Pj Bupati Halteng Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke-78

HALTENG, CN – Upacara 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78 Tahun 2023 digelar dilapangan Falcinlo Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Turut hadir, Pj Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji, pihak Polres, Dandim, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan seluruh pimpinan OPD serta unsur Forkopimda dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halteng.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pj Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji menyampaikan bahwa ini merupakan kebanggaan pribadinya. Karena menurutnya, baru pertama kali, dirinya menjabat Pj Bupati dan mengikuti HUT RI ke-78 di Halteng.

“Kali pertama saya menjadi Irup HUT RI di Halteng, rasanya luar biasa, tanpa merasa kaku karena sudah sering mengikuti upacara. Dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pribadi saya,” akunya.

Melalui kesempatan momen itu, Pj Bupati Halteng itu meminta kepada seluruh pimpinan OPD agar mendukung Lima program dan kegiatan yang sudah dicanangkan.

“Harus kerja lebih cepat, lebih baik dan menjalin kerja sama yang tadi sudah kita tandatangani agar ada lompatan-lompatan lain. Sehingga lebih kreatif lagi untuk ditingkatkan. Kemudian momen kemerdekaan ini bukan hanya upacara, tapi bagaimana kita merdeka dari kemiskinan,” tegasnya mengakhiri. (Abi CN)

Kecamatan Weda Kembali Dikepung Banjir

HALTENG, CN – Wilayah Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali dikepung banjir dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.

Bencana banjir melanda karena hujan deras mengguyur pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIT, Selasa (15/8/2023) malam.

Akibatnya, warga mengalami kerugian materiel. Hal itu diakui Mita, salah seorang korban Banjir di Desa Ake Ici Kecamatan Weda.

Mita bilang, terjadi kerusakan beberapa barang perabot di  rumah miliknya maupun rumah warga lainnnya.

“Pemerintah Daerah khususnya Dinas Bencana Alam, kalau bole bergerak dengan cepat dengan keadaan seperti ini,” pinta Mita.

Mita mengatakan, di Kecamatan Weda merupakan area rawan Banjir.

“Disini memang area rawan banjir, jadi setiap hujan sedang dan deras pasti banjir,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Titi menerangkan, akibat banjir sering terjadi di Daerah itu, lantaran tidak ada saluran Drainase. Sehingga dirinya berharap, ke depannya Pemda Halteng memberikan perhatian khusus. Sebab, di lokasi tersebut merupakan area rawan banjir yang memerlukan penanganan serius.

“Daerah sini tidak ada Saluran air. Jadi kalau hujan sebentar saja, sudah pasti terjadi banjir,” tukas Titi. (Abi CN)

Jelang Mubes ke-V 2023, Tokoh Muda Fagogoru: Daerah Ini Menginginkan Sosok Fehbi Alting  

HALTENG, CN – Para Tokoh dari Dua Kabupaten Kota, yakni Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang tergabung dalam Paguyuban Fagogoru akan melaksanakan Mubes Fagogoru yang ke-V di Kota Ternate seperti yang telah ditetapkan Panitia pelaksana.

Tokoh Pemuda Fagogoru, Husen kepada wartawan cerminnusantara.co.id, melalui via  WhatsApp, Selasa (15/08/2023) mengatakan menjelang Musyawarah Besar (Mubes) Fagogoru ke-V, dari sekian para Calon Ketua Umum (Ketum) yang sampai saat ini belum mengerucut, hanya Fehbi Alting yang memiliki peluang besar untuk menahkodai Paguyuban Fagogoru.

Husen yang juga selaku Ketum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gele-Gele menilai, Fehbi Alting merupakan sosok calon pemimpin yang sederhana. Ibarat Padi, semakin berisi semakin merunduk.

Menurutnya, Fehbi Alting adalah putera Fagogoru yang besar di Daerahnya. Tentu Febi mempunyai modal yang bisa paham situasi dan kondisi daerahnya.

“Febi orang yang rendah hati dan berilmu. Jadi jangan biarkan orang seperti ini diam dan merundukkan dirinya,” tutur Husen.

Lajut Husen, soal kecerdasan dan sikap rendah hati, Fehbi Alting layak menjadi sebuah instrumen dalam mengubah paradigma yang dapat membawah arah paguyuban itu lebih baik. Sehingga kepentingan masyarakat dan Daerah berupa keluhan dan masukan pasti dilaksanakan dengan baik.

“Asalkan kita saling mengikhlaskan. Jangan biarkan Febi terus menerus merunduk. Sebab, generasi dan Daerah ini menginginkan sosok Fehbi Alting yang berilmu dan rendah hati itu,” tutup Cen Sapaan akrabnya. (Abi CN)

Wakil Bupati Halsel Hadiri Peresmian Gereja Katolik Santa Maria Asumpta di Desa Wayamiga

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri Penthabisa dan meresmikan Gereja Katolik Santa Maria Asumpta Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Selasa (15/8/2023).

Dalam Sambutanya Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan, atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah (Pemda), dirinya menyampaikan selamat serta penghargaan yang setulus-tulusnya atas terselesaikannya pembangunan Gereja Katolik Santa Maria Asupta Wayamiga.

