Diduga Serobot Lahan Warga, Kades Kaireu Dipolisikan

HALSEL, CN – Masyarakat Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), RD melaporkan Kepala Desa Kaireu, Mahmud Abubakar dan salah seorang lainnya berinisial A atas dugaan tindak pidana penyerobotan.

Informasi yang diperoleh cerminusantara.co id, laporan itu disampaikan RD ke Polres Halsel pada dini hari, Jumat (24/11/2023) sekitar pukul 16:00 WIT, berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor: STPL /445/XI/2023/SPKT.

Kejadian dugaan tindak pidana penyerobotan ini terjadi pada Agustus lalu berdasarkan keterangan RD sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Polisi.

“Kades sudah dilaporkan ke Polisi sore tadi dan kepala Desa juga pihak perusahan sebelumnya sudah melakukan perjanjian dengan pemilik Tanaman untuk bertemu di Polres. Namun ternyata baik Kapala Desa maupun pihak yang melakukan penggusuran tanaman itu tidak ada yang hadir,” ungkap salah seorang kerabat dekat RD.

Warga Kaireu yang diketahui merupakan kerabat terdekat RD itu menambahkan, laporan tersebut dilayangkan RD lantaran sejumlah tanaman yang telah digusur pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kaireu tak dibayarkan.

“Tanaman warga yang telah digusur saat melakukan kegiatan normalisasi Sungai beberapa Bulan lalu itu tidak dibayarkan. Diantara warga yang terkena dampak penggusuran tanaman yaitu RR, MS dan RD. Hal Ini dilaporkan agar tanaman warga berupa Pisang yang menjadi makanan warga, pohon Pala dan pohon Kelapa itu dibayarkan. Apalagi disaat penggusuran itu tidak kompromi dengan masyarakat terutama pemilik lahan,” geramnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Rusli Basir dikonfirmasi  membenarkan adanya kegiatan Normalisasi Sungai di Desa Kaireu yang dilakukan pihak BPBD.

Namun kata Rusli, sebelum turun melaksanakan pekerjaan Normalisasi Sungai, pihaknya sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kades Kaireu, Mahmud Abubakar.

“Kaitan dengan Persoalan Lahan, kami dari pihak BPBD tahu bahwa Kepala Desa yang tanggung jawab. Sebab, sudah ada pernyataan Bencana dari Kepala Desa. Pernyataan Bencana itu setelah dimasukan baru petugas kami dari Reserse turun melakukan pengecekan. Usai melakukan pengecekan, baru keluarlah SK Bupati. Setelah SK itu, keluar baru kami turun melakukan pekerjaan di lapangan. Jadi soal hal-hal teknis di lapangan itu kami tidak tahu. Sebab itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa,” cetus Sekretaris BPBD Halsel.

Ia menuturkan, upaya sosialisasi terkait kegiatan Normalisasi Sungai itu, sepertinya sudah dilakukan Kades. Sebab sudah ada pernyataan yang dibuat Kades yang melibatkan masyarakat.

“Dan yang harus diketahui, Kegiatan Normalisasi Sungai ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan banyak orang. Sebab, yang kami lakukan ini untuk kepentingan masyarkat bukan untuk kepentingan satu orang saja. Dan kegiatan sudah berjalan lama, terus sejauh ini tidak ada laporan dan koordinasi serta keluhan terkait tanaman warga. Jika dilaporkan, jauh sebelumnya kita bisa melakukan koordinasi untuk mencari jalan keluar,” tuturnya mengakhiri. (Shain CN)

Plt Bupati Halsel Dianugerahi Dua Penghargaan dari IPDN

HALSEL, CN – Plt. Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba dianugerahi Dua penghargaan dari Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN). Dua penghargaan tersebut yakni Kartika Pamong Praja Muda dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan.

Penganugerahan tersebut diberikan langsung Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, M. M. di Balairung Jenderal Rudini IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (23/11/2023).

Dimana, gelar tanda kehormatan itu,  diberikan kepada Kepala Daerah atas kontribusi besar dalam membangun Daerah selaras dengan pembangunan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rektor IPDN, Jadi Prabowo dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara tersebut.

“Saya berharap para Alumni IPDN dapat bekerja keras untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dengan menjadi bagian dari aktor penyelenggara program Bupati Halsel yang saat ini dijabat oleh Hassan Ali Bassam Kasuba,” imbuhnya.

Selain penganugerahan kepada PLT Bupati Halsel, IPDN juga memberikan penghargaan Kartika Pamong Praja Muda kepada Almarhum Hi. Usman Sidik sebagai penggagas dan ide-ide bersama Hassan Ali Bassam Kasuba selaku Bupati dan Wakil Bupati Halsel untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendidikan IPDN.

