Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Polres Halsel Laksanakan Kerja Bakti

HALSEL, CN – Polres Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar Mapolres Halsel, Minggu (15/3/20). Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kapolres Halsel AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M mengatakan Kegiatan yang dilaksanakan sesuai intruksi Pimpinan Polri untuk melakukan pencegahan virus corona, dengan melakukan pembersihan lingkungan di Mapolres Halsel dan jajaranya.

Lanjut Kapolres, kegiatan kerja bakti ini selain mencegah virus Covid-19 juga menciptakan kebersihan lingkungan sebagai langkah upaya mencegah berbagai penyakit agar tidak menyebar.

“Selanjutnya lingkungan yang dibersihkan meliputi perkantoran seperti Kantor dan Asrama Polisi rumah Ibadah ( Musholah ), pelayanan publik dan lingkungan lainnya,” Ujar Kapolres Halsel.

Kapolres Halsel juga mengimbau jajarannya dan elemen masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan secara rutinitas melaksanakan kerja Bakti di lingkungan masing-masing. (Hafik CN)

Perhelatan MTQ Tingkat Halsel Resmi Dimulai

HALSEL, CN – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXVIII (28) Tingkat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang mengusung tema ‘Melalui Momentum MTQ ke XXVIII Kita Agungkan Syiar Kalamullah di Bumi Saruma, Demi Keberkahan Pembangunan yang Berkelanjutan’ resmi digelar, Sabtu (14/3/2020).

Kegiatan berlangsung malam hari itu, diawali penobatan Dewan Hakim. Para Dewan Hakim dilantik oleh Wakil Bupati Iswan Hasjim berdasarkan Surat Kerja (SK) yang dikeluarkan Bupati.

Kegiatan yang berlangsung dipanggung utama miniatur Istana Negara, Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan itu dibuka langsung oleh Bupati H. Bahrain Kasuba. Selain Pimpinan SKPD, Tokoh Agama, Masyarakat Adat, upacara pembukaan juga di hadiri tenaga ahli utama kantor staf kepresidenan Republik Indonesia (RI) Doni Gahral Adian Kamarullah bersama rombongan.

Pelaksaan kegiatan yang melibatkan 30 Kecamatan itu dibiayai seluruhnya oleh Pemda. “Anggaran penyelenggaraan MTQ ke XXVIII sepenuhnya dibebankan ke Pemda melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” laporan Surya Helmi Botutihe selaku ketua LPTQ Halsel saat upacara pembukaan.

Dengan dimulainya MTQ ke XXVIII ini Bupati berharap, akan lahirnya duta-duta terbaik. “Semoga peserta hasil dari MTQ tingkat kabupaten Halsel, bisa terpilih sebagai duta-duta terbaik untuk mewakili Provinsi Malut berkompetisi pada MTQ tingkat nasional,” ucap Bahrain saat membuka kegiatan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Halsel Drs. Lasengka Ladadu, dalam sambutannya mengutarakan harapannya dengan adanya pelaksanaan MTQ ini. “Penyelenggaraan MTQ diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat untuk mempelajari serta memaknai Alqur’an, sebagai petunjuk dan pedoman hidup,” harapnya saat memberikan sambutan.

Dengan melakukan pebekanan tombol oleh Bupati Bahrain, sebagai tanda dimulainya MTQ tingkat Halsel. Pembukaan perhelatan yang diikuti 321 peserta dari 30 kafilah itupun diakhiri dengan penampilan memukau dari atraksi Marching Band Pemda Halsel dan Sanggar ADIN Togale Grup yang mengkolaborasikan tiga tarian menjadi satu penampilan yaitu tarian Cakalele, Sambra dan Soya-soya. (Red CN)

Bupati Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf

HALSEL, CN – Pawai Ta’aruf sebagai tahap awal dimulainya pembukaan Musabakah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke XXVIII (28) diikuti Kafilah dari 30 Kecamatan se- Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara (Malut) Kegiatan yang dilaksakan sore hari itu dimulai dengan pelepasan rombongan yang dilakukan langsung oleh Bupati Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasuba didepan Kantor Bupati, (14/3/2020).

