Komunitas Guraici Local Guide Bagi-Bagi Ribuan Masker ke Anak-Anak

HALSEL, CN – Beberapa waktu lalu, tepatnya di Desa Lelei, Gunange, Talimau dan Buli, Komunitas Guraici bersama Satgas Puskemas Desa Lelei dan Juga Pemdes Lelei bagi-bagi masker ke sejumlah sekolah di Kepulauan Guraici.

Melalui Indonesia Creative Cities Network (ICCN) program inisiatif RESCUE, melaksanakan misi menyediakan dan mengantarkan bantuan, baik dalam bentuk pangan, logistik maupun masker ke Indonesia Timur.

Maluku utara khususnya Kab, Halmahera selatan, Bantuan tersebut diberikan kepada Komunitas Guraici, agar di distribusikan ke Desa-Desa yang menjadi sasaran untuk diberikannya bantuan tersebut, dengan tujuan agar anak-anak dapat memakai masker dalam aktifitas sekolah maupun diluar sekolah.

Langkah ini merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di pesisir Kepulauan Guraici.

“Sejauh ini sudah 4 (empat) Desa yang kita salurkan masker insya Allah kita bergerak terus untuk dibagikan,” ucap Faisal Umar Djafar Kao, selaku Koordinator Komunitas Guraici, melalui rilis resmi yang diterima cerminnusantara.co.id, jumat (24/7/2020).

Lanjut dia, Komunitas Guraici telah bekerja sama dan menyerahkan sebagian masker ke pihak Puskesmas agar dapat dibagikan ke sekolah-sekolah se-Kepulauan Guraici ketika ada Puskesmas keliling (Pusling).

Melalui aksi ini, pihaknya berupaya akan terus bekerjasama dengan seluruh elemen Komunitas dalam aktivitas apapun untuk saling mengisi peran dan berkolaborasi membantu memperbaiki keadaan.

Faisal berharap, Pemerintah Halmahera Selatan (Halsel) masih tetap fokus dan komitmen untuk penanganan pencegahan Covid-19 ini.

“Jangan sampai kita keasikan dengan euforia momentum pesta demokrasi kedepan sehingga kita mengabaikan masalah protokol kesehatan dalam tiap aktifitas dan tiap gerak sebab saat ini kita masih di bayang-bayangi dengan Wabah Covid-19,” harapnya.

Dirinya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada ICCN atas kerjasama dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Terima kasih kepada ICCN atas kerjasamanya, kami masih berharap ada bantuan uluran tangan yang datang untuk membantu masyarakat pesisir lainnya yang terdampak Covid-19,” ucap Faisal.

Terpisah dari itu, Rachmat Buffon sebagai Koordinator ICCN-RESCUE wilayah Maluku utara menyebut, bantuan ini diprioritaskan untuk Indonesia bagian Timur, salah satunya diarahkan ke Maluku Utara.

“ICCN-RESCUE bekerja sama dengan maskeruntuk.id dan jaringan komunitas Ternate, membagikan 1.000 masker yang diprioritaskan untuk menjangkau sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Maluku Utara,” terang Rachmat.

Ia menambahkan, paket bantuan masker telah diserahkan kepada Komunitas Guraici, yang menerima 1.500 masker.

“Sebagai satu-satunya komunitas yang berbasis di Desa Lelei yang berjejaring dengan Jarkot, Komunitas Guraici telah menerima paket bantuan masker gratis untuk dibagikan ke anak-anak pesisir Kepulauan Guraici,” tutup Rachmat. (Ridal CN)

Pojokkan Etnis di Halsel, Ketua Dewan Pembina Ika Togale Kecam Peran” Melin Imel

HALSEL, CN – Terkait dengan Unggahan Tulisan Akun Facebook Melin Imel yang menyebutkan suku Makian-Kayoa, Bacan dan Bajo Budak dikecam keras oleh Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (Ika Togale) Halmahera Selatan (Halsel).

Kepada Awak Media, Ketua Dewan Pembina Ika Togale Halsel, DR. Muhammad Kasuba, Jumat (24/07/20) mengatakan, atas nama keluarga besar Ika Togale Halsel sangat menyesalkan dan mengecam bahasa ujaran kebencian terhadap kelompok, etnis tertentu yang dimuat dalam laman akun Facebook pemeran Melin Imel. Sebab, itu menyalahi identitas dan jati diri anak Negeri Halmahera Selatan atau Saruma yang terdiri dari berbagai etnis dan suku.

“Selama ini kita mengayomi dalam prinsip kebersamaan yang adil dan setara dengan harapan untuk terwujudnya suasana yang damai, nyaman di Halmahera Selatan. Oleh karena itu siapa pun yang sengaja merusak kebersamaan dengan sikap, tindakan dan bahasa yang tidak baik itu bukan sikap dari anak Negeri Saruma,”Tandasnya

Labih lanjut Mantan Bupati Halsel dua periode ini mengatakan, anak Negeri Halmahera Selatan (Halsel) dalam bingkai Saruma ini memiliki hak yang utuh, tentunya harus mengayomi seluruh latar belakang, etnis yang mendiami zazirah Halmahera Selatan.

