Bawaslu Halsel Gelar Deklarasi Tolak Politik Uang

HALSEL, CN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melaksanakan deklarasi tolak politik uang, hoax, politisasi suku, ras dan agama (Sara) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Agenda deklarasi ini berlangsung di lapangan Perhubungan Dishub Halsel yang berada di Desa Labuha, Kecamatan Bacan.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli bidang pemerintahan Saiful Turuy yang mewakili Pjs Bupati Halsel; serta sejumlah perwakilan Polres, Kodim dan Kejaksaan yang ada di Halsel.

Turut hadir pula anggota KPU Hendra Kamarullah dan pimpinan Bawaslu setempat, Selasa 19 November 2024.

Kabag Ops Polres Halsel, Kompol Zikri menghimbau kepada warga Halmahera Selatan untuk tidak terlibat politik uang, hoax dan politisasi sara.

“Selain menolak politik uang, hoax dan politisasi isu Sara. Kami juga himbau kepada warga Halsel meskipun berbeda pilihan dalam pilkada tahun ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi agar pelaksanaan pilkada berlangsung damai, aman dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, pihak kepolisian tetap memberikan dukungan dan mensuport melakukan pengamanan untuk pillkada damai di Halmahera Selatan, sehingga hajatan demokrasi ini diharapkan berlangsung jujur adil dan berintegritas.

Mewakili Kejari Halsel, Hendra Wahyudi yang juga kasi pidana umum (Kasipidum) mengaku antusias atas kegiatan deklarasi yang digelar Bawaslu.

“Politik jujur, kuat dan hebat dalam kualitas demokrasi di Maluku Utara terutama di Halsel agar melahirkan pemimpin yang berkualitas untuk menata perubahan di bumi saruma baik,” ujarnya.

Ia juga menghimbau warga menggunakan Media Sosial (Medsos) secara baik dengan informasi edukasi dan informasi yang benar.

“Timses masing-masing paslon juga diminta netral tidak menggunakan cara-cara yang menyalahi ketentuan,” pungkasnya.

Danramil Bacan, Mustamin mewakili Dandim 1509/Labuha menegaskan, tetap setia mengawal tahapan pilkada sampai selesai.

“Kita berharap hajatan pilkada ini berjalan kondusif, damai dan aman untuk menjunjung tinggi toleransi dan menjunjung tinggi integritas sehingga pilkada bermartabat,” ujarnya.

Untuk itu, Mustamin berharap warga Halsel sadar dan tolak politik uang, tidak sebarkan informasi hoax apalagi membuat politisasi sara.

Sementara itu, Koordinator Divisi Perencanaan dan Data KPU Halsel Hendra Kamarullah, menegaskan siap berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mewujudkan pilkada damai di Bumi Saruma untuk menghilangkan justifikasi pilkada Halsel selalu buruk di Malut.

“Saya mengajak kepada kita semua yang hadir untuk ikut menyukseskan pilkada damai di Halsel tanpa politik uang, hoax dan politisasi isu sara,” ajak Hendra.

Sambutan selanjutnya, disampaikan staf ahli bidang pemerintahan Setda Halsel, Saiful Turuy mewakili Pjs Bupati menyatakan bahwa politik uang, penyebaran hoaks, dan politisasi SARA menjadi ancaman serius dalam demokrasi. Untuk itu, dia mengajak semua elemen masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam melawan praktik-praktik tersebut.

“Deklarasi ini harus menjadi langkah konkret memperkuat nilai demokrasi di Halsel. Dengan menjunjung tinggi integritas dan menolak politik uang, kita bisa menciptakan pemilu yang bersih dan menghasilkan pemimpin yang kompeten berdasarkan visi-misi, bukan karena iming-iming materi,” tegas Saiful.

