ICM Halsel: Daud Djubedi Terlalu Kaku Menyingkapi Semangat Relawan COVID-19 di Halsel

HALSEL, CN – Pernyataan Dr. Daud Djubedi selalu sekretaris Tim Satgas Gugus Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Prpvinsi Maluku Utara (Malut), terkait Pelaksanaan penyemprotan tidak boleh menggunakan nama organisasi/ perorangan/ kelompok masyarakat selain Satgas mendapat kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ikatan Canga Muda (ICM) Halsel.

Juru Bicara ICM Halsel Rinaldo Dogowini, mengatakan sebagai seorang yang berpendidikan mumpuni harusnya tidak mengeluarkan pernyataan demikian.

“Karena kondisi ini Pemerintah Daerah (Pemda) lewat Tim Satgas Gugus COVID-19  Halsel seharusnya bersyukur karena ada yang bisa berontribusi untuk menangani serta melakukan pencegahan lewat penyemprotan  Disinfektan di tempat tempat umum,” ungkapnya.

Demisioner Ketua BEM FISPOL Unsrat ini juga menegaskan, sejatihnya ini persoalan kemanusiaan yang merupakan problem kita bersama. Negara bahkan Daerah sangat membutuhkan kontribusi pikiran maupun bantuan dari berbagai pihak yang berhubungan dengan penangananan dan Pencegahan serta pengendalian COVID-19 ini.

“Pemerintah mestinya membuka diri terhadap siapa saja yang ingin berkontribusi yang terpenting adalah SOP dan koordinasi tetap berjalan antar pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan baik menggunakan Logo Relawan maupun Logo Organisasi bahkan Partai sekalipun sehingga penanganan COVID-19 berjalan dengan maksimal,” tutupnya. (Red/CN)

DPC Organda Nilai Pemda Halsel Lambat Tangani Covid-19

HALSEL, CN – Ketua DPC Organda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Iksan Barmam, menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halsel lambat dalam penanganan Covid-19.

Kepada media ini, Sabtu (4/4/2020) Ketua DPC Organda Halsel, Iksan Barmam menyampaikan, DPC Organda Halsel merasa bahwa Pemda khusunya Dinas Perhubungan Halsel lambat dalam penanganan musibah Covid-19.

“Oleh sebab itu, saya selaku Ketua DPC Organda Halsel merasa sangat kecewa persoalan penyomprotan Disinfektan yang seharusnya sudah di lakukan oleh Pemda ke Angkuatan Umum, tapi lagi-lagi Angkutan Umum di anak tirikan, sementara kita lihat dari segi mobilisasi massa yang bergerak di bidang Transportasi ini dengan penyebaran virus Corona itu lebih cepat di Angkutan Umum,” katanya.

Sementara dari sisi Transportasi Iksan menyembutkan, ada tiga Transportasi seperti Transportasi Laut, Transportasi Darat dan Transportasi Udara. Hal ini, Pemda Halsel belum melakukan penyomprotan Disinfektan ke Transportasi Darat hingga sekarang.

“Kalau kita melihat dari sisi Transportasi itu yang pastinya ada Transportasi Laut, ada juga Transportasi Darat dan Transportasi Udara. Tapi lagi-lagi penanganan yang paling lambat adalah Transportasi Darat sampai hari ini dan detik ini belum ada satu pergerakan dari Pemda Halsel untuk melakukan penyomprotan Disinfektan pada Angkutan Umum yaitu Angkutan Barang maupun Angkutan Sewaan yang ada di Kabupaten Halsel,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Iksan, bahwa dengan adanya virus Covid-19 ini seharusnya Pemda Halsel lebih cepat untuk melakukan penyomprotan ke Transportasi Darat.

“Kalaupun sampai besok di hari Minggu Pemda dalam hal ini Tim Satgas Covid-19 Halsel tidak melakukan penyomprotan ke Angkutan Umum seperti Angkutan Barang dan Angkutan Sewaan, maka kami akan mengambil langkah dengan tegas demi keselamatan banyak orang,” tegansya. (Red/CN)

Larang Bawa Atribut Ormas Saat Lakukan Pencegahan Virus Corona, Satgas Halsel Dikecam

HALSEL, CN – Menanggapi pernyataan Daud Djubedi selaku Sekretaris Satgas Covid-19 yang melarang masyarakat menggunakan Atribut LSM atau organisasi masyarakat lainnya berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan penyebaran wabah virus Corona yang saat ini dilakukan oleh kelompok masyarakat atas nama Relawan Usman-Bassam di salah satu Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Ketua Fraksi PKB Halsel, Safri Talib, SH, Ketua PKS Halsel, Husni Salim dan Ketua PSI Halsel Adnan Wahid angkat bicara, Sabtu, (4/4/2020).

