Bupati Halsel Bahrain Kasuba Diduga Terpapar Covid-19, Pihak RSUD Labuha Tertutup

HALSEL, CN – Informasi beredar, Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba diduga terpapar Virus Corona (Covid-19). Namun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha sembunyikan informasi.

Informasi tersebut beredar di halayak publik, tatkala kesaksian warga pada hari Selasa Tanggal 17 November bahwa Bupati Halsel, Bahrain Kasuba di larikan di RSUD Labuha.

“Waktu Bupati masuk Rumah Sakit semua tenaga medis menggunakan APD lengkap dan jalan yang dilalui Bupati di Blokade di ruang menuju ruang inap Rumah Sakit,” tutur Warga yang enggan namanya dipublis kepada Media Cerminnusantara.co.id, Selasa (17/11/2020) malam.

Kecurigaan ini diperkuat lantaran pada hari Selasa kemarin, saat kegiatan Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS yang digelar di ruang Aula DPRD Halsel, nampak wajah Bupati Bahrain Kasuba tak menghiasi deretan para pejabat yang hadir dalam rapat tersebut

Ketidak kehadiran Bupati Bahrain Kasuba dalam agenda rapat Nota kesepakatan di ruang Aula DPRD disebabkan sakit. Hal itu di sampaikan para wakil rakyat.

Sementara berita ini dipublis, Media Cerminnusantara.co.id dalam upaya mengkonfirmasi Direktur RSUD Labuha. (Red/CN)

DAM dan LID IMM Sula Bakal Digelar Desember

Kepsul, CN – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) akan menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) dan Latihan Istruktur Dasar (LID) perdana di Kepulauan Sula pada Desember mendatang.

Ketua Cabang IMM Kepulauan Sula, Rikarto Azhar Sapsuha, SH saat di konfirmasi pada Selasa (17/11/2020) terkait kesiapan Penyelanggaraan training DAM dan LID, ia menyampaikan bahwa sejau ini, pelaksanaan kegiatan masih dalam kerja Panitia karena kegiatan DAM dan LID membutuhkan Anggaran yang cukup banyak.

Sementara itu, Ketua Panitia, Junaidi Galela, SH mengatakan, kegiatan yang akan di selenggarakan ini di sambut baik PJ. Bupati Kepulauan Sula.

“Kegiatan DAM dan LID ini merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh Pimpinan Cabang. Maka Tahun ini IMM Cabang Kabupaten Kepulauan akan melaksanakan kegiatan tersebut,” tutupnya. (TR CN)

Polda Malut Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Usman Sidik

TERNATE, CN – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Daerah Maluku Utara, melalui Kasubdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum), telah menghentikan proses penyelidikan dugaan terjadinya tindak pidana pemalsuan Ijazah atau menggunakan Ijazah palsu yang diduga dilakukan Usman Sidik untuk mendaftar sebagai Calon Bupati Halmahera Selatan. Penghentian proses penyelidikan tersebut terhitung sejak 16 November 2020.


Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan saat dihubungi via handphone, Selasa (17/11/2020) membenarkan bahwa perkara kasus dugaan ijazah palsu dalam penyelidikannya sudah dihentikan.

“Iya betul, perkara tersebut penyelidikanya sudah dihentikan,” katanya.

Menurutnya, dalam perkara tersebut, ada Dua substansi yang dugaan membuat Ijazah palsu tidak terbukti, sehingga penyelidikan dihentikan.

“Yang dugaan menggunakan ijasah paslu untuk mendaftar Pilkada itu, bukan kewenangan penyidik, melainkan KPU dan Bawaslu,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rahim Yasin, SH. MH kepada wartawan, membenarkan bahwa Polda Malut telah menghentikan kasus Ijazah palsu.

Hal ini, katanya terkait dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara melalui kuasa hukumnya Muhammad Konoras, SH, bahwa laporan Alumni terbaik Muhammadiyah, Usman Sidik ke Polda ada dugaan tindak pemalsuan, itu tidak benar.

Menurutnya, setelah Polda melakaukan penyidikan soal kasus tersebut, ternyata kasusnya tidak ditemukan tindak pidana atau tidak cukup bukti yang selama ini dituduhkan kepada Usman Sidik yang merupakan Alumni terbaik SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

“Artinya tidak ada yang namanya pemalsuan, Izajah Usman Sidik itu asli dan yang bersangkutan pernah mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah Kota Ternate,” katanya.

