Pemerintah Desa Loleongusu Sukses Salurkan BLT-DD Tahap II 2022

HALSEL, CN – Pemerintah Desa Loleongusu Kecamatan Mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk tahap II tahun anggaran 2022.

Penyaluran BLT DD Tahap II Tahun 2022 ini dilaksanakan pada Kamis 25 Agustus Tahun 2022 dan berlangsung di Balai Desa setempat. Kegiatan berjalan lancar aman dan kondusif. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Loleongusu Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, seluruh jajaran Pemerintah Desa dan BPD serta masyarakat Desa Loleongusu.

Kepala Desa Loleongusu Elvis Kela
Kepada Cerminnusantara.co.id mengatakan, penyaluran bantuan langsung tunai dana desa ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 104 Tahun 2021 yang mengatur penggunaan dana desa dan mengamanahkan pemerintah desa mengalokasikan 40 persen untuk bantuan BLT.

Bantuan langsung tunai dana desa kata Elvis disalurkan setiap triwulan sesuai dengan jumlah KPM yang telah diinput, sebelum penyaluran bulan kesatu nilai total penyaluran BLT-DD setahun diperoleh dari jumlah KPM x Rp.300.000,- x 12 bulan.

“Puji Tuhan, Pemerintah Desa Loleongusu sudah menyalurkan BLT DD tahap II tahun anggaran 2022. Adapun jumlah penerima BLT-DD untuk Desa Loleongusu sebanyak 82 penerima,” Cetus Kades.

Kepala Desa Petahana yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Cakades ini berharap kepada warga penerima BLT-DD agar dapat menggunakan bantuan dengan bijak dan sebaik-baiknya untuk membantu ekonomi keluarga.

“Pemberian BLT-DD ini untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dimasa Pandemi Covid-19 . Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga penerima BLT DD ini, ” tutup Elvis. (Red/CN)

Banjir di Desa Panambuang dan Sawadai, 1 Balita Meninggal Dunia Karena Kedinginan 

HALSEL, CN – Hujan deras sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) sore, Puluhan Rumah di Desa Panambuang dan Desa Sawadai Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) terendam banjir, Kamis (25/8/2022).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Soleman Hajiji kepada wartawan cerminnusantara.co.id menyampaikan, terjadi Banjir di 2 Desa tersebut disebabkan meluapnya air Sungai antara Desa Panambuang dan Desa Sawadai.

“Ketinggian Banjir mencapai Lutut Orang Dewasa, sehingga puluhan Rumah yang ada di Desa Panambuang terjadi kerusakan parah. Sementara di Desa Sawadai Alhamdulillah masih dalam baik-baik saja,” jelasnya.

Meski begitu, Soleman menambahkan, akibat terjadi Banjir, warga harus dengan terpaksa mengungsi, sehingga 1 Balita di Desa Panambuang meninggal Dunia karena kedinginan.

“Warga korban Bencana Banjir di Desa Panambuang kehilangan barang-barang yang ada di dalam rumah, baik itu peralatan rumah maupun Dokumen-dokumen penting disebabkan terbawa Banjir,” tambahnya.

Kata Soleman, pihaknya dengan cepat meninjau langsung ke Lokasi Banjir untuk memberikan bantuan kepada korban Bencana.

“Langkah dari BPBD Halsel sendiri yaitu memberikan Bantuan makanan berupa, Beras, Supermi, Gula, Kopi dan Aqua,” kata Soleman.

Selain itu, BPBD Halsel juga telah mendirikan 3 Posko Bantuan, 2 Posko di Desa Panambuang dan 1 Posko di Desa Sawadai.

“Rencananya besok kami mengadakan pembersihan di masing-masing rumah korban Bencana Banjir,” tutupnya. (Red/CN)

Kades Gita Raja Dianggap Bohongi Warga Dusun II Soal Pembangunan Jalan Tani

TIDORE, CN – Jalan Tani merupakan salah satu akses paling penting bagi petani yang ada di Desa Gita Raja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Program Jalan Tani sendiri, pembangunannya sudah berjalan di Desa Gita Raja mulai dari Dusun satu hingga Dusun II.

