Kejari Halsel Laksanakan Program Jaksa Masuk Sekolah

HALSEL, CN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 13 Halsel di Kecamatan Obi pada Kamis (27/3/2021). Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejari Halsel, Fardana Kusumah, SH.

“Pada hari Kamis Tanggal 27 Maret kemarin, Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 13 Halmahera Selatan di Kecamatan Obi,” ungkapnya.

Fardana menjelaskan, program ini bertujuan mengenalkan Kejaksaan dan Hukum kepada generasi penerus bangsa. Dengan harapan siswa-siswi yang mengikuti program Jaksa Masuk Sekolah dapat mengenali hukum dan menjauhkan hukuman.

“Ini baru pertama kali dilaksanakan di luar Pulau Bacan dan siswa-siswi peserta yang hadir sangat antusias mengikuti program ini,” jelas Fardan.

Dengan pemateri dan narasumber dari Kejari Halsel, kegiatan itu diikuti sekitar 40 siswa-siswi yang didampingi oleh Dewan guru.

“Program ini merupakan program dari Bidang Intelijen yang bertujuan utuk memberi pemahaman dan penyuluhan hukum sekaligus mensosialisasikan tupoksi dari lembaga Kajaksaan,” pungkasnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan itu, generasi muda untuk lebih mengenal hukum perlindungan anak.

“Karena mereka bagian dari tanggung jawab untuk kita kedepankan,” tutupnya. (Red/CN)

Proyek di Dikbud Diduga Fiktif, Kejari Halsel: Kami Sudah Mengecek Semuanya

HALSEL, CN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Fajar Haryowimbuk, SH, MH., membantah atas dugaan Kejari ‘Masuk Angin’ menangani kasus proyek yang diduga fiktif bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 senilai Rp 2.500.000.000 dengan pemenang tender CV IRA PRATAMA untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel.

“Kami tidak pernah yang namanya masuk angin. Sebab kami sudah mengecek semuanya,” tegas Fajar. Selasa (1/6/2021).

Fajar bilang, seluruh kegiatan tersebut sudah dilaksanakan. Bahkan, pihaknya telah mengecek di sejumlah Sekolah yang dibangun jaringan internet dan semuanya sudah bisa digunakan.

“Tapi memang ada di Tahun 2020 itu, ada di beberapa Sekolah yang tidak bisa jalan karena memang tidak ada pembayaran dari pihak Sekolah,” tutur Kejari Halsel.

Karena seharusnya, Fajar menerangkan bahwa semua kegiatan itu dibiayai melalui Dana Bos, tapi pihak Sekolah tidak membayar. Makanya tidak berfungsi.

“Jadi bukan barangnya yang enggak ada, tapi memang pihak Sekolah tidak memperpanjang langganan, sehingga internetnya mati,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Halsel, Fardana Kusumah, SH juga membenarkan sudah melakukan pengecekan di sejumlah Sekolah.

“Iya benar, dari Kejari Halsel sudah mengecek dan semuanya sudah bisa digunakan, ada kurang lebih 40 Sekolah,” tukas Fardana. (Red/CN)

FP2G Minta Bupati Halsel Perhatikan Transmigrasi Gane Timur

HALSEL, CN – Front Pemuda Peduli Gane (FP2G) berharap Pemerintah Daerah Halmahera Selatan dibawah kepemimpinan baru, Usman Sidik dan Basam Kasuba, yang baru saja dilantik agar memberikan perhatian khusus di Wilayah Transmigrasi Gane Timur.

Sejak tahun 2009 Pemerintah pusat telah melimpahkan kewenangan sepenuhnya ke Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan kebijakan dalam Pengelolaan Wilayah Transmigrasi.

Sejauh ini kondisi dan kehidupan Masyarakat Transmigrasi hidup dibawah penderitaan baik secara infrastruktur maupun kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Sekretaris Front Pemuda Peduli Gane (FP2G), Asrul Lamunu, S.Ant, kepada media ini, Selasa (1/6/2021) menuturkan, sudah lebih dari 20 tahun masyarakat Transmigrasi Gane Timur dalam segi pembangun infrastruktur kalah jauh dengan Daerah lain, sehingga berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi.

