Ini 10 Alasan Kenapa Memilih Usman-Bassam di Pilkada Halsel 9 Desember 2020

HALSEL, CN – Menjelang Pemelihan Kepala Daerah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) pada 9 Desember mendatang, maka semua masyarakat wajib mengetahui dan mengenal setiap Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati.

Oleh karena itu, Hatim Kailul selaku Sekertaris Tim Sukses Usman-Bassam memperjelaskan terkait dengan sosok Paslon Usman-Bassam serta Visi-Misi untuk masyarakat Halsel.

Berikut sosok Paslon Usman-Bassam:

  1. Usman-Bassam sosok pemimpin muda mempunyai konsep yang matang.
  2. Usman-Bassam mempunyai visi dan misi yang pro rakyat kecil.
  3. Usman-Bassam pemimpin pemersatu.
  4. Usman-Bassam komitmen memberikan trobosan baru sektor infrastrus dan sosial ekonomi.
  5. Usman-Bassam berkomitmen menjadikan halsel sebagai daerah unggulan dalam bidang penanganan kesehatan dan pendidikan.
  6. Usman-Bassam berkomitmen bangun infrastruktur pendidikan berbasis digital.
  7. Usman-Bassam mendorong pemberdayaan Ekonomi kerakyatan, sektor pertanian dan perikanan.
  8. Usman-Bassam Berkomitmen menciptakan lapang kerja bagi kaum muda, dengan mengakomudir 90% putra putri daerah Halmahera Selatan.
  9. Usman Bassam mendorong bakat kaum muda sektor olaraga agar halsel melahirkan atlet potensial yang bisa bersaing skala nasional mau internasional.
  10. Usman-Bassam memastikan lakukan reformasi birokrasi guna mempercepat dan membenahi biroksi yang tumpang tindi kinerjanya.

GACO (Gerakan Coblos) No 2. (Red/CN)

Debat Perdana, Usman-Bassam Tampil Rileks dan Kuasai Panggung

HALSEL, CN – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Nomor urut 2, Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) terlihat sangat menguasai visi dan misinya. Hal itu terlihat dari penyampaian visi dan misi saat tampil di acara Debat Publik Tahap I, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halsel 2020, yang berlangsung di Ruang Aula DPRD Halsel, Sabtu (18/10/2020) yang dilaksanakan KPU Halsel.

Pantauan media ini, selama Debat berlangsung, Paslon Usman-Bassam terlihat merakyat dan Rileks.

Di sesi Debat, Paslon Usman-Bassam menyampaikan Visi-Misi tersebut terlihat dengan tenang dan percaya diri menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari kandidat lain. Bahkan Paslon Usman-Bassam sangat menguasai panggung.

Saat penyampaian Visi-Misi, salah satu program Paslon Usman-Bassam adalah, jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Halsel, maka setiap saat akan melakukan kegiatan berkunjung ke tiap Kantor Camat yang ada di Kabupaten Halsel.

“Kami bakal turun di setiap Kantor Camat, dengan tujuan untuk memastikan kinerja Pemerintahan di tiap Kecamatan itu berjalan dengan baik terhadap masyarakat,” ujar Usman.

Karena kata Usman, jika melakukan program turun disetiap Kecamatan. Maka selaku Bupati dan Wakil Bupati dipastikan sudah tahu betul apa yang butuhkan oleh masyarakat.

“Jadi jika kami terpilih sebagai Pemimpin Daerah, kami bisa tahu semua terkait dengan kebetuhan masyarakat, baik itu dari segi Pendidikan, Kesehatan, maupun yang lainnya,” tegas Usman.

Sementara itu, Bassam Kasuba menyampaikan bahwa, jika melakukan pengawasan setiap saat di Kantor-kantor Kecamatan agar tidak lagi hanya menunggu laporan dari Kecamatan ataupun dari Desa.

“Apa yang harus kita harapkan situasi di Halmahera Selatan. Karena situasi di Halmahera Selatan ada sebagain Daerah-daerah yang belum tersentuh dengan Listrik, kemudian penyedian Air Bersih dan Rumah Layak Huni itu masih sangat kurang. Sehingga kami berkunjung ke tiap Kantor Camat di Kabupaten Halmahera Selatan bukan berarti kami punya kursi sendiri di Kantor Camat tapi bagaimana saya dengan Pak Usman akan membagi tugas untuk berkeliling di Kantor Camat untuk memastikan bahwa pelayanan prima yang kita inginkan bersama untuk masyarakat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan karena bagaimanapun pelayanan dasar yang seperti pembuatan KTP dan lain-lain atau administrasi bisa kita sediakan langsung di Kecamatan jadi tidak perlu lagi di Ibu Kota,” tukas Bassam. (Red/CN)

Visi-Misi Wartawan Senior Usman Sidik Sebagai Cabup Halsel Dinilai Harumkan Nama Profesi

HALSEL, CN – Pasang Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) periode 2021-2026 diapresiasi atas Visi-Misi yang telah lontarkan tadi malam di Debat Publik, Sabtu (17/10/2020) di gelar di Ruang Aula DPRD Halsel yang dilaksanakan KPU Halsel.

