Kepala SDN 250 Halmahera Selatan Bantah Dugaan Pungli

HALSEL, CN – Kepala Sekolah Dasar Negeri 250 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Hamid Hi. Kadir membantah keras adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) seperti yang dibeberkan salah seorang warga Desa Marabose Kecamatan Bacan.

Warga Marabose itu membeberkan Pungli di SDN 250 Halmahera Selatan melalui Akun Facebook pribadinya.

“Uang Ujian SDN 250 Halsel, Kec Bacan, Desa Marabose sesuai nama sekolah ples nol tiga. (Rp.250.000/peserta UN),” tulis Akun Facebook Nyong Apal.

Menanggapi hal itu, Kepala SDN 250 Halmahera Selatan, Hamid Hi Kadir kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Kamis (9/3/2023) menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.

“Sebagai Kepala Sekolah, saya menanggapi informasi itu. Sebenarnya tidak ada Pungli di Sekolah. Karena kenapa? Semua keputusan yang diambil itu berdasarkan kesepakatan rapat bersama antara orang tua Siswa kelas VI bersama Komite,” akunya.

Sehingga ditegaskan lagi, terkait dengan uang Rp 250 ribu per siswa dari 35 siswa bukan Pungli. Sebab, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan Guru bersama Orang Tua Siswa.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa ini bukan Pungli karena ini semua atas kesepakatan melalui rapat bersama dengan orang tua Siswa. Jadi ini murni dari Komite,” tegasnya.

Hamid mengatakan, kesepakatan bersama itu sebagai bentuk kepedulian orang tua siswa kepada pihak Sekolah dan siswa yang sedang menjalankan Ujian Nasional (UN).

“Uang Rp 250 ribu per siswa dengan total anggaran Rp 8.750.000 itu diperuntukkan untuk biaya Makan Minum Siswa selama 5 Hari pelaksanaan Ujian Nasional nanti. Karena tidak ada Pedagang yang berjualan di dalam Pagar Sekolah. Sementara sisa uang kurang lebih Rp 6.125.000 itu nanti untuk acara makan bersama Siswa dan para Guru diakhir Ujian Nasional nanti,” cetus Hamid.

Meski begitu, Kepala SDN 250 Halmahera Selatan mengaku menyesalkan Akun Facebook Nyong Apal yang dengan sengaja mencemarkan nama baik Sekolah melalui Media Sosial (Medsos).

“Soal sakit hati, tetap sakit. Tapi begitulah menjadi seorang Pemimpin, sudah tentunya siap dikritik. Namun mengkritik sesuatu yang sesuai fakta, jangan asal kritik yang berujung pada fitnah,” tutupnya. (Hardin CN)

Sambut Ramadhan 2023, Pemdes Orimakurunga Gandeng Disperindag Halsel Gelar Pasar Murah

HALSEL, CN – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah Tahun 2023 Masehi, Pemerintah Desa (Pemdes) Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggandeng Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Halsel menggelar Pasar Murah.

Pelaksanaan Pasar Murah tersebut diselenggarakan pada Kamis (9/3) di Desa Orimakurunga.

Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik mengatakan, sebanyak 8 jenis bahan pokok yang disubsidi Pemda Halsel.

“8 Jenis bahan dalam Satu Paket yaitu 10.000 kg Beras dengan Minyak Kelapa 1 Liter, Gula 2 kg, Teh 1 Dos, Sprite besar 3 Botol, Terigu 2 kg, Mentega 1 kg dan Susu 2 Kaleng,” jelasnya Rusdi Sidik.

Bak Bak sapaan akrab Rusdi Sidik bilang, total Beras yang disediakan sebanyak 3 Ton dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga Toko Sembako senilai Rp 330.000.

“Warga yang memiliki Kartu Keluarga (KK) atau KTP semuanya dapat. Sementara untuk Beras yang dijual ke masyarakat dengan harga Rp 150 ribu persak,” cetusnya.

Kades Orimakurunga yang belum lama dilantik itu menuturkan, Pasar Murah digelar ini sebagai bentuk kepedulian Pemda khususnya Pemdes Orimakurunga terhadap warga.

