Mensintesiskan Hakikat Manusia Lewat Filsafat Manusia

Oleh: Sahib Munawar. S. Pd., M.Pd
(Dekonstruksi filsafat manusia Ibnu Al Arabi)

Dekonstruk pemikiran Ibnu Al – Arabi Tidak semuda itu dalam memahami arti kesatuan wujud atau wahdatul wujud manusia lewat filsafat kemanusian, kecuali bagi orang berkutat dalam dunia filsafat Islam, Penulis akan mencoba menguraikan arti dari kalimat Ensensi manusia lewat filsafat manusia Arabi “ filsafat manusia adalah kajian tentang hakikat manusia dan berbagai macam karakteristik yang dimiliki serta pengaruhnya dalam kehidupan, Kita tahu bahwa arabi adalah tokoh filosof islam dan mempunyai konstrubusi besar dalam dunia filsafat islam’ ia adalah filusuf yang banyak menaruh perhatian tentang akar penciptaan manusia dikaitkan dengan ilahi. Ia banyak membahas tentang realitas itu sendiri itu sendiri’ yaitu realitas wujud , antara ada atau mengada atau apapun yang mewujudkan hal tersebut. Wujud dalam Islam disebut dengan al-haq atau wahdatul wujud dalam ajaran Al-Halajj oleh syhaik sitti Jinar, yang merupakan nama lain dari tuhan, yaitu wujud dalam dirinya sendiri tersembunyi maupun tersingkap. Yang dapat mengenali wujud secara sempurna adalah manusia atau yang sering disebut dengan manusia sempurna sempurna dalam bahasa Al-Quran yaitu “ Al insan al kamil”.

Wujud tidak bisa dikenali oleh siapapun dan apapun kecuali wujud itu ingin dikenali, maka dari itu wujud untuk dapat dikenali maka ia mewujudkan diri melalui tiga hal yang palin fundamental yakni Alam semesta, melalui diri dan kitab suci Al-Qur’an sebagai sebagai kunci untuk membuka pintu kea lam semesta dan wujud itu sendiri, semesta itu ialah manusia sempurna dihubungkan dengan dua aspek yang bertentangan dari realitas ilahi yang unik yaitu antara sifat binatang atau malaikat dalam bahasa Al-Ghazali disebut dengan hewani dan malaikat’ dengan kata lain manusia berada diantara dunia yang penuh dengan kefanaan dan kekakalan dalam posisi tenga tersebut manusia berada dalam kenyataan. Manusia sempurna adalah manusia yang benar-benar menyadari bahwa didalam dirinya dipenuhi oleh potensi spiritual dan masuk dalam ruang keesaan Tuhan yang menjadi pondasi dari segala keberadaan sebagaimana dalam ungkapan Sufi” Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal tuhannya” karena esensi ketuhan itu melekat pada dirinya.
Kembali ke filsafat manusia, filsafat manusia merupan integral dari sistem filsafat yang mengkaji hakekat manusia, hakikat manusia bukan pada persoalan fisik namun apa yang ada dibalik tubuh, kebudayaan dan hubungannya dengan tuhan dalam bahasa Al-Qur’an adalah Hablunminallah dan Minannas, Dalam filsafat barat masuk dalam kajian ontology dan metafisika yang biasa disebut dengan antropologi metafisik atau psikologi metafisik. Dalam dunia Islam filsuf yang menaruh perhatian dan konstribusi yang besar adalah Ibnu Arabi melalui beberapa karyannya terutama Al-Futuhat al makkiyah dan fushush al-hikam yaitu membahas tentang hakikat manusia terkait dengan tuhan, kosmos dan jalan menjadi manusia yang sempurna ia juga dikenal dengan sapaan Asy Syekh al-akbar yaitu “Guru teragung” adalah pemikir yang sangat berpengaruh pada paruh kedua sejarah islam abad ke 12 di kordova spanyol.