Sementara itu, Plt. Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dianugerahi gelar alumni kehormatan oleh IPDN dan akan terus berkomitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan dengan sebaik-baiknya secara kolaboratif.

“Syukur Alhamdulillah, terimakasih atas penganugerahan Alumni Kehormatan oleh IPDN yang diberikan kepada saya selaku Plt. Bupati Halmahera Selatan atas penganugerahan yang diberikan, kami akan berkomitmen untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya bersama seluruh Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan khususnya para Alumni IPDN untuk terus bersinergi membangun Halmahera Selatan,” ujarnya. (Hardin CN)

Anak Bupati Halsel Mewakili Ayahnya yang Sudah Meninggal Terima Penghargaan dari IPDN

HALSEL, CN – Setelah memperjuangkan kemajuan Daerah hingga berhasil dalam memajukan pemerintahan dan kontribusi dalam mendukung program pendidikan di Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), momen menerima penghargaan menjadi hal yang dinanti.

Namun momentum kebanggaan itu datang dari anak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Menjelang hari penerimaan penghargaan, Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik justru menghembuskan nafas terakhir.

Padahal Hi. Usman Sidik seharusnya menghadiri untuk menerima penghargaan dari IPDN pada hari ini, Kamis 23 November 2023. Namun takdir berkata lain karena Hi. Usman Sidik telah meninggal Dunia pada Minggu (5/11).

Anak Nomor Satu Hi. Usman Sidik pun datang menerima penghargaan dari IPDN untuk mewakili ayahnya yang sudah meninggal Dunia.

Anak Almarhum Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik, Ananta Risky Perdana Sidik mengatakan, penghargaan yang diterima karena selama kepemimpinan ayahnya sebagai Bupati mencetak sejumlah keberhasilan dan prestasi dalam membangun Halsel.

“Dengan penghargaan ini, tentu menjadi tantangan bagi Pemda Halsel untuk terus berinovasi dan berupaya dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mutu pelayanan publik di Kabupaten Halmahera Selatan,” jelas Dana, sapaan akrabnya.

Usai menerima penghargaan, Politisi Muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menjelaskan, anugerah tersebut diberikan setelah melalui proses penilaian secara ketat dari Tim internal IPDN. Sebab, sudah tentunya salah satu indikator penilaian yang digunakan yaitu Kepala Daerah yang bersangkutan dianggap berhasil dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta berhasil dalam aspek pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan dan kemasyarakatan.

“Saya sebagai anak Almarhum Bupati Halsel sangat mendukung kemajuan didalam pendidikan IPDN dan semoga Halsel ke depannya lebih baik lagi,” harap Dana mengakhiri. (Hardin CN)

Terima Laporan Konsumen, PDAM Halsel Perbaiki Pipa Bocor Bawah Laut di Kayoa Selatan 

HALSEL, CN – Komitmen dengan visi dan misi, meningkatkan cakupan dan kualitas layanan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan air pelanggan, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terus memperbaiki pelayanannya kepada konsumen dalam menangani persoalan tentang pengaduan, terbukti cepat dan tanggap. Hal ini dibuktikan ketika mendapat pengaduan dari masyarakat soal pelayanan air bersih di 4 Desa di Kecamatan Kayoa Selatan.

“Benar adanya terjadi pelayanan secara bergilir 4 Desa di Kayoa Selatan yakni Desa Desa Tawabi, Desa Pasir Putih, Desa Lauin dan Desa Orimakurunga. Hal ini kami lakukan karena kita sementara berada di musim kemarau sehingga terjadi penurunan kapasitas sumber air baku, makanya pemberlakuan pelayanan bergilir,” ujar Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, Rabu (22/11/2023).

Sementara soal pemberhentian pelayanan secara total yang terjadi pada hari ini, Direktur PDAM Halsel bilang, karena terjadi gangguan jaringan pada Pipa bawah Laut interkoneksi ke Kayoa Selatan.

“Hari ini kami dibantu oleh masyarakat Nelayan Desa setempat bersama-sama sudah melakukan perbaikan kebocoran Pipa atau sambungan Pipa yang terlepas menggunakan alat para Nelayan berupa Kompresor dan lain-lain,” jelasnya.

Meski begitu, Soleman Bobote mengaku bahwa saat melakukan perbaikan Pipa bocor, ia sendiri yang memandu langsung kepada Tim Teknis.

“Saya sendiri juga berada di TKP. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin dengan cuaca alam juga mendukung. Kami yakin segala sesuatu yang kita usahakan dan niatnya untuk kemaslahatan orang banyak, insya Allah dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menargetkan  perbaikan pada Pipa bocor bawah Laut diselesaikan hari ini dengan tujuan pelayanan bisa dilakukan seperti biasa untuk menjawab kebutuhan masyakarat khususnya di Kayoa Selatan.

