Kades Talimau Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kadis PMD Halsel Definitif

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Khatab Sanaky, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Muh Zaki Abd Wahab, S.H., M.H. atas pelantikannya sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Halsel definitif.

Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Halsel pada Selasa, 13 Januari 2026. Pelantikan ini diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayaan desa di Halsel.

Khatab Sanaky menilai, penetapan Kadis PMD definitif merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperkuat tata kelola Pemerintahan Desa (Pemdes), khususnya dalam pengelolaan Dana Desa (DD), peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Desa Talimau, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Muh Zaki Abd Wahab, S.H., M.H. atas pelantikannya sebagai Kepala Dinas PMD Halmahera Selatan definitif,” ujar Khatab Sanaky.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan Muh Zaki Abd Wahab, Dinas PMD Halsel dapat semakin bersinergi dengan Pemdes, termasuk desa-desa di wilayah Kecamatan Kayoa, dalam mendorong percepatan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap pembinaan dan pendampingan terhadap desa terus ditingkatkan, terutama dalam memperkuat pelayanan publik dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa,” tambahnya mengakhiri. (Hardin CN)

100 Mahasiswa Asal Pulau Obi Terima Beasiswa Harita Gemilang 2025

HALSEL, CN – Pembangunan manusia menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan jangka panjang, khususnya di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses pendidikan seperti Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di kisaran 66,66, penguatan sektor pendidikan menjadi agenda strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam konteks tersebut, Harita Nickel kembali menegaskan komitmennya di bidang pendidikan melalui Penyerahan Beasiswa Harita Gemilang 2025 bagi 100 mahasiswa asal Pulau Obi.

Program Beasiswa Harita Gemilang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan yang telah dijalankan sejak tahun 2024. Inisiatif ini dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda di wilayah operasional perusahaan.

Pada Jumat 26 Desember tahun 2025, beasiswa diberikan kepada 100 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh penerima telah melalui proses seleksi yang kompetitif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta motivasi untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal. Beasiswa ini disalurkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya tempat tinggal, dan kebutuhan akademik lainnya.

Bagi para penerima, Beasiswa Harita Gemilang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan motivasi untuk menyelesaikan studi. Salah satu penerima, Lista Boring, mahasiswi asal Desa Air Mangga yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado, mengungkapkan bahwa beasiswa ini memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan studinya.

“Dengan adanya beasiswa dari Harita Nickel, saya merasa sangat terbantu, terutama untuk biaya UKT, tempat tinggal, dan kebutuhan kuliah lainnya. Bantuan ini membuat saya lebih semangat menyelesaikan studi dan nantinya kembali berkontribusi membangun daerah asal,” ujarnya.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa Beasiswa Harita Gemilang dirancang sebagai bagian dari PPM yang berorientasi pada pembangunan manusia jangka panjang.

“Beasiswa Harita Gemilang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkar area operasional. Harapannya, para penerima dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali berperan aktif dalam pembangunan Pulau Obi,” ujar Broto.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, perguruan tinggi, serta pemerintah desa guna memastikan ketepatan sasaran dan keberlanjutan program. Selain bantuan finansial, Harita Nickel juga menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan manfaat beasiswa dirasakan secara berkelanjutan. (Hardin CN)

Tiga Fasilitas GPM Diresmikan di Kawasi, Perkuat Persatuan dan Keberagaman

HALSEL, CN – Permukiman Baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menjadi lokasi penahbisan dan peresmian tiga fasilitas Gereja Protestan Maluku (GPM), yakni Gedung Gereja Imanuel, Gedung Pastori, dan Gedung Serbaguna, pada Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara gereja, perusahaan, Pemerintah Daerah (Pemda), dan masyarakat dalam memperkuat kehidupan berjemaat serta merawat keberagaman di Halsel.

Gedung Gereja Imanuel yang ditahbiskan memiliki luas bangunan 822 meter persegi. Fasilitas ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan interaksi sosial yang diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi jemaat dan masyarakat Desa Kawasi.

Wakil Bupati Halsel, Helmi Umar Muchsin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus gereja, jemaat, serta Harita Nickel atas kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan rumah ibadah memiliki makna yang lebih luas dari sekadar bangunan fisik.

“Dengan diresmikannya Gereja Imanuel Kawasi, kita kembali menegaskan bahwa Halmahera Selatan adalah kabupaten yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan inklusivitas. Dari rumah ibadah inilah nilai kedamaian, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara harmonis terus tumbuh dan dijaga,” ujar Helmi.

Ia berharap Gedung Gereja Imanuel dapat berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ruang interaksi sosial dan pembinaan karakter, sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, saya mengucapkan selamat atas diresmikannya Gedung Gereja Imanuel. Semoga para pendeta, gembala gereja, dan seluruh jemaat semakin memperteguh iman dan bersama-sama membangun Halmahera Selatan yang penuh harmoni,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pdt. M. Takaria, menyampaikan bahwa penahbisan dan peresmian ini menjadi momentum penting bagi jemaat untuk terus bertumbuh di tengah tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, solidaritas, dan persekutuan seluruh jemaat, sekaligus memaksimalkan fungsi gereja sebagai sarana pemberitaan Injil dan pembinaan umat, khususnya generasi muda.

“Momentum penahbisan dan peresmian ini menegaskan kemitraan yang berpihak pada jemaat serta memperkuat harmoni lintas agama dan suku sebagai fondasi kehidupan sosial yang rukun di Pulau Obi,” ujar Pdt. M. Takaria.

