Usai Dilantik, Bupati Halsel Gelar Silaturahmi dengan Masyarakat Makian-Kayoa

HALSEL, CN – Usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut), Senin (24/5/2021) kemarin, Bupati Halsel Hi. Usman Sidik menggelar Silaturahmi dan Ramah Tama masyarakat Makian-Kayoa di Tanah kelahirannya di Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, Selasa (25/5).

Pantauan cerminnusantara.co.id, Bupati bersama Ketua TP PKK Halsel, Hi. Eka Dahliani (istri Hi. Usman Sidik) tiba di Desa Orimakurunga dengan menggunakan Helikopter sekitar pukul 09.00 WIT pagi.

Bupati beserta Ketua PKK Halsel dijemput dengan pengalungan bunga, tarian Soya-soya dan tradisi tarian Togal oleh masyarakat Desa Orimakurunga.

Ikut hadir, Kabag Humas dan Protokoler Halsel, Mujiburahman. Kadis Perikanan Halsel. Iksan Hi. Subur dan sejumlah Kepala Desa beserta ribuan masyarakat di Kabupaten Halsel.

Usai penyambutan, Bupati beserta keluarga ziarah ke makam Ayahanda tercinta Almarhum Hi. Sidik Malan. Selanjutnya menyampaikan sambutan dan acara makan bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Halsel, menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sempat hadir dan seluruh masyarakat Halsel yang tidak sempat hadir yang telah mempercayakan dirinya untuk memimpin Halsel 5 Tahun ke depan.

“Saya dilantik sebagai Bupati serta pakaian Dinas yang saya pakai sekarang ini, adalah hasil usaha dan jeri payah masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan untuk saya menjadi pemimpin,” kata Usman.

Lanjut Usman, ia mengatakan bahwa akan menjalankan amanat ini sebaik mungkin sesuai harapan masyarakat Halsel.

“Saya akan menjalankan amanat ini, untuk menjadikan Kabupaten yang lebih baik lagi, sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.

Sekedar diketahui, kurang lebih 2 jam di Desa Orimakurunga, selanjutnya Bupati melanjutkan perjalan menuju Ibu Kota Kabupaten untuk mengikuti Paripurna DPRD Halsel pada malam dini hari pukul 20.00 WIT. (Red/CN)

USMAN-BASSAM Resmi Dilantik jadi Bupati dan Wabup Halsel

Sofifi, CN – Hi. Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba resmi dilantik sebagai Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Periode 2021-2024, oleh Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, Lc.

Pelantikan berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara, Jalan Trans Halmahera, Sofifi, (24/5/21) pukul 14.30 WIT.

Usai pelantikan dan sumpah jabatan, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya mengucapkan selamat Kepada Hi Usman Sidik dan Bassam Kasuba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan periode 2021-2024.

“Untuk bupati dan wakil bupati terpilih semoga pengabdian kedepan mampuh membawa Halmahera selatan lebih baik,” ucap Gubernur.

Gubernur Juga menyampaikan bahwa dilantiknya pasangan Bupati dan wakil Buapti Halmahera Selatan, merupakan hasil pilihan masyarakat pada pilkada serentak.

“Masyarakat telah memberikan aspirasi sesuai dengan hati nurani, sehingga hari ini diwujudkan oleh pemerintah pusat melalui Gubernur Maluku Utara untuk melantik dan mengambil sumpah saudara berdua sesuai keputusan mentri dalam negeri,” kata Gubernur, Abdul Ghani Kasuba.

Gubernur juga berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halsel, tetap membangun pembangunan yang lebih baik, dengan tekad dan janji-janji yang telah di sampaikan saat kampanye.

“Persoalan yang terjadi selama pilkada segera di sudahi, tidak ada lagi kelompok yang menang dan kalah,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba juga mengucapkan terimakasih kepada mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba atas pengabdiannya selama menjabat.

“Kepada mantan Bupati Halmahera Selatan, saya ucapkan Terimakasih atas pengabdiannya terhadap Halmahera Selatan,” ucap Gubernur, Abdul Gani Kasuba.

Dalam acara pelantikan tersebut, di lantik juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Selatan, Hj. Eka Dahliani Abusama. (Red/CN)

Air Belum Surut, Warga Desa Baru Memilih Mengungsi Ke Tempat Ketinggian

HALSEL, CN – sungai Desa Baru, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Perovinsi Maluku Utara (Malut) belum surut, warga memilih mengungsi di tempat ketinggian. Karena takut adanya banjir susulan, sebab cuaca sekarang tidak bersahabat. (22/05/2021)

Puluhan rumah masih terendam banjir hingga sore ini, disebabkan air sungai belum berlaku surut, sehingga membuat warga desa baru merasa khawatir dan terpaksa mengungsi ke tempat ketinggian.

Dari pantauan wartawan cerminnusantara.co.id sore tadi, air belum berlaku surut dan puluhan rumah masih terendam banjir, kata warga setempat bahwa  cuaca saat ini kurang bersahabat, mereka takutkan jangan sampai di tengah malam ada hujan dan banjir susulan yang sangat deras, maka mereka memilih mengungsi di rumah keluarga.