Hal yang sama disampaikan Ketua Bawaslu Halsel yang diwakili Kordiv HP2P Bawaslu, Hans William Kurama, ia menekankan bahwa politik uang mencederai keadilan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Selain itu, penyebaran informasi hoax dan politisasi SARA dinilai dapat memecah belah persatuan masyarakat serta menganggu proses demokrasi.

“Apalagi era digital membawa tantangan baru dalam bentuk penyebaran informasi palsu. Untuk itu, kita harus menjadi garda terdepan untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” imbau William.

Lebih lanjut, kata William politisasi Sara adalah ancaman yang dapat memecah persatuan bangsa untuk itu harus dihentikan.

“Sebab perbedaan suku, bangsa, agama, ras antara golongan adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama. Pemilihan harus menjadi ajang kompetisi yang sehat dan bermartabat, bukan arena menyulutkan konflik atau perpecahan. Maka kami berharap kita bersama wujudkan pilkada damai dan bermartabat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan hari pencoblosan tinggal 8 hari lagi. Untuk itu, Bawaslu Halsel berharap momentum ini juga sebagai langkah mendorong penyelenggaraan pemilu yang bersih dan berintegritas, sekaligus mencerminkan masyarakat Halsel yang cerdas dan bermartabat.

“Deklarasi ini sebagai wujud nyata dan komitmen Bawaslu untuk menciptakan pilkada jujur, adil dan bermartabat tanpa politik uang, hoax dan isu SARA,” pungkasnya.

Diketahui, pasca deklarasi dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama Pemkab dan forkopimda diantaranya, Polres, Kodim 1509/Labuha, Kejari Labuha dan KPU Halsel, jurnalis, perwakilan OKP/Ormas, perwakilan masing-masing Paslon untuk berkomitmen menolak praktik-praktik yang merusak demokrasi. (Hardin CN)

Pemkab Halsel Gelar Upacara Peringati HKN ke-60 Tahun

HALSEL, CN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), menggelar upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun dihalaman Kantor Bupati Halsel, 18 November 2024.

Dikesempatan itu, Pjs Bupati Halsel, Kadri La Etje, menyampaikan pesan Kemenkes RI terkait arah pembangunan kesehatan dan transformasi dalam pencapaian Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah atas pasca pandemi Covid-19.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang. Namun, kita tidak boleh lalai untuk terus berupaya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Untuk itu, Kadri La Etje menekankan menyambut periode bonus demografi yang sedang berlangsung harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045 nanti.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang konsisten di angka 6%-7% mulai 2025 menjadi kunci untuk mencapai target-target strategis yang telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045.

Target ini, kata dia, meliputi pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0% dan pengurangan ketimpangan, peningkatan pengaruh Indonesia di dunia internasional, penguatan daya saing sumber daya manusia, dan penurunan intensitas gas rumah kaca menuju Net Zero Emissions.

“Semua ini hanya bisa terwujud dengan sinergi antara berbagai sektor, termasuk kesehatan sebagai fondasi manusia Indonesia yang sehat dan cerdas,” tegasnya.

Lebih lanjut, disentil Kadri hari kesehatan Nasional dengan tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama”. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Selain itu, Kadri menyoroti pentingnya implementasi UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai pijakan utama dalam menyusun Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK).

“RIBK akan menjadi pedoman nasional yang harus diacu oleh pemerintah pusat dan daerah untuk merencanakan, menganggarkan, dan melaksanakan program kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kadri La Etje menyampaikan tiga prioritas utama yang ditekankan oleh Presiden Prabowo dalam transformasi sektor kesehatan, yaitu penyediaan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat, penurunan kasus Tuberkulosis (TB) dan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah terpencil.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak yang terlibat dalam pembangunan kesehatan, termasuk tenaga medis, organisasi masyarakat, media, akademisi dan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Terimakasih atas perjuangan dan dedikasi tanpa lelah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Perjuangan kita belum selesai, mari lanjutkan semangat ini untuk Indonesia yang lebih sehat,” pungkasnya.

