Menghadapi Dampak Covid, Kodim 1509/Labuha Buka Lahan Ketahanan Pangan

HALSEL,CN – Menghadapi dampak dari Pademi Covid -19 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Maka Kodim 1509/Labuha laksanakan program ketahanan pangan di bidang pertanian

Kepada Media Cerminnusantara.co.id Minggu (19/07/20) Kapten Inf Aga Galela Menyampaikan bahwa Pelaksanan program ketahanan pangan. Maka Kodim 1509/Labuha akan menggarab Lahan Tidur seluas 5,2 Hektar. Lahan tersebut Milik Saudara Jefri yang berada didesa Hidayat bersebelahan dengan Bandara Oesman Sadik

“Lahan yang digarap oleh Kodim 1509/Labuha dengan mengakomodir kelompok masyarakat di desa setempat, Lahan ini merupakan bagian dari jumlah lahan yang wajib disiapkan,” Jelasnya

Sementara itu kata Kapten Inf Aga bahwa Kodim 1509/Labuha akan Membuka lahan 50 hektar dalam rangka mempersiapkan terjadinya krisis pangan akibat Pandemi Covid-19 yg melanda wilayah Kabupaten Halmahera selatan.

Kapten Inf Aga Galela juga mengatakan bahwa Kodim 1509/labuha akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian serta ditopang oleh tenaga teknis di lapangan dan diharapkan semoga dapat mencapai hasil panen yang maksimal

Terpisah, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Imam Kanafi S.Sos, M.M. Menyampaikan Lahan yang kita siapkan ada berapa tempat dan akan melibatkan Masyarakat setempat sehingga masyarakat dapat diberdayakan serta hasilnya nanti akan dinikmati juga oleh masyarakat

Lanjutnya, dalam rangka menjaga Ketahanan pangan di wilayah kabupaten Halmahera Selatan, maka Lahan yang di garab oleh Kodim 1509/labuha, rencanakan akan Ditanami Tanaman jagung.

karena Kata Dandim, disamping dapat bisa langsung dikonsumsi serta dapat juga dijual untuk menambah pendapatan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. (Red/CN)

MK Intruksikan Konsolidasi Kemenangan Usman-Bassam Wajib Patuhi Protokol Covid

HALSEL,CN – Konsolidasi Kemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Hi. Usman Sidik dan Hasan Ali Basam Kasuba (Usman-Basam). Acara yang di gelar Sabtu (18/07/20) Kemarin di hadiri oleh Tim koalisi dan relawan serta simpatisan Usman–Bassam.

Meski begitu Acara Konsolidasi kemenangan yang di gelar oleh Tim Pemenangaan Usman-Basam tidak mengabaikan protokol kesehatan, Hal itu dilakukan untuk menghindari dan mencegah penyebaran Covid 19.

Dalam Arahan-nya Yang dihimpun Media Cerminnusantara.co.id Bahwa Ketua tim pengarah Usman-Bassam, DR. Muhammad Kasuba, Mengatakan Tahapan Pilkada Halsel ini berlangsung ditengah pandemi Covid 19 maka kita semua harus lebih ikhtiar agar terhindar dari wabah Covid 19.

“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Tim pemenangan Usman-Bassam wajib menggunakan masker untuk melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat karena Covid-19 belum berakhir,” tandas Ustad Muhammad Kasuba

Untuk menghindari hal tersebut, Ustad Muhammad Kasuba (MK) berpesan bahwa seluruh tim pemenangan wajib dibekali masker agar dalam konsolidasi nanti, semua tim harus menggunakan masker dan membagikan kepada masyarakat.

“Kita harus ingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan maka seluruh tim pemenangan harus menggunakan dan membagikan masker disetiap tempat atau desa yang dilakukan konsolidasi,” Pungkasnya (Red/CN)

Peringati HUT ke-9, Garda Wanita DPW NasDem Malut Bagi-Bagi Sembako

TERNATE, CN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 9 Garda Wanita (Ganita) Malahayati NasDem, DPW Garnita Malahayati NasDem Maluku Utara (Malut) melalukan sejumlah rangkain kegiatan sosial, mulai dari pembagian makanan, pendistribusian masker, serta santunan kepada beberapa pantai asuhan di Kota Ternate.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (17-18/07), dimulai dengan santunan kepada beberapa Panti Asuhan.