Dukungan terhadap pembangunan fasilitas gereja tersebut juga disampaikan oleh Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga. Ia menjelaskan bahwa peresmian fasilitas gereja ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kegiatan peresmian ini merupakan wujud komitmen kami terhadap pencapaian SDGs, sekaligus mencerminkan kolaborasi harmonis multipihak di Pulau Obi. Kami berharap ketiga fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan masyarakat,” kata Joseph.

Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut sejalan dengan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta visi keberlanjutan Harita Nickel untuk tumbuh dan maju bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Penahbisan dan peresmian Gedung Gereja Imanuel di Permukiman Baru Desa Kawasi ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat harmoni sosial sebagai modal penting bagi kemajuan Halsel. (Hardin CN)

Oknum Kades di Makian Barat Diduga Selingkuh, Foto Mesra Beredar

HALSEL, CN – Dugaan perselingkuhan menyeret seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Informasi tersebut diterima wartawan setelah beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan dua orang dewasa tampak mesra dan berpelukan.

Foto itu pertama kali beredar di kalangan terbatas sebelum akhirnya sampai ke meja redaksi pada Minggu (21/12/2015). Dalam gambar tersebut, terlihat seorang pria dan seorang perempuan sedang berbaring di atas tempat tidur. Sang pria tampak tidak mengenakan atasan, sementara lengannya merangkul erat perempuan yang berada di hadapannya. Perempuan tersebut mengenakan kaus berwarna terang dan terlihat bersandar di dada pria itu.

Berdasarkan pengamatan visual pada foto yang diterima, keduanya berada di dalam sebuah ruangan tertutup yang diduga kamar tidur. Latar belakang berupa bantal dan sprei bermotif bunga. Pose berpelukan dengan jarak sangat dekat, menunjukkan keintiman. Ekspresi wajah keduanya terlihat santai dan tanpa rasa canggung.

Foto tersebut diduga diambil menggunakan kamera ponsel dengan metode swafoto (selfie). Hal ini terlihat dari sudut pengambilan gambar yang dekat serta posisi kamera yang berada sejajar dengan wajah kedua orang tersebut. Pencahayaan minim dan komposisi foto menguatkan dugaan bahwa gambar diambil secara sadar dan bersifat pribadi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak oknum Kades yang disebut-sebut dalam dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi ini kepada pihak terkait melalui nomor handphone 08534288**** namun tidak aktif.

Redaksi menegaskan, identitas lengkap kedua orang dalam foto belum dipublikasikan guna menjunjung asas praduga tak bersalah serta menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang maupun yang bersangkutan. (Hardin CN)

Kades Talimau Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pembangunan Masjid Al Ikhlas

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Talimau, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Khatab Sanaky, menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Al Ikhlas di Desa Talimau.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Khatab Sanaky mewakili masyarakat Desa Talimau sekaligus panitia pembangunan Masjid Al Ikhlas. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu percepatan penyelesaian pembangunan masjid di desa setempat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, serta Bapak Muhammad Abusama selaku anggota DPRD Provinsi Maluku Utara atas perhatian dan bantuannya,” ujar Khatab Sanaky, kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, berkat dukungan tersebut, pembangunan Masjid Al Ikhlas kini mengalami kemajuan signifikan. Pada tahun ini, panitia bersama masyarakat berhasil menyelesaikan beberapa tahapan penting, seperti pemasangan keramik, plafon, hingga finishing gerbang masjid.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, pembangunan masjid di desa kami bisa terus berjalan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah,” tambahnya.

Masyarakat Desa Talimau berharap pembangunan Masjid Al Ikhlas dapat segera rampung sepenuhnya dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial bagi warga setempat. (Hardin CN)

Relokasi Kawasi Dipuji Warga: Air Bersih dan Listrik 24 Jam, Intinya Kami Nyaman

HALSEL, CN — Warga yang kini tinggal di Permukiman Baru Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyatakan bahwa kehidupan mereka telah meningkat secara signifikan, terutama dari sisi kenyamanan dan akses fasilitas dasar.

Mereka menegaskan bahwa relokasi tidak membuat mereka menjadi korban, justru menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik.

Warga juga menilai bahwa banyak narasi di luar sana tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka rasakan.

“Fasilitas di sini bagus dan nyaman. Air bersih dan listrik 24 jam, intinya kami nyaman,” ujar Saidi Joronga, warga Permukiman Baru, Sabtu (6/12/2025).

Ia memastikan bahwa rumah pengganti yang diberikan tidak mengurangi hak warga atas hunian yang layak.

“Rumah di Kawasi Lama itu empat kamar, sekarang di Kawasi Baru juga sama, empat kamar dan lengkap fasilitas lainnya. Kalau mau bandingkan, lebih bagus di sini, karena rumah yang diganti perusahaan jumlah kamarnya sama,” tambahnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kawasi, Frans Datang, menegaskan bahwa program relokasi ini bukan inisiatif sepihak perusahaan, melainkan bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dalam pembenahan tata ruang dan peningkatan standar hidup masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa relokasi merupakan inisiatif pemerintah untuk menghadirkan hunian layak, aman, dan tertata. Permukiman Kawasi Baru yang dilengkapi infrastruktur memadai dan area ekonomi kreatif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM.

Dengan fasilitas yang lebih terjamin dan peluang ekonomi baru, warga berharap tidak ada lagi pihak yang mengatasnamakan mereka untuk menggiring opini negatif terkait relokasi. (Hardin CN)