IMM dan GP Ansor Sebut Bawaslu Halsel Tidak Efektif Awasi Keterlibatan ASN Berpolitik Praktis

HALSEL, CN – Gerakan Pemuda Ansor Halmahera Selatan (GP Ansor Halsel) mendesak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) agar menindak tegas oknun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telibat politik praktis. Terkait beredarnya dukungan kepada petahana di Group Ikatan Keluarga Togale.

Keterlibatan ASN berpolitik praktis menjadi perhatian. Sebab hal demikian terjadi, maka akan ada penekanan dari berbagai petinggi di lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap bawahan. Hal itu membuat GP Ansor Halsel mendesak Bawaslu untuk ditindak tegas sehingga ada efek jera bagi petinggi di SKPD.

“Bawaslu Halsel dianggap lalai dalam pengawasan ASN. Sebab, sudah sejauh ini belum begitu ada pengawasan yang efektif,” kata Ibnu Lamoro salah satu pengurus GP Ansor Halsel kepada media ini, Kamis (13/8/2020).

Menurut Ibnu, struktur Bawaslu Halsel pada bagian pengawasan, Rais Kahar terkesan tidak bekerja. Sebab, sudah secara nyata oknum-oknum ASN yang terlibat praktis pada Pilkada Halsel sangat banyak, akan tetapi kinerjanya seakan-seakan hanya duduk dan diam.

“Struktur yang telah dibentuk bagian pengawasan saudara Raisa Kahar kerja apa sih karena hanya terkesan duduk dan diam,” tanya Ibnu.

Dirinya menambahkan, padahal berbagai keterlibatan berpolitik praktis ASN itu sangat banyak dan terang-terang misalkan beredarnya di media sosial Facebook dan WhatsApp itu jelas pelanggaran pemilu karena keterlibatan ASN Kenapa tidak diproses.

Padahal tugas seorang Bawaslu itu pengawasan dan kewenangan seorang Komisioner Bawaslu itu bisa dijadikan itu sebagai temuan.

“Tugas pokok pengawasan itu yang bisa dijadikan temuan,” tegas Ibnu. Sembari menyebut paling tidak bekerja secara masif yaitu bagian pengawasan.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua Ikatam Mahasiswa Muhammadia Halsel Harmain Rusli. Harmin menegaskan perbandingan soal pengawasan rektrut penyelengggara tingkat bawah itu sangat ketat karena ada kepentingan penyelenggara masing-masing.

Lanjut, sebab sebagian Komusioner Bawaslu yang memberikan Rekomendasi untuk meloloskan calon penyelenggara pemilu yang bermasalah.

“Ada titipan berupa rekomendasi untuk meloloskan calon penyelenggara yang bermasalah,” kata Harmin.

Hal-hal demikian, Harmin bilang hasilnya seperti saat ini yaitu dengan keterlibatan ASN berpolitik praktis tetapi pengawasannya tidak begitu terjangkau alias kinerja tidak efektif.

“ASN berpolitik praktis tetapi pengawasannya tidak begitu terjangkau alias tidak evektif bekerja,” sesal Harmin.

Dirinya menambahkan Bawaslu juga sebahgian dari pengguna medsos yang sudah melihat namun tidak menjadikan itu sebagai sebua temuan padahal itu sangat jelas kewenangan bawaslu untuk jadikan sebagai temuan.

“Tugas bawaslu menindak laporan masyarakat dan ada kewenangannya yaitu temuan juga wajib di tindak,” tutupnya.(Red/CN)

Polres Ternate Kembali Salurkan Bantuan Beras Tahap III Sebanyak 10 Ton Dari Mabes Polri

TERNATE, CN – Polres Ternate mendapat bantuan 10 Ton beras dari Mabes Polri. Bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Ternate yang sudah terdata oleh para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran, bertempat di halaman Mapolres Ternate Kamis (13/8/2020).

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada S.I.K , menyerahkan paket beras secara simbolis kepada para Kapolsek Jajaran yang akan menyalurkan paket beras bantuan dari Mabes Polri.

Kapolres mengatakan, ditengah wabah Pandemi Covid-19 ini, Mabes Polri kembali memberikan bantuan berupa beras sebanyak 10 Ton kepada Polres Ternate untuk disalurkan kemasyarakat yang sudah terdata oleh para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran.