Mendengar Visi-Misi yang disampaikan, Kedua Pimpinan Media, Asbur Abu dan Irfan Abdurahman merasa bahwa Cabup Usman Sidik sudah mengharumkan nama profesi yang dimiliki yaitu Jurnalis atau Wartawan. Sebab, kata ke dua Pimpinan media itu, bahwa Usman Sidik adalah satu Jurnalis senior yang kurang lebih 20 Tahun menjadi wartawan di RCTI itu sudah mengaharumkan nama profesi Wartawan.

Usman Sidik adalah salah satu wartawan yang beranikan diri bertarung di Pemelihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tahun 2020. Oleh karena itu, Pimpinan Media, Asbur Abu mengaku bahwa dengan Visi-Misi dan niat baik dari Usman Sidik yang jika terpilih sebagai Bupati Halsel, Usman bakal membuat Daerah Kabupaten Halsel menjadi Daerah berkembang, itu artinya Asbur bilang Usman sebagai Jurnalis senior sudah mengharumkan nama profesi Wartawan.

“Jujur saja, semalam saya mendengar Visi-Misi yang beliau (Usman Sidik) sampaikan ke Publik itu saya merasa bangga karena biar bagaimanapun Beliau adalah orang baik dan beliau juga salah satu wartawan senior kami,” ungkap Asbur sambil tersenyum, Minggu (18/10/2020).

Pimpinan media itu menceritakan, selama mekarnya Kabupaten Halsel Tahun 2003-2004 belum pernah wartawan senior yang beranikan diri untuk bertarung sebagai Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati.

“Ini pertama kali ada wartawan yang bertarung sebagai Calon Bupati, khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan, jadi kami sebagai wartawan junior sudah pasti merasa bangga dan apresiasi atas niat baik wartawan senior Pak Usman Sidik maju bertarung sebagi Calon Bupati demi Perubahan Halmahera Selatan,” tukasnya.

Sementara itu, Irfan Abdurahman yang juga wartawan junior yang saat ini melakukan peliputan di Kabupaten Halsel juga menyampaikan, sebagai wartawan junior ia memberikan apresiasi terhadap niat baik seorang wartawan senior (Usman Sidik) yang ingin mengabdikan diri untuk melayani masyarakat Halsel.

Menurutnya, Visi-Misi yang disampaikan pasangan Nomor Urut 2, Usman-Bassam sangatlah menyentuh kebutuhan masyarakat dan jika amanah itu diberikan kepada ke dua putra terbaik Halsel untuk berbuat.

“Pengalaman H. Usman Sidik didunia jurnalis yang peka terhadap sosial, ini tentunya sangat paham benar apa yang telah ditemukan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat saat melakukan kampanye di zona 2, Makian-Kayoa dan Gane. Maka dipastikan mereka akan melakukan yang terbaik demi masyarakat,” tutup Irfan. (Red/CN)

Pasar Modern Labuha Mau Ditutup, Anggota DRPD Fadila Mahmud Sesalkan Kebijakan Pemda Halsel

HALSEL, CN – Prestasi Kepala Desa Labuha kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Badi Ismail pantas di apresiasi semua pihak di Kabupaten Halsel. Pasalnya, yang bersangkutan hanya mengandalkan sumber Dana dari Dana Desa Labuha setiap Tahun sekitar 1 miliyar lebih. Namun mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Labuha dan berefek positif pada masyarakat Desa lainnya.

Program kegiatan dalam mendorong sektor ekonomi perdagangan di Desa labuha yang bersumber dari Dana Desa (DDS) itu dilakukan Kades Labuha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan cara membangun Pasar Moderen Labuha yang sementara di gunakan para pedagang untuk berjualan, sehingga ketika pemerintah Daerah (Pemda) Halsel merelokasi para pedagang dari Pasar Tembal ke pasar Tuwokona tapi  pasar Labuha tetap beroperasi seperti biasa.