“Alhamdulillah pula untuk pelayanan di Kecamatan Kayoa Induk, pelayanan seperti biasa. Tidak terganggu dengan kegiatan gangguan hari ini karena Zona pelayanan Kayoa Induk memiliki eksisting terpisah dengan eksisting Kayoa Selatan. Sekali lagi saya atas nama PDAM Halsel memohon maaf atas terganggunya pelayanan ini,” tutupnya. (Hardin CN)

Dugaan Penyerobotan Lahan Warga, Kades Kaireu: Itu Proyek Pemerintah Daerah

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Mahmud Abubakar memberikan klarifikasi dugaan penyerobotan lahan warga.

Kepada Wartawan cerminnusnatara.co.id pada Selasa (21/11/2023), Mahmud Abubakar menyebutkan, hal itu merupakan kesalahpahaman adanya pemberitaan penggusuran untuk normalisasi Sungai yang mengorbankan tanaman warga bahkan tak dibayarkan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel.

“Soal normalisasi itu Proyek Pemerintah Daerah oleh Dinas Bencana,” aku Kades Kaireu.

Adanya beberapa tanaman warga yang terkena dampak penggusuran, kata Mahmud Abubakar, diakibatkan tanaman tersebut berada di sekitaran Sungai.

“Soal beberapa Pohon tanaman warga yang kena gusuran itu dikarenakan tanaman tersebut sangat dekat dengan aliran Sungai,” cetusnya.

Mahmud Abubakar bilang, saat proses penggusuran dilakukan, dirinya berada di Labuha. Kemudian kata Kades, aktivitas penggusuran yang dilakukan pihaknya itu sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan.

“Waktu itu saya ada ke Labuha, ketika balik, saya stop kan pekerjaan proyek sambil koordinasi pemilik kebun dan saat itu pemilik lahan sudah komunikasi dengan Pengawas proyek,” tuturnya mengakhiri. (Shain CN).

Bupati Halsel Hadiri Festival GNPIP Malut 

HALSEL, CN – Plt Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri rapat koordinasi TPID dalam kegiatan Festival Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Malut. Kegiatan tersebut digelar di Waterboom Ternate, Senin (21/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba menyampaikan sinergitas kebijakan dalam pengendalian inflasi pangan ditempuh melalui sejumlah langkah kebijakan. Antara lain dengan mengoptimalkan APBD untuk pengendalian inflasi melalui intervensi pasar guna mengurangi gejolak harga komoditas pangan, terutama beras.

“Dan penguatan cadangan pangan daerah, termasuk juga pengaturan penyalurannya,” tuturnya.

Tekanan inflasi di Malut, sambungnya, mengalami peningkatan pada Tahun 2023. Berdasarkan rilis BPS pada Oktober 2023, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 4,31%.

“Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan inflasi pada tahun 2022 yang sebesar 3,72%. Secara nasional, tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh peningkatan harga pada komoditas beras,” terang Abdul Gani Kasuba.

Ke depan, ia berujar, tekanan inflasi ini diperkirakan akan terus meningkat sampai akhir 2023, seiring dengan resiko gangguan cuaca dan peningkatan tinggi gelombang laut. Hal ini berpotensi mengganggu kelancaran distribusi pangan, serta menurunkan produktivitas nelayan.

“Sehingga akan meningkatkan harga komoditas hortikultura dan ikan-ikanan, di samping berlanjutnya tren kenaikan harga beras,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Presiden RI telah memberikan arahan agar memperkuat produksi dan ketahanan pangan lokal di daerah melalui pemanfaatan lahan pertanian dan persawahan, memperluas kerja sama antar daerah guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antar wilayah, meningkatkan pengawasan jalur distribusi bahan pangan di daerah, meningkatkan cadangan pangan lokal untuk menjaga ketersediaan pasokan di Daerah serta mengoptimalkan anggaran fiskal daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

“Saya sangat mengapresiasi Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan TPID Provinsi maupun TPID Kabupaten/kota. Disisi lain, kampanye diversifikasi pangan, terutama pangan yang mengandung karbohidrat terus dilakukan agar karbohidrat dapat dipenuhi tidak hanya dari beras, tetapi juga bisa melalui singkong, ubi, kentang, hingga roti yang dapat menjadi pengganti karbohidrat utama selain nasi, serta mengajak kepada seluruh ASN Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan Gerakan Bangga Makanan Kobong pada setiap hari Jumat dapat berjalan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba menyatakan pentingnya dukungan dan kerja sama dari semua pihak dalam usaha mengendalikan inflasi.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan dari berbagai instansi di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan dalam pengendalian inflasi di Maluku Utara,” ucapnya.

“Kami berharap agar inflasi tetap terkendali sehingga dampak kenaikan inflasi tidak memberikan beban berat pada masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,” tambah Hasan Ali Bassam Kasuba. (Hardin CN)