Diketahui, upacara HKN ini, juga dihadiri Forkopimda, pimpinan OPD dan petugas Nakes di Halsel. (Hardin CN)

Ratusan Pegawai Pemda Halsel Bersihkan Kawasan Pasar Modern dan Mall Saruma

HALSEL, CN –  Ratusan pegawai dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diterjunkan, membersihkan kawasan Pasar Modern dan Mall Saruma di Desa Twuokona, Kecamatan Bacan Selatan, Selasa (12/11/2024).

Dalam giat pembersihan yang dilaksanakan Pemda ini, untuk membersihkan semak-belukar diseputaran Pasar, Mall hingga badan jalan di kawasan tersebut.

Pejabat Sementara (PJs) Bupati Halsel, Kadri La Etje, mengatakan giat pembersihan ini sebagai langkah awal rehabilitasi kawasan ekonomi. Karena bangunan Pasar Modern dan Mall Saruma telah direkomendasikan KPK, untuk direnovasi menggunakan APBD Tahun 2025.

“Ini langkah awal untuk menuju rehabilitasi 2025, sehingga saya ambil langkah untuk pembersihan. Semua pegawai saya kerahkan untuk bersihkan,” jelasnya usai memantau giat pembersihan.

Kadri La Edje menegaskan bahwa 2 bangunan tersebut adalah Aset Daerah yang bernilai ratusan miliar. Sehingga, tidak boleh terbengkalai. Sebab, jika diabaikan, akan menjadi temuan Temuan Tindak Pidana (Tipikor) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan instansi-instansi terkait akan kena.

“Jadi kawasan ini, kurang lebih 10 atau 20 hektare, fasilitasnya sudah ada. Jadi tidak boleh ada pembiaran. Ini harus direnovasi sebagaimana rekomendasi KPK belum lama ini. Saya juga sudah arahkan Satpol PP jaga di situ. Penjagaan mulai pagi hingga malam secara bergantian,” katanya.

Meski begitu, Kadri La Edje juga berharap, kawasan Pasar Modern dan Mall Saruma ke depan bisa menjadi wisata kota di Halsel.

Kemudian lahan di belakang kawasan ini, bisa dikembangkan menjadi pertanian modern berskala rumah tangga.

“Ini selaras dengan visi Presiden (Prabowo Subianto), yaitu makanan bergizi gratis. Jadi ke depan, siapapun Bupatinya, itu (kawasan Pasar Modern dan Mall Saruma) harus dikembangkan sebagai pusat ekonomi Daerah,” tutupnya. (Hardin CN)

Selingkuhan Kades Bahu Ancam Lapor Balik ke Istri Sah: Tindakan Pidana Pencurian

HALSEL, CN – RE, sosok yang disebut-sebut sebagai wanita selingkuhan Kepala Desa (Kades) Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Badar Abbas perang kepada UU, istri sah Kades Bahu.

RE mengaku bahwa dirinya telah dizolimi oleh sang istri sah Kades Bahu.

Pasalnya, perseteruan istri Kades Bahu UU dan RE sebagai dugaan selingkuhan Kades Bahu itu berlanjut di Media Sosial dengan saling sindir.

“Astaghfirullah itu nga masuk, di pe kamar ambe qt pe barang2 lewat jendela abis yg nga bakar itu qt pe jualan rombengan.. dari rombengan itu qt mengais rezeki 100, 200ribu buat qt pe anak2 pe jajan sekolah dg tong ba sambung hidup disini.. sampe se dzolim itu ka..? itu barang2 yg qt beli dalam kamar tu qt pe hasil jadi kurir antar orang pe barang, ba strika orang pe baju rombengan, ba tuang di orang. bajual makan sedikit demi sedikit qt kumpul rezeki itu beli barang itu. sampe qt pe anak pe baju nga bakar lagi tu.. la illah ha illah anta subhanaka inni kuntum minadzolimin,” tulis RE, di salah Akun Facebook yang diduga miliknya pada Sabtu (9/11/2024).