Namun sampai saat ini, Pemda Halsel bersikeras terhadap Pasar Modern yang bangun Kades Labuha tersebut harus ditutup dan diarahkan semua pedagang harus berjualan di Pasar Saruma Central Bisnis yang bangun Pemda Halsel yang terletak di Desa Twokona Kecamatan Bacan Selatan itu  dikeluhkan para pedagang Bawang Rica Tomat (Barito) dan penjual ikan di Pasar Ikan.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Halsel, Fadila Mahmud dari Partai Nasdem menyampaikan, seharunya Pemda Halsel tidak bisa mengambil kebijakan seperti itu karena menurut Fadila, Kades Labuha, Badi Ismal sudah berupaya untuk membangun Pasar Modern Labuha dengan Anggaran yang begitu besar. Bahkan mencapai Milyaran Rupiah dari pengelolaan BUMDes demi kesejahteraan Rakyat.

“Seharusnya Pemerintah itu mendorong, karena Pasar Modern Labuha itu banyak manfaatnya terhadap masyarakat yang artinya untuk kesejahteraan masyarakat. Saat saya bersama Pedagang, mereka mengaku sudah berapa kali di usir oleh  Pemda dan kemudian ketika jualan mereka sudah di bawa ke atas di Pasar Tuwokona itu tidak ada yang mau beli karena jauh. Ada juga satu ibu-ibu pedagang dari Desa Marabose dia harus bawa jualannya ke atas di Pasar Twokona, tapi kasiang setelah mereka berjualan dan pulang itu dengan biaya yang begitu besar karena harus bayar  angkutan yang begitu jauh dari Pasar di Desa Tuwokona dan  Marabose dengan senilai kurang lebih Rp 60.000.,” katanya kepada wartawan cerminnusantara.co.id saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler, Minggu (18/10/2020).

Sementara itu, ketika ditanya terkait dengan Pasar Modern Labuha yang dipersoalkan Pemda menyangkut dengan ijin dan lain sebagainya, anggota DPRD dari Fraksi Dasdem Halsel itu mengaku bahwa ia sangat menyesalkan atas sikap  Pemda karena ia mengatakan bahwa dari awalnya proses berdirinya pembangunan Pasar Modern Labuha. Kenapa dari pihak Pemerintah tidak melarang? Jadi menurutnya Pemerintah tidak seharusnya mengambil kebijakan seperti itu karena Pembangunan yang dibangun tersebut sudah menguras anggaran Ratusan Juta Rupiah. Bahkan Milyaran Rupiah.

Jadi semestinya, Lanjut Fadila, Pemda Halsel    harus membuat pasar juga ditempat-tempat yang strategis. Oleh karena itu, Fadila selaku angggota DPRD Halsel dari Fraksi Nasdem mewakili para pedagang menyesalkan dengan sikap Pemda yang sudah memaksakan untuk menutup Pasar Modern Labuha, agar semua pedagang harus pindah dan berjualan di Pasar Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan.

“Kasiang, kita ini makan dan minum karena pedagang yang berjualan. Tapi kenapa Pemerintah harus memperlakukan mereka seperti itu? Mereka berjualan di Pasar Modern Labuha karena dekat dan menghemat biaya sementara di Pasar yang terletak di Desa Tuwokona sangat jauh soal Biaya transportasi mereka setiap hari itu yang pastinya sangat mahal, jadi hal itu yang harus kita fikirkan selaku Pemerintah di kabupaten Halmahera Selatan,” tutupnya. (Red/CN)

Debat Kandidat, Usman-Bassam Sebut Pulau Obi Layak Jadikan Status Jalan Strategis Nasional

HALSEL, CN – Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) periode 2021-2026, yakni Calon Nomor urut 1, Helmi Umar Muchsin-La Ode Arfan dan Pasangan Calon Nomor 2, Usman Sidik-Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) adu Visi-Misi dalam acara Debat Publik Tahap I digelar di Ruang DPRD Halsel yang dilaksanakan Komisi Pemelihan Umum (KPU) Halsel yang juga disiarkan langsung melalui RRI Ternate, Sabtu (17/10/2020) malam.

Dalam kesempatan itu, Paslon Nomor urut 2, Usman-Bassam terlihat sangat merakyat dan Rileks saat menyampaikan Visi-Misi. Bahkan Paslon Usman-Bassam juga sangat tenang dan percaya diri ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari Kandidat lain.

Usman Sidik selaku Calon Bupati Halsel menjelaskan terkait dengan 4 status jalan. Diantaranya, Jalan Kabupaten, Jalan Provinsi, Jalan Nasional dan Jalan Strategis Nasional.

Dari 4 Status jalan tersebut. Usman Sidik menyampaikan bahwa jalan yang ada di Kabupaten Halsel, salah satu di Pulau Obi. Usman mengatakan, jalan di Pulau Obi sangat layak untuk dijadikan sebagai status strategis jalan nasional. Sebab, kata Usman, di Pulau Obi adalah Daerah Industri. Dimana, Peraturan Kementerian PU ada 2, Sentra Ekonomi Khusus mendapatkan status jalan strategis Nasional.