Terkait pengehentian perkaranya, kata Rahim bahwa kasusnya sudah ditutup. Untuk itu, sebagai Kuasa Hukum, ia meminta masyarakat Maluku Utara, kususnya masyarakat Halsel bahwa kasus ini sudah selesai karena Polda Malut sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi bahwa kasus yang dilaporkan itu bohong dan hanya dimainkan lawan-lawan politik.

“Kami minta kepada masyarakat Halmahera Selatan bahwa kasus Ijazah palsu itu tidak benar dan bohong, dimana Polda Malut telah menghentikan kasusnya. Kasus ini hanya dimainkan oleh lawan politik yang sengaja ingin menggagalkan Usman Sidik untuk bertarung dalam Pilkada Halsel,” katanya. (Red/CN)

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di Malut Resmi Dibuka

TERNATE, CN – Kepolisian Negara Republik Indonesia, hari ini secara serentak melaksanakan Kegiatan Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 2020, Selasa (17/11/2020).

Untuk di Polda Maluku Utara sendiri, Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri dipimpin atau dibuka langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Upacara itu dihadiri Oleh Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H, Pejabat Utama Polda Malut, KA SPN Polda Malut, Kapolres Tidore Kepulauan, Orang Tua Siswa, dan Peserta Upacara yang bertempat di SPN Polda Maluku Utara Sofifi.

Setelah Resmi di buka, SPN Polda Maluku Utara akan mendidik Siswa Pembentukan Bintara Polri sebanyak 283 Siswa selama 7 (tujuh) bulan, mereka akan belajar dan Berlatih guna mengetahui tugas Pokok Polri yaitu sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat, setelah lulus akan menyandang pangkat Brigadir Dua (Bripda).

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Maluku Utara menyampaikan ucapan selamat kepada 11.208 Calon Bhayangkara Siswa yang terdiri atas 10.648 Pria dan 560 Wanita yang dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri secara serentak di Sekolah Polisi wanita dan di 31 SPN Polda Jajaran.

Kata dia, diketahui bersama bahwa program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun 2020/2021 ini dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan penanganan khusus dan saksama dalam proses penyelenggaraan pendidikannya.

Kapolri menyampaikan, Efektivitas proses pendidikan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan dengan menerapkan prinsip pendidikan yang SEHAT – EFEKTIF – BERKUALITAS dan Aspek kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk menjamin proses pendidikan berjalan dengan baik sehingga dapat mewujudkan Sumber Daya Manusia Polri yang berkualitas unggul dan berbudi pekerti luhur.

Selesai Kegiatan Upacara Pembentukan ini dilanjutkan dengan tradisi penyiraman Kembang/bunga kepada para perwakilan 9 (sembilan) Kabupaten/Kota Siswa Diktuk BA Polri T.A 2020 SPN Polda Maluku Utara. (Ridal CN)

Wakapolda Malut Berganti

TERNATE, CN – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, Kembali mengeluarkan 8 (Delapan) Surat Telegram dengan Nomor, ST/3228/XI/KEP./2020, ST/3229/XI/KEP./2020, ST/3230/XI/KEP./2020, ST/3231/XI/KEP./2020, ST/3232/XI/KEP./2020, ST/3233/XI/KEP./2020, ST/3234/XI/KEP./2020, ST/3234/XI/KEP./2020 Tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri tertanggal 16 November 2020.

Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/3233/XI/KEP./2020 Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H yang merupakan Wakapolda Maluku Utara diangkat dalam Jabatan Baru Sebagai Kapuskeu Polri, sedangkan untuk Posisi Wakapolda Maluku Utara kini dijabat oleh Brigjen Pol. Drs. Eko Para Setyo Siswanto, M.Si, yang sebelumnya menjabat Sebagai Auditor Kepolisian Utama TK.II Itwasum Polri.

Sementara itu Kabidhumas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan, Selasa (17/11/2020) menyampaikan bahwa selain Wakapolda Maluku Utara, terdapat beberapa Pejabat Utama Polda Maluku Utara yang mengalami pergantian yakni Karo SDM Polda Maluku Utara, Kabiddokkes Polda Maluku Utara, dan Kabid TIK Polda Maluku Utara.

“Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3235/XI/KEP./2020 Karo SDM Polda Maluku Utara Kombes Pol. Dr. Noviana Tursanurohmad S.I.K., M.Si, dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Watpers SSDM Polri dalam rangka Pendidikan Sespimti Polri, dan untuk jabatan Karo SDM Polda Maluku Utara dijabat Oleh Kombes Pol. Guntur Herditrianto, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Mataram Polda NTB,” terang Kabidhumas.

Ia menambahkan, untuk jabatan Kabid TIK Polda Maluku Utara kini dijabat oleh AKBP William Asnandar Simanjuntak, S.I.K yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir Samapta Polda Maluku Utara, sedangkan Kombes Pol. Dedy Kurnia Tri Jayeng Suprihadi, S.I.K, diangkat dalam jabatan Baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK. II Bareskrim Polri
Bersamaan dengan Surat Telegram pergantian Wakapolda Maluku Utara dengan Nomor ST/3233/XI/KEP./2020 Kabiddokkes Polda Maluku Utara Kombes Pol. drg. Subur diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabiddokkes Polda Maluku, dan di gantikan oleh AKBP dr. Mintarya Suryanto, M.M, yang sebelumnya menjabat Kasubbidkespol Bidokes Polda Metro Jaya.

“Selamat kepada Bapak Wakapolda Maluku Utara yang diberi kepercayaan oleh Polri dan mendapat Promosi Jabatan sebagai Kapuskeu Polri, semoga selalu amanah, sehat selalu serta diberikan kemudahan, begitu juga untuk Pejabat Utama Polda Maluku Utara yang mendapat rotasi jabatan atau mutasi dalam rangka pendidikan, Karo SDM, Kabiddokkes dan Kabid TIK semoga selalu di berikan kemudahan dan kesehatan di tempat tugas yang baru,” tutupnya. (Ridal CN)

Pilkada Halsel, Timses dan Paslon Diajak Berikan Politik yang Baik

HALSEL, CN – Tim Sukses (Timses) dan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang kerap melontarkan kalimat hujatan, fitnah. Baik lewat media sosial maupun saat berkampanye dinilai berpotensi mencederai citra politik di Halsel.

“Saling hujat dan tebar fitnah, tentunya masyarakat yang akan menjadi korban. Untuk itu, saya minta kedua Timses Paslon lebih mempraktikkan politik santun dengan memberi pendidikan politik kepada masyarakat,” pinta Pengamat Politik Maluku Utara, Helmi Alhadar pada Ahad (15/11) via Hand Phone.

Menurut calon Doktor Unpad Bandung Helmi Al Hadar, cara berpolitik di Pilkada Halsel, nampak tidak mendidik dan menggambarkan politik santun pada masyarakat sebagai penentu kemenangan paslon. Bahkan tekanan, paksaan, dan ancaman dijadikan senjata mempengaruhi masyarakat.

Agar tidak saling memfitnah, Helmi Al Hadar berharap kedua Timses dan Paslon harus memberikan pendidikan Politik kepada masyarakat agar keduanya terlihat bersaing normal.

“Karena semua Kandidat pasti mencari kelemahan lawan politiknya. Namun, berkampanye jangan mengada-ada. Jadi tidak bole saling memfitnah atau mengungkit masalah yang pada ujung-ujungnya memfitnah lawan politiknya,” imbuh Dosen Ilmu Komunikasi Ummu Helmi Alhadar itu.

Maka, kata Helmi, selaku Kandidat harus mendidik masyarakat dengan cara membuka program-program 5 Tahun kedepan itu seperti apa?.

“Ketika berkampanye Politik itu harus kita tawarkan program kita apa kepada masyarakat. Namun untuk kelemahan lawan politik bole saja kita menyinggung itu wajar-wajar saja karena ingin menang. Tapi asalkan tidak bole saling fitnah seperti apa yang di lakukan oleh seseorang tapi ia sebagai lawan politik mengatakan tidak melakukan itu,” cetusnya.

Calon Doktor Unpad Bandung yang juga Dosen Ilmu Komunikasi UMMU Malut ini menegaskan, jika seorang kandidat melakukan kampanye menawarkan program-program kepada masyarakat untuk dinilai masyarakat. Maka, masyarakat pasti mendapatkan pencerahan politik yang baik. Jadi masyarakat memilih kandidat karena programnya.

“Intinya tidak bole saling memfitnah satu sama yang lain,” tutupnya. (Red/CN)