HALSEL, CN – Salah satu fokus utama Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel bersama Pemerintah Daerah (Pemda) saat ini adalah pembangunan fasilitas pengolahan air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO) guna mendukung kebutuhan air masyarakat di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi dan penguatan sistem air baku masyarakat yang selama ini bersumber dari mata air di Desa Kawasi.
Menyusul perhatian publik terkait pengelolaan air bersih di kawasan tersebut, TV Tempo melakukan peninjauan langsung untuk melihat proses pembangunan fasilitas air bersih yang tengah dibangun Harita Nickel bersama Pemerintah Daerah. Dokumentasi peninjauan tersebut dapat disaksikan melalui tautan yang tersedia:
Apa Itu Reverse Osmosis?
Reverse osmosis atau RO merupakan teknologi pengolahan air menggunakan membran khusus untuk menyaring partikel sangat kecil, termasuk sedimen, bakteri, logam, hingga zat terlarut dalam air. Teknologi ini umum digunakan dalam pengolahan air minum karena mampu meningkatkan kualitas air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Dalam fasilitas yang dibangun di Kawasi, sistem pengolahan air juga dilengkapi dengan filtrasi otomatis dan teknologi ozonisasi guna mendukung proses pemurnian air. Direktur HSE Harita Nickel, Tonny Gultom, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Kawasi.
“Untuk kapasitas air baku, fasilitas ini memiliki penampungan sekitar 40 meter kubik per hari, dengan debit distribusi mencapai 25 meter kubik per jam yang diperuntukkan bagi sekitar 5.000 penduduk,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Saat ini pembangunan fisik fasilitas telah berlangsung dan memasuki tahap persiapan operasional. Seluruh tangki utama disebut telah siap digunakan sebelum proses distribusi dilakukan secara penuh.

Dukungan Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Kawasi menyambut baik pembangunan fasilitas pengolahan air bersih dan kawasan konservasi mata air tersebut. Menurut pemerintah desa, kebutuhan air bersih menjadi isu penting seiring pertumbuhan aktivitas dan jumlah penduduk di kawasan Kawasi.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, mengatakan fasilitas reverse osmosis diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih dalam jangka panjang.
“Yang paling penting bagi masyarakat tentu bagaimana air bersih tetap tersedia dan kualitasnya terjaga. Kami melihat pembangunan fasilitas ini sebagai langkah untuk mendukung kebutuhan warga ke depan,” ujar Reinhard.
Ia menambahkan, perlindungan kawasan mata air juga penting karena sumber air tersebut telah digunakan masyarakat sejak lama.
“Harapannya, fasilitas ini bukan hanya dibangun, tetapi juga dijaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tutupnya. (Hardin CN)