Usman menjelaskan, Pulau Obi adalah Daerah yang bukan ekonomi khusus. Tapi Daerah Industri yang layak mendapatkan status Pembangunan jalan Strategis Nasional, semenjak industri itu berlangsung yang sampai saat ini belum dilakukan.

“Maka dari itu, harus melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten dengan pihak Balai karena jalan yang di Pulau Obi sangat layak untuk dijadikan status jalan strategis Nasional, bukan jalan nasional karena status jalan itu ada 4. Diantaranya, Jalan Kabupaten, Jalan Provinsi, Jalan Nasional dan Jalan Strategis Nasional,” jelas Usman saat sesi pemaparan Visi-Misi.

Selain itu, Usman juga menyinggung terkait dengan jalan yang ada di Pulau Makian, oleh karena itu, Usman menegaskan, seharusnya Pemerintah mengusulkan Pulau Makian yang selama ini tidak mampu dibiayai melalui APBD Kabupaten maupun Provinsi. Maka Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi harus saling kerja sama untuk mengusulkan agar ditetapkan menjadi Daerah rawan bencana.

“Strategi seperti itu yang harus memang kita lakukan, agar Jalan di Pulau Makian bisa di bangun dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bassam selaku Calon Wakil Bupati Halsel menyampaikan, walaupun status jalan tersebut adalah jalan Provinsi, namun ia mengatakan, jika bukan wewenangnya Kabupaten, tapi kalau menjadi seorang pemimpin Daerah maka harus punya keinginan besar dengan cara bisa melobi ataupun menggunakan koneksi yang dimiliki untuk bisa merubah situasi ditengah-tengah masyarakat.

“Kalau kita berbicara Pemerintahan yang berfikir tentang wewenang kita saja dan berdiam diri dan posisinya dengan kondisi yang ada, kapan Daerah kita bisa berkembang? Padahal, seperti yang kita ketahui Anggaran yang besar itu beradanya di Pusat, jadi tinggal bagaimana kita sebagai Pemerintah Daerah mempunyai keinginan yang kuat untuk bisa melobi ke Pusat demi Perubahan Halmahera Selatan,” pungkas Bassam. (Red/CN)

Hujan Lebat Selama Dua Hari, Sejumlah Desa di Kecamatan Obi Tergenang Air

HALSEL, CN – Intensitas hujan yang sangat tinggi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), dari kemarin (16/10/2020) hingga siang ini, membuat Desa Jikotamo Timur dan Desa Laiwui tenggelam sekitar 1 hingga 1.5 meter, akibat dari luapan air dari Drainase.

Drainase yang di bangun BPBD Halsel dengan ukuran tinggi 1 M lebar 90 Cm, sudah pernah di tolak oleh masyakarat Desa Laiwui. Pasalnya, proyek tersebut. Menurut masyarakat akan membawa dampak pada penanganan banjir. Sebab, berada pada posisi pendalaman banjir serta terdapat Daerah rawa karena mengandung debit air yang begitu besar seketika terjadi banjir.

Dari akibat Drainase dengan ukuran yang tidak sesuai, maka air dapat meluap hingga menggenangi rumah warga di lingkungan RT. 03 dan RT. 02 Dusun Turi Desa Laiwui Kecamatan Obi.

Salah seorang warga Desa Laiwui yang enggan di korankan namanya kepada wartawan cerminnusantara.co.id menyampaikan bahwa, masyakarat Dusun Turi sudah pernah mengajukan keberatan kepada pihak BPBD Halsel. Saat itu, di falisitasi Pemerintah Kecamatan Obi. Dalam hal ini, Camat Abukarim Latara dan Kades Laiwui pada waktu rapat bertempat di Kantor Camat.

“Hal ini sudah mendapat kesepakatan dan sudah di buat surat dengan Nomor 140/303/DL-KO/VI/2020. Tanggal 29 juni 2020. Dalam hal, kami masyarakat Laiwui meninta agar BPBD Halsel segera meninjau kembali pembangunan,” terangnya.

Lanjut dia, surat tersebut sudah di kirim ke Kadis BPBD di Labuha karena Kades langsung yang menyurat. Tetapi, pembangunannya tetap jalan, tidak ada perubahan.

“Tapi apa yang terjadi? Lihat hujan selama dua hari saluran tidak bisa tampung air terus meluap masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Di Desa Jikotamo pun demikian, akibat hujan selama Dua hari, luapan air menggenangi rumah warga di lingkungan Dusun Timur.

Oleh karena itu, Masyarakat berharap dengan adanya kondisi ini, Pemerintah Halsel agar bisa prioritaskan pembangunan Drainase di Desa Jikotamo dan Desa Laiwui Kecamatan Obi. (Red/CN)