Paslon Usman-Bassam Gelar Kampanye di Kecamatan Bacan Timur, Masyarakat Dihimbau Jangan Salah Pilih Pemimpin

HALSEL, CN – Kampanye Putaran kedua Pasangan Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hi. Usman Sidik di Zona Satu (1) Kecamatan Bacan Timur disambut meriah ribuan simpatisan Pendukung Paslon Usman-Bassam. Pasalnya, kampanye Calon Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik tersebut tepatnya di Dua titik. Diantaranya Desa Bori dan Wayamiga.

ampanye Usman Sidik didampingi langsung Ketua DPD PAN Halsel, Masnyur Fatah, Ketua DPD Partai Berkarya Ikbal Fatah, Ketua Fraksi PKB Safri Talib dan Sekertaris PKB, M Yunus Nazar
Muham Kadam serta Tim Relawan.

Ketua DPD PAN Mansyur Fatah dalam Siloloa politiknya menghimbau, masayarakat Desa Bori dan Babang agar jangan salah memilih pemimpin. Sebab, selama 15 Tahun Halsel tidak terlihat nampak wajah Kota.

“Untuk itu, masayarakat jangan salah menentukan pilihan kalian karena kemajuan Halmahera Selatan sangat tertinggal jauh. Bila di bandingkan dengan Daerah lain,” imbuh Mansur Fatah, Sabtu (5/12/2020).

Culen mengajak kepada masayarakat Desa Bori dan Wayamiga tidak perlu mendengar ocehan atau fitnah yang sengaja di mainkan Kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. Sebab katanya, kehadiran Paslon ini atas Doa keluarga besar Usman -Bassam yang selama 15 Tahun ini dinantikan.

“Karena Calon Bupati dan wakil Bupati kita Usman-Bassam ini tidak tergoya dengan Fitnah tersebut. Tugas keluarga besar Hi. Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba terus mendoakan agar di Tanggal 9 Desember kita antarkan kedua Putra terbaik Halsel ini sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya.

Sementara itu, Cabup Hi. Usman Sidik dalam Siloloa politiknya mengimbau kepada masyarakat Desa Bori dan Wayamiga di Tanggal 9 Desember nanti jangan lupa datang ke TPS untuk menentukan pilihan.

“Kami dari Pasangan Usman-Bassam dan seluru Tim Koalisi tidak memaksakan masyarakat untuk memilih karena kami tahu betul masyarakat Desa Bori dan Desa Wayamiga khususnya masyarakat Halsel sudah tahu benar. Dimana pemimpin yang layak untuk memimpin Kabupaten Halsel dengan baik,” kata Usman.

Usman Sidik kembali menegaskan, Halsel sudah layak menjadi Kota dan patut di akui Kabupaten-kabupaten lain.

“Padahal Kabupaten Halmahera Selatan sangat memiliki potensi ekonomi dan sumber daya yang sangat besar, laut kita kaya, daratan kita kaya. Maka seharusnya Kota Saruma perlu di desain dengan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya,” tutupnya. (Red/CN)

Ciptakan Kerumunan, Bupati Halsel Terancam Dilaporkan ke Mendagri

HALSEL, CN – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Safri Talib menyesalkan tindakan Bupati Halsel, Bahrian Kasuba yang cenderung mengabaikan dengan adanya virus Corona (Covid-19).

Padahal Safri bilang, Bupati Halsel Bahrain Kasuba saat ini, masih dalam dugaan positif Covid-19.

“Seharusnya selaku Bupati harus ingat bahwa ini merupakan masalah menyangkut jiwa manusia yang tidak bisa ditawar dengan alasan apapun,” imbuh Safri kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Meski begitu, Ketua Bapemperda DPRD Halsel itu juga mengatakan, seorang Bupati harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukan malah melaksanakan Kunjungan Kerja hingga terjadinya Kerumunan massa.

“Sesuai Instruksi Presiden kan sudah jelas, mengimbau masyarakat agar tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Nah ini yang kita sayangkan ada Bupati yang bertingkah. Bahkan Bupati-Nya yang melanggar,” kesal Safri.

Safri bilang, sebelumnya pada saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Keuangan dan Persetujuan Pengesahaan APBD 2021, Bupati tidak hadir dengan alasan sakit. Hal ini yang disampaikan langsung Wakil Bupati, Iswan Hasjim saat Paripurna. Namun kenyataannya, kata Safri, Bupati Bahrain malah melakukan Kunjungan Kerja di wilayah pulau Makian-Kayoa dan Gane.

“Sikap ini sangat di sayangkan, maka sebagai anggota Pansus Covid-19 DPRD Halsel, saya meminta kepada Satgas Covid-19 atau pihak Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terkait sikap saudara Bupati yang sengaja mengabaikan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19. Padahal kita tau bersama yang bersangkutan adalah Ketua Tim Satgas Covid-19 Halsel,” tegas Safri.