“Kegiatan Pasar Murah menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan khususnya memasuki Bulan Suci Ramadhan ini biasanya terjadi pergerakan harga aneka barang kebutuhan pokok masyarakat di pasaran. Sehingga Pemdes Orimakurunga bekerjasama dengan Dinas terkait membuka Pasar Murah ini, bertujuan untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Meski begitu, Kades Orimakurunga yang juga adik kandung Bupati Halsel itu berharap, dengan adanya program Pasar Murah tersebut bisa bermanfaat serta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

“Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang sudah mengadakan Pasar Murah ini. Semoga program Pasar Murah ini bisa berkelanjutan untuk kedepannya, agar kami bisa terbantu perekonomiannya. Sekali lagi, terimakasih buat Pak Bupati dan Kepala Disperindag Halsel,” ucapnya mengakhiri. (Hardin CN)

PBB Halsel Target 3 Besar di Pileg 2024

HALSEL, CN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) menargetkan masuk 3 besar perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel pada Pemilu Legislatif (Pileg) Tahun 2024 mendatang.

Ketua DPC PBB Halsel, Irsan Ahmad mengatakan, target tersebut akan tercapai jika Partai mampu merahi  Kursi di semua Daerah Pemilihan (Dapil).

“Apabila ingin di posisi 3 besar, maka harus capai 4 Kursi, bila perlu 5 Kursi di 5 Dapil di Halsel,” kata Irsan saat menggelar Konferensi Pers di Sekretariat DPC PBB Halsel, Rabu (8/3/2023).

Menuju ke Pileg 2024, menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi. Bahkan masih banyak cara-cara lain yang bakal dilakukan untuk meraih target 3 besar di Pemilu 2024.

“PBB Halsel saat ini memiliki basis massa yang sangat kuat di masing-masing Dapil,” tuturnya.

Irsan mengaku, para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), DPC PBB Halsel sudah siap menghadapi Pemilu 2024. Caleg dari PBB juga memenuhi semua unsur yang dipersyaratkan, seperti Kuota 30 persen bagi Bacaleg Perempuan.

“Sebagian besar Bacaleg dari eksternal. Kuota juga cukup, terpenuhi. Sehingga PBB yakin menjadi Parpol pemenang urutan 3 di Kabupaten Halmahera Selatan pada Pileg 2024,” ujar Irsan.

PBB Halsel sendiri menyiapkan Bacaleg yang berasal dari berbagai kalangan, baik itu Politikus, Mantan Kepala Desa dan lainnya.

“Fakta ini menunjukkan bahwa PBB bisa mampu merahi Kursi DPRD sesuai target kami,” tutupnya. (Hardin CN)

Kembalikan Senyum Masyarakat jadi Harapan, Bupati Halsel Diminta Tinjau Kembali Keputusan Diskualifikasi Cakades Liaro Terpilih

HALSEL, CN – Para Tokoh Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), beramai-ramai mendukung penuh Bupati Halsel Usman Sidik untuk dapat meninjau kembali keputusan diskualifikasi Calon Kepala Desa (Cakades) Liaro terpilih Najarlis Hi Mansur.

Semua Tokoh. Diantaranya, Tokoh Agama Bahrudin Ruslan, Tokoh Adat Tamrin Hi. Majid, Tokoh Perempuan Uly Hi. Taherun, Tokoh Pemuda Kasim Muksin dan Tokoh Masyarakat M. Morasa serta Ketua dan anggota BPD Liaro, Sahmudin Yunus, Supina Yusuf, Muhammad Hi. Djafar, Iksan T. Siterah dan Sukri S. Daeng Barang.

“Kami masyarakat Desa Liaro berharap penuh kepada Bupati Halmahera Selatan Bapak Hi. Usman Sidik untuk dapat mempertimbangkan kembali keputusannya yang saat ini telah mendiskualifikasi Cakades Pemenang di Desa Liaro,” pinta Tokoh Agama Bahrudin Ruslan kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (5/3/2023).

Imam Masjid Nurul Mukhlisin itu bilang, permintaan para Tokoh Desa Liaro bermaksud untuk dapat menghindari kericuhan di Desa.

“Kami sangat mendukung penuh, jika Bapak Bupati melantik Cakades terpilih. Karena hal ini untuk menghindari terjadi konflik di Desa yang berkepanjangan,” jelasnya.