RE kemudian mengancam akan melaporkan UU ke Polres Halsel atas kasus dugaan pencurian barang miliknya di kamar Kosnya.

“yg ngoni bakar tu, ada rezeki kita pe anak… yg skrg sementara skolah mo cari rezeki dari baju rombengan itu for biaya skolah qt pe anak anak. Dari baju rombengan itu yg qt jual, itu buat pengobatan qt pe orang tua yg sementara sakit, meskipun nda seberapa tapi bisa membantu dong pe kehidupan disna qt masih sabar atas tindakan penganiayaan dari nga, qt nda ba lapor, undangan2 IT juga nga masuk nga bikin stiker kse viral qt, skrg nga masuk qt pe kamar secara babadiam klw qt lapor nga masuk dengan tindakan pidana pencurian. karena nga ambe qt pe hak tanpa izin.. nga pikir barang2 itu dari afirah papa pe doi.. sebelum qt jadi dg afirah pe papa qt pe isi dalam kamar so lengkap samua sampe kurang ja kse orang klw ta pulang manado. kong nga se enaknya,” tegasnya.

Sebelumnya, UU juga telah mempolisikan suaminya, Badar Abbas dan RE di Polres Halsel atas dugaan tidak pidana perzinahan, usai menggerebek keduanya di dalam kamar Kos milik RE di Desa Tomori pada Selasa (5/11). (Hardin CN)

Pemda Halsel Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional ke-79

HALSEL, CN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-79, Minggu (10/11/2024).

Dalam upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda), Saiful Turuy bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Saiful Turuy dalam kesempatan itu, membacakan amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Dimana, Saiful mengatakan, bumi nusantara banyak melahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani. Dengan segala pengorbanannya, mereka telah berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Home

Maluku Utara

Halmahera Selatan

Pemkab Halmahera Selatan Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional, Plh Sekda jadi Irup

Tayang: Minggu, 10 November 2024 18:23 WIT

Tribun XBaca tanpa iklan

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah

zoom-inPemkab Halmahera Selatan Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional, Plh Sekda jadi Irup

TribunTernate.com

A-A+

Plh Sekda Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Saiful Turuy ketika menjadi Irup Hari Pahlawan Nasional ke-79, Minggu (30/11/2024).

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-79, Minggu (10/11/2024).

Dalam upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, Jl Karet Putih, Bacan Selatan, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda), Saiful Turuy bertindak sebagai Inspektur Upacara atau Irup.

Adapun upacara ini diawali dengan pengibaran bendera merah putih. Kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta dan doa bersama mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Baca juga: PAD Halmahera Selatan Baru Capai Rp150 Miliar, OPD Penghasil Diminta Kejar Target Jelang Akhir Tahun

Saiful Turuy dalam kesempatan itu membacakan amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf.

Saiful mengatakan, bumi nusantara banyak melahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani. Dengan segala pengorbanannya, mereka telah berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pahlawan, kata dia, adalah patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia merdeka.

“Dan saat ini, mereka mewariskan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk diteruskan demi mencapai cita-cita Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” terang Saiful.

Saiful menuturkan, tema peringatan Hari Pahlawan Nasional kali ini adalah ‘Teladani pahlawanmu, cintai negerimu’, yang menurut dia mengandung makna yang dalam.

“Teladani pahlawanmu, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun cintai negerimu, mengandung makna apapun bentuk pengabdian, kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bansa Indonesia,” tuturnya.

“Terlebih dalam situasi Global yang sukar diprediksi, maka mencintai negeri juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Saiful menyebut proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia.

Dimana, pada setiap masa akan berbeda tantangan, peluang, kekuatan, dan keterbatasan. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah.

Maka saat ini, implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial.