“Dalam penyaluran bantuan paket beras tersebut, diharapkan para Bhabinkamtibmas menyalurkan tepat sasaran guna membantu dan meringkan beban hidup yang terdampak Covid-19,” ucap Kapolres.

Sebab, tambah Kapolres bahwa dampak adanya wabah Covid-19 sudah mengganggu perekonomian yang ada di masyarakat.

“Untuk di Polsek yang menyalurkan para Bhabinkamtibmas. Semoga paket beras tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” tutup Kapolres. (Ridal CN)

Jelang Pilkada, Kapolda Malut Tegaskan Anggota dan ASN Polri Harus Netral

TERNATE, CN – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum, didampingi Wakapolda Malut Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H, serta Pejabat Utama Polda Malut melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) yang bertempat di Polres Tidore Kepulauan, Rabu (12/8/2020).

Kunker Kapolda Malut di Polres Tidore Kepulauan ini dalam rangka tatap muka dengan Personel serta dalam menjaga situasi Kambtibmas dalam Masa Covid-19 untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi Pilkada serta peninjauan perkembangan Pembangunan SPN Polda Malut Gurabati Tidore Kepulauan.

Saat Pelaksanaan Tatap Muka di Mapolres Tidore Kepulauan, Kapolda Malut menyampaikan untuk situasi Wilayah Maluku Utara masih Kondusif dan di Tidore Kepulauan ini dapat dikatakan Religius. Namun tidak boleh terlena serta ditengah Pandemi Covid-19 Polri dapat membantu tugas pemerintah dalam berupaya memulihkan kembali situasi ekonomi.

“Situasi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi untuk itu pemerintah kembali memulihkan stabilitas ekonomi dengan membuka kembali aktifitas di kehidupan Masyarakat, untuk itu Polri dalam hal ini Polda Malut beserta jajaranya dapat membantu Pemerintah dengan melakukan penanganan Covid-19 berupa protokol Kesehatan tetap diterapkan,” ucap Kapolda.

Kapolda menambahkan, dalam menjelang Pilkada yang berlangsung Lima Tahun sekali harapanya semua anggota Polda dan Polres jajaran dapat menangani semua permasalahan yang ada.

“Menjelang Pilkada nantinya kepada Personel Polri dan ASN Polri harus Netral,” tegas Kapolda.

Kegiatan Kunker ini dikemas dengan rangkaian kegiatan Gowes dan Pemberian Sembako kepada Masyarakat Tidore Kepulauan bagi yang membutuhkan. (Ridal CN)

Pekerjaan Proyek Belum Selesai, PNS di Halsel Jadi Kuli

HALSEL, CN – Proyek pembangunan pasar Moderen Di Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menjadi sorotan.

Pasalnya, pekerjaan Proyek Pasar Modern senilai 150 milyar di tangani Calon Wakil Bupati Halsel Lutfi Mahmud yang berpasangan dengan Bahrain Kasuba belum juga selesai.

Dari pantauan Media Cerminnusantara.co.id Rabu (12/08/20) Proyek pembangunan Pasar Modern senilai 150 milyar di tangani oleh Lutfi Mahmud sampai pada finishing dan pembersihan belum juga selesai, sehinga Sekda Halsel perintahkan PNS di Dinas Perkim dan PUPR Halsel bahkan semua PNS di Kabupaten Halmahera Selatan melakukan Kerja Bakti.

Kerja bakti yang di lakukan PNS Dinas Perkim dan PUPR di Proyek pembangunan Pasar Moderen ialah berupa Finising dan pembersihan.

Pekerjaan yang melibatkan PNS di Dinas Perkim dan PUPR Halsel di karenakan masa proyek yang hampir berakhir dan mau di gunakan. Padahal di ketahui proyek tersebut belum ada penyerahan antara pihak kontraktor dan Pemda Halsel.

Selain itu, ungkap salah seorang warga Desa Tuwokona Kepada Awak Media bahwa para ASN di Pemkab Halsel sudah sama sepertu Budak. Padahal proyek seperti itu sudah pasti ada biaya finising yang harus diselesaikan oleh pihak kontraktor.

“PNS di Halsel ini kaya budak, Pekerjaan yang seharusnya di selesaikan oleh kontraktor malah harus di kerjakan oleh Para Pegawai di Halsel,” pungkasnya. (Red/CN)

Usman Sidik: Dukungan PDIP Tambah Kekuatan Politik

HALSEL, CN – Kekuatan Usman Sidik di Pilkada Halmahera Selatan (Halsel) 2020 semakin bertambah setelah mendapat dukungan dari PDIP. Usman Sidik yang berpasangan dengan Hasan Ali Bassam Kasuba di Pilbup Halsel itu menyebut dukungan dari PDIP menambah kekuatan politiknya.

