Polda Maluku Utara Berhasil Amankan Puluhan Miras dan Sejumlah Muda Mudi Dirazia Prostitusi

TERNATE, CN – Sebanyak 49 orang terjaring Operasi Bina Kusuma II 2020 yang digelar Direktorat Binmas Polda Malut, terdiri atas 24 orang pemuda pelaku miras dan 25 muda/mudi dirazia dalam aksi prostitusi.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti beserta pelaku ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) untuk dilakukan pendataan identitas diri, serta dibuatkan surat pernyataan untuk dibina melalui metode agama.

Operasi yang dilakukan selama 15 hari terhitung sejak 6 – 20 Juli 2020 itu, berdasarkan surat perintah Kapolda Maluku Utara nomor : Sprin /508/VI/OPS.4.5./2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Bina Kusuma II Kie Raha 2020.

Operasi ini bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya tindak kriminal kejahatan yang dilakukan oleh preman premanisme, serta adanya penyakit masyarakat lainya di tengah wabah virus corona.

Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan didampingi Kabag Bin Ops Satbinmas Polda Malut, Kompol Andik Hermawan dalam keterangannya, selasa (21/7/2020) menyatakan, Operasi Bina Kusuma II Kie Raha 2020 Polda Maluku Utara yang dilaksanakan Ditbinmas dan jajaran, merupakan operasi pemeliharaan keamanan.

“Juga memberikan himbauan kepada setiap komponen masyarakat untuk selalu waspada terkait penularan covid-19 dengan melaksanakan kegiatan berupa pembinaan dan penyuluhan,” katanya.

“Ada 558 kegiatan yang dilaksanakan diantaranya Binluh, silahturahmi, sosialisasi dan razia,” katanya lagi.

Lanjut dia, kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dari Satbinmas Polda Malut hingga jajaran yakni Polres Tidore, Polres Halut, Polres Haltim, Polres Halbar, Polres Halteng, Polres Halsel, Polres Sula dan Polres Morotai.

“Dalam operasi tersebut baik Polda maupun jajaran berhasil mengamankan ratusan miras dengan rincian, Satbinmas mengamankan cap tikus 8 kantong, bir putih 3 botol, bir hitam 1 botol, 1 toples cap tikus rendaman akar,” imbuhnya.

Kata dia, Polres Halmahera Selatan berhasil mengamankan, captikus sebanyak 2 gelon lima liter dan 2 botol, Polres Halmahera Tengah captikus 190 kantong, Polres Halmahera Barat captikus 23 kantong, Polres Kepulauan Sula, captikus 4 botol, miras jenis sageru 2 gen ukuran 10 liter dan Polres Halmahera Timur, cap tikus 59 kantong miras jenis sageru 1 gelon.

“Selain miras, anggota juga berhasil mengamakan 24 orang pemuda pelaku miras dan 25 muda/mudi dalam razia prostitusi, semua barang bukti beserta pelaku telah diamankan ke Mapolda untuk dilakukan pendataan identitas diri, serta dibuatkan surat pernyataan untuk dibina melalui metode agama,” tutup Kabid Humas. (Ridal CN)

Dalam Waktu Dekat, Kawasan Bisnis Halsel, Segara Beroperasi

HALSEL, CN – Kawasan Bisnis Halmahera Selatan (Halsel) yang terletak di Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan akan segera difungsikan.

Pembangunan Kawasan Bisnis yang terdiri dari 8 bangunan yaitu satu bangunan Mini Mall dan tiga bangunan Pasar Basah diantaranya dua bangunan untuk sayur-sayuran serta satu bangunan untuk pasar ikan dan daging saat ini telah dipersiapkan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Halsel Bahrain Kasuba 20/07/20, bahwa telah dilakukan beberapa persiapan diantaranya penyiapan jalur lalu lintas di dalam kawasan pasar, penyiapan perparkiran dan memastikan seluruh sarana prasarana berfungsi terutama listrik, air bersih, air asin, drainase, pengolahan sampah sampai pada Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola pasar.