“Oleh karenanya, semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat dimanapun berada,” tukasnya. (Hardin CN)

Selingkuh dengan Mantan Istri, Oknum Kades di Mandioli Selatan Dilaporkan ke Polres Halsel Dugaan Tindak Pidana Perzinahan

HALSEL, CN – Pertengkaran hingga berujung penganiayaan terjadi di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan Halsel (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), antara istri pertama dan mantan istri kedua.

Penganiayaan ini didasari persoalan dugaan perselingkuhan sang suami berinisial BA. BA merupakan seorang Kepala Desa (Kades) aktif di Kecamatan Mandioli Selatan.

Kejadian itu terjadi, karena sang suami atau oknum Kades tersebut pergi menemui mantan istrinya berinisial RE, kemudian istri pertama berinisial UU datang menghajar mantan istri kedua sang suami.

UU menceritakan, sang suami sebelum bertemu dengan mantan istri keduanya, BA meminta izin keluar untuk menyaksikan kampanye politik salah satu Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah di sekitar kota Labuha. Namun kebohongan itu telah diketahui UU.

UU bilang, ia mengetahui kebohongan BA melalui salah seorang istri teman suaminya. Dimana, istri teman suaminya itu adalah istri Kades Sayoang, Kecamatan Bacan Timur. Istri Kades Sayoang secara tiba-tiba menelpon dimalam itu, menanyakan alamat kosannya. Sebab, istri Kades Sayoang sendiri tanpa sadar, ternyata perempuan yang ia hubungi bukanlah wanita perselingkuhan BA, melainkan istri sah BA.

Sehingga itu, dalam percakapan tersebut, UU langsung mengetahui kebohongan sang suami dan juga mengetahui alamat kosan mantan istri kedua sang suami dari istri Kades Sayoang.

Dalam kesempatan itu, tepat sekitar pada pukul 00.30 WIT malam, ia sambil menggendong bayinya yang baru berusia 6 Bulan, langsung menuju ke Kosan RE di Desa Tomori dan kedapatan keduanya sedang ngobrol asyik bersama didalam kamar dan langsung terjadi perkelahian.

Kemudian setelah itu, UU merasa tidak puas atas perilaku sang suami dengan mantan istri kedua, ia langsung melakukan laporan resmi ke Polres Halsel atas dugaan tindak pidana Perzinahan dengan Surat Tanda Penerima Laporan Nomor: STPL/583/XI/2024/SPKT pada Selasa 5 November 2024.

“Ini adalah pembohongan yang kesekian kalinya mereka (BA dan RE-Red) berbuat. Jadi bagi saya, tidak ada ampun lagi. Untuk itu, saya berharap pihak kepolisian dalam hal ini, Polres Halsel segera menindaklanjuti pengaduan saya sesuai hukum yang berlaku di NKRI ini,” pinta UU saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, di Kosannya di Desa Tomori, kompleks Jalan Baru, Selasa (5/11).

Sambil menetaskan air mata dan menggendong bayi berusia 6 Bulan itu, UU juga sangat berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel, agar menindak tegas terhadap sang Suami. Baginya, Dana Desa (DD) adalah uang rakyat, bukan uang pribadi untuk kepentingan pribadi.

“Ini menyangkut kasus perselingkuhan, maka sudah pasti ada dugaan kuat penyalahgunaan Dana Desa untuk kepentingan hura-hura dengan wanita lain. Jadi Inspektorat Halsel harus melakukan audit Dana Desa Bahu. Dan jika terbukti, maka hasil audit segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Labuha untuk diproses Hukum. Dan saya juga berharap penuh kepada Bupati Halsel agar segera memberhentikan Kades Bahu, agar hal ini tidak terjadi lagi ke Kades-kades yang lain. Karena perlakuan Kades Bahu ini, merupakan satu contoh buruk ke Kades-kades yang lain,” harap UU, memohon sambil menangis dan mencium anaknya.

Hingga berita ini ditayangkan, BA diketahui masih bersama dengan mantan istri kedua yang saat ini sedang bersembunyi dilain tempat. (Hardin CN)