6 SKPD Halsel Selesai Diaudit

HALSEL, CN – Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) telah selesai audit di Enam (6) Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Halsel.

Hal itu disampaikan Pelaksanaan Tugas (PLT) Kepala Inspektorat Halsel, Fadila Abbas ketika ditemui cerminnusantara.co.id, Selasa (8/6/2021) di ruang kerjanya.

6 SKPD yang selesai diaudit diantaranya, Sekretariat Daerah, BPKAD, DPM PTSP, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Perikanan dan Kelautan Halsel.

“Dari 27 SKPD, 6 SKPD itu sudah selesai diaudit. Jadi tinggal 21 SKPD,” tukasnya.

Sekedar diketahui, audit internal ini dilakukan atas instruksi Bupati Halsel Hi. Usman Sidik sejak Tanggal 30 Mei 2021. (Red/CN)

Sambut HUT ke-18 Halsel, MK : Mari Dukung Penuh Kepemimpinan Usman – Bassam

TERNATE, CN – Kabupaten Halmahera Selatan akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 18 tahun pada 9 Juni 2021 mendatang. Memasuki Milad atau HUT Kabupaten Halsel ke 18, tokoh Kabupaten Halmahera Selatan, DR. Muhammad Kasuba, MA mengajak masyarakat Halmahera Selatan memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Bupati (H. Usman Sidik) dan Wakil Bupati (Bassam Kasuba). Pemimpin baru Usman – Bassam dilantik oleh Gubernur Provinsi Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba pada Senin 24 Mei 2021 di Sofifi.

“Kepemimpinan Baru di Kabupaten Halmahera Selatan telah dilantik 24 Mei lalu. Mari bersatu dan memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan program pembangunan yang menjadi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Halsel”, tandas DR. Muhammad Kasuba, MA di Ternate (07/6).

Muhammad Kasuba yang sebelumnya menjadi Ketua Dewan Pengarah pasangan Usman – Bassam pada pilkada Halsel menyebut, Bupati – Wakil Bupati terlantik, sejak awal telah menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi pembangunan Halsel dan Bersatu Mengembalikan Senyum Halmahera Selatan.

“Visi Usman – Bassam telah ditegaskan lewat cita besarnya, Bersatu mengembalikan senyum halmahera selatan yang lebih baik, beradab dan penuh berkah”, kata Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah Indonesia Timur ini.

Visi ini detail Muhammad Kasuba, sejalan dengan semangat revitalisasi yang akan dilakukan oleh Bupati Usman Sidik, memperkuat ikatan kebersamaan pada seluruh komponen masyarakat dalam satu ikatan Saruma serta dan membangun Halsel dengan terencana, terarah dan terukur untuk meletakkan kembali nilai dasar pemerintahan dan hak-hak dasar masyarakat Halmahera Selatan.

“Ada fikiran strategis dari keinginan pasangan Usman – Bassam yang mesti didukung bersama. Antara lain, merevitalisasi bangunan kebersamaan dan kedamaian seluruh komponen masyarakat Halsel, meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan dengan tata kelolah berbasis nilai serta membangun kualitas SDM, sistem kemandirian ekonomi dan mengembangkan system pembangunan infrastruktur terpadu untuk kepentingan ekonomi masyarakat Halsel”, imbuh Bupati Halsel 2 (dua) periode ini.

Keinginan untuk melakukan revitalisasi, sejalan dengan review evaluatif beberapa indikitor pembangunan eksiskting di Halsel yang cenderung turun dan perlu dibenahi. Sebutlah, Kata Muhammad Kasuba, capain Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Presentasi angka kemiskinan, presentasi angka pengangguran dan Angka Partisipasi Sekolah.

“Angka IPM Halsel belum naik signifikan. Pemimpin Baru akan bekerja keras untuk mendorong kebijakan dan program pembangunan untuk menaikan angka IPM. Karena angka IPM menandaskan tentang akses masyarakat Halsel untuk memperoleh pendapatan, kesehatan, dan Pendidikan yang memadai dan layak”, imbuhnya.

Begitupun dengan semangat untuk menurunkan angka kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah di Halsel. “Pemimpin baru Halsel telah membawa energi dan Semangat nyata untuk membangun Halsel. Energi ini mesti terinternalisasi dalam seluruh penyelenggara pemerintahan daerah agar visi revitalisasi dapat terwujud secara baik” lanjut Muhammad Kasuba. (Red/CN)

Dinkes Halsel Mencatat 880 Orang Terjangkit Covid-19

Halsel,CN – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan mencatat 880 orang terjangkit virus Covid-19. Data ini dicatat sejak virus Covid-19 masuk di Indonesia pada awal tahun 2020 hingga pertengahan 2021 ini.

“Data per tgl 19 Juni 2021 positif 880 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Hasna Muhammad ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin 21/6/2021.

Dari 880, yang menjalani perawatan di RSUD Labuha dan rumah sakit darurat di rusunawa sebanyak116 orang. Sembuh 749 orang meninggal 15 orang.