Lanjut Safri, selain itu, ia melihat vidio yang bereder ketika Bupati Bahrain melakukan pertemuan di salah satu Desa di Kecamatan Gane tidak ada protokol Covid-19 sama sekali. Warga yang hadiri itu berkerumun dan tidak ada yang menggunakan masker.

“Seorang Bupati ketika melakukan kunjungan kerja harus ada protokolnya dan harus sesuai protokol Covid-19. Tindakan ini benar-benar keliru dan sudah seharusnya di tindak tegas,” pintanya.

Menurutnya, penanganan dan pencegahan itu tidak ada pembatasan. Maka, kepada siapa saja yang melanggar wajib di tindak.

“Contohnya, ketika ada penertiban masker di jalan umum, kalau ada warga yang tidak pakai masker pasti di beri hukuman oleh TNI-POLRI dan Satpol PP. Sekarang ketika Bupati melanggar seperti ini siapa yang menindak, bagi saya ini contoh yang tidak baik sebagai seorang Kepala Daerah,” jelasnya.

Ia juga mengaku, pihaknya akan melaksanakan Rapat internal membicarakan hal tersebut. Safri menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020. Isinya, meminta Kepala Daerah untuk menjadi teladan mematuhi protokol kesehatan.

Maka, Ada sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Kepala Daerah yang melanggar, paling berat berupa pemberhentian dari jabatannya. Sesuai dengan Pasal 67 huruf b dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Sedangkan, Pasal 67 huruf b berbunyi, Kepala Daerah wajib mentaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan. Sedangkan Pasal 78 berbunyi, Kepala Daerah berhenti karena tiga hal, yaitu meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan.

“Jika memang pelanggaran, wajib di proses. Kami akan meminta pimpinan DPRD Halsel untuk melaporkan hal ini ke Mendagri,” akunya.

Selain itu juga, kegiatan pertemuan yang sempat di rekam itu terdengar ada teriakan Nomor 1 dan ada juga bahasa yang di sampaikan Bupati soal 1 minggu yang cenderung ada kampanye terselubung yang dilakukan Bupati. Oleh karena itu, Safri kembali menegaskan, yang diketahui bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan Pemerintahan.

“Saudara Bupati Halsel Bahrain Kasuba berjalan dengan menggunakan uang Daerah dan beliau juga bukan sebagai Tim Sukses atau Jurkam dari Pasangan Calon. Maka kami akan laporkan hal ini ke Bawaslu, biar ada tindakan tegas,” tutupnya. (Red/CN)

Disela-Sela Blusukan, Cabup Usman Sidik Sampaikan Pesan Damai

HALSEL, CN – Kontestasi pilkada Halmahera Selatan (Halsel) selalu menjadi Sorotan di Jajirah Maluku Utara. Bukan Halsel Namanya jika Daerah yang satu ini selalu di perbincangkan, mulai dari politik fitnah, hujatan dan hinaan selalu di mainkan.

Namun, Calon Bupati Halsel Hi Usman Sidik menyampaikan pesan damai bahwa berbeda pilihan dalam pesta demokrasi merupakan hal yang biasa, tapi menjaga hubungan persaudaraan itu jauh lebih penting.

“Beda pilihan dalam Demokrasi itu biasa, asalkan jangan menjek-jelekan kandidat lain. Mari berpolitik dengan santun dan beretika, agar Pilkada ini berjalan damai,” tutur Usman pada Awak Media disela-sela blusukan, Rabu (2/12/2020).

Selain itu, Hi Usman Sidik juga mengajak kepada masayarakat Hals bahwa di Tanggal 9 nanti jangan lupa menggunakan masker dan jaga jarak.

“Untuk masyarakat Halsel, di tanggal 9 nanti datang ke TPS, jangan lula mengunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” himbaunya. (Red/CN)

Ketua Umum PMII Kota Ternate Sebut Firman La Rudu ‘Rusak’ dan Babullah Cabang Sakit Hati

HALSEL, CN – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut) menegaskan akan memanggil salah satu mahasiswa STIKIP Ternate yang diketahui bernama Firman La Rudu untuk dievaluasi.

Ketua Umum PC PMII Kota Ternate, Musadat Ishak kepada wartawan, Kamis (3/12/2020) menegaskan bakal memanggil salah seorang mahasiswa yang mengaku sebagai Kaders PMII.

“Kebetulan sekarang ini saya tara di Ternate, jadi saya ada suru pengurus panggil yang bersangkutan. Tapi dia dipanggil berdasarkan kelembagaan PMII Kota Ternate. Jadi untuk kasus yang diduga mencermarkan nama baik itu bukan kewenangan saya, tapi itu memang PMII secara kolektif PMII se-Maluku Utara,” kata Ketua Umum PC PMII Kota Ternate melalui via Telepon seluler.

Musadat menilai, statement yang diunggah melalui Media Sosial (Facebook) dengan kata, “PMII Halsel Rusak Total” itu memang kesalahan fatal.