Tak etis jika penulis lupa memperkenalkan sang sufi dan filusuf yang satu ini’ beliau yang bernama lengkap Abu Bakar Muhammad Ibn Al Arabi al-Hatimi al-tai, sang sufi /filsuf Murcia kota spanyol lahir pada tanggal 17 Ramadhan 560 H ,bertepatan dengan 28 juli 1165 M, beliau meski tidak mendirikan tarekat yang resmi sebagaimana umumnya sufi yang lain. Belaiau mengakhiri hidupnya di Damaskus pada 16 November 1240 M, bertepatan tanggal 22 Rabiul akhir 638 H , Pada usia 70 tahun, pencapaian spiritualnya yang luar biasa telah menyebarkan hampir ke seluru dunia islam dan barat. Filsafat manusia al-arabi ini diawali dengan pembahasan dengan nama-nama tuhan dan manusia sempurna, sebelum saya beranjak dari pembahasan ini saya perlu untuk menyampaikan sebuah mata rantai antara filsafat dan tasawuf karna ini berhubungan dengan pengaruh ajaran yang dibawahkan oleh muridnya Al-Arabi, mata rantai paling penting yang menghubungkan filsafat dengan tasawuf Shadr Al-din al-Qunawi dia adalah sahabat dan murid Ibn Arabi sang arif besar tetapi juga murid Al-Thusi, pada diri Qunawi lah untuk pertama kali tradisi filsafat dan tasawuf bertemu, warisan Qunawi di tambah dengan tradisi iluminisme Islam yang dikembangkan oleh Syihab al-din Suhrawardi dan Mulla Shadra, itulah sedikit sebuah mata rantai antara filsafat dan tasawuf bertemu, sekarang kita kembali pada filsafat manusianya al-arabi, manusia dan alam sangat terkait dengan Tuhan semua yang ada bersumber pada tuhan karna segala sesuatu di alam kosmos termasuk manusia merupakan menifestasi Tuhan yang telah terjewantahkan melalui ciptaannya sekaligus cerminan untuk melihat kesempurnaan tuhan. Pembahasan tentang manusia dikaitkan dengan wujud tuhan melalui nama-nama yang dilacak dalam kitab suci yang disebut asmaul husna. Setiap nama tuhan yang terdapat dalam Al-Quran/Hadist memberitahukan kepada kita tentang realitas wujud, Ibnu al-arabi terobsesi menemukan akar ketuhanan terhadap semua fenomena di jakat raya ini melalui bantuan spiritual termasuk siapa sebenarnya manusia itu. Tuhan satu-satunya pemilik sifat yang benar dan sempurna semua yang ada didunia ini seperti kehidupan, pengetahuan, kehendak dan kekuasaan semua milik tuhan , namun segala sesuatu menampakkan aspek-aspek tertentu dari kehidupan, pengetahuan , kekuasan dan kehendak semua tercermin dalam kosmos, tuhan membantu eksitensi menuju entintas-entitas aktual yang berarti eksentensi sepadan dengan kebutuhan nyata. Al-arabi menyebutkan manusia sempurna sebagai pilar kosmos, tanpa manusia , kosmos akan runtu dan mati serta tidak bermakna, hal ini akan terjadi di akhir ketika manusia sempurna terakhir terpisah dari dunia ini, manusia di ciptakan untuk menjadi khalifah fil ardi, yaitu” (khalifah di muka bumi) manusia sebagai khalifah Tuhan dibumi yaitu untuk melestarikan Alam semesta ini dan dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana Mahluk sebelum manusia yang menghuni bumi ini yang disebut dengan Banu Al-Jann” , ini artinya jika jika terjadi kerusakan dan kehancuran alam dan lingkungan social di masyarakat adalah salah satu tanda berkurangnya jumlah manusia yang sempurna di muka bumi. Alam semesta tidaklah sempurna tanpa kehadiran manusia, Dalam kosmos islam bahwa kosmos tidak memiliki tujuan di dalam dan dirinya sendiri. Kosmos hanya bertujuan untuk membuat dan menopang manusia menjadi eksis. Menurut ibnu al-arabi “ manusia sempurna menyembah Tuhan melalui setiap agama wahyu ( syari’i) memujinya dengan semua lida dan bertindak sebagai wadah bagi setiap penyingkapan dirinya, jika sesuatu dari dirinya menutupi dari merasakan totalitas dirinya kemudian dia bersikeras secara jahat untuk melawan dirinya sendiri maka dia bukanlah manusia sempurna, karena dengan mengenal dirinya, manusia sempurna mengetahui tuhan.