“iya yang kami khawatirkan hujan di tengah malam gelap gulita, dan itu sudah pasti banjir datang secara tiba-tiba yang lebih kuat, sebelum itu terjadi kami harus amengungsi di rumah keluarga, jangan sampai kami hanyut ke laut, itu yang bikin kami takut” kata warga setempat

Pembongkaran rawah di belakang Desa Baru oleh Pemerintah Desa yang rencana melakukan normalisasi sungai, warga menilai Pemerintah Desa salah karena tidak berfikir dengan faktor alam sehingga apa yang terjadi ada hujan lebat terjadi banjir dan air meluap ke pemukiman warga.

Saat konfirmasi Kepala Desa Baru Munir Hi. Halek di kediamannya, kepada wartawan cerminnusantara.co.id Munir menyampaikan “Pembongkaran yang kami lakukan adalah niat baik kami bukan ada maksud apa-apa, hanya untuk pengembangan pembangunan Desa kedepan karena kami Pemerintah Desa tau kedepannya di belakang Desa Baru itu akan berkembang pesat dengan pembangunan warga sehingga kami persiapkan untuk pembongkaran rawa-rawa, kami tidak tau kalau akan ada bencana. Yang kami bongkar rawa itu untuk renaca mengnormalisasikan sungai” ungkap Munir

Lanjut Munir “kami pikir pembongkaran itu tidak akan terjadi apa, tetapi jadi lain. Pada saat dalam pembongkaran itu terjadi hujan yang sangat lebat sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman warga sebab pasang surut air dan tanggul penahan air hanya tanah timbunan maka tidak bisa menahan debit air yang mengalir deras sehingga air meluap keluar dan terjadi banjir”  centus Munir

Sambung dia “pembongkaran rawa itu untuk merencanakan normalisasi sungai pada program APBDesa tahun 2021 namun terjadi bencana, tapi rencana kami itu baik untuk membangun Desa. Tetapi faktor alam lah yang tidak bersahabat maka bencana muncul tiba-tiba karena di sebakan curah hujan yang sangat lebat” ucap Munir dengan rasa sedih.

Munir juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa sudah berkoordinasi dengan Kadis Kencana Alam Halsel, kadis meminta agar kami dari Pemerintah Desa agar mempersiapkan data warga yang terkena dampak dan mengalami kerugian akibat dari bencana, jadi kami harus persiapkan data tersebut” tutur Munir

Hal yang sama juga Kepala Dinas Bencana Alam Halsel Abukarim La Tara, SIP saat di konfirmasi via telphone dia menyampaikan “bahwa kami juga mengucapkan terima kasih karena telah memberikan informasi, jadi besok (23/05/2021) kami dari Dinas Bencana Alam, akan bertolak dari Bacan ke Obi meninjau lokasi kejadian untuk melihat kondisi warga yang menjadi korban bencana banjir” ucap dia. (Red/CN)

Babinsa Koramil 1509-03/Saketa Terima Vaksin Tahap II

HALSEL, CN – Dalam rangka mensukseskan program pemerintah yaitu Vaksinasi Covid-19 secara nasional dan pemulihan pandemi Covid-19, Babinsa Koramil1509-03/Saketa melaksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap Ke-II, Vaksin Tahap Ke-II yang diterima oleh Babinsa Koramil Saketa adalah jenis Sinovac.

Menurut Danramil Saketa Kapten Arm Hamdi, bahwa Vaksin Tahap Ke-II bagi personil Babinsa Koramil Saketa dilaksanakan berkat koordinasi antara Kapus Saketa, Salim Ali dengan pihak Koramil Saketa dalam rangka menyiapkan obat vaksin jenis Sinovac yang baru saja mendapat dukungan dari Dinkes Kabupaten Halsel, Vaksin Tahap Ke-II bisa dilaksanakan kembali setelah Puskesmas Saketa menerima dukungan obat Vaksin jenis Sinovac dari Dinkes Kabupaten Halsel.

Vaksinasi Tahap II ini dilakukan 14 hari setelah pemberian vaksin tahap ke.I sesuai dengan petunjuk teknisnya. Sebagaimana diketahui bahwa vaksin tahap pertama bertujuan untuk merangsang pertumbuhan imun dan vaksin tahap ke II diberikan untuk membentuk imun dalam tubuh.

Bahwa vaksinasi bagi prajurit TNI AD khusus nya personil Kodim1509/Labuha, KBT, Purnawirawan dan Warakauri merupakan perintah langsung dari pimpinan TNI AD dalam upaya pencegahan penyebaran virus di kalangan prajurit dan keluarga serta untuk menyukseskan program pemerintah yaitu vaksinasi secara nasional.