Rombongan pawai yang dipimpin oleh Bupati, bertolak dari Kantor Bupati menuju lokasi MTQ dikawasan Miniatur Istana Negara di Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan.

Saat Kafilah yang mengikuti pawai tiba dilokasi Miniatur Istana Negara, tepatnya didepan Monumen Saruma (Monas), Langsung dijemput Tim Marching Band Pemda Halsel yang langsung mengiringi para kontingen menuju panggung utama Gelora Bahrain Kasuba (GBK).

Pawai Ta’aruf ini merupakan salah satu sesi rangkaian acara sebelum upacara pembukaan MTQ yang akan digelar pukul 20:30 WIT (nanti malam). (Red CN)

Pungut Uang Ujian, Kepsek SMK Kelautan Tuwokona Bohongi Wartawan

HALSEL, CN – Sejumlah orang tua siswa yang anaknya mengikuti proses Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kebijakan pihak sekolah dengan cara melakukan pungutan Ujian Nasional yang dinilai terlalu besar sehingga para orang tua harus berusaha dan berupaya untuk melakukan pinjaman Demi memenuhi permintaan pihak sekolah agar anak mereka dapat mengikuti Ujian Nasional.

Besaran uang Ujian yang di patok oleh pihak sekolah kepada para siswa-siswi peserta Ujian pada sekolah SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona tersebut sebesar Rp 1.600.000, besaran uang ujian tersebut menurut para orang tua terlalu besar karena mereka para orang tua siswa juga harus menyiapkan anggaran lebih besar lagi jika anak mereka di nyatakan lulus pada Ujian Nasional nanti, anak mereka akan melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan selanjutnya yang membutuhkan biaya kuliah lebih besar.

Keluhan ini di sampaikan oleh salah seorang orang tua siswa kepada wartawan belum lama ini mengatakan sebagai orang tua siswa yang anaknya mengikuti proses Ujian Nasional pada SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona pungutan uang ujian yang di terapkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Samiun Usman, tersebut dinilai sangat besar karena tidak semua para orang tua siswa yang anaknya sekolah tersebut memiliki kelas ekonomi yang memadai bahkan ada orang tua siswa yang kelas ekonomi lemah sehingga butuh waktu yang panjang untuk mendapatkan uang ujian sebesar itu.

Dikatakanya, sebagai orang tua siswa Pihaknya mendesak kepada Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan pengajaran Provinsi Maluku Utara agar memanggil Kepsek SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona Samiun Usman, dan mengevaluas yang bersangkutan dari Kepsek.

“Sehingga kedepannya pihak sekolah tidak lagi melakukan pungutan uang Ujian Nasional sebesar itu, sehingga dari hasil evaluasi Dikjar Provinsi Malut, ini juga menjadi pelajaran bagi para Kepala-kepala sekolah pada tingkat (SMA/SMK/MA) sekolah menegah atas maupun sekolah Kejuruan, dan Madrasah Aliayah, jika ini terus di lakukan maka di pastikan para orang tua siswa memiliki beban berat melanjutkan anak-anak mereka untuk melanjutkan studi pada Perguran Tinggi nanti,” Harapnya.

Sementara itu Kepsek SMK Kelautan dan Perikanan Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halsel Provinsi Malut Samiun Usman, pada saat di konfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya belum lama ini, pihaknya membohongi wartawan kalau dirinya tidak memperlakukan dan tidak membebankan para siswa-siswi peserta ujian.

