Kepala Perwakilan BKKBN Malut Kukuhkan Bunda Genre Juga Bunda Peduli Stunting

HALSEL, CN – Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara (Malut), Nuryamin STP.MM resmi mengukuhkan Ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Rifa’at Al Sa’adah S.Sos.M.I.Kom sebagai bunda Genre juga sebagai Bunda Peduli Stunting Halsel pada rapat koordinasi dan Rembuk Stunting 20 Juni 2024 lalu di Aula Kantor Bupati Halsel.

Dalam sambutannya, Kepala perwakilan  BKKBN Yakin Bunda stunting juga bunda genre dapat berkontribusi dalam upaya penurunan stunting dari hulu dan menciptakan generasi berkualitas serta  mengapresiasi prestasi genre Halsel yang 2 Tahun berturut-turut meraih juara I genre putra Malut 2023 atas nama Mudrika Abd Asis Adji dan juara I Genre Putri Malut 2024 atas nama Asmiranda Nurhamidin.

Tentunya, hal ini menjadi peluang besar bagi genre putra dan putri Halsel untuk  mengembangkan PIK-R di setiap Sekolah dan Kampus bersama sesama genre dan menciptakan inovasi. Sehingga, dapat  bersaing di event bergengsi ke depan.

Bunda genre dan bunda stunting mempunyai tugas berat dengan sasaran berbeda. Dimana, bunda genre fokus pada pembinaan dan edukasi kepada remaja Genre (generasi berencana) untuk mendewasakan usia perkawinan dengan menghindari seks bebas, pernikahan dini dan menghindari Narkoba / HIV Aids. Sehingga, generasi muda dapat merencanakan pendidikan serta kehidupan mandiri dimasa depan dengan merencanakan kehidupan keluarga yang berkualitas.

Sedangkan Bunda Peduli Stunting lebih luas tugas dan tanggungjawabnya. Namun, mempunyai tujuan yang sama yaitu bersama TPPS melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan stunting secara konvergensi sesuai Rencana Aksi Penurunan Stunting.

Pada kesempatan itu, Kepala DP3AKB Apt Karima Nasaruddin S.SI.M.Kes mengatakan, pada dasarnya, putra putri Halsel memiliki potensi yang luar biasa dan DP3AKB selaku leading sektor Program Genre, bersama dengan TP PKK dan  Dunia pendidikan (Sekolah) memfasilitasi pembinaan dan pengembangan PIK-R dengan tujuan meminimalisir dan mencegah terjadinya kasus kenakalan remaja.

“Sehingga, generasi Halmahera Selatan adalah inspirator Generasi Berencana  Tangguh  yang Takwa serta berakhlak mulia menuju Indonesia emas 2045,” jelas Karima Nasaruddin.

“Dengan dikukuhkannya Ketua TP PKK Halsel selaku bunda genre diharapkan genre dapat dibentuk dan eksis di seluruh Kecamatan di wilayah Halmahera Selatan sebagai duta pencegahan stunting dari hulu bersama TP PKK,” tambahnya. (Hardin CN)

Cegah Terjadi Kerawanan Jelang Pilkada 2024, Perbatasan Halsel dan Haltim jadi Fokus Bawaslu pada Tahapan Coklit Data Pemilih

HALSEL, CN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan upaya pencegahan terjadinya kerawanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada November 2024 mendatang.

Upaya yang dilakukan Bawaslu Halsel ini, dengan mengambil langkah proaktif dalam mengawasi tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data Pemilih di Daerah perbatasan tepatnya di Kecamatan Gane Timur, Sabtu (29/6).

Langkah Bawaslu Halsel ini, lantaran Kecamatan Gane Timur yang merupakan Daerah perbatasan antara Halsel dan Kabupaten Halmahera Tengah (Haltim) menjadi fokus Bawaslu Halsel pada tahapan pencoklitan data pemilih.

Rais, selaku Ketua Bawaslu Halsel mengatakan bahwa Daerah perbatasan sering kali menjadi fokus perhatian karena memiliki potensi kerawanan yang lebih tinggi. Seperti konflik kepentingan, mobilisasi pemilih dan kecurangan data pemilih.