Salah seorang personil Babinsa Koramil Saketa, Serda Ismail Alhaddad setelah menerima vaksin menyampaikan bahwa setelah divaksin kedua ini merasa bersyukur karena tidak merasakan keluhan seperti mengantuk, letih, meriang dan sesak nafas.

Kapten Arm Hamdi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab.Halmahera Selatan khususnya warga Kecamatan Gane Barat untuk tidak ragu melaksanakan vaksin karena sudah dijamin aman dan halal sesuai anjuran dari pemerintah.

Dengan adanya kegiatan Vaksinasi Tahap Ke-II ini diharapkan personil Babinsa Koramil 1509-03/Saketa dalam setiap kegiatan teritorialnya tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa semoga pandemi Covid 19 cepat berlalu dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. (Red/CN)

Warga Desa Baru Marah Rumah Terendam Banjir, Minta Kades Harus Bertanggung Jawab

HALSEL, CN – Hujan deras sehari rumah warga Desa Baru Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) terendam banjir. (22/05/2021)

Rumah warga terendam banjir itu di sebabkan karena adanya luapan air sungai yang sangat deras hingga masuk sampai ke pemukiman warga.

Meluapnya sungai ini, akibat adanya pembongkaran rawah di belakangan perkampungan Desa Baru, untuk merencanakan normalisasi.

Akan tetapi dari pembongkaran itu membawah dampak terhadap warga, karena terjadi banjir. Kejadian itu pada Jumat (21/05/2021) pukul 23:00 WIT, hingga Sabtu dini hari air belum surut.

Warga Desa Baru juga merasa resah karna debit air belum juga surut, disisi lain hujan juga belum redah dan bahkan warga mempridiksi hujan akan bertambah. sehingga ada warga yang mengungsi ke keluarga yang  rumahnya berada di tempat ketinggian karena takut banjir susulan.

Dari Kejadian ini warga meminta kepada pemerintah Desa agar bertanggung jawab atas apa yang di perbuat terkait dengan pembongkaran rawah untuk merencanakan normalisasi sungai, menurut warga  hal ini tidak mendasar sebab tidak ada dalam program Desa.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id salah satu warga yang enggan di Publikasi namanya ini menyampaikan “pembongkaran rawah yang ada di belakang desa baru untuk melakukan normalisasi sungai, seharusnya masuk dalam program pembangunan desa dan anggarannya harus ada kejelasan serta membuat papan informasi, akan tetapi hal ini tidak ada sama sekali” ungkapnya

Lanjut dia “sebenarnya pemerintah Desa buat program harus jelas, yang seharusnya membuat musyawarah di desa agar masyarakat juga bisa ketahui kalau adanya pembongkaran rawah untuk normalisasi sungai itu tapi program itu tidak di ketahui dan berdampak kepada warga, karena terjadi banjir dan masuk ke rumah warga” pungkas dia

Sambung dia “masyarakat sudah ke kepala Desa tetapi kepala desa tidak respon dengan hal ini hanya diam dan tidak berbuat apa-apa, maka kami anggap kepala desa itu sebagai biang keladi akibat dari rumah warga terendam banjir, dan kepala desa harus bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa warganya” tutur dia

Olehnya it akibat dari banjir fasilitas umum terganggu. Seperti SMP Negeri 90 Halsel, dan Dua PAUD di Desa Baru tidak bisa beraktifitas karena adanya lupan air.

Masyarakat Desa Baru Kec. Obi berharap kepada pemerintah Halsel lewat dinas terkait agar dapat melakukan pencegahan dini sehingga jangan ada terjadi banjir susulan lagi.

Terkait kejadian ini, wartawan cerminnusantara.co.id sudah menghubungi kepala Desa Baru via telphone untuk dimintai keterangan masuk namun tidak di angkat. (Red/CN)

Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Dugaan Persetubuhan Gadis 13 Tahun di Desa Liaro

HALSEL, CN – Seorang Bocah Sekolah Dasar (SD) di Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang diduga kuat disetubuhi hingga hamil, kini korban melahirkan anak laki-laki.

Sebelum Hari Raya Idul Fitri, bocah SD berinisial Bunga (13) itu melahirkan di salah satu rumah kerabatnya di Desa Wayaua. Hal itu diungkapkan salah seorang Bidan di Puskesmas Wayaua, Kamis (20/5/2021).

“Dia melahirkan sebelum lebaran, tapi melahirkan di Rumah di Wayaua,” kata Bidan Jijah.

Saat melahirkan, jelas Jijah bahwa Bunga dalam kondisi membaik hingga sekarang.

“Dari awal melahirkan sampai sekarang, kondisinya sehat-sehat saja sampai sekarang,” jelas Jijah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Hadad Hi. Djafar, S.H., malalui Kanit IV PPA saat dikonfirmasi, Jumat (21/5) menegaskan bahwa masih dalam tahap penyelidikan.

“Tapi kami akan gelar perkara dulu dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya 10 saksi sudah diperiksa.

“Sudah 10 saksi tambah dengan korban yang sudah diperiksa,” pungkas Kanit IV PPA. (Red/CN)