Pengecoran Lantai Pasar Tradisional Desa Dolik, Kades: Menjadi Pusat Aktivitas Ekonomi Masyarakat

HALSEL, CN – Pembangunan pasar tradisional di Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terus menunjukkan progres. Terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan pengecoran lantai sebagai bagian dari tahapan penyelesaian fasilitas utama pasar tersebut.

Pengecoran ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pasar, sehingga aktivitas jual beli masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman, bersih, dan tertata.

Kepala Desa (Kades) Dolik, Iswadi Ishak, mengatakan bahwa pembangunan pasar tradisional ini merupakan salah satu prioritas desa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pengecoran lantai ini bagian dari upaya kami menghadirkan pasar yang layak dan nyaman bagi masyarakat. Kami ingin para pedagang dan pembeli tidak lagi terganggu dengan kondisi becek atau tidak rata,” ujar Iswadi, kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pasar yang lebih representatif diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi warga Desa Dolik dan sekitarnya.

“Pasar ini nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Harapan kami, dengan fasilitas yang lebih baik, pendapatan pedagang juga bisa meningkat,” tambahnya.

Pemerintah Desa (Pemdes) memastikan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

“Dengan terus berjalannya pembangunan ini, saya berharap pasar tradisional tersebut segera rampung dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” harap mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Halsel itu. (Hardin CN)

BARAH Bongkar Dugaan Penyelewengan DD dan ADD, Kades Loleo Mekar dan Laigoma Dilaporkan

HALSEL, CN – Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi Adam, resmi melayangkan pengaduan kepada Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2025.

Pengaduan tersebut tertuang dalam surat bernomor 018/BARAH.82.09/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026, yang ditujukan kepada Kepala Inspektorat Halsel, Ilham Abubakar.

Dalam surat tersebut, BARAH meminta Inspektorat segera melakukan audit terhadap penggunaan DD dan ADD di Desa Loleo Mekar, Kecamatan Kasiruta Timur, yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Ilham Lakoda, serta Desa Laigoma, Kecamatan Kayoa, yang dipimpin Kades Samsul Marwa.

Ketua BARAH, Ady Hi Adam, menegaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tata kelola anggaran desa yang harus transparan dan akuntabel.

Menurutnya, dugaan penyalahgunaan anggaran desa tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena dana tersebut bersumber dari negara dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat desa.

“Dana Desa dan ADD itu uang rakyat. Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus segera diaudit dan diusut secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” tegas Ady, kepada wartawan cerminnuntara.co.id, Jumat (13/3).

Ia juga mendesak Inspektorat Halsel agar tidak tinggal diam dan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di kedua desa tersebut.

Ady menambahkan, jika dugaan penyalahgunaan anggaran benar terjadi, maka aparat penegak hukum harus turun tangan untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

“Jika terbukti ada penyimpangan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kades Loleo Mekar Ilham Lakoda dan Kades Laigoma Samsul Marwa belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang disampaikan oleh BARA tersebut. (Hardin CN)

Kades Loleo Mekar Diduga Lakukan Penipuan, Pinjam Uang Warga Sejak 2025 Belum Dikembalikan

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Loleo Mekar, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Ilham Lakoda, diduga kuat melakukan penipuan terhadap salah satu warga.

Dugaan tersebut mencuat setelah Ilham Lakoda disebut meminjam uang kepada seorang warga di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur. Pinjaman dilakukan sejak tahun 2025, namun hingga memasuki tahun 2026 uang tersebut belum juga dikembalikan.

Menurut keterangan warga, saat meminjam uang Ilham Lakoda berjanji akan mengembalikannya ketika Dana Desa (DD) Tahap II tahun 2025 dicairkan. Namun hingga saat ini janji tersebut belum direalisasikan.

“Waktu itu dia bilang nanti dikembalikan saat pencairan Dana Desa Tahap II tahun 2025, tapi sampai sekarang belum juga dikembalikan,” ungkap sumber kepada media ini, Kamis (12/3).

Akibat kejadian itu, Ilham Lakoda dinilai telah mencoreng nama baik Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel, khususnya Pemerintah Desa (Pemdes) Loleo Mekar yang berada di bawah kepemimpinannya.

Pasalnya, pinjaman uang tersebut disebut dilakukan dengan membawa kapasitasnya sebagai Kades Loleo Mekar, dengan nilai mencapai jutaan rupiah dan disertai janji akan mengembalikannya saat Dana Desa cair.

Sementara itu, Ilham Lakoda ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat 13/3) tidak terhubung. Pesan yang dikirim tidak mendapat tanggapan, meskipun sebelumnya nomor yang bersangkutan terlihat aktif. (Hardin CN)

Panen Jagung di Orimakurunga, Kades Rusdi Sidik Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Nasional

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar panen jagung pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong swasembada pangan di tingkat desa.

Panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik, bersama aparat desa dan masyarakat setempat. Hasil panen jagung yang tumbuh subur di lahan pertanian desa menjadi bukti keseriusan Pemdes dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi warga.