Proses manusia mengaktualisasikan bentuk tuhan dan memanifestasikan nama-nama tuhan seringkali disebut sebagai akhalak Tuhan, mengambil akhalak tuhan bukanlah merupakan bertujuan mencapai derajat setenga Dewa dan menyaingi tuhan namun sebaliknya jalan ini membawa pada penurunan secara gradual sehingga sifat-sifat insani berhenti mewujud hingga orang menjadi tiada. Ibnu al-arabi menujuk pada tingkatan kesempurnaan manusia sebagai hamba ( Ubudiyah) sebagaimana yang seringkali ia tegaskan bahwa kedekatan ( qurd ) tidak dapat dicapai kecuali seseorang itu menjadi hambahnya yang utama, manusia sempurna adalah hamba-hamba tuhan yang sebenarnya dan absolut, meminjam kalimat Dr, Ali-Syari’ati” bahwa manusia itu mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi manusia yang sempurna atau Insan kamil sebagaimana yang tertera dalam Kitab suci Al-Qur’an yakni sebagai Khalifah fill ardi. Dalam konsep Karl Marx sifat dasar manusia mengacu pada sintesis yaitu antara naturalism dan humanism, Naturalisme paham yang menyatakan bahwa manusia adalah bagian dari alam bukan ciptaan dari sesuatu yang transenden, melainkan merupakan produk evolusi biologis yang panjang yang pada satu titik mengalami perkembangan baru dan spesifik melalui sejarah manusia yang muncul atas daya kreaktif mandiri, sedangkan humanism adalah paham yang mengajarkan bahwa manusia adalah mahluk praksis atau memiliki kemampuan untuk mentransformasikan alam dan menciptakan sejarah sendiri. Ini dalam pengertian bahwa’

“Manusia memiliki kendali atas kekuatan alam yang dengan kendalinya dia dapat menciptakan lingkungan manusiawinya sendiri, mampu mengembangkan kapasitas diri dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi titik awal untuk pengembangan diri berikutnya. Inilah yang dalam konsep Islam disebut sebagai Khalifah Fil ardi. Olehnya itu dalam mensintesiskan hakikat manusia lewat filsafat manusia sebuah dekonstruksi filsafat manusia Ibn-Al-Arabi dalam tulisan ini bermaksud agar kita dapat mengambil hikmah bahwa manusia adalah mahluk tuhan yang ditipkan kemuka bumi untuk menjadi khalifah , karena hakikat manusia adalah manusia yang sempurna yang mampu menghadirkan setiap nama tuhan dalam kehidupan yang nyata , manusia sempurna adalah tujuan tuhan dalam menciptakan kosmos, seluruh alam semesta ini tidak akan diciptakan termasuk malaikat tanpa kehadiran manusia.

Labuha, Halmahera Selatan.
Rabu, 26 Februari 2020.

Tanggapan Masyarakat Tidak Direspon, KPU Halsel Diminta Tinjau Kembali Kelulusan PPK Kecamatan Kasiruta Barat

HALSEL, CN – Korda Dapil I Rusna Ahmad dimintai klarifikasi tanggapan masyarakat yang telah di berikan data pada dua Peserta PPK Kecamatan Kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang bermasalah, namun masih dinyatakan lulus.