“Alhamdulillah, sejumlah agenda yang disiapkan Panitia dalam rangka perayaan HUT ke 9 Garnita Malahayati NasDem berjalan lancar,” ungkap Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Malut, Fatma Djama pada sejumlah wartawan usai acara puncak HUT Garnita, Sabtu (18/7/2020).

Lanjut dia, Puncak HUT ke 9 Garnita Malahayati, dilakukan hari ini dengan pomotongan tumpeng secara serentak oleh seluruh DPW Garnita Malahayati diseluruh Indonesia.

“Puncak HUT ke 9 Garnita Malahayati dilakukan secara serentak diseluruh DPW se Indonesia,” tandasnya.

Di HUT ke 9 ini, DPP mengusung tema menjemput kemenangan. Artinya, Garnita menjadi bagian penting dalam proses membesarkan partai NasDem.

“Garnita Malahayati harus ikut andil dalam setiap kerja-kerja kebangsaan untuk sama-sama membangun kesejahteraan rakyat,” ujar Fatma.

Diakhir wawancara Fatma mengajak kepada seluruh kader Garnita Malut untuk ikut membantu pemerintah memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. (Ridal CN)

Lounching Pergerakan Partai Koalisi Pemenangan Usman-Bassam

HALSEL, CN – Setelah dilakukan lounching baliho gabungan partai koalisi, Sabtu (18/7/2020) sore tadi kembali dilakukan lounching pergerakan partai politik yang sudah resmi mengusung pasangan calon Calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Usman-Bassam. Lounching pergerakan partai politik Usman-Bassam itu bertempat di kantor DPD PKS Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketua tim pengarah Usman-Bassam, DR. Muhammad Kasuba dikesempatan itu mengatakan, fase pertama telah dilakukan yakni lounching baliho bagi partai politik yang mendukung Usman-Bassam dimulai dari tiga partai pengusung sebelumnya yakni PKB, PKS dan PSI, kemudian Demokrat, PAN dan Golongan Karya (Golkar), sekarang mau dilakukan konsolidasi pergerakan untuk seluruh konstituen dimasing-masing partai mulai Kabupaten hingga ke 249 desa.

“Enam partai Politik ini memiliki kursi di DPRD Halsel tentunya mereka memiliki konstituen jelas maka mulai hari ini kita lakukan lounching pergerakan pertanda koalisi Usman-Bassam sudah sangat siap bertempur untuk menggerakkan seluruh kekuatan menghadapi Pilkada Halsel tahun 2020 ini,”tandas Muhammad Kasuba

Konsolidasi dipimpin oleh Ketua tim pengarah Usman-Bassam, DR. Muhammad Kasuba memimpin lounching pergerakan dan konsolidasi partai koalisi dihadiri oleh calon Wakil Bupati Halsel, Bassam Kasuba,
Sagaf Hi Taha (Golkar) Ilham Basrah, Hud Hi Ibrahim (Demokrat), Mohtar Sumaila (PAN) Adnan Wahid (PSI), Muslim Hi Rakib, Muhammad Yunus Nazar, Safri Talib dan Junaidi Abusama (PKB), Husni Salim, Iksan Kalesarang (PKS), Relawan dan perwakilan komunitas Togale, Makian-Kayoa, Buton, Bajo dan etnis lain. (Red/CN)

Fakultas Perikanan dan Kelautan Unkhair Ternate Target Wisudakan 35 Mahasiswa Dimasa Pandemi

TERNATE, CN – Sebanyak 35 Mahasiswa akan diwisudakan dalam Wisuda Periode September 2020, Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Insha Allah, untuk wisuda periode september dari Fakultas Perikanan dan Kelautan di targetkan sekitar 35 orang mahasiswa, yang itu sudah terbagi dalam 4 Program Studi,” ungkap Dekan Perikanan dan Kelautan, Dr. M. Jabid Achmad, saat di konfirmasi Wartawan melalui pesan Whatshap, Jumat (17/7/2020).

