HALSEL, CN – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke XXVII Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang akan digelar pada Senin (6/3) besok di Desa Laiwui Kecamatan Obi, sejumlah peserta Perwakilan Kecamatan Gane Timur Tengah diduga kuat dibiarkan terlantar.
Mengapa tidak, dari 8 peserta asal Kecamatan Gane Timur Tengah, hanya 3 peserta yang diikutsertakan ke Pulau Obi. Sementara 5 peserta lainnya dibiarkan terlantar di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur.
Hal ini dijelaskan orang tua peserta yang tidak diakomodir mengikuti STQH XXVII Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kami orang tua dari anak-anak mau ikut untuk dampingi mereka, tapi Pak Camat tidak mau. Padahal hanya kami bertiga saja. Tapi disaat berangkat dari Desa Bisui sampai ke Pelabuhan Saketa, saya turun dari Kapal Fery dan langsung pulang ke Bisui. Jadi tinggal 2 Ibu saja yang ikut. Tapi ternyata sampai di Bacan, pak Camat juga tidak memperbolehkan Ibu-ibu itu ikut ke Obi, sehingga Anak-anak pada menangis mau pulang ke Bisui bersama dengan Ibu Ustadzah mereka,” jelas salah seorang ibu asal Desa Busui yang tidak menyebut nama, Minggu (5/3).
Ibu asal Desa Bisui itu mengaku bahwa dirinya menyesalkan sikap Camat Gane Timur Tengah Ruslan A Tarim. Ia menilai Ruslan A Tarim telah menggagalkan impian Peserta STQH XXVII Tahun 2023 perwakilan Kecamatan Gane Timur Tengah.
“Padahal semangat Anak-anak itu yang membuat kami sebagai orang tua jadi bangga. Tapi sayangnya, Pak Camat tidak pikirkan soal itu. Melainkan impian Anak-anak putus ditengah Jalan karena sikap Pak Camat,” sesalnya.
Sementara itu, Camat Gane Timur Tengah Ruslan A Tarim saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler membenarkan kejadian tersebut.
“Dibelakang semua ini ada 2 orang Ibu. Mereka ini sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa tidak ada orang tua yang ikut ke Obi. Semuanya serahkan kepada kami. Biarkan kami yang bertanggung jawab ke Anak-anak itu. Tapi alasan mereka hanya ikut sampai di Bacan saja. Sampailah di Pelabuhan Fery Bacan, sih Ibu ini turun dari Fery langsung bawa semua Anak-anak tanpa sepengetahuan saya. Disitu saya langsung marah, saya meminta ke mereka, kalau mau bawa Anak-anak, bawa anaknya saja. Saya tidak mau bertanggung jawab karena saya mau ikut kegiatan di Kecamatan Obi,” terang Ruslan.
Camat Gane Timur Tengah itu juga mengaku, dari 8 peserta, hanya 3 peserta diikutsertakan ke STQH XXVI Tahun 2023 Tingkat Kabupaten.
“Ibu itu Pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag), adiknya Kepala KUA Kecamatan Gane Timur Tengah. Kemarin saya sudah dipanggil pak Sekda dan saya juga sudah menghadap Kepala KUA,” akunya.
Meski begitu, dirinya juga mengancam akan melaporkan hal tersebut ke Kemenag Halsel. Sebab kata dia, Ibu dari salah seorang anak itu, saat ini bertugas di KUA Gane Timur Tengah.
“Karena dia Pegawai Kemenag, maka saya akan laporkan dia ke Kemenag supaya dia dipanggil,” tutupnya. (Hardin CN)











Komentar