Ketua Fraksi PKB Halsel Safri Talib mengatakan, ini menunjukan bahwa Daud Djubedi dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Satgas Covid-19 terlalu berfikir Politik dan seolah-olah mempolitisir kegiatan yang murni untuk masyarakat.

“Ini sesungguhnya menunjukan bahwa saudara Daud Djubedi dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Satgas Covid-19 Halsel terlalu berpikir Politik dan seolah-olah mempolitisir kegiatan masyarakat yang murni soal kemanusiaan. Hal ini tentu tidak baik di tengah situasi mewabahnya virus Corona ini,” kata Safri Talib.

Lanjut Ketua Fraksi PKB DPRD Halsel, sementara setiap warga Negara di butuhkan kesadaran bersama untuk ikut membantu mencegah penyebaran Covid-19 ini di tengah-tengah masyarakat.

“Negara saja meminta masyarakat untuk berpatisipasi semua Stekholder Partai Politik dimana-mana melakukan partisipasi dengan berbagai bentuk kegiatan sampai ada yang bagi-bagi Masker, Sembako, Vitamin dan ada yang melakukan penyemprotan Disinfektan ke tempat-tempat ibadah dan lingkungan perumahan warga dan itu sah-sah saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Safri Talib, kalau misalkan ada yang harus di koordinasikan yang berkaitan dengan peralatan Alat Pelindung Diri (APD) atau obat yang di gunakan maka seharusnya dari pihak Satgas Halsel harus mengecek langsung.

“Saya kira pihak Satgas tinggal mengecek saja kepada tempat dimana Relawan atau kelompok masyarakat itu berkegiatan. Bukan dengan cara melarang melalui media dan melalui surat yang sesungguhnya tidak beralasan atau membatasi kegiatan warga dengan alasan penggunaan Logo Paslon Bupati. Hal semacam ini patut di pertanyakan ada apa? kalau memang itu ada larangan terkait dengan partisipasi masyarakat, maka di ketentuan mana itu di larang,” ungkapnya.

Selain itu, Safri Talib menyampaikan, Daud Djubedi seharusnya berfikir soal kemanusiaan bukan soal Politik karena Relawan Usman-Bassam melakukan Penyomprotan Disinfektan atas dasar kemanusiaan.

“Sudara Daud harusnya berfikir soal kemanusiaan bukan soal Politik, toh teman-teman di Relawan Usman-Bassam melakukan itu juga atas dasar kemanusiaan bukan semata-mata soal Politik. Kalau hari ini ada Logo Paslon yang di gunakan, maka itu hanya satu kebetulan karena mereka saat ini memang menjadi bagian dari Relawan Usman-Bassam yang memiliki kepedulian akan masalah kemanusiaan dan saya kira itu sah-sah saja,” tegasnya.

Safri Talib menegaskan, atas nama Fraksi PKB DPRD Halsel meminta kepada Satgas untuk dapat berkoordinasi secara baik dengan Relawan Usman-Bassam terkait dengan kegiatan tersebut.

“Agar kegiatan itu dapat di teruskan, sebab ini urusan kemanusiaan jangan sengaja dipolitisir. Itu tidak baik sebagai seorang pejabat apalagi penanggung jawab penanganan musibah secam ini,” tegasnya lagi.

Safri Talib juga meminta kepada Satgas Halsel agar melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di setiap rumah-rumah ibadah dan pemukiman warga.

“Sebab seluruh warga membutuhkan itu maka kami juga meminta kepada Satgas Covid-19 Halsel untuk setiap saat mempublikasi kegiatan penangananya pencegahan Covid-19 ke masyarakat dan melakukan sosialisasi langsung yang lebih intens di masyarakat, bagimana caranya masyarakat melakukan pencegahan dini terkait bahayanya virus Corona,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PKS Halsel, Husni Salim mempertanyakan, dengan landasan apa sehingga dari Satgas Halsel harus mengeluarkan surat yang terdapat di dalam poin ada larangan terkait dengan logo yang di pergunakan.