Di sela-sela kegiatan panen, Rusdi Sidik menyampaikan bahwa program swasembada jagung merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadikan Desa Orimakurunga sebagai desa penyangga pangan di Kecamatan Kayoa Selatan. Jagung dipilih karena memiliki nilai ekonomis dan mudah dibudidayakan oleh masyarakat,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja sama dan partisipasi aktif para petani serta dukungan semua pihak. Pemdes, kata dia, akan terus mendorong perluasan lahan tanam serta memberikan pendampingan agar hasil produksi semakin meningkat.

“Harapan kami, program ini tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan petani. Ke depan, kami akan terus mengembangkan komoditas unggulan yang sesuai dengan potensi wilayah desa,” tambahnya.

Dengan panen yang berlangsung akhir Februari ini, Pemdes Orimakurunga optimistis sektor pertanian akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan desa yang berkelanjutan di tahun 2026. (Hardin CN)

Kades Iswadi Ishak Serahkan Laporan Realisasi Anggaran 2025 kepada BPD, Rapat Pemdes Dolik Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar rapat bersama mitra kerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rabu (25/2/2026).

Rapat yang berlangsung di Kantor Desa Dolik tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Dolik, Iswadi Ishak. Turut hadir Babinkamtibmas serta tokoh adat Desa Dolik.

Dalam agenda tersebut, Pemdes Dolik secara resmi menyerahkan laporan realisasi anggaran Tahun Anggaran (TA) 2025 kepada BPD sebagai bentuk laporan penggunaan anggaran dan pelaksanaan teknis kegiatan tahun sebelumnya.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Penyerahan laporan ini menjadi bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas Pemdes Dolik dalam pengelolaan anggaran desa.

Kades Dolik, Iswadi Ishak, menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan kegiatan dan pelaporan dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah seluruh kegiatan tahun anggaran 2025 telah kami laksanakan dengan baik. Hari ini kami serahkan laporan realisasinya kepada BPD sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada masyarakat,” ujar Iswadi.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemdes, BPD, Babinkamtibmas, serta tokoh adat menjadi kunci kelancaran pelaksanaan program desa.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kekompakan dan keterbukaan dalam setiap program pembangunan desa, sehingga apa yang direncanakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Hardin CN)

Raker APDESI Halsel Perkuat Sinergi Kades dan Dorong Program Agromaritim

HALSEL, CN – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Kamis (12/2/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Warung Sarumah, Desa Tomori, Kompleks Jalan Baru ini menjadi momentum konsolidasi para kepala desa (Kades) dalam memperkuat peran pemerintahan desa di Halsel.

Raker tersebut mengusung tema:

“Bersama APDESI Kita Wujudkan Program Pembangunan Desa, Daerah yang Maju, Sejahtera dan Mandiri untuk Halmahera Selatan Senyum dan Humanis.”

Puluhan Kades hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran tersebut dinilai sebagai cerminan komitmen bersama dalam membangun desa yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.

Ketua DPD APDESI Halsel, Abdul Azis T. Alammari, menyampaikan bahwa raker ini merupakan upaya menyatukan langkah dalam membangun desa agar lebih mandiri dan berdaya saing. Menurutnya, sinergi antara Kades, Pemerintah Daerah (Pemda), dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Tujuan dari raker ini, kita membahas berbagai visi, misi hingga persoalan di desa, agar bisa kita kawal dan benar-benar hadir di tengah masyarakat sehingga manfaatnya dirasakan langsung,” ujarnya.

Ketua APDESI Halsel yang juga menjabat sebagai Kades Matuting, Kecamatan Gane Timur Tengah, menambahkan bahwa APDESI berkomitmen mendukung program Agromaritim sebagai motor penggerak ekonomi di Halsel.

“Kami akan berperan aktif agar program APDESI berjalan transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris APDESI Halsel, Wahyudi Samad, mengatakan pihaknya juga menyiapkan program pendampingan hukum bagi masyarakat.

“Pendampingan hukum ini bertujuan membantu warga yang memiliki persoalan hukum melalui kuasa hukum yang telah disiapkan APDESI,” jelasnya.

Selain itu, Wahyudi yang juga Kades Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan insan pers di Halsel. Menurutnya, pers merupakan mitra strategis pembangunan sekaligus penjaga kepentingan publik di era transformasi digital.

“Wartawan adalah tulang punggung dan mitra strategis dalam pengawasan program pemerintah, baik di tingkat nasional, daerah, hingga desa,” katanya.

Ia berharap, melalui Raker APDESI Tahun 2026, komitmen bersama antara pemerintah dan insan pers semakin kuat dalam mendukung pembangunan desa di Halsel.

“Pemberitaan yang benar adalah yang menyuarakan harapan rakyat. Kami mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang terus menjaga ruang publik, khususnya dalam mengawal program pemerintah desa di Halsel,” tutupnya. (Hardin CN)