Kasus Bank Saruma, Polres Halsel Bakal Panggil Lagi Aswin Adam dan Saksi Lain Untuk Pemeriksaan Kedua

HALSEL, CN – Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), bakal melakukan pemanggilan lagi kepada Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Halsel, Awsin Adam.

Aswin Adam dipanggil untuk pemeriksaan kedua kalinya sebagai Saksi dalam kasus Kredit Macet Rp 15 Miliar BPRS Saruma.

“Kemarin sudah agendakan pemanggilan, tapi yang bersangkutan tidak bisa hadir,” tegas Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Aryo Dwi Prabowo saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (25/7/2023).

Sebenarnya, kata Kasat Reskrim Polres Halsel, Selasa Juni 2023 ini merupakan jadwal pemeriksaan terhadap Aswin Adam, namun ditunda karena Penyidik Reskrim sedang mengikuti kegiatan di Kota Ternate.

“Kami buat pemanggilan lagi, tapi kebetulan Kanit Tipikor Penyidik sedang kegiatan di Kota Ternate. Jadi kita jadwalkan ulang. Tunggu mereka balik dulu,” ujarnya.

Selain Aswin Adam, pihaknya juga bakal memanggil Saksi lain untuk diperiksa dalam kasus Bank Saruma tersebut.

“Ibu Leni juga dijadwalkan Minggu ini, kemarin kan yang bersangkutan sampaikan masih diluar Kota. Makanya rencananya semua di Minggu ini dipanggil,” tutupnya. (Hardin CN)

Jonathan Pata Pata Bantah Ngamuk di Indomaret dalam Kondisi Mabuk 

HALTENG, CN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), Jonathan Pata Pata membantah keras atas tudingan dirinya membuat keonaran dalam kondisi mengkonsumsi Minum Keras (Miras).

Seperti video yang beredar di Media Sosial (Medsos), Jonathan Pata Pata dituding mabuk berat sambil mengamuk didalam Toko Indomaret di Desa Lelief hingga terjadi caci-maki kepada karyawan Indomaret.

“Saya kecewa atas kejadian di Video yang beredar semalam. Karena mereka tidak tahu masalah yang sebenarnya,” aku Yonathan, Sabtu (29/7/2023).

Meski begitu, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu membenarkan bahwa di dalam video yang sudah tersebar itu adalah video aksinya dirinya melakukan aksi protes terhadap pihak Indomaret.

“Video yang beredar itu, Video aksi protes saya terhadap pihak Indomaret yang mengabaikan saran saya yang meminta pihak Indomaret agar buat saluran air. Karena kalau hujan deras, Rumah saya tergenang air,” tutupnya. (Abi CN)

DPRD Halsel Desak Polisi Tes Urine Semua Ladies, Termasuk Pemilik Cafe Bungalow

HALSEL, CN – Setelah seorang pria berinisial FM (33) ditangkap Kepolisian Resor Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dilingkungan Cafe Bungalow di Desa Marabose Kecamatan Bacan atas dugaan kuat sebagai pengedar Narkoba jenis Narkotika Psikotropika dan Prekusor Golongan IV pada Senin (24/7/2023), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel mendesak Kepolisian untuk melakukan tes Urine kepada pemilik Cafe Bungalow, Ton San.

“Tidak ada alasan. Apakah pelaku pengedar Narkoba itu tinggal disitu atau tidak, yang jelasnya penggeledahan terjadi di tempat kos pemilik Cafe. Jadi pihak pengelolah pasti tahu, tidak mungkin serta merta barang ada disitu,” jelas Wakil Ketua Komisi II DPRD Halsel, M. Junaidi Abusama saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (27/7).

Menurut dia, pemeriksaan Urine terhadap siapa saja yang dekat dengan pelaku, termasuk semua Ladies yang ada di Halsel. Itu harus menjadi prioritas Polisi untuk membongkar jaringan pemakai Narkoba di Halsel.

“Harus ditutup tidak ada toleransi karena ini sudah terbukti dan pihak kepolisian kami minta segera memeriksa pemilik Cafe, tidak ada alasan itu,” tegasnya mengakhiri. (Hardin CN)

Beraktivitas di Pelabuhan Weda, PT Tal Tak Kantongi Izin PMKU

HALTENG, CN – PT Tal selaku usaha bongkar muat kargo Kontainer di Pelabuhan Laut Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ternyata selama beraktivitas, tanpa mengantongi izin resmi atau dokumen Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha (PMKU).

Anehnya, selama PT Tal menjalankan aktivitas bongkar muat, tidak mendapat teguran dari petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Weda.

“Selama ini mereka tidak ada Dokumen PMKU, tapi aktif beraktivitas di Pelabuhan ini. Sementara petugas di sini juga diam seakan-akan PT Tal ini sudah ada dokumen PMKU,” ungkap salah seorang warga yang enggan namanya dipublis kepada media ini, Rabu (26/7/2023).

Terpisah, Petugas Pemroses Data Bina Usaha Angkutan Laut, Halil menjelaskan, untuk saat ini, PT Tal dalam proses pengurusan berkas membuka Kantor Cabang. Untuk Kantor pusatnya, Halil bilang ada di Kota Surabaya.

