Terkait Dugaan Pemalsuan Ijazah Tahun 2010, ini Penjelasan Panitia Ujian Nasional Nursyafaat Koititi

HALSEL, CN – 114 Siswa Madrasah Aliyah Nursyafaat Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang mengikuti Ujian Nasional Tahun 2010, ternyata banyak siswa siluman yang didaftarkan dalam data Format 8355 sebagai peserta Ujian.

Pasalnya, dari Data yang di himpun wartawan cerminnusantara.co.id bahwa, selain beberapa siswa yang lulus namun tidak memiliki SKHUN sebagai bukti prasyarat kelulusan, ada juga siswa yang namanya terdaftar dalam Format 8355 sebagai peserta ujian namun tidak mengikuti prose belajar mengajar selama 3 tahun.

Selain itu, ada juga siswa yang namanya tidak terdaftar di data Kemendinas tahun 2010 sebagai peserta ujian, namun dengan kebijakan yayasan mereka di ikut sertakan ujian dan memiliki ijazah.

Suari Muhammad, salah seorang peserta ujian yang namanya tidak terdaftar di data Kemendiknas sebagai peserta ujian 2010 namun mengikuti ujian dan memiliki ijazah.

Suari mengakui, pada saat itu ia dan beberapa temannya mengikuti ujian dan di minta oleh Ruslan konoras selaku ketua yayasan sekaligus rangkap Kepala Sekolah (Kepsek) MA Nursyafaat Koititi untuk bayar uang ujian Sebesar 1 Juta.

“Saya dan beberapa teman-teman di minta oleh Ruslan Konoras untuk bayar Uang ujian sebesar 1 jt,” Ungkapnya.

Suari juga menyesalkan kebijakan Ruslan Konoras, pasalnya, ia dan beberapa teman-temannya mendaftar sebagai peserta ujian dengan harapan memiliki ijazah yang nantinya di pergunakan untuk kuliah, melamar pekerjaan dan lain-lain.

“Tentunya saya dan teman-teman menjadi korban karena ijazah yang kami pegang tak dapat di gunakan untuk mengikuti tes dan lain-lainnya,” Ucapnya.

Sebelumnya, Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Senin (2/3/2020) Sekertaris Ujian Nasional Tahun 2010 Ruslan Hamada menyampaikan, bahwa terkait 49 siswa yang tidak lulus itu ada ujian ulang, tapi ujian dilaksanakan pada malam hari di rumah pak salim selaku pengawas dari unkhair, menyangkut dengan Data kelulusan pasca ujian ulang kami dari pihak panitia tidak mengetahui.

Lanjutnya, masalah siswa yang sampai saat ini tidak memiliki SKHUN, waktu itu kami dewan guru pernah menyampaikan ke Ruslan Konaras namun tak pernah di tanggapi.

Ketika di tanyakan mengenai peserta ujian yang tidak terdaftar namun mengikuti ujian dan memiliki ijazah, Ruslan Hamada menyampaikan bahwa Itulah kehebatan Ruslan Konoras memutuskan segala sesuatu atas kemauanya sendiri.

Dengan wajah gelisah Ruslan Hamada menjelaskan bahwa, menyangkut dengan data peserta ujian, semua di ambil alih oleh Ruslan Konoras, sebab kami panitia pada waktu itu hanya nama panitia tapi segala sesuatu di atur oleh Ruslan Konoras selaku pemilik Yayasan dan sekaligus Kepala Sekolah.

Ruslan Hamada juga menambahkan bahwa bisa saja data peserta ujian yang di bawakan ke Sekolah itu sudah di rekayasa oleh Ruslan Konoras selaku Ketua Yayasan.

“Sehingga ada peserta yang namanya tidak terdaftar dalam Format 8355 sebagai peserta Ujian namun mengikuti ujian,” Tutupnya. (Hafik CN)

Tes Wawancara PPS Kecamatan Kayoa Selatan Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Pelaksanaan tes wawancara Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Rabu, (11/3/2020) oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) berjalan lancar, aman dan tertib. Tahapan tes wawancara tersebut bertempat di kantor Camat Kayoa Selatan dan juga di awasi Panwascam Kayoa Selatan.

Ketua PPK Kayoa Selatan Suriyadi Fadel mengatakan, jumlah PPS yang telah mengikuti tes wawancara sebanyak 33 orang, 1 orang tidak mengikuti tes dengan alasan sakit.

Pada prinsipnya kata Suriyadi, seleksi wawancara ini bagian dari menjalankan perintah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Selatan, karena KPU memberikan kewenangan kepada PPK untuk melakukan seleksi.

“Dalam undang-undang No 10 Tahun 2016 satu poin kewajiban PPK adalah membantu KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilukada,” Ujar pria yang sering disapa Adhi itu.

Lebih lanjut, Adhi menambahkan, sementara soal kelulusan itu di tentukan langsung KPU, selesai tes nanti