“Bagi saya rekomendasi ini adalah sebuah tanggung jawab dan amanah untuk bisa memenangkan kontestasi pada 9 Desember nanti. Dan kerja sama dengan PDIP tentunya akan menambah kekuatan politik untuk bisa memenangkan kontestasi ini,” ungkap Usman melalui pesan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Pada Selasa (11/8) PDIP secara resmi mengusung Usman Sidik sebagai calon Bupati dan Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai calon wakil Bupati.

Usman meyakini kerja sama dengan PDIP ini akan memberikan dampak positif untuk masyarakat Halmahera Selatan. Usman mengatakan, kerja sama politik itu demi kemajuan masyarakat.

“Saya dan Pak Bassam siap melakukan komunikasi intensif dan koordinasi dengan jajaran PDIP Halmahera Selatan untuk bisa memenangkan kontestasi di 9 Desember nanti,” Lanjutnya.

Usman juga berjanji akan berjuang untuk kepentingan masyarakat. Apalagi saat ini banyak warga terdampak karena pandemi virus Corona (COVID-19).

“Saya juga ingin menjadikan ajang pilkada tahun ini sebagai ajang gotong royong untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak pandemi COVID-19,” jelas Usman.

Usman-Bassam sudah mendapat dukungan resmi dari PKB dengan 4 Kursi, 3 Kursi dari PKS, 1 Kursi dari PSI, 2 Kursi dari Demokrat, 1 Kursi dari PAN, dan 5 Kursi dari Golkar.

Dengan tambahan dari PDIP, kekuatan Usman-Bassam semakin besar di Pilbup Halmahera Selatan. Di Halmahera Selatan, PDIP memiliki 2 Kursi di DPRD. Untuk setiap pasangan calon di Pilkada Halmahera Selatan minimal diusung koalisi Partai Politik dengan 6 Kursi. (Red/CN)

Naiknya Tarif ASDP Ditengah Pandemi, PMII Ternate Akan Layangkan Surat Hearing ke Pemprov

TERNATE, CN – Keputusan pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk menaikkan tarif ASDP, dinilai sangat memberatkan masyarakat, keputusan Pemprov menaikan tarif penunumpang ASDP ini, sangat disesalkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ternate.

Ketua Cabang PMII Kota Ternate, Musadat Ishak, mengaku sangat terkejut dengan adanya kenaikan tarif angkutan ferry sebesar 20 persen (20%), mulai 1 Agustus 2020. Padahal kata dia, saat ini masyarakat lagi terjebak dengan clCovid-19 yang hampir melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tiba-tiba ada kenaikan tarif angkutan Ferry. Kenaikan ini terkesan mebebankan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang memanfaatkan angkutan ferry sebagai alat transportasi antar pulau, apalagi ini dalam kondisi sulit di tengah COVID-19,” ucap Musadat dalam rilis resmi yang diterima cerminnusantara.co.id, Rabu (12/8/2020).

Musadat bilang, secara sosial ekonomoni, kebijakan kenaikan tarif Ferry ini tidak mendapat empati masyarakat karena kebijakan ini akan berpengaruh pada naiknya harga 9 Bahan Pokok, ditamba keadaan ekonomi saat ini lagi terpuruk.

“Jadi kami menganggapnya mengejutkan. Jadi kenaikan tarif itu memberatkan, dan membuat semua terkejut,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi agar dapat mebicarakan ini kembali sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat dan membantu masyarakat sebagai lembaga pengambil kebijakan.

“Kami tetap menolak keputusan ini dan juga akan terus mengawal keputusan ini hingga mendapatkan keputusan baru dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” tegasnya.

Ia menyebut, PMII juga akan mengirimkan surat hearing ke Pemerintah Provinsi dalam beberapa hari kedepan untuk mendiskusikan hal ini.

“Surat hearing akan kami kirimkan dan kami juga akan merangkum semua data terkait dampak ekonomi dan poin lain yang akan berpengaruh ketika tarif tetap dinaikan sehingga ini menjadi bahan diskusi kami dengan Pemprov,” tutup Musadat dalam rilis itu. (Ridal CN)