“Transmigrasi sehaurusnya diperhatikan oleh Pemerintah karena dapat menopang perekonomian daerah di sektor pertanian, sehingga Pemda harus menyiapkan sarana pendukung seperti pembangunan jalan jembatan, pembuatan saluran irigasi yang baik, dan lain sebagainya,” kata Pemuda Gane jebolan Antropologi Unkhair itu.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga Transmigrasi Gane Timur, SP 1A Bukit Raya, yang tidak ingin namanya ditulis. “so tiga atau empat kali ganti bupati, puluhan kali ganti camat, tapi dorang tara kalesang torang, mungkin torang ini bukan warga negara Indonesia, so cukup sudah tong sabar deng hidup kaya bagini, dari saya masih kacil sampe so tua ini tong tara pernah nikmati itu dana desa,” keluhnya.

Sekedar diketahui, Wilayah Transmigrasi terdiri dari enam satuan pemukiman (SP) atau Desa. Enam Desa ini baru satu Desa yang difinitif (Desa Sumber Makmur), sementara Desa-Desa lain statusnya tidak jelas dan tidak menikmati anggaran Desa. (Ridal CN)

APBD Habis Sebelum Pelantikan Bupati dan Wabup Halsel, Usman Sidik: Ini Mafia

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Hi. Usman Sidik geram anggaran di Daerah habis terpakai sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Halsel.

“Bayangkan saja, triwulan I menuju triwulan II sudah 8 miliar lebih terpakai, jadi anggaran makan dan minum saja yang tersisa sekarang hanya tinggal Rp 250 ribu,” terang Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di ruang kerjanya, Selasa 1 Juni 2021.

Padahal seharusnya, ungkap Bupati bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Induk, jika sudah dianggarkan 1 Tahun. Maka, harus segera dikunci.

“Sistem penganggarannya, APBD Induk itu, sudah menganggarkan 1 Tahun, blok sekian, langsung dikunci. Kalau dia habis terpakai, silahkan Pak Bupati dan Wakil Bupati cari. Maka dari itu, hal semacam ini yang menimbulkan hutang dan lain-lain. Tapi ini sebenarnya bukan hutang tapi saya bilang mafia,” tegas Usman.

Oleh karena itu, Bupati Usman dengan tegas mengatakan bahwa untuk keuangan Daerah saat ini di kunci hingga selesai pengauditan.

“Karena masalah seperti inilah, Baju Dinas Bupati saja saya menggunakan uang pribadi. Padahal sejak KPU menetapkan Bupati dan Wakil Bupati Halsel itu anggarannya sudah cair dan itu saya sendiri yang periksa, sangat aneh,” aku Bupati.

Selain itu, untuk anggaran Kantor Bupati, orang nomor satu di Halsel itu membeberkan bahwa anggarannya pertahun Rp 500 juta.

“Tapi anehnya, Sekretariat Daerah tidak bisa diaudit oleh Inspektorat. Dan Alhamdulillah untuk sekarang ini, saya perintahkan semuanya harus diaudit, tidak memandang itu siapa. Kalau benar ya benar, kalau salah tetap salah,” tegas lagi.

Meski begitu begitu, ia menyampaikan pengelolaan APBD perlu untuk segera diperbaiki agar penyerapannya berjalan secara maksimal, termasuk dibelanjakan untuk melindungi masyarakat dan membantu pemulihan ekonomi. (Red/CN)

Proyek Fiktif di Dinas Pendidikan, Kejari Halsel Diduga ‘Masuk Angin’

HALSEL, CN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga kuat ‘masuk angin’ dalam menangani kasus dugaan permufakatan jahat terkait proyek fiktif yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Halsel.

Sehingga sampai saat ini, kasus yang menyeret nama Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kandikbud) Halsel, Nurlela Muhammad itu tidak mengalami kemajuan.

Padahal sebelumnya, Mantan Kandikbud Halsel, Nurlela Muhammad telah diperiksa Kasi Intel Kejari Halsel atas dugaan proyek fiktif pengadaan Peralatan Jaringan Kantor Dikbud yang ditender CV. IRA PRATAMA mencapai Miliaran rupiah.

Diketahui, disebutkan dalam tayang proyek Pengadaan Peralatan Jaringan Kantor Dikbud Halsel yang bersumber pada anggaran APBD Tahun 2019 itu senilai Rp 2.500.000.000. dengan pemenang tender CV IRA PRATAMA yang beralamat di Desa Mandoang Kecamatan Bacan Selatan.