“Keluarga besar suku Tobelo-Galela yang sudah berabad-abad di Negeri Saruma ini bersama memupuk kebersamaan dengan etnis dan komunitas lain tentunya tidak ada sikap dan pernyataan seperti itu, sikap dan karakter orang Togale tidak seperti itu. Sebab, selama ini Togale sudah wujudkan kebersamaan dengan semua Komunitas dan etnis di Kabupaten Halmahera Selatan,” cetusnya.

MK sapaan Akrabnya, dirinya mengecam sikap dan bahasa yang disampaikan itu tidak menghargai kebersamaan dan kedamaian di Negeri Saruma.

“Siapa pun yang berani mengusik dan mencoba mengeluarkan bahasa dan sikap yang tidak bersahabat harus mempertanggung jawabkan karena bahasa yang disampaikan itu tidak rasional,” tegasnya. (Red/CN)

IWO PD Sukabumi Siapkan Program Kerja Ciptakan Ekonomi Para Wartawan

Sukabumi, CN – Dalam masa pademi Corona yang saat ini di zona Biru untuk kabupaten Sukabumi , Ikatan Wartawan Online ( IWO) Perwakilan Daerah siap kan langkah berikut menyusun program kerja guna menciptakan Ekonomi para wartawan yang tergabung di IWO PD Sukabumi.

Hal ini di sampaikan oleh Ketua PD IWO Sukabumi Heriyadi, melalui pesan singkat WAG IWO Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2020).

“Insya Alloh dalam waktu dekat ini kita akan secepat nya merapatkan barisan untuk gelar acara rapat Bahas program kerja yang tentu nya berguna untuk semua anggota kedepan nya,” ungkap Heriyadi .

“Selain itu saya ingin kedepannya para rekan rekan wartawan masing masing memiliki wirausaha , agar ada kemajuan ekonomi nya, banyak peluang yang ada tinggal keseriusan kita menyikapi nya untuk peluang tersebut,” jelas ketua IWO PD Sukabumi.

Lebih lanjut dikatakannya , bahwa dalam hidup berorganisasi dibutuhkan kebersamaan dan keterbukaan dalam hal apapun.

“Kita bisa lebih maju kedepan nya bukan karna saya, tapi itu karena dorongan dan semangat rekan rekan IWO, maka nya di butuhkan keseriusan, kebersamaan, dan juga keterbukaan dalam organisasi itu, saya pesan kepada semua rekan rekan agar bisa Profesional dalam bekerja sesuai profesi kita, sampaikan Informasi ke publik sedetailnya , sesuai dengan data dan fakta, akurat juga berimbang,” pungkasnya. (Irwan CN)

Camat Botang Lomang Pimpin Gelar Peresmian Sekretariat Larj Halsel

HALSEL, CN – Lembaga Amal Raudhatul Jannah (Larj) Halmahera Selatan (Halsel) mengadakan acara peresmian Sekretariat di Desa Bajo Sangkuang pada Senin 20 Juli 2020 kemarin dan diresmikan langsung oleh Camat Kepulauan Botang Lomang.

Camat Botang Lomang Fadli Salim SE dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada pengurus Larj karena telah melaksanakan acara yang baginya sangat istimewa.

“Saya merasa bangga. Sebab, di Disun Torosubang Desa Bajo Sangkuang ada kegiatan amal seperti yang dilakukan oleh pengurus Larj,” akunya.

Camat juga mendukung 100 persen kegiatan Larj. Sebab Larj sangat peduli dengan fakir-miskin, yatim piatu dan janda-janda. Selain itu Camat juga mengatakan ada salah satu programnya yang sama dengan program Camat yaitu sedekah duka.

“Setelah Sekretariat sudah diresmikan agar kegiatan ditambah dengan pengajian,” harapnya.

Sementara itu, Direktur larj Afrisal Daeng palullu dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada Camat Botang Lomang, Fadli Salim SE dan anggota DPRD Halsel Rizal Ubaid Iskandar Alam yang telah ikut hadir acara peresmian Sekretariat Larj.

“Terterima kasih kepada pengurus Larj karena berkat pengurus sehingga sekretariat bisa berdiri,” ucapnya.

Afrisal mengatakan bahwa kehadiran Larj semata-mata hanya untuk menjalankan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dalam konteks sedekah.

Direktur Larj Halsel dalam sambutannya juga mengutip Al-Qur’an Surah Al-Ma’un dan Az-zariyat ayat 19 yang menjadi inspirasi bagi kelangsungan kegiatan organisasi.

Afrisal juga memaparkan sejumlah program yang telah dilakukan dengan baik dan sukses yaitu santunan yatim-piatu janda-janda dan program sedekah duka yang telah dilaksanakan di Desa Bajo Sangkuang.

“Saya berharap kedepannya Pemerintah Kabupaten sampai ke Desa bisa melihat dan lebih peduli lagi,” harap Afrizal.

Terpisah, Dewan Penasehat Larj Halsel Zakir Alohyt S.Pd juga menambahkan dalam sambutannya mengatakan bahwa sangat terharu dan bangga melihat perjuangan pengurus Larj Halsel yang berjuang siang dan malam tanpa taju lelah.