“Kemarin kami sudah panggil pihak PT Tal untuk melengkapi persyaratan-persyaratan karena kami akan melakukan penertiban. Jadi sementara ini, mereka dalam pengurusan membuka Kantor Cabang disini,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala KUPP Kelas III Weda, Febrianto D. Iskandar masih dalam upaya konfirmasi. (Abi CN)

Dugaan Pencabulan di Ponpes, Kasat Reskrim Polres Halsel: Terlapor Tidak Mengakui

HALSEL, CN -Kasus dugaan pencabulan sejumlah Santriwati di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang diduga kuat dilakukan oknum Pimpinan Ponpes berinisial AU masih dalam tahapan proses penanganan aparat Polres Halsel.

“Kemarin kita sudah gelarkan dengan Kapolres. Jadi tinggal menunggu Ahli Psikologi, nanti atur jadwal sama Ahli Psikologi bersama korbannya untuk pemeriksaan psikologi,” jelas Kasat Reskrim Polres Halsel, IPDA Aryo Dwi Prabowo saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (25/7/2023).

Pasalnya, pihaknya mengaku sudah koordinasi dengan Penyidik Polda Malut untuk menghadirkan Ahli Psikologi. Selanjutnya, kata Aryo Dwi Prabowo, pemeriksaan Saksi Ahli Hukum Pidana.

“Jadi nanti dari Saksi Ahli Hukum Pidana bilang masuk unsur baru kita naikkan ke Tahap Penyidikan. Karena kemarin itu kita kurang Alat Bukti, Saksi pun tidak melihat, keluarga korban juga nanti di Bulan Mei baru melaporkan, sementara kejadiannya terjadi di Bulan April,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa korban dan pelaku sudah selesai diperiksa. Namun pelaku tidak mengakui perbuatannya.

“Dari Terlapor tidak mengakui. Kita juga kurang Alat Bukti karena hanya keterangan dari korban saja. Makanya kita cari Jalan lain yaitu kita melakukan pemeriksaan psikologi,” tutup Kasat Reskrim Polres Halsel. (Hardin CN)

Kembali Realisasi PPM, PT Smart Marsindo Serahkan Long Boat ke Warga Gebe

HALTENG, CN – PT Smart Marsindo kembali merealisasikan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2023 dengan menyerahkan bantuan satu Unit Perahu Long Boat. Bantuan ini bertujuan membantu transportasi laut masyarakat Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut) khususnya masyarakat Desa Umyal, Pulau Yoi, yang letaknya terpisah dari Pulau Gebe.

Bantuan 1 Unit Long Boat dilengkapi 4 Buah Mesin 40 PK diserahkan langsung kepada Bupati Halteng dan dihadiri Kapolres, Kodim 1512/Weda, Pemerintah Kecamatan dan juga Kepala-kepala Desa beserta masyarakat Pulau Gebe.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Smart Marsindo, Shanty Alda Nathalia mengatakan, realisasi program ini bertahap dan dilihat tingkat urgensinya bagi masyarakat.

“Kami telah mengetahui dari hasil pertemuan dengan para Kepala Desa, Pemerintah Kecamatan dan juga Stakeholders lain bahwa masih banyak permasalahan ekonomi, pendidikan dan kesehatan di Pulau Gebe. Dan hal ini penting bagi kita selaku pengusaha Tambang dan masyarakat bersatu padu saling mendukung guna menyelesaikan setiap permasalahan yang ada,” ujarnya, Senin (24/7).

“Kami tentu mengucapkan banyak terima kasih atas support dan dukungan masyarakat atas keberadaan kami di sini. Dan atas itulah kami teguhkan komitmen untuk tidak hanya mencari keuntungan semata melainkan bisa mengembangkan daerah serta turut membantu yang menjadi kepentingan umum bagi masyarakat,” tambah Shanty.

Shanty yang juga berstatus Ibu Rumah Tangga (IRT) itu pun membagikan 150 Buku pedoman masak kepada Ibu-ibu Posyandu guna pencegahan Stunting bagi anak yang masuk kategori usia emas yakni 1-5 Tahun.

“Dengan harapan, semoga asupan gizi terpenuhi bagi anak-anak kita,” harapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Halteng, Ikram M Sangadji dalam sambutannya memberikan mengapresiasi kepada PT Smart Marsindo yang benar-benar melaksanakan komitmen PPM.

“Pada prinsipnya, kita akan terus membantu dan memberikan support kepada pengusahan Tambang yang benar-benar berkomitmen dalam mengembangkan Daerah ini. Kalau tidak berkomitmen, segera angkat kaki dan tinggalkan Daerah ini,” tegasnya.

Ikram juga mengingatkan pihak Perusahaan Tambang lainnya agar dalam menyalurkan bantuan penting untuk berkoordinasi dengan Pemerintah.

“Agar teratur dan juga terukur, sehingga tidak terjadi tumpang tindih karena akan berakibat konfik di masyarakat. Selain itu, koordinasi juga menjadi hal penting bagi kami Pemerintah untuk menjadi data dalam penyusunan program-program kerja berikutnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, Tahun depan, APBD Halteng diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi Rp 2 Triliun. Salah satu penyumbang atas peningkatan APBD adalah sektor pertambangan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 13:00 WIT itu dilaksakan di wilayah Pelabuhan Perikanan Pulau Gebe. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan 1 unit Long Boat dengan 4 Mesin 40 PK dari Direktur Utama PT Smart Marsindo kepada Pj Bupati Halteng. (Abi CN)