“Kasus covid 19 di Halsel naik di tahun 2021. Setiap pemeriksaan ada temuan penderita covid 19,” sambung Hasna.

Untuk menekan angka penderita Covid-19 di Halsel, Bupati Usman Sidik mengeluarkan surat keputusan terkait penerapan swab bagi pelaku perjalanan yang masuk di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kita sementara melakukan swab di setiap pelabuhan masuk,” ujar Kepala Seksi surveilance dan imunisasi Husen Alhadar. (Red-01)

 

 

Warga Mukti Lincir Keluhkan Jalan Rusak

Aceh Singkil, CN – Masyarakat Desa Mukti Lincir keluhkan akses jalan lintas yang rusak parah sampai ke Desa Mukti Lincir Kecamatan Lentong Kabupaten Aceh Singkil.

Pasalnya, akses jalan rusak tersebut telah lama dan hingga kini belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, sehingga menjadi kendala bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas disaat musim hujan serta para guru dan siswa/siswi SD maupun SMP yang akan ke Sekolah dan para pengusaha yang melintas menggunakan kendaraan. Dimana, setiap hari, pulang pergi ke pasar karena akses jalan tersebut merupakan satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Mukti Lincir Susanto saat di konfirmasi di kantornya, Sabtu (5/6/2021) mengatakan, kondisi jalan tersebut memang membuat warga Desa sangat rendah karena jalan itu merupakan urat nadi warga Desa Mukti Lincir.

“Saya sebagai Kepala Desa Mukti Lincir tentunya sangat mengharapkan agar jalan tersebut segera diperbaiki. Tidak hanya dari sektor perekonomian warga saja yang terbatas, tapi sangat terganggu. Apalagi musim hujan harus terpaksa ekstra hati-hati untuk melintasi jalan tersebut,” tutupnya. (Muklis CN)

Dugaan Penggelapan Dana Bos, Kepsek SDN 46 Halsel: Semua Itu Bohong

HALSEL, CN – Kepala Sekolah Dasar Negeri 46 Kabupaten Halmahera Selatan (SDN 46 Halsel), Sitiama Taher angkat bicara terkait dugaan penggelapan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) yang mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, Kepsek Sitiama Taher mengaku bahwa dirinya tidak pernah merekayasa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) SDN 46 Halsel.

“Semua itu bohong. Apalagi setingkat merekayasa LPJ,” tegas Sitiama melalui via telepon seluler saat dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (5/6/2021).

Sementara itu, ketika ditanya semenjak menjabat Kepala Sekolah sudah berapa kali pencairan Dana BOS, ia mengaku sudah 3 kali pencairan.

“Benar, sudah 3 kali pencairan dan pencairan Dana BOS pertama senilai Rp 30 juta itu dipergunakan untuk akreditasi Sekolah. Pencairan kedua untuk perbaikan Gedung Sekolah serta pencairan berikutnya untuk peralatan keperluan siswa yang mau ikut Ujian,” jelasnya.

Bahkan Sitiama juga menegaskan bahwa ia menjabat sebagai Kepsek SDN 45 Halsel itu baru 6 bulan.

“Saya baru jabat 6 bulan dan Alhamdulillah semua kekurangan Sekolah saya penuhi. Untuk Rapot siswa semuanya ada, saya juga selalu mengadakan rapat bersama Dewan Guru,” tutupnya. (Red/CN)

Malas Berkantor, Bupati Halsel Didesak Copot Camat Kayoa Utara

HALSEL, CN – Semenjak diangkat menjadi Camat Kayoa Utara, H. Hasyim Alhadad dinilai malas berkantor, sehingga masyarakat merasa terganggu jalannya roda pemerintahan di tingkat Kecamatan Kayoa Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal itu dikeluhkan Ifkar Buang selaku masyarakat Desa Larombati, Sabtu (5/5/2021).

Selain itu Ifkar bilang, Kantor Camat tidak pernah terurus selama 5 Tahun berjalan dimasa pemerintahan Bupati Bahrain Kasuba.

“Kantor Camat saja tidak layak, seakan-akan tidak ada penghuni. Jadi setelah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Halsel, pak Usman Sidik dan Hassan Ali Bassam Kasuba baru Pak Camat membersihkan Kantor,” ungkap Ifkar.

Ifkar membeberkan, bahkan Bendahara Camat yang diangkat semenjak Tahun 2020 hingga Tahun 2021 juga tidak pernah berkantor.

“Bendahara Camat pun sampai saat ini, kami belum pernah melihat kehadirannya di Kantor Camat,” kesalnya.

Oleh karena itu, Ifkar meminta Bupati Halsel, Usman Sidik segera mencopot H. Hasyim dari jabatannya sebagai Camat Kayoa Utara.

“Kami berharap kepada Pak Bupati agar mencopot Pak H. Hasyim sebagai Camat Kayoa Utara,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Camat H. Hasyim belum dikonfirmasi. (Red/CN)