“Kegiatan yang berkaitan dengan amal agar perlu di pelihara dan di jaga supaya tidak pernah hilang karena pada masa modern saat ini kegiatan-kegiatan amal seperti membantu antar sesama itu sudah jarang bahkan tidak ada lagi,” harapanya.

Zakir juga mengatakan “Alhamdulillah di Dusun Torosubang masih ada kegiatan amal seperti yang dilakukan Pengurus Larj dan itu saya saksikan rasakan sendiri,” tutupnya. (Red/CN)

Hari Ini, Polda Malut Mulai Menggelar Operasi Patuh Kieraha Tahun 2020

TERNATE, CN – Dalam rangka meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk Tertib, Patuh dan disiplin dalam berlalulintas serta memutus rantai penyebaran Virus Covid-19, pagi tadi, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H. memimpin Pasukan Operasi Patuh Kieraha 2020 Polda Maluku Utara sebagai tanda dimulainya Operasi Patuh Kieraha.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif di tengah mewabahnya Covid-19 pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kamis (23/7/2020).

Operasi Patuh 2020 ini digelar secara serentak di seluruh indonesia selama 14 (empat belas) Hari, terhitung mulai tanggal 23 Juli sampai dengan 5 Agustus 2020 dengan sandi Patuh Kieraha 2020.

Turut hadir dalam Apel Gelar Pasukan Kabinda Maluku Utara, Kasrem 152/Babullah, Perwakilan Dinas Perhubungan, dan Pejabat Utama Polda Malut serta Peserta Apel Gelar Pasukan TNI-Polri dan Instansi Terkait.

Wakapolda Maluku Utara dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh Peserta Apel Gelar pasukan bahwa dalam tindakan dilapangan selalu mengedepankan tindakan Preemtif, Preventif dan Represif.

“Preemtif dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan himbauan baik secara langsung maupun melalui media, dan untuk tindakan Preventif dilakukan dalam bentuk patroli ditempat-tempat yang menjadi sasaran Operasi, pengaturan, serta menghentikan kendaraan yang pengemudi dan penumpangnya tidak menggunakan masker sedangkan tindakan Represif dilakukan kepada sasaran pelanggaran tematik yaitu tidak menggunakan Helm SNI, Melawan Arus Lalulintas, menerobos lampu merah dan lain sebagainya,” ucap Jenderal bintang satu itu.

Sementara Itu, Kabidhumas Polda Maluku Utara menghimbau kepada Masyarakat Provinsi Maluku Utara dengan atau tidak digelarnya Operasi Patuh ini agar selalu mentaati peraturan yang berlaku khususnya dalam berlalu lintas.

Ia menambahkan, selain mentaati peraturan dalam berlalulintas di tengah mewabahnya pandemi Virus Corona atau di adaptasi kebiasaan baru ini diharapkan kepada pengendara dapat menerapkan Protokol Kesehatan.

“Pakai Masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain sebagainya, guna mencegah penyebaran Covid-19,” pinta Kabidhumas. (Ridal CN)

Dari Januari Hingga Juni 2020, Polda Malut Tangani 44 Kasus

TERNATE, CN – Sebanyak 44 kasus tindak pidana kejahatan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) selama I semeter terhitung sejak Januari hingga Juni 2020.

Puluhan kasus kriminal umum yang ditangani tersebut didominasi kasus tindak pidana penganiayaan sebanyak 8 kasus dan paling sedikit pornografi/asusila dengan jumlah 1 kasus.

Kabidhumas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan dalam keterangannya, kamis (23/7/2020) di Mapolda Malut menyebut, selain kasus penganiayaan dengan jumlah 8 kasus, kasus menonjol yang ditangani Ditreskrimum adalah kasus pemalsuan surat 7 kasus, serta kasus pencurian dengan jumlah 6 kasus.

Ia menuturkan, puluhan kasus kriminal umum yang ditangani 19 kasus sudah selesai atau presentasi penyelesaian sebanyak 43,18 persen.

“Untuk jenis kasus yang ditangani selama satu semester tersebut diantaranya, 8 kasus penganiayaan, pemalsuan surat 7 kasus, pencurian 6 kasus, perjudian 5 kasus, penipuan dan penggelapan 4 kasus,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, terdapat 4 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penggelapan 3 kasus, penipuan 3 kasus, Kejahatan Terhadap Anak 1 kasus, pengrusakan 1 kasus dan pemalsuan surat masuk rumah tanpa ijin 1 kasus serta Pornografi/Asusila 1 kasus.

“Jadi kasus kriminal yang ditangani Ditreskrimum selama I semester sebanyak 44 kasus,” ucapnya.

Dengan data tersebut, Polda Malut mengimbau kepada seluruh masyarakat Malut untuk tidak melakukan tindakan kriminal yang dapat menganggu Keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya, apalagi dalam masa pandemi COVID-19 seperti skarang ini.

“Apabila ada yang mengetahui atau melihat tindak pidana untuk segera dilaporkan ke kantor Kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti,” tutup Kabidhumas. (Ridal CN)