Sementara itu, Tokoh Adat Tamrin Hi. Majid menyampaikan, soal Pilkades Liaro, masyarakat tahu, siapa yang kalah dan siapa yang menang. Sehingga bagi mereka, Cakades Incumbent Najarlis Hi Mansur layak dilantik menjadi Kades Defenitif karena Najarlis Hi. Mansur merupakan Cakades Pemenang murni di Desa.

“Kami semua masyarakat Desa Liaro tahu bahwa yang memenangkan dalam Pilkades Liaro Tahun 2022 lalu itu Cakades Petahana yaitu Saudara Najarlis Hi Mansur dengan selisih 46 Suara,” terang Tamrin.

Tokoh Adat itu mengaku, kondisi sosial di Desa tergantung pada Keputusan Bupati Halsel Hi. Usman Sidik.

“Semua ini dari Keputusan Bapak Bupati yaitu yang kalah tetaplah kalah dan yang menang tetap menang dan harus dilantik yang menang,” pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Perempuan yang mewakili seluruh kaum Hawa Desa Liaro, Uly Hi. Taherun menambahkan, jika Cakades terpilih dilantik, sudah tentunya dapat mengembalikan Senyum masyarakat Desa Liaro.

“Mengembalikan Senyum masyarakat khususnya Desa Liaro itu menjadi harapan besar kami seperti visi-misi Bapak Bupati Halmahera Selatan. Jadi kami mohon sedalam-dalamnya kepada Bapak Bupati, tolong lantik Cakades Pemenang di Desa kami,” harap Tokoh Perempuan Desa Liaro itu.

Selain ketiga Tokoh itu, Ketua BPD Liaro Terpilih Sahmudin Yunus juga ikut berharap Bupati Halsel, Usman Sidik dapat melantik Cakades Pemenang, Najarlis Hi Mansur.

Meski begitu, ia kembali menguraikan proses tahapan Pilkades Tahun 2022 lalu. Dijelaskannya, awal tahapan Pilkades hingga selesai pencoblosan, tidak ada unsur kecurangan yang dilakukan. Bahkan Berita Acara pun sudah selesai ditandatangani.

“Agar tidak terjadi kegaduhan ditengah-tengah masyarakat Desa Liaro, maka harapan besar kami, semoga keluhan ini mendapat perhatian khusus dari Pak Bupati Halmahera Selatan,” tuturnya, sembari percaya, Bupati Halsel Usman Sidik bakal melantik Cakades Pemenang, Najarlis Hi Mansur. (Hardin CN)

5 Peserta STQH XXVII Tingkat Kabupaten asal Gane Timur Tengah Terlantar di Desa Babang

HALSEL, CN – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke XXVII Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang akan digelar pada Senin (6/3) besok di Desa Laiwui Kecamatan Obi, sejumlah peserta Perwakilan Kecamatan Gane Timur Tengah diduga kuat dibiarkan terlantar.

Mengapa tidak, dari 8 peserta asal  Kecamatan Gane Timur Tengah, hanya 3 peserta yang diikutsertakan ke Pulau Obi. Sementara 5 peserta lainnya dibiarkan terlantar di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur.

Hal ini dijelaskan orang tua peserta yang tidak diakomodir mengikuti STQH XXVII Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami orang tua dari anak-anak mau ikut untuk dampingi mereka, tapi Pak Camat tidak mau. Padahal hanya kami bertiga saja. Tapi disaat berangkat dari Desa Bisui sampai ke Pelabuhan Saketa, saya turun dari Kapal Fery dan langsung pulang ke Bisui. Jadi tinggal 2 Ibu saja yang ikut. Tapi ternyata sampai di Bacan, pak Camat juga tidak memperbolehkan Ibu-ibu itu ikut ke Obi, sehingga Anak-anak pada menangis mau pulang ke Bisui bersama dengan Ibu Ustadzah mereka,” jelas salah seorang ibu asal Desa Busui yang tidak menyebut nama, Minggu (5/3).

Ibu asal Desa Bisui itu mengaku bahwa dirinya menyesalkan sikap Camat Gane Timur Tengah Ruslan A Tarim. Ia menilai Ruslan A Tarim telah menggagalkan impian Peserta STQH XXVII Tahun 2023 perwakilan Kecamatan Gane Timur Tengah.

“Padahal semangat Anak-anak itu yang membuat kami sebagai orang tua jadi bangga. Tapi sayangnya, Pak Camat tidak pikirkan soal itu. Melainkan impian Anak-anak putus ditengah Jalan karena sikap Pak Camat,” sesalnya.