Nama Peserta PPK Kecamatan Kasiruta Barat yang dinyatakan Lulus, diantaranya Muhammad Jair Hamja, Ridwan Marifa, Siraju Ahmad, Salim Muhsin dan Baria Sanang.

Hal ini di katakan M (nama semaran) ketika di temui di Desa Kampung Makian Pada Rabu, (26/02/2020) kepada media ini menjelaskan, bahwa telah berusaha menyampaikan tanggapan secara tertulis kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halsel, terkait masalah Ridwan Marifa yang pernah menjadi saksi Partai PAN, sementara Jabatan Muhammad Jair sebagai Sekretaris Desa Doko, namun hingga saat ini pengumuman kelulusan dikeluarkan nama dari kedua orang tersebut masih dinyatakan lolos.

Harusnya Muhammad Jair Hamja selaku Sekdes ketika tahapan perekrutan PPK sudah terbukti mengundurkan diri dari jabatannya, namun sampai saat ini dinyatakan lulus dan aktif pada Jabatan Sekdes. Tentu hal ini menjadi perhatian khusus KPU Halsel.

“Kami merasa tidak adil apabila dari Kecamatan lain ditindak tegas, hanya masalah postingan lewat fb menyangkut caleg DPR RI, KPU Halsel menindak dengan cara tidak meluluskan yang bersangkutan, namun mereka berdua yakni Jabatan Sekdes dan menjadi Saksi Parpol tidak ditindak tegas,” Ucap M

Selain itu lanjut dia, KPU memposisikan diri sebagai Lembaga yang profesional dalam bersikap Independen dan Netral, agar proses klarifikasi tanggapan masyarakat yang telah diberikan di proses secara adil.

“Kepada Korda Dapil I Rusna juga harus meminta surat keterangan pengunduran diri dari Muhammad Jair Hamja yang masih aktif pada Jabatan Sekdes di Pemerintah Desa Doko, dan berikan penjelasan terkait Oknum Saksi Parpol,” Tutup M (Red/CN)

DPP GMNI Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani Pencemaran Laut Di Halsel Dan Kota Ternate

HALSEL, CN – DPP GMNI Ketua Bidang Maritim Alimun Nasrun desak Pemerintah Pusat segera menangani pencemaran laut Halmahera Selatan (Halsel) dan Kota Ternate, DKP Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk serius melakukan peninjauan di perairan Provinsi Malut.

Wilayah pesisir dan laut Indonesia juga sangat rentan terhadap berbagai ancaman pencemaran, baik yang berasal dari aktivitas domestik manusia (marine debris), industri (pengolahan perikanan), perhubungan laut seperti tumpahan minyak (Oil Spill), maupun aktivitas pertambangan lainnya yang mengakibatkan terjadinya pencemaran laut.

Fenomena yang terjadi di perairan Maluku Utara yang menyebabkan ikan di Perairan Laut Halmahera Yakni Kecamatan Kayoa dan Kecematan Makian Kabupaten Halsel Serta Kota Ternate mendadak mati di wilayah perairan beberapa akhir terakhir ini sangat meresahkan masyarakat.

Terkait hal ini, Alimun menyampaikan pada media ini Kamis, (27/02/2020) persoalan kondisi Permukaan laut di lokasi perairan Makian dan Kayoa Kabupaten Halsel serta juga di pantai Taman Nukila Ternate, Kecamatan Kota Ternate Tengah yang ditemukan banyaknya ikan yang mati mendadak di kedalaman 5 hingga 20 meter dari permukaan oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Possi) Kota Ternate. Rabu, (26/02/2020).

Selain ditemukan ikan mati mendadak di ke dalam 5 hingga 20 meter dari permukaan, kondisi permukaan air laut di lokasi taman Nukila Ternate juga terlihat keru berwarna kecoklatan yang berbeda dengan kondisi sebelumnya.

“Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi diperairan Maluku Utara di Kabupaten Halsel dan Kota Ternate, banyak warga menduga Kejadian ini akibat terjadinya pencemaran air limbah karena air laut di perairan Halmahera Selatan dan Kota Ternate terjadi perubahan warna menjadi Coklat,” Jelasnya

Kejadian yang terjadi di perairan Maluku Utara ini belum ada perhatian dari lembaga terkait untuk bisa memastikan penyebat terjadinya perubahan air laut di perairan Kab. Halsel dan Kota Ternate mengakibatkan banyaknya ikan mati mendadak di perairan.

“Meminta pada pihak terkait untuk bisa diuji bukan hanya mengambil sampel pada air, tapi sampai pada ikan yang mati mendadak tersebut supaya bisa diketahui apa yang sebenarnya terjadi, karena ada informasi terjadinya pencemaran air limbah,” Tegas Alimun

Menurut beberapa Anggapan dari Pihak Akademisi, perubahan warna air di permukaan dugaan awal disebabkan karena blooming alga yang artinya nutrisi berlebih yang terdapat dalam perairan sehingga menyebabkan populasi alga menjadi sangat banyak.

“Kalau blooming alga itu kita harus punya kajian yang lengkap, karena secara kasat mata kita melihat perubahan warna air pendugaan awal kita karena terjadinya blooming, tapi itu perlu pengkajian apalah blooming ataukah limbah beracun,” Tuturnya

Pencemaran laut menurut UNCLOS 1982 adalah benda buatan manusia yang masuk ke dalam lingkungan laut yang disebabkan oleh penanganan yang buruk, pembuangan ke laut baik disengaja maupun tidak disengaja.

Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, habitat, biota laut dan penurunan kualitas lingkungan pesisir. Ancaman pencemaran tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan semakin meluasnya dampak negatif terhadap kehidupan manusia dan biota.

Maka dari itu kami meminta kepada pemerintah Daerah dan pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Pendayagunaan Pesisi dan Pulau-Pulau Kecil ikut aktif dalam penanganan pencemaran laut di Perairan Maluku Utara dan berkoordinasi dengan Lembaga terkait, para pakar, praktisi, stakeholder dan para pengambil kebijakan untuk saling bertukar informasi, data, dan upaya-upaya penenganan Pencemaran Air laut di perairan Maluku Utara.

“Meminta KKP harus berperan aktif dalam kerjasama regional dengan daerah dalam rangka bersama-sama menyelesaikan masalah di perairan laut Maluku Utara,” Pintanya

Selain itu, diharapkan seluruh stakeholder tersebut dapat merumuskan strategi serta memberikan rekomendasi kebijakan strategis upaya penanganan pencemaran laut. (Red)

Bupati Resmi Melantik Jufri Lamoro Jadi Ketua Baznas Halsel

HALSEL, CN – Bupati H. Bahrain Kasuba secara resmi melantik dan mengukuhkan pimpinan dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) periode 2019-2024. Acara pelantikan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati pada Rabu pagi, (26/02/2020).

Pengukuhan ini diawali dengan pembacaan surat keputusan tentang pengangkatan Pimpinan Baznas Kabupaten Halsel diikuti dengan pelantikan dan pengukuhan pimpinan Baznas oleh Bupati Bahrain Kasuba.

Adapun pimpinan Baznas yang dilantik yakni Jufri Lamoro, S.Ag menjabat sebagai ketua dan 3 anggota lainnya yakni M. Diman Kadir Yahya, SH, Ir. Tufail Iskandar Alam dan Haryati, S.Si.,MM.

Bupati Bahrain Kasuba dalam sambutannya memberikan selamat kepada ketua dan anggota Baznas yang baru dikukuhkan serta menyampaikan harapannya kepada pengurus agar dapat melaksankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

“Saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, semoga dapat mengemban amanah dan melaksanakan tugas dengan baik untuk kepentingan masyarakat Halmahera Selatan,” Ucap Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan bahwa penyaluran zakat harus tepat sasaran, menurutnya peran Baznas sangat diperlukan untuk mengentaskan kesenjangangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan.