“Tidak memperlakukan dan tidak membebankan para siswa-siswi peserta ujian untuk membayar biaya uang ujian seperspun dengan jumlah peserta ujian pada SMK Kelautan dan Perikanan sebanyak 36 orang peserta ujian karena biaya ujian sudah di anggarkan melalui Dana BOS Sekolah,” Tandasnya. (Red/CN)

Amankan SK DPP Pemenang Usman-Bassam, Adnan Wahid: Pada Prinsipnya Adalah Menangkan

HALSEL, CN – Menjalankan PP untuk mengamankan Surat Keputusan DPP pemenang Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Usman-Bassam pada pemilu 2020-2025 bertempat di cafe Fatima pada Jumat (6/3/2020) Ketua DPD PSI Halsel AdnanWahid menyampaikan bahwa, tidak melihat Usman dari PKB dan kemudian Bassam itu dari PKS pada prinsipnya adalah memenangkan.

“Itu menjadi kewajiban kami karena itulah kita partai yang sebagai kader di tingkat DPD hukumnya wajib untuk melaksanakan titah DPP Karena itu adalah perintah,” ungkapnya.

Ini untuk ke versi mereka yang solid lanjut Adnan, dan kami membuktikan bahwa seluruh DPC yang ada di dalam kota saat ini semuanya hadir dan seluruh Pengurus DPD juga hadir pada sore ini.

“Seluruh DPC yang ada di dalam kota saat ini semuanya hadir dan seluruh pengururs DPD juga hadir pada sore ini adalah bapak rakyat kami di Gresik karena ada kegiatan Dewan di luar Daerah dan kemudian yang bersangkutan juga sudah dihubungi, menyesuaikan dengan keputusan rapat pada sore hari ini pada prinsipnya bergerak tanpa menunggu perintah dari siapapun,” ungkapnya lagi.

Selain itu, Adnan mengatakan, melaksanakan proses amanat SK memenangkan Usman-Bassam sesuai dengan yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen.

“Mendukung dan mengusung Usman-Bassam di pemilu 2020 R12 ganda agenda menguatkan pesis Halmahera Selatan dalam rangka Usman-Bassam pada pemilu 2020 dan kemudian memenangkan versi pada pemilu 2024. Titah yang disepakati oleh DPD PSI Halmahera Selatan,” pungkasnya. (Red/CN)

Bassam Kasuba Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Nurlelah Binti Hi. Salim Daud

HALSEL, CN – Hasan Ali Bassam Kasuba biasa disapa Bassam Kasuba menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Nurlelah binti Hi. Salim Daud sebagai Guru.

“Atas nama keluarga dan pribadi saya menyampaikan ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud,” kata Bassam Kasuba kepada media ini, pada Sabtu (14/3/2020).

Dia mendoakan agar semua amal ibadah almarhumah mendapat tempat di sisi Allah SWT.

“Semoga almarhum mendapat tempat di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalnya mendapat ketabahan,” ucap Bassam Kasuba.

Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud meninggal di usia kurang lebih 52 tahun pada Jum’at 13 Maret, pukul 12.45 WIT, bertepatan ruan Vip di RUSD Marabose Jl. Raya Marabose, Desa Marabose, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Almarhuma meninggal bertepatan dengan khutbah Jum’at.

Pihak keluarga menjelaskan Almarhuma menidap kangker selama beberapa tahun. Sebelumnya, almarhuma sempat di bawah ke RSUD Marabose.

“Seiring umur yang tergolong Usia Lanjut (Lansi) Ibu Nurlelah binti Hi. Salim Daud mengalami kangker sejak lama dan tidak kunjung sembuh,” Terang Bassam Kasuba

Sebelum meniggal dia dalam kondisi baik bahkan sering pergi ke kebun bersama anak-anaknya. Saat ajal tiba ia perna mengeluh “sakit” hingga pada hari Jum’at Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya. Sang suami, anak-anak dan keluarga mendapingi

“Nurlelah binti Hi. Salim Daud di kenal sebagai sosok yang menjadi panutan bagi para guru-guru. Dia pernah menjadi Guru MI, TK, Mts, MAN dan Alkhairat dan banyak melahirkan siswa sampai sarjana, banyak yang mengetahui huruf hijahiyah, karena berkat Almarhuma, mudahan ini bentuk amal jariah,” tutup Bassam Kasuba (Red/CN)