka Muid Umanailo, membantu warga sekitar membersihkan Masjid demi kenyamanan Jama’ah di lingkungan Masjid menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Diatakannya dalam kerja bakti ini, pekarangan dan area Masjid termasuk tempat wudhu dan kamar mandi tidak luput dari pembersihan anggota Personil Kompi 1 Yon B Por Brimob Polda Maluku Utara.
“Hari ini kita libatkan personel Satbrimob Polda Maluku Utara yang ada di kabupaten kepulauan Sula untuk melakukan pembersihan,” kata Danton 2 kompi 1 Yon B Por Bripka Muid Umanailo.
Muid mengatakan, dipilihnya Masjid AL-IQRA sebagai lokasi Kerjabakti kali ini karena adanya koordinasi sebelumnya dengan pengurus Masjid untuk dilaksanakan bakti dengan masyarakat, tujuannya agar lingkungan tempat ibadah menjadi bersih, sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan tenang dan nyaman pada momentum Hari Raya Idul Fitri di tengah menghadapi kasus virus Corona yang sedang meresahkan warga.
“Semoga dengan kegiatan kerja bakti anatara Brimob Polda Malut ini dapat mengedukasi kita semua untuk senantiasa menjaga kebersihan baik itu lingkungan maupun hati kita sehingga kita bisa terbebas dari segala penyakit termasuk penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona. Aamiin,” harapnya. (Red/CN)