Dikatakannya, untuk itu, Bawaslu Halsel menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap tahapan pemilu, terutama di daerah yang memiliki potensi kerawanan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas dan keabsahan data pemilih di seluruh wilayah Halsel, termasuk daerah perbatasan. Pengawasan langsung yang kami lakukan adalah bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

Selain pengawasan langsung, Bawaslu Halsel juga mengajak partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya kejanggalan atau pelanggaran dalam proses coklit.

Hal ini kata Rais, diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pemilih dan mencegah terjadinya kecurangan pada Pemilihan serentak mendatang.

Sementara itu, yang hadir pada proses coklit di daerah perbatasan tersebut yakni, Ketua KPU Halsel Tabrid S. Talib, Ketua dan anggota Panwaslu Kecamatan Gane Timur, Ketua dan anggota PPK Gane Timur beserta jajaran Pantarlih Desa Foya Tobaru. (Hardin CN)

Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Halsel Intens Lakukan Pengawasan Kegiatan Coklit Data Pemilih

HALSEL, CN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), intens melakukan pengawasan terhadap kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Kegiatan coklit yang dilakukan KPU Halsel dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak yang dimulai sejak tanggal 15 Juni lalu, hingga saat ini masih berjalan lancar dan aman.

Pantauan media ini, Rabu (26/6), Komisioner Bawaslu yang dipimpin langsung Ketua Bawaslu Halsel, Rais Kahar memantau langsung proses coklit terhadap Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba di kediamannya di Desa Papaloang, Kecamatan Bacan Selatan.

“Bawaslu melalui jajaran PKD akan selalu mengawasi pada setiap jenjang tahapan pemilihan serentak November mendatang, termasuk kegiatan coklit yang saat ini berlangsung,” ungkap Ketua Bawaslu Rais Kahar kepada wartawan, Rabu (26/6).

Komisioner Bawaslu Halsel 2 periode ini menambahkan, dalam pengawasan terhadap kegiatan coklit kali ini, Bawaslu menerapkan 2 metode yaitu Pengawasan Melekat (Waskat) dan uji petik.

Kedua, metode Pengawasan tersebut diterapkan untuk memastikan hasil kerja coklit yang dilakukan Pantarlih KPU Halsel telah sesuai prosedur.

“Bawaslu melakukan pengawasan terhadap tahapan coklit yang dilakukan pantarlih dengan dua metode, yaitu waskat atau pengawasan melekat serta diperkuat dengan uji petik,” jelas Rais.

“Hal tersebut bertujuan untuk memastikan semua petugas Pantarlih melaksanakan prosedur dalam Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih sesuai dengan ketentuan,” tegasnya. (Hardin CN)

Bupati Halsel Jadikan Festival Marabose Agenda Utama Pemda

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba berkomitmen menjadikan Festival Marabose sebagai agenda utama tahunan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel.

Komitmen ini disampaikan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dalam acara open ceremony napak tilas sejarah perjalanan Kesultanan Makian ke pulau Bacan, Minggu (23/6/2024) di Desa Dauri Tahane Pulau Makian.

“Kami Pemerintah Daerah berkomitmen bahwa Festival ini akan menjadi agenda utama yang akan selalu kita agendakan,” kata Hasan Ali Bassam Kasuba.

Untuk segala bentuk kekurangan yang ada pada Festival Marabose ketiga ini, Bupati Halsel berinisiatif akan terus mendorong dan menutupi segala yang menjadi kekurangan dalam rangka mendapatkan hasil yang lebih baik di tahun mendatang.

“Kekurangan-kekurangan yang ada akan kami dorong untuk bisa kita lengkapi,” ujarnya.

Menurut Bupati, sejarah Kesultanan Bacan merupakan satu keutuhan yang amat sangat penting untuk seluruh kalangan ada di Halsel.

Bagi Bassam, sejarah merupakan pemersatu dan rumah bersama dalam membangun daerah di sisi mental dan kepribadian yang lebih baik.