Ia menyebut, 4 (empat) Program Studi itu di antaranya, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan(PSP), Manejemen Sumberdaya Perikanan (MSP), Budidaya Perikanan (BDP) dan Ilmu Kelautan (IK).

“Untuk batas ujiannya pada akhir Juli 2020, dan akan di ketahui seberapa banyak mahasiswa perikanan yang akan final wisuda,” terangnya.

Tetapi, kata dia, tetap dari Fakultas perikanan dan kelautan di targetkan mewisudakan mahasiswa sebanyak 35 orang.

“Ya kalau wisudanya lebih tidak jadi persoalan, dan untuk kurang dari 35 mungkin tidak ada, karena itu sudah menjadi targetkan kami, karena ini juga tinggal kita kondisikan akibat pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk sementara ini Mahasiswa yang sudah selesai ujiannya, baik ujian proposal, ujian hasil dan ujian Skripsinya berkisar 12 orang lebih.

“Harapannya semoga Mahasiswa bisa menyelesaikan ujiannya dangan baik, walaupun dalam kondisi tidak normal seperti saat-saat ini, dan insya Allah sampai akhir Juli bisa tercapai,” harapnya. (Ridal CN)

Direktur RSUD Chasan Boisorue Sebut Sidak Ketua DPRD Malut Salah Tempat

TERNATE, CN -Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Kota Ternate, Syamsul Bahari, akhirnya angkat bicara terkait dengan inspeksi mendadak (Sidak) yang di lakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Kuntu Daud di rumah sakitnya pada hari Rabu (15/7/2020) kemarin, katanya tidak menemukan petugas atau koordinator di dalam penanangan Covid-19 di RSUD.

Kata Syamsul, selaku pimpinan Rumah sakit, dirinya memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang di lakukan oleh ketua DPRD, namun di sayangkan disini, area sidak yang di datangi itu salah tempat sasaran.

“Bagi saya, Sidak yang di lakukan ketua DPRD Provinsi itu juga bagus, karena melihat kita punya kinerja, tapi asalkan tempatnya benar. Kalau tujuan mau melihat penangan Covid-19, semestinya masuk ke ruang Covid-19, sehingga tepat sasaran,” Katanya kepada sejumlah awak media diruang kerjanya, kamis (16/7/2020).

Syamsul menyebut, siapapun yang bertugas di UGD non Covid-19, sudah tentunya tidak akan tahu wilayah penanganan pasien Covid-19.

“Pelayanan yang kita berikan itu kan, ada Covid-19 dan non Covid-19. Tetapi kemarin ketua DPRD salah masuk, yang dia masuk di wilayah Unit Gawat Darurat (UGD) non Covid-19. Jadi wajar saja ketika Ia menanyakan tentang Covid-19, petugas setempat tidak tahu menahu soal itu, sebab keberadaan seluruh positif pasien Covid-19 UGD-nya berada di samping area ruang mayat, dan saya tidak izinkan siapa pun masuk, karena yang wajib berada di ruang itu, selain petugas yang memakai alat pelindung diri (Baju Hazmat) dan pasien yang terpapar Covid-19,” ucapnya.

Ia mengatakan, alur yang di datangi ketua DPRD kemarin, biasanya pasien datang sendiri kalau ada gejala-gejala pernapasan, sementara untuk UGD Covid-19 di ruang isolasi, pasien dibawa datang petugas dinas kesehatan Kabupaten/Kita dengan berdasarkan rapid tes.

“Ini sebenarnya hanya miskomunikasi
sehingga waktu ketua DPRD menanyakan ke petugas UGD jelas-jelas petugas tidak tahu. Kalau masuknya pas, pasti tidak akan terjadi masalah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, petugas yang melakukan pelayanan, waktu kerjanya 24 jam terbagi dari 4 (Empat) kelompok. Jadi kalau di bilang jam 8 (Delapan) petugas dan direkturnya tidak ada, itu juga salah.

“Masa pimpinan di suru jaga pasien?, Ya tidak lah. Direktur datang situ pada waktu begitu mau jaga-jaga apa. Katanya inspeksi sidak mendadak mau buat kejutan, padahal salah masuk, jadi salah masuk kesimpulan dan ceritanya ikut salah,” imbuhnya. (Ridal CN)