“Selain itu juga sedang dipersiapkan terkait dengan protokol kesehatan seperti pintu masuk dan keluar serta sarana cuci tangan”, jelasnya

Bupati juga menjelaskan terkait relokasi pedagang, sementara ini dalam proses. Dimana pihak Koperindag pada hari ini Senin 20 Juli 2020 akan mengadakan pengundian kios dan los bagi pedagang yang dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Dari keseluruhan proses dan tahapan pemindahan ditargetkan awal Bulan Agustus 2020 seluruh Pedagang Pasar Tembal bisa di relokasi ke Kawasan Bisnis di Desa Tuwokona dengan menempati Los dan kios-kios yang telah disiapkan. Adapun jumlah kios sebanyak 112 unit, Los 360 dan Los Terbuka 180 unit. “, tandasnya

Sementara itu, Helmi Surya Botutihe selaku Sekertaris Daerah saat diwawancarai di Ruang Kerjanya mengatakan bahwa terkait peresmian Kawasan Bisnis ini menunggu semua persiapan selesai.

“Peresmian akan dilakukan setelah proses pemindahan pedagang selesai dan semua sarana prasarana pasar siap maka kami akan meminta kesediaan Bupati untuk dapat meresmikan Kawasan Bisnis ini,” Tuturnya.(Red/CN)

Satgas Covid-19 Kabupaten Halsel Akhirnya Miliki Alat PCR

HALSEL, CN – Tes Swab uji Covid-19 akhirnya dapat dilakukan di Kabupaten Halmahera Selatan. Pemerintah Daerah melalui Rumah Sakit Umum Daerah Labuha, mengadakan satu unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bertujuan untuk mempercepat proses diagnosis dan penanganan Covid-19 di Halsel.

Hal ini dibenarkan oleh Bupati Halmahera Selatan H. Bahrain Kasuba, Senin, (20/7) saat ditanyai terkait pengadaan Alat Kesehatan PCR di Halsel. Bupati menyampaikan bahwa diperkirakan dalam minggu ini, alat PCR sudah sampai di Labuha.

” Diperkirakan tanggal 22 Juli ini akan datang di Labuha dan mudah-mudahan setelah alatnya sampai dapat segera di uji cobakan “, ungkap Bupati.

Namun, kedatangan alat PCR ini tiba lebih awal dari yang diperkirakan. PCR tiba di Halsel pada hari Selasa, (21/7) di Posko Utama Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di Aula Kantor Bupati.

Bupati mengungkapkan bahwa RSUD Labuha juga sudah menyiapkan tenaga ahli yang terdiri dari 11 orang Analis gabungan dari RSUD Labuha dan Dinas Kesehatan, juga 1 orang Dokter Spesialis Patologi Klinik serta ruang laboratorium.

“Pemda saat ini sudah melakukan kerjasama untuk mendatangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik dari UGM dan Insya Allah dalam waktu dekat dokternya akan bertolak ke Halsel”, lanjutnya.

Mengenai kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) atau tenaga ahli serta ruangan laboratorium, Direktur RSUD Labuha Asia Hasjim mengatakan bahwa akan dilaksanakan pelatihan kepada analis setelah alatnya tiba.

“Untuk ruangan laboratorium saat ini RSUD Labuha sudah memiliki Biosafety chamber level 2 dan ruangan laboratorium lainnya yang terdiri dari 3 ruangan sementara di siapkan”, jelasnya.
Sementara itu, metode PCR yang sering disebut dengan swab tes ini menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan mengusap bagian belakang tenggorokan.

Pemeriksaan dengan metode PCR paling cepat membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Metode PCR tersebut diklaim memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap virus Covid-19.(Red/CN)

Terkait Tuduhan TAPM, Kades Dari 4 Desa Di Halsel Membantah

HALSEL,CN – Terkait dengan Data Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) yang menyebut 12 Desa di Halsel belum mebagi BLT Dana Desa, Kini Kepala Desa dari dua desa pun angkat Bicara.