Proyek Pengadaan peralatan jaringan tersebut dalam keterangan tayang ULP Halsel sudah selesai tender, namun di lapangan tidak ada progres pekerjaan apapun bahkan diduga kuat proyek fiktif. Sementara Tahun 2021, data ULP atas tayang proyek pengadaan peralatan jaringan tersebut sudah di hapus kembali oleh ULP di bagian LPSE Kabupaten Halsel.

Hingga berita ini dikorankan, wartawan cerminnusantara.co.id, belum konfirmasi Kasi Intel Kejari Halsel. (Red/CN)

Hari Ke Tiga Pencahrian, Tim Gabungan Membuat Tiga SRU Korban Belum Di Temukan

SANANA, CN – Hari Senin tanggal 31 Mei 2021 pukul 07:00 WIT. Merupakan hari ketiga pencahrian korban hilang Dedi Hidayat (43), yang diakibatkan terjadinya Laka Laut terbakarnya KM. Karya Indah di Perairan Lifmatola, Kec. Mangoli Utara Timur, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) belum ditemukan.

Dari catatan Biodata KM. Karya Indah itu berkapasitas 1.148 ton, Berjenis cargo, dengan tolakan mesin 2×146 HP. Dengan berdaya tampung 300 orang penumpang dan Kapal tersebut dikelola oleh PT. Ajul Safikram Lines, di nakhodai oleh Kapten Mahmudin Lahudi.

Sementara itu Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate
Arfan Tabona, dalam Keterangan pers  menyebut bahwa “KM Karya Indah yang bertolak dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju Kepulauan Sula dalam kondisi laik berlayar, berangkat sekitar pukul 16.00 WIT, Hari Jumat tanggal 28 Mei 2021, bertolak ke Kepulauan Sula dan dalam perjalanan mengalami kebakaran” kata Arfan.

Lanjut Arfan “kapal tersebut berangkat dari Ternate dengan rute Kepulauan Sula membawa 283 orang penumpang dan 14 orang Anak Buah Kapal (ABK), yang sebelumnya terdaftar dalam manifest 181 orang, dan di data ulang setelah adanya evakusi 275 orang itu sudah termaksud dengan Awak Kapal. Dari jumlah tersebut, 282 orang selamat dan satu orang dinyatakan hilang, hingga kini masi dalam proses pencahrian” Pungkas Arfan

Pencarian korban hilang ini di lakukan oleh Bakamla RI Zona Maritim Timur dengan Kapal  Negara (KN) Ular Laut 405, bersama tim gabungan yang terdiri dari, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana, KRI Al-Bakora TNI AL, Tni-Polri, dan KUPP bersama warga setempat.

Di hari ketiga pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian peristiwa (LKP) dan pesisir pulau terdekat, seperti pulau Limatofa dan Pulau Waisau. Kapal KRI dan Kapal Bakamla melakukan pencarian di sekitar LKP dan Rib8 Basarnas, Speedboat Polairud, Speedboat BPBD Kepulauan Sula, Speedboat KUPP Sanana melakukan penyisiran di pesisir pulau.

Kepada media cerminnusantara.co.id Bakanla RI Zona Maritim Timur, Letkol Bakamla Umar Dani sampaikan, “Tim Gabungan Basarnas kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban Kapal KM. Karya Indah Pencarian dimulai pukul 07.00 WIT Tim bergerak menuju ke area pencarian yang telah ditentukan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan” Ungkap Umar

Lanjut Umar “Tim SAR gabungan dibentuk menjadi  tiga SRU, di mana sebelumnya ada lima SRU. tapi kali ini kami bentuk tiga SRU, SRU 1 RIB 01 Sanana, Speedboat Polairud, Speedboat BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, Speedboat KUPP Sanana menyisir sepanjang pesisir utara pantai Desa Waisum dengan luas area pencarian 48,3 Nm2, sementara SRU 2 KN Ular Laut 405 BAKAMLA RI dengan area pencarian 32 NM2 dan SRU 3 KRI Albakora 867 juga dengan pencarian area 32 NM2” Pungkasnya

Sambung Umar, “kami juga sudah sampaikan  ke nelayan dan kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut agar segera melapor. Dan Kami juga berharap dengan kerja keras tim SAR, di hari ketiga ini korban bisa ditemukan” tutur Umar. (Red/CN)