Wakil Bupati Halsel itu bilang, Gereja tersebut dapat dijadikan sebagai tempat untuk mempertebal keimanan kepada sang pencipta dan yang lebih penting, dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan keluarga dan Jemaat yang taat kepada tuhan. Sehingga memiliki moral dan etika yang baik serta taat kepada norma-norma yang berlaku.

“Dalam pembangunan gedung Gereja ini, tentu telah melewati suatu proses pergumulan panjang dari seluruh jemaat, dengan niat dan harapan baik untuk menumbuhkan tekad dan motivasi bagi segenap Jemaat dalam memanfaatkan gedung Gereja ini secara optimal bagi peningkatan kualitas kehidupan iman Jemaat yang senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Wakil Bupati Halsel.

Orang Nomor Dua di Halsel itu mengatakan Pemda Halsel mengapresiasi kepada Jemaat serta Panitia pembangunan Gereja atas kerja keras dan perjuangan yang telah merampungkan pembangunan Gereja tersebut.

“Saya juga menghimbau kepada pimpinan beserta seluruh Jemaat untuk menjaga dan memelihara bangunan Gereja ini dengan sebaik-baiknya serta mengajak saudara-saudaraku sekalian agar semakin giat beribadah dan mengingatkan kepada diri masing-masing bahwa kemegahan Gereja ini bukanlah sebuah kemegahan yang sesungguhnya, akan tetapi bagaimana kemegahan ini dapat terealisasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” imbuhnya. (Hardin CN)

Soal Rekomendasi Revisi Perda RTRW, LSM Gele-Gele Minta DPRD Halteng Manfaatkan Parpol di Pusat

HALTENG, CN – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gele-Gele, Husen Ismail merespon pengakuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), Nuryadi Ahmad yang menjelaskan soal keterlambatan revisi Perda RTRW maupun komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Halteng dan Pemda Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Husen Ismail mengatakan, DPRD sebagai prodak Partai Politik (Parpol), tentunya mempunyai konektivitas yang cukup kuat antara Daerah dan Pusat. Begitu juga dengan Pemda Halteng.

“Menurut saya, DPRD dan Pemda Halteng mempunyai jaringan yang cukup kuat dan luas untuk saat ini. Kalau kemudian DPRD hanya sebatas menggunakan kekuatan Pemda dalam hal Revisi Perda RTRW. Nantinya tabrak Tembok,” tegas Husen.

Bukan tanpa alasan, Cen sapaan akrabnya mengatakan. Ini sudah seharusnya DPRD Halteng memanfaatkan anggota Parpol di Pusat untuk menyuarakan kepentingan Halteng.

“Kalau kemudian Revisi Perda RTRW itu mentok di kementrian ATR, saya pikir itu keliru dan beralibi. Karena Ketua maupun anggota DPRD itu prodak dari Partai Politik. Tentunya, relasi antara eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan guna stabilitas politik dalam Negeri berjalan dengan baik,” Bebernya.

Sementara itu, Nuryadi Ahmad mengatakan, proses penyusunan dokumen Ranperda RTRW dan tahapan penetapan itu tidak berada di ruang politik hingga melibatkan konektivitas jaringan Partai di pusat.

“Jadi kalau LSM Gele-Gele sampaikan harus menggunakan konektivitas jaringan partai di pusat, itu pendapat yang salah arah dan keliru,” pungkas Yadin. (Abi CN)

Pernah Makan Korban Jiwa, Warga Minta Tambang Emas Ilegal di Desa Kusubibi Ditutup

HALSEL, CN – Aktivitas penambangan dan pengolahan Emas secara ilegal hingga saat ini, bebas beroperasi di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Sebab, penertiban yang dilakukan pihak berwajib, rupanya tidak pernah efektif. Pasalnya, aktivitas pengolahan Emas yang dilakukan para Bos-bos Tambang tetap bebas beroperasi.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, Senin (14/8/2023), aktivitas yang dilakukan para Bos-bos Tromol yang membandel itu, salah satunya pemilik Tromol bernama Basso Hi. Anwar.

Dimana, puluhan Tromol milik Basso Hi. Anwar itu masih beraktifitas di Tambang ilegal Kusubibi.

Aktivitas Penambang.

Selain itu, banyak pihak yang diduga kuat dengan sengaja menjadikan lahan Pungutan Liar (Pungli) pada Tambang Emas Ilegal itu untuk memperkaya diri melalui hasil dari operasi Tambang Emas Ilegal tersebut.

Bahkan dalam aktifitas pertambangan dan Tromol juga ada dugaan kuat menggunakan obat yang tidak ramah lingkungan sekitar hingga bertahun-tahun dikarenakan tanpa sentuhan dari pihak berwajib.

Sementara itu, beberapa warga saat ditemui, meminta agar penertiban harus segera dilakukan pihak berwajib, sehingga seluruh aktivitas Tromol dihentikan. Bahkan pemilik tromol yang membandel itu harus menerima resiko bila perlu Tromol yang gunakan segera disita pihak kepolisian.

“Kami minta aktifitas Tambang ditutup karena sebelumnya pernah memakan korban jiwa,” pinta warga yang enggan menyebutkan nama. (Hardin CN)