Kepada media Cerminnusantara Selasa, (21/07/20) Hadi Hasim S.Pd kepala Desa (Kades) Sawanakar, Kecamatan Kep. Botanglomang mengatakan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat telah diberikan beberapa pekan lalu.

Kata Hadi, dalam kondisi pandemik seperti ini dirinya juga merasa perihatin terhadap masyarakat khususnya Desa Sawanakar yang cukup terbatas aktifitasnya akibat Corona Virus.

” Saya juga merasa kasian dengan dorang (Mereka) punya kondisi di tengah pandemik ini, olehnya itu melalui program pemerintah pusat saya merasa bersyukur bisa meringankan kebutuhan masyarakat,” Tandasnya

Menurutnya, Pembagian BLT telah diberikan kepada masyarakat dari tahap awal sampai tahap ketiga sesuai prosedur

Hadi menyebutkan penerima BLT Desa Sawanakar sebanyak 77 anggota penerima Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa, “Tutupnya

Terpisah, Senada yang sama juga di sampaikan oleh Kepala Desa Yomen Kecamatan Kepulauan Joronga Usman K Niat Lewat Via Tlp (21/7) Usman Menyampaikan bahwa dirinya telah membagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada waga sebanyak 104 Kepala Keluarga

Lanjut Usman, Terkait Apa yang di sampaikan oleh Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) tidaklah benar, Pasalnya pemerintah Desa Yomen telah membagikan BLT Sudah Tahap dua dari bulan Mei dan Juni.

“Semntara Untuk Pembagian BLT Dana Desa Tahap III, pemerintah Desa Yomen segera merealisasikan, sebab itu merupaka Hak dari Masyarakat,” Pungkasnya

Disamping itu Kepala Desa Buton Kec. Obi, Amir La Siti Saat menghubungi wartawan cerminnusantara.co.id, via heandphone dia juga menjelaskan terkait 12 nama desa itu termasuk Desa Buton ini ada kekeliruan sebenarnya Amir mengatakan “kami di Desa Buton mungkin yang paling pertama di Kec. Obi yang menyalurkan BLT dan Paket Sembako, baik itu BLT DD maupun Dana Bansos” Ungkap Amir

Sambung Amir “seharusnya Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) memberikan laporan itu terlebih dahulu di kroscek dengan baik desa mana-mana saja yang belum menyalurkan” tutur Amir. (Red/CN)

Ketua PMII Komisariat Unkhair Resmi Buka Kegiatan SIG

TERNATE, CN – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unkhair Ternate, Firman Jafar, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) yang diselenggarakan oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Komisariat Unkhair.

SIG yang bertemakan ‘Optimalisasi Kesadaran Gender Dalam Bingkai Nilai Dasar Pergerakan’ ini, dilaksanakan di Gedung ikatan Alumni (IKA) PMII Maluku Utara, senin (20/7/2020) malam.

Dalam sambutannya, Ketua PMII Komisariat Unkhair mengatakan, seiring berkembangnya zaman, perkembangan umat manusia menuntut manusia untuk mengimbangi dengan gejolak-gejolak yang terjadi dunia nyata maupun dunia maya.

“Dengan bgtu, bukan mejadi satu ukuran atau barometer untuk wanita berdiam diri seperti karang yg ada di dasar laut yg dengannya mampu menghasilkan mutiara yang indah, bahkan tak semuda itu,” katanya.

Lanjut dia, perempuan harus mampu melihat rambu-rambu perkembangan zaman agar mampu menciptakan progresifitas.

“Dengan bgtu peluang untuk menjdi wanita yang bermartabat sudah terbuka seluas luasnya untuk mengembangkan karir dan karya, tinggal bgimna pola perempuan untuk mengembangkan kreatifitas dan kapasitas demi mencapai yang namanya kesetaraan gender,” ucapnya.