“Kalau kita pantau ke Daerah itu partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 itu sangat di harapkan. Bahkan saya lihat malah sangat di apresiasi oleh masyarakat ketika ada organisasi massa atau kelompok masyarakat yang berpastisipasi. Jadi terus terang saja dengan larangan ini kita sangat bingung karena dengan alasan apa sehingga harus buat larangan seperti itu,” ucapnya.

Meski begitu, Ketua PSI Halsel, Adnan Wahid, juga mengatakan hal yang sama terkait dengan surat rekomendasi Satgas Covid-19 Halsel.

“Alasan apa melaui sandaran hukumnya apa sehingga mekanisme pencegahan yang kemudian Pak Daud Djubedi melarang kegiatan kemanusiaan yang di lakukan oleh organisasi Relawan oleh kelompok masyarakat. Perlu di ketahui ini bencana Nasional Pak Sekretaris Satgas Covid-19 Halsel, jadi jangan buat sesuatu yang terkesan anda seakan-akan tidak paham soal perkembangan virus Corona yang saat ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghadapi Covid-19 ini,” pungkasnya. (Red/CN)

Cegah Virus Corona Oleh Tim Relawan Usman-Bassam Diapresiasi Satgas Covid-19 Halsel

HALSEL, CN – Terkait dengan penyomprotan Disinfektan yang akan di lakukan Tim Relawan Usman-Bassam Anti COVID-19. Sekretaris Tim Satuan Tugas (Satgas) Gugus Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Daud Djubedi, mengaku sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Halsel.

“Ini untuk Tekhnis jadi saya baru koordinasikan dengan Kadinkes Halsel soal surat yang sudah masuk dari kemarin jadi nanti kita lihat tanggapannya seperti apa karena ini harus ada surat yang akan di buatkan untuk menanggapi surat masuk yang kemarin dari Tim Relawan Usman-Bassam itu repson dari Dinas Kesehatan seperti apa terkait dengan penyomprotan ini karena Pemerintah tetap pengawalannya harus dari Tim Satgas Gugus Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Halsel, maka mereka tetap menggunakan bendera Satgas,” kata Daud saat di temui di Posko Satgas Gugus pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Halsel bersama Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19, Sabtu (4/4/2020).

Ia menyampaikan, silahkan dari Tim Relawan Usman-Bassam Anti COVID-19 itu melakukan penyomprotan Disinfektan.

“Jadi silahkan dari Relawan Usman-Bassam melakukan penyomprotan dimana saja nanti di agenda ini kita cocokan agenda kita dari Satgas, kemudian nanti bersama-sama untuk lakukan penyimprotan karena ini harus ada pengawasan medis, sebab saya sudah bilang ke ibu Kadis Kesehatan Halsel untuk segera buatkan suratnya dan saya juga tunggu supaya hari ini juga saya bisa memberikan respon kepada pihak Relawan Usman-Bassam karena surat mereka sudah masuk dan ibu Kadis mengatakan kalau soal surat nanti segera kami buatkan,” jelasnya.

Selain itu, Daud menambahkan, hari ini juga dari Dinkes Halsel akan mengeluarkan suratnya.

“Pokoknya hari ini saya pastikan dari Dinas Kesehatan Halsel sudah mengelurkan suratnya untuk Tim Relawan Usman-Bassam dan yang jelasnya niat baik dari Relawan Usman-Bassam ini kami sangat apresiasi,” pungkasnya. (Red/CN)

Cegah Corona, DKP Malut Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kapal Nelayan

TERNATE, CN – Penyebaran Virus Covid-19 yang semakin menakutkan karena telah banyak makan korban dan banyak pula orang yang sudah positiv terjangkit virus China ini.

Untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran Virus Covid-19 , salahnya satunya adalah dengan melakukan penyemprotan terhadap sejumlah fasilitas umum yang dianggap rawan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Jumat (02/04) , bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, melakukan penyemptotan Disinfektan di sejumlah Kapal-kapal nelayan yang berada di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Bastiong Ternate.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, M Buyung Radjiloen mengatakan kegiatan penyemprotan Disinfektan di sejumlah kapal –kapal nelayan adalah untuk pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di kapal –kapal nelayan.