“Sejarah atau festival Marabose atau kemudian napak tilas ini menjadi suatu hal yang penting. Tidak hanya perjalanan Kesultanan Bacan, tapi bagi seluruh masyarakat dan etnis yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan,” ucapnya.

“Juga sebagai bagian dari pemersatu, sebagai rumah bersama kita semua untuk membangun negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang rahmatan lilalamin,” tambah Bupati.

Selain itu, Hasan Ali Bassam Kasuba juga menyebut, akan menjadikan Desa Dauri Tahane sebagai destinasi utama dan tempat bermula dimulainya start Festival Marabose. (Hardin CN)

Festival Marabose ke-III, Kades Talimau: Kegiatan yang Sangat Positif

HALSEL, CN – Festival Marabose yang ke-III Tahun 2024 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang dimulai pada 23-26 Juni 2024, mendapat dukungan dan antusias luar biasa dari masyarkat Halsel.

Perayaan kebudayaan yang digelar Pemda Halsel, dirangkaikan dengan acara Napak Tilas menyelusuri beberapa Desa di Halsel.

Dalam kegiatan Napak Tilas, Desa Talimau Kecamatan Kayoa menjadi salah satu Desa yang dikunjungi Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dan Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Syah karena masuk dalam sejarah perjalanan Hijrah Kesultanan Bacan dari Pulau Makian.

Pantauan Media ini, dalam Festival Marabose yang ke-III, Desa Talimau merupakan salah Desa yang ikut menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas tersebut.

Kepala Desa (Kades) Talimau, Khatab Sanaky dalam sambutannya, sangat mengapresiasi pihak Kesultanan Bacan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel. Karena kegiatan yang digelar itu, dinilainya sangat positif.

“Kegiatan yang sangat positif dan patut diapresiasi. Sebab, masyarakat Desa Talimau sangat bangga dan antusias. Karena dapat menyaksikan kegiatan Festival tersebut,” ujar Kades Talimau, Khatab Sanaky, Minggu (23/6/2024).

Menurutnya, Festival Marabose ini, selain menceritakan kisah perjalanan Dakwah Kesultanan Bacan, juga sebagai pesan perjuangan.

“Pemerintah Desa Talimau dan masyarkat sangat bersyukur karena di kunjungi oleh Ompu yang mulia Muhammad Irsyad Maulana Syah dan Bupati Halsel. Kami berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, bisa menjalin kerjasama yang baik dalam hal syiar-syiar islam kedepannya,” harap Khatab Sanaky.

Sementara itu, Sultan Muda Muhammad Irsyad Maulana Syah dan Bupati Bassam Kasuba juga berterimakasih kepada masyarakat Desa Talimau yang telah ikut berpartisipasi dalam suksesnya kegiatan Festival Marabose ke-III tersebut. (Shain CN)

3 Desa di Gane Timur Dilanda Banjir Dadakan

HALSEL, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diguyur hujan kurang lebih 1 Minggu, mengakibatkan wilayah Kecamatan Gane Timur terendam banjir akibat meluapnya Sungai.

“Terjadi banjir ini gara-garanya hujan selama 1 Minggu,” jelas Sekertaris Desa (Sekdes) Tobaru Carles, kepada wartawan cerminnusantara.co.id, melalui pesan WhatsApp, Senin (24/6/2024).

Akibatnya, kata Carles, warga dengan terpaksa mengungsi ditempat ibadah. Dimana, para korban terdampak banjir dadakan tersebut memfungsikan Gereja sebagai tempat pengungsian.

“Mulai terjadi banjir, sekitar Jam 1 malam. Dan masyarakat semua mengungsi dalam Gereja,” ungkap Carles.

Sekdes Tobaru itu bilang, diketahui saat ini, ada 3 Desa di Kecamatan Gane Timur yang terendam banjir. Salah satunya Desa Tobaru.

“Desa Tobaru, Desa Kotalouw dan Desa Foya, malam ini tidak bisa tidur di Rumah soalnya ketinggian Banjir sekitar 1 Meter. Masyarakat sangat berharap ada bantuan dari Pemerintah,” tutup Carles. (Hardin CN)