Sementara itu, Camat Gane Timur Tengah Ruslan A Tarim saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler membenarkan kejadian tersebut.

“Dibelakang semua ini ada 2 orang Ibu. Mereka ini sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa tidak ada orang tua yang ikut ke Obi. Semuanya serahkan kepada kami. Biarkan kami yang bertanggung jawab ke Anak-anak itu. Tapi alasan mereka hanya ikut sampai di Bacan saja. Sampailah di Pelabuhan Fery Bacan, sih Ibu ini turun dari Fery langsung bawa semua Anak-anak tanpa sepengetahuan saya. Disitu saya langsung marah, saya meminta ke mereka, kalau mau bawa Anak-anak, bawa anaknya saja. Saya tidak mau bertanggung jawab karena saya mau ikut kegiatan di Kecamatan Obi,” terang Ruslan.

Camat Gane Timur Tengah itu juga mengaku, dari 8 peserta, hanya 3 peserta diikutsertakan ke STQH XXVI Tahun 2023 Tingkat Kabupaten.

“Ibu itu Pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag), adiknya Kepala KUA Kecamatan Gane Timur Tengah. Kemarin saya sudah dipanggil pak Sekda dan saya juga sudah menghadap Kepala KUA,” akunya.

Meski begitu, dirinya juga mengancam akan melaporkan hal tersebut ke Kemenag Halsel. Sebab kata dia, Ibu dari salah seorang anak itu, saat ini bertugas di KUA Gane Timur Tengah.

“Karena dia Pegawai Kemenag, maka saya akan laporkan dia ke Kemenag supaya dia dipanggil,” tutupnya. (Hardin CN)

Hindari Ricuh, Puluhan Warga Liaro Minta Bupati Halsel Lantik Cakades Pemenang

HALSEL, CN – Puluhan warga Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), meminta Bupati Halsel Usman Sidik dapat meninjau kembali keputusan diskualifikasi terhadap Calon Kepala Desa (Cakades) Pemenang Najarlis Hi Mansur.

Permintaan tersebut ditegaskan melalui aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (27/2/2023) didepan Kantor Inspektorat Halsel.

“Aksi demo kami hari ini adalah pendukung masyarakat yang menuntut hak murni mereka. Karena masyarakat telah memberikan hak suara dan telah memenangkan apa yang menjadi harapan pemimpin mereka,” teriak Koordinator Aksi Ahmad R Adam.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Halsel (AMH) itu menyuarakan, yang kalah tetap kalah, yang memang tetap menang. Maka dari itu, Cakades Pemenang Desa Liaro harus dilantik.

“Kami yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Halsel adalah mempunyai kepentingan yang Satu yaitu yang benar tetap benar, yang menang tetap dilantik dan yang kalah harus diam diri dan tahu diri,” tegasnya.

Meski begitu, Mado sapaan akrab Ahmad R Adam berharap tidak ada gerakan yang dibuat yang pada akhirnya menciptakan polemik sosial di Desa Liaro. Sebab menurutnya, tidak ada Undang-Undang satu pun Negeri ini yang mengatur tentang Cakades yang kalah harus dilantik.

“Hari ini kami datang bukan menantang kekuasaan karena kami pendukung murni Bapak Bupati itu sendiri. Kami mendukung sepenuhnya kebijakan Bupati. Makanya bawahan Bupati jangan memberikan pertimbangan yang tidak rasional. Karena kami tahu, Bupati adalah sosok pemimpin yang prof­esional dan cerdas, sehingga Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades harus bertanggung jawab,” terangnya.

Alumni Mahasiswi Islam Indonesia (HMI) itu kembali menyinggung soal kericuhan dibeberapa Desa tentang penolakan Putusan Pilkades, maka untuk menghindari kericuhan yang sama, Cakades Pemenang Najarlis Hi Mansur harus dilantik menjadi Kades Liaro.

“Masyarakat akan tetap menuntut hak mereka sampai kapan pun. Makanya tolong pak Bupati, yang kalah tetap kalah dan yang menang tetap dilantik. Ini adalah harapan besar kami dari masyarakat Desa Liaro kepada Bapak Bupati,” cetus Mado. (Hardin CN)