“hal ini sesuai dengan dasacita yakni Bisa Berkah untuk itu, saya berpesan kepada Baznas Halsel agar tetap bekerjasama serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemda Halsel,” Pungkasnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halsel H. Lasengka La Dadu dalam sambutannya menyampaikan harapannya untuk Baznas Halsel agar dapat selangkah lebih maju dari yang lain untuk merubah pola pikir masyarakat.

“Dari yang menjadi penerima zakat atau mustahik dapat berubah menjadi pemberi zakat atau yang disebut muzaki,” Harapnya

Sementara itu, Kepala Baznas Provinsi Malut, Iskandar M. Djae dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pengalaman keseharian, menunjukan bahwa masih ada beberapa masalah dalam tugas mengoptimalkan pengumpalan dan pengelolaan zakat.

“Oleh karena itu, kepada para Komisioner Baznas untuk tetap menjalin hubungan dan kerjasama untuk memaksimalkan dakwah yang tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat normative dan tekstual tetapi lebih kepada kontekstual dan prespektif menyentuh kepada kehidupan umat dengan dakwah yang tercerahkan kepada zakat, infaq dan sedekah,” Ungkapnya.

Terakhir dilakukan pula penyerahan memori jabatan dari ketua Baznas Halsel sebelumnya yakni Amiruddin Dukomalamo kepada ketua Baznas yang baru dilantik.

Turut hadir dalam acara, Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Para Asisten dan Staff Ahli, mewakili Kapolres Halsel, Mewakili Dandim 1509 Labuha, serta Pimpinan SKPD. (Red)

Menjawab Keresahan Warga, Bupati Instruksikan BPBD Dan DPKPLH Untuk Turun Langsung Ke Lokasi

HALSEL, CN – Fenomena perubahan air laut yang berubah menjadi warna coklat di Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, sontak membuat warga setempat menjadi takut. Perubahan warna pada air laut ini juga diikuti dengan puluhan ekor ikan yang mati dan terdampar dipantai.

Menyikapi fenomena tersebut, Mujiburrahman, SH., MM Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan menyampaikan bahwa Bupati Halmahera Selatan H. Bahrain Kasuba telah menginstruksikan kepada dinas terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) agar turun langsung ke lokasi untuk meninjau dan mencari tau penyebab terjadinya fenomena tersebut.

“Bupati telah memerintahkan kepada BPBD dan Dinas Perkim untuk mengambil langkah tanggap dengan segera turun ke lokasi terjadinya fenomena tepatnya di pulau makian”, Ungkap Mujiburrahman.

Lanjutnya, Tim BPBD Halsel dan Perkim akan berangkat malam ini, Selasa (25/2) menuju Ternate untuk kemudian menyebrang ke Pulau Makian.

Sementara itu, Kepala BPBD Halsel, Daud Djubaedi saat diwawancarai menyampaikan bahwa Tim BPBD akan turun menyusuri Desa Ploili dan Mantentengen Kecamatan Pulau Makian untuk melihat aspek potensi bencana dari fenomena tersebut. Melihat kekhawatiran warga yang mengaitkannya dengan gunung berapi Kie Besi Makian yang statusnya masih aktif.

“Dalam hal ini kami juga telah melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kota Ternate terkait hubungan fenomena tersebut dengan aktifitas gunung berapi,” Jelas Kepala BPBD (Red)

Kampanye Terselubung, Bawaslu Halsel Tindak Lanjuti 7 ASN Ke KASN

HALSEL, CN – Sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) belum lama ini di duga kuat turut terlibat dalam politik praktis dengan cara para Kadis di perkenalkan oleh Bupati Halsel Bahrain Kasuba yang setelah berdiri di hadapan masyarakat, para Kadis memperkenalkan diri serta mengajak masyarakat yang hadir pada acara peresmian Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Soa Sangaji Kecamatan Obi Barat Kabupaten Halsel untuk memilih Bakal Calon Bupati Halsel petahana dengan cara mengangkat dua jari dan berteriak lanjutkan dua periode.