Namun untuk pembangunan Jalan Tani di Dusun II dianggap sebagian masyarakat bermasalah karena tidak sesuai dengan volume yang direncanakan.

Ketua Bidang Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Gita (FPPMG) kepada media ini menyebut, volume pembangunan Jalan Tani yang seharusnya 250 meter ketika diukur kembali oleh masyarakat hanya 200 meter.

“Selanjutnya untuk pembangunan tahap ke II yang direncanakan 260 meter sampai detik ini prosesnya masih mandet dengan alasan yang tidak jelas,” ucapnya, Rabu (24/8/2022).

Kata dia, banyak masyarakat yang pertanyakan untuk sisa timbunan sekitar 50 meter itu dikemanakan oleh Pemerintah Desa Gita.

“Sebagai bagian dari masyarakat Desa Gita Raja kami menilai bahwa berbagai program yang direncanakan oleh Pemerintah Desa Gita Raja sangat tidak sesuai dengan ketentuan pasal 24 UU NO 6 Tahun 2014 tentang asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan pemerintahan, keterbukaan, tertib kepentingan umum, akuntabilitas dan partisipatif,” ujarnya.

Ia mengaku, banyak mendapatkan keluhan dari warga terkait Pembangunan Jalan Tani yang dianggap tidak layak untuk digunakan. Warga juga meminta pertanggungjawaban Pemerintah Desa Gita soal masalah tersebut.

“Sikap kami dari FPPMG sendiri apa bila tidak ada transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak Pemerintah Desa maka kami FPPMG akan meminta kepada Inspektorat, BPMD, BPK dan juga Polres untuk melakukan Audit lapangan,” tegasnya. (Ridal CN)

Bupati Halsel Copot 2 Kepala Desa di Momentum Pilkades 2022

HALSEL, CN – Bertepatan dengan momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Dua Kepala Desa (Kades) secara resmi dinonaktifkan Bupati Halsel, Usman Sidik.

Informasi yang dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, 2 Kades yang dinonaktifkan diantaranya, Kades Tobaru Kecamatan Gane Timur, Ronal Sondak dan Kades Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan, Rifai S Hasanat.

Kedua Kades dicopot atas laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi anggaran Alokasi Dana Desa dan Dana Desa mencapai ratusan juta rupiah.

Dihadapan masyarakat, Bupati Halsel, Usman Sidik menegaskan kepada Inspektorat Halsel untuk mengaudit Dana Desa Tobaru.

“Keluhan semua warga Desa Tobaru dan ini, maka saya perintahkan langsung Inspektorat audit Dana Desa selama kepemimpinan Kades atas keluhan semua warga Desa Tobaru,” tegas Bupati Halsel, Usman Sidik saat dicegat warga Desa Tobaru ketika melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) di Kecamatan Gane Timur pada 15 Agustus 2022.

Orang nomor Satu di Halsel itu berkomitmen bahwa dirinya tak segan-segan mencopot Ronal Sondak dari Jabatan Kades Tobaru.

“Terkait anggaran BLT yang tidak diserahkan itu adalah kejahatan yang tidak bisa diampuni. Sebab, dia (Kades) sudah memakan hak-hak masyarakat. Jadi, saya balik ke Labuha langsung copot Kades Tobaru, Ronal Sondak,” tegas Bupati Halsel.

Selain Kades Tobaru, Bupati Halsel Usman Sidik juga secara resmi mencopot Kades Silang.

Dihadapan warga pada Sabtu (20/8), Bupati Halsel Usman Sidik menegaskan bakal mengambil Ali Pemerintahan Desa Silang untuk menyerahkan tanggung jawab kepada Pemerintah Kecamatan Bacan Timur Selatan. (Red/CN)

Petahana Resmi Daftar Calon Kades Pelita

HALSEL, CN – Momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Petahana Kepala Desa Pelita Kecamatan Mandioli Utara, Sabrun Usman resmi mendaftar sebagai Calon Kades periode 2022-2028.