“Hal ini kami lakukan untuk mencegah merebaknya penyebaran virus corona terutama di kapal-kapal nelayan yang rawan , karena selalu melakukan kontak langsung dengan orang,” kata Buyung di PPN Ternate.

Lebih lanjut Buyung mengatakan kegiatan yang sama juga dilakukan penyemprotan di Pelabuhan Perikanan Dufa-Dufa Ternate
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada nelayan –nelayan dan memberikan pemahaman agar tetap menjaga kebersihan di atas kapal dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara juga menyerahkan bantuan alat penyemprotan Disenfektan kepada sejumlah UPTD Balai dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi.

Dalam penyerahan tersebut Buyung mengharapkan agar alat penyemprotan yang diserahkan itu digunakan dengan baik dan segera lakukan penyemprotan Disinfektan di lokasi masing-masing dengan tetap mengacu pada Protokoler Kesehatan.

Buyung juga meminta kepada UPTD Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanaan Daerah agar segara melakukan penyemprotan di pelabuhan perikanan masing-masing yang berada di 9 kabupaten/kota dengan selalu memperhatikan kondisi dilapangan dengan meelakukan kordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 didaerah masing-masing.

“Untuk penyemprotan di kapal harus melakukan koordinasi dengan nahkoda kapal agar tetap terlaksna dengan baik,” tutup Buyung. (Red/CN)

Dukung Kebijakan Pemerintah, Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19 Terus Lakukan Penyomprotan Disinfektan

HALSEL, CN – Masih Banyak Fasilitas Umum Yang Belum di semprotkan dengan Disinfektan. Diantaranya tempat ibadah dan Kantor-Kantor Lembaga Sosial Non Pemerintah. Sementara fasilitas umum lainnya sudah di lakukan penyomprotan Disinfektan seperti Pelabuhan yakni Pelabuhan Semut Labuha yang ada di Habibi dan Pelabuhan Kupal. Hal ini di sampaikan oleh Chalik selaku Ketua Tim Relawan Usman-Bassam, Jum’at (3/4/2020).

“Kalau untuk di Pelabuhan Semut Labuha dan Pelabuhan Kupal mulai dari Motor Len, Spid Boad, telah di semprotkan dengan cairan Disinfektan oleh Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19 itu menjelaskan, bahwa larutan Zat Disinfektan yang di gunakan dalam penyomprotan tersebut melalui petunjuk dari Kementrian Kesehatan.

“Larutan Zat Disinfektan itu petunjuk dari Kementrian Kesehatan yang bisa di dapatkan di Toko-Toko terdekat mulai dari larutan Pembersih, seperti Karbol, Wipol, dan Bayclin serta campuran larutan perbandingan konsentratnya sesuai petunjuk Kementrian Kesehatan yaitu 30 mili liter Karbol, Wipol, atau Bayclin yang di campur dengan 1 liter air, itu sudah bisa di kategorikan sebagai Disinfektan untuk penyomprotan,” jelasnya.

Tak hanya itu Chalik juga menyampaikan, pada saat melakukan penyomprotan Disinfektan harus pakai Alat Pelindung Diri (APD).

“Jadi ada catatan penting juga untuk kita pada saat melakukan penyomprotan Disinfektan maka kita harus pakai APD guna menjaga diri dan hal itu Alhamdulillah kami melakukannya,” jelasnya lagi.

Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama lawan Covid-19.

“Demi kesehatan kita bersama, maka insya Allah kita sama-sama bergotong-royong untuk lawan virus Corona (Covid-19) jadi mari bersama-sama kita lawan Corona,” tutupnya.

Sementara itu, Hatim selaku Sekretaris Tim Relawan Usman-Bassam mengatakan, Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19 melakukan penyomprotan Disinfektan dengan tujuan membantu Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Halmahera Salatan (Halsel).

“Kami dari Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19 mendukung penuh atas kebijakan Pemda atau program Pemda terkait pencegahan penyebaran virus Corona dan kami juga sangat menghargai mekanisme dan prosedur itu karena itulah kami sudah menyurat ke Pemda, dalam hal ini mengajak Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Halsel untuk bersama-sama melakukan penyomprotan Disinfektan jadi kami dari Tim Relawan Usman-Bassam Anti Covid-19 mulai besok hari Sabtu melakukan penyomprotan Disinfektan yang sesuai dengan permintaan masyarakat di beberapa titik atau tempat yang ada,” terangnya. (Red/CN)