Berbicara soal gender, kata dia, kita tidak bisa menghilangkan subjeknya, karna subjek kajian gender adalah laki-laki dan perempuan dan keduanya harus saling memahami bahwa kita harus setara begitu juga dalam pengembangan bakat.

Ia berharap, dengan terselenggaranya Sekolah Islam Gender kali ini, mampu mecetak kader-kader yang mampu memahami konsep gender serta mampu mengaplikasikan konsep-konsep itu.

“Semoga mereka mampu mengaplikasikan konsep yang mereka miliki ke kaders atau anggota PMII yang lain dan mampu membangun kesadaran kaum lelaki untuk bagimna mendorong semangat kaum perempuan dalam berdikari,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kopri PMII komisariat Unkhair, Nurhalija Abd Wahab menyebut, didalam Kopri dalam tubuh PMII tidak bisa di pisahkan dilihat dari tema SIG ‘optimalisasi kesadaran gender dalam bingkai nilai dasar pergerakan’.

“Pengurus kopri komisariat ingin membuka nalar berpikir sahabat-sahabati dan teman-teman OKP Cipayung lainnya bahwa perempuan berada dalam penjara di negeri sendiri, sumber daya alam khususnya Maluku utara sudah tak sehat lagi banyak luka yang tersimpan, lanyaknya perempuan sebagai subordinasi dalam genggaman patriariki,” ujarnya.

Menurut dia, negara saat ini sangat tak bernutrisi untuk memberikan suplemen buat perempuan korban kekerasan.

“Sudah tak bisa dihitung lagi kegagalan negara dalam melindungi hak perempuan,” tuturnya.

Diakhir sambutan, Ketua Kopri juga berharap agar kegiatan tersebut dapat membuka nalar berpikir masyarakat yang masih minim dengan kesetaran gender.

“Semoga kegiatan ini dapat membuka nalar berpikir masyarakat yang masih minim dengan kesetaran gender dalam lingkungan perempuan dan bumi ialah jantung kehidupan,” harap Ketua Kopri. (Ridal CN)

12 Desa di Halsel Belum Menyalurkan BLT-DD

HALSEL, CN – 12 Desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) belum juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Pada hal sebagian Desa di kabupaten Halmahera Selatan sudah menyaluran BLT Dana Desa.

Dari informasi yang di himpun Media Cerminnusantara.co.id, dari
Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) Selasa (21/07/20) Bahwa, ada 12 Desa di Halsel yang belum sama sekali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Berikut ini Nama-Nama Desanya:

  1. Desa Buton Kecamatan Obi
  2. Desa Kawasi Kecamatan Obi
  3. Desa Kasiruta Dalam Kecamatan Kasiruta Timur
  4. Desa Yomen Kecamatan Kep. Jouronga
  5. Desa Sawangakar Kecamatan Kep. Botanglomang
  6. Desa Bajo Kecamatan Kep. Botanglomang
  7. Desa Paisumbaos Kecamatan Kep. Botanglomang
  8. Desa Malapat Kecamatan Makian Barat
  9. Desa Cap Kecamatan Obi Utara
  10. Desa Wayaloar Kecamatan Obi Selatan
  11. Desa Loleo Kecamatan Obi Selatan
  12. Desa Mano Kecamatan Obi Selatan

“Dari 12 Desa ini, hingga sampai saat ini belum penyaluran Bantuan langsung Tunai (BLT) Dana Desa sama sekali,” Jelas Tim TAPM

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan, Bustamin Soleman Pernah Menyampaikan bahwa Dana Desa di pakai untuk Pencegahan Covid-19 dan Penyaluran Bantuan Lansung Tunai (BLT) kepada masyarakat sesuai kriteria.

Kadis DPMD Halsel itu mengaskan bahwa BLT hukumnya wajib, “Kalau tidak bayar BLT maka Dana Desa Tahap Berikutnya tidak di cairkan,” tegasnya (Red/CN)