oleh

Mts Negeri 2 Halsel Diduga Pungli Capai Jutaan Rupiah

HALSEL, CN – Meski Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 yang dampaknya terbentuk Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) untuk memberantas segala bentuk Pungli, namun nampaknya, masih ada saja Lembaga Sekolah yang melanggarnya.

Dugaan pelanggaran tersebut terjadi di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Negeri 2 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut)

Dimana, Mts Negeri 2 Halsel diduga kuat melakukan Pungli ke seluruh siswa di Sekolah tersebut.

Melalui Pungli, berkisar mencapai jutaan rupiah. Mengapa tidak? siswa di Mts Negeri 2 Halsel yang dibebankan merupakan siswa-siswi dari Bangku Kelas I, Kelas II dan Kelas III.

Sementara jumlah siswa yang ada di Sekolah tersebut diperkirakan mencapai Ratusan siswa.

Dugaan Pungli yang dilakukan Kepala Madrasah itu melalui Kartu Penilaian Akhir Semester Ganjil Berbasis Computer Based Test (CBT) Mts Negeri 2 Halmahera Selatan Tahun Pembelajaran 2022/2023.

Hal ini dikeluhkan orang tua Siswa dikarenakan merasa Mts Negeri 2 Halsel telah melakukan Pungli yang dibebankan per-siswa senilai Rp 5.000.

“Anak-anak kami di minta bayar Kartu Semester padahal Kartu Semester dari HVS yang bentuknya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Padahal Online Data saja itu Siswa yang beli sandiri,” cecer salah seorang orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Rabu (30/11/2022).

Bahkan sebelum Semester Ganjil, di semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023, Kepala Madrasah, Zainudin Rahman juga diduga kuat melakukan Pungli dengan kasus yang sama yakni melalui Kartu Semester Penilaian Akhir Semester Genap Berbasis Computer Test (BCT) Mts Negeri 2 Halmahera Selatan Tahun Pelajaran 2022/2023.

Namun di Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023, dibebankan Rp 10.000 per-siswa. Tapi informasi yang dihimpun media ini, Pungli tersebut dibatalkan pihak Sekolah.

Sementara itu, Kepala Madrasah, Mts Negeri 2 Halsel, Zainudin Rahman ketika dikonfirmasi belum merespon hingga berita ini dipublish. (Hardin CN)

banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250 banner 650250

Komentar