“Bukan PMII yang rusak, tapi dia (Firman La Rudu) yang rusak,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan, kalau mau mengkritik organisasi, bukan dengan cara melalui Medsos seperti yang Firman La Rudu lakukan itu.

“Yang salahnya, kenapa harus buat status di Publik? Sebab, di organisasi itu ada aturan mainnya, bukan malah bumerang buat organisasi di Publik sendiri,” cetus Musadat.

Ketika disinggung soal PMII Cabang Babullah, Ketua Umum PC PMII Kota Ternate itu bilang, ia tidak tahu apa itu Cabang Babullah.

“Kalau dia dari Cabang Babullah, maka harus di pecat dari PMII Kota Ternate,” tukas Musadat. Sembari mengatakan, PMII Kota Ternate melahirkan Cabang-cabang PMII itu yang baik.

“Jadi tidak ada masalah ketika mau mendirikan Cabang yang baru itu tidak apa-apa yang penting harus sesuai dengan mekanisme organisasi melalui Administrasi bukan karena sakit hati itu artinya Cabang Babullah sakit hati, maka Cabang Babullah adalah Cabang ilegal,” tutupnya. (Red/CN)

Cabup Usman Sidik Gelar Blusukan di Pasar Mandaong dan BUMDes Labuha

HALSEL, CN – Calon Bupati Kabupaten Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Hi. Usman Sidik beserta Tim Pemenang Usman-Bassam menggelar blusukan di Pasar Mandaong dan Pasar BUMDes Labuha Kecamatan Bacan.

Agenda Blusukan Cabup Usman Sidik didampingi Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) untuk melihat kondisi sosial ekonomi di pasar Mandaong dan pasar BUMDes Labuha.

Ketua DPD PAN Mansur Fatah kepada awak media mengatakan, kehadiran Cabup Halsel Usman Sidik guna memastikan perkembangan aspirasi masyarakat Halsel khususnya masyarakat Nelayan dan Petani.

“Insya Allah kalau rahmat ini ada di pundak calon Bupati Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba, dipastikan pasar yang ada akan dilakukan penataan dengan sebaik-baiknya sesuai apa yang diinginan masayarakat Halsel,” ujarnya.

Selain itu, Masnsyur juga menuturkan, selaku Ketua DPD PAN mewakili seluru Partai koalisi Usman-Bassam sangat merespon baik dan mendukung apa yang disampaikan Cabup Usman Sidik kepada masyarakat terkait permintaan Masyarakat Halsel.

“Untuk itu, saya mewakili Koalisi Usman-Bassam masyarakat Labuha dan pada umum masyarakat Halmahera Selatan,” Ucapnya.

Sementara itu, Hi Usman Sidik menyampaikan, berbeda pilihan itu hal yang biasa. Tetapi ia mengajak agar selalu menjaga hubungan persaudaraan.

“Kepada masyarakat Labuha khususnya masyarakat Halmahera Selatan jika, di Tanggal 9 nanti datang ke TPS tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan,” tutup Usman Sidik. (Red/CN)

Diduga Cemarkan Nama Baik, Firman La Rudu Minta Maaf ke PMII Halsel

HALSEL, CN – Firman La Rudu mahasiswa Stikip Ternate mengajukan permohonan maaf kepada Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) lantaran telah melakukan dugaan pencemaran nama institusi melalui Media Sosial (Medsos).

“Iya sebelumnya saya minta maaf..jika perkataan saya berlebihan terutama kepada Ketua PMII Cabang Bacan dan juga sahabat/i di Halsel,” akunya kepada wartawan melalui Facebook Massenger, Rabu (2/12/2020).

Firman bilang, ia merupakan salah satu anggota PMII Cabang Ternate Komsat Stikip.

“Komentar itu karena saya ikut menyeseli saja soal seruan yang di buat oleh sahabat/i Cabang Bacan.. Untuk rame-rame ke TPS padahal kita mengetahui betul masifnya pertambangan karena ijin dan Pemerintah Daerah.. kenapa PMII sebagai organ pergerakan khususnya cabang tidak membuat seruan untuk melawan pertambangan di Maluku Utara terutama Kepualauan Obi Kabupaten hal-sel yang di hujani tambang,” cetus Firman.

Meski begitu, Firman kembali meminta maaf kepada PC PMII Halsel, sementara postingannya di Facebook yang diduga mencermarkan nama baik institusi serta mengatakan PMII Halsel Rusak Total itu, Firman mengaku bahwa sudah menghapusnya.

“Saya sudah buat klarifikasi tu.. dan minta maaf. Hanya saja saya tidak ada kontak dengan Ketua Cabang Halsel,” pungkas Firman.

Sekedar diketahui, Firman La Rudu saat ini telah dilaporkan ke Polres Halsel atas dugaan pencemaran nama institusi PMII. (Red/CN)