Bukan tanpa alasan, Sabrun siap bertarung kembali Pilkades serentak Tahun 2022 atas dasar dukungan penuh dari masyarkat Desa Pelita.

“Saya serahkan semuanya kepada keluarga dan masyarakat Desa Pelita. Karena Alhamdulillah, mereka yang menginginkan saya kembali maju, insya Allah saya akan maju demi perubahan dan kemajuan Desa Pelita. Karena masyarakat butuh perubahan untuk kemajuan Desa,” kata Sabrun saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (21/8/2022).

Kades muda itu mengaku, setelah terpilih menjadi Kades, maka dirinya bakal melanjutkan bangunan Desa demi kesejahteraan masyarakat Pelita.

“Saya mendapatkan banyak dorongan dari keluarga maupun masyarakat, karena mungkin saja mereka menganggap saya punya kemampuan atau bagaimana saya juga belum tahu, tapi Alhamdulillah, kalau mereka mempunyai respon baik, insya Allah saya siap,” tutup Sabrun. (Red/CN)

Puskesmas Jiko Gelar Sosialisasi Germas dan Pencegahan DBD

HALSEL, CN – Demi mewujudkan kesehatan masyarakat, Puskesmas Jiko Kecamatan Mandioli Selatan menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada Jumat (19/8/2022).

Kepala Puskesmas (Kapus) Jiko, Safra Husen kepada wartawan cerminnusantara.co.id menyampaikan, Germas adalah suatu tindakan yang sistematis terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Germas terdiri dari banyak kegiatan dan salah satunya secara Nasional dengan berfokus pada melakukan aktivitas fisik selama 30 menit dalam sehari, mengkonsumsi buah-buahan dan sayur serta memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali untuk mendeteksi dini penyakit,” ujarnya.

Safra bilang, semua kegiatan Germas dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga serta juga dilakukan saat ini dan tidak membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Selagi kita ada kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk berperilaku sehat, maka kita dapat meningkatkan kualitas hidup sehat dan akan mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat,” ujar Safra.

Dengan demikian, Safra menjelaskan bahwa bisa juga menurunkan penyakit yang disebabkan dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes dan lain-lain.

“Germas merupakan salah satu program unggulan di Bidang kesehatan yang digagas oleh Presiden RI untuk menurunkan kesakitan dan kematian karena penyakit tidak menular, menurunkan pembiayaan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” cetusnya.

Meski begitu, Safra juga menuturkan, pelaksanaan Germas di lapangan membutuhkan komitmen dan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan organisasi masyarakat dengan cara memberikan sosialisasi Germas kepada masyarakat.

“Mari Budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan pola hidup kearah yang lebih sehat,” tutur Kapus Jiko.

Selain itu, Kapus juga juga menindaklanjuti surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Halsel atas meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD) di Tahun 2022 yang kini terus meningkat.

“Sesuai data tercatat sejak Januari-Agustus 2022 terdapat 96 kasus. Sehingga Jumlah ini kategori meningkat,” jelasnya.

Sosialisasi pencegahan melalui aksi gebrak DBD secara serentak ini dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1. Melakukan Penyuluhan terkait pencegahannya.

2. Pembagian leaflet tentang DBD di masyarakat.

3. Mengimbau kepada masyarakat agar melakukan 3M plus yaitu:

a. Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti Bak mandi, tempat penampungan air, Ember air, penampungan air dan Lemari Es, Vas Bunga, tempat minum hewan peliharaan dan lain-lain.

b. Menutup penyimpanan air rapat-rapat seperti Tempayan, Ember, Penampungan air hujan dan lain-lain.

c. Mengubur/memanfaatkan kembali/mendaur ulang (Barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air seperti Ban Bekas, Kaleng dan Botol minum dan lain-lain).

4. Melakukan screening DBD kepada Pasien yang bergejala. (Red/CN)