Video fisual dan foto, Keterlibatan para Kepala-kepala Dinas di lingkup Pemda Halsel dalam politik praktis dengan cara mengkampanyekan Calon Bupati Halsel petahana Bahrain Kasuba ini viral di sejumlah akun facebook, dan dari hasil unggahan keterlibatan para ASN di Halsel pada politik praktis ini setiap momen kunjungan kerja Bupati Halsel, barang bukti foto dan video di ambil dan di laporkan secara resmi oleh Kuasa Hukum Tim Relawan Calon Bupati Halsel Usman Sidik-Hasan Ali Bassam kasuba, Irsan Ahmad ke Bawaslu Kabupaten Halsel.

Dari Laporan Kuasa Hukum Tim Relawan Calon Bupati dan Calon wakil Bupati Halsel Usman Sidik-Hasan Ali Bassam Kasuba, Irsan Ahmad tersebut langsung di tindak lanjuti Bawaslu Halsel, dengan memanggil sejumlah Kadis yang di duga ikut dalam kampanye terselubung dengan Calon Petahana Bupati Halsel Bahrain Kasuba. Pada kunjungan kerja Bahrain Kasuba di Desa Soa Sangaji Kecamatan Obi Barat dari sejumlah Kadis yang ikut pada kunjungan kerja Bupati Halsel yang ikut di panggil Bawaslu Halsel di antaranya, Kadis Pendidikan dan Kebuadayaan, HJ. Nurlaila Muhamad, Kadis Nakertrans, Fahri Nahar, Kadis Perkim, Ahmad Hadi, Kadis Kominfo, Any Rajilon Kepala Pemberdayaan Perempuan dan KB Aisa Badaruni Kepala BPDB, Daud Jubedi dan Kabag Humas Pemda Halsel, Mujibur Rahman.

Sementara itu, Ketua Devisi Hukum dan Penindakan Bawaslu Kabupaten Halsel, Asman Jamil, saat di konfirmasi wartawan, melalui saluran teleponnya Senin, (25/02/2020) mengatakan, terkait 10 Kadis yang diduga ikut serta dalam kampanye terselubung pada saat Kunjungan Kerja (Kuker) dari proses penangan Bawaslu, hasilnya suda selesai proses penangannya dan kemarin juga suda di plenokan untuk di teruskan ke Provinsi, dari 10 ASN itu 7 orang Kadis yang memenuhi unsur pelanggaran kode etik untuk di tindak lanjuti ke KASN, dan yang 3 nya tidak di teruskan dengan alasan tidak memenuhi unsur pelanggaran kode etik.

Dikatakannya, 3 orang dari 10 orang yang diketahui tidak memenuhi unsur kampanye terselubung di antaranya, “Kadis PU Kabupaten Halsel, Ali Dano Hasan, Kepala BPMD Halsel, Bustamin Soleman dan Kadis Perijinan, Naser Koda, dan untuk 7 orang yang memenuhi unsur pelanggaran kode etik di antaranya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Nurlaila Muhamad, Kadis Nakertrans, Fachri Nahar, Kadis Perkim Ahmad Hadi, Kadis Kominfo, Any Rajilun, Kepala Pemberdayaan Perempuan dan KB, Aisa Badaruni, Kepala BPDB, Daud Jubedi dan Kabag Humas, Mujibur Rahman, ke 7 Kadis yang terbukiti melakukan pelanggaran pemilu kampanye terselubung tersebut akan di tindak lanjuti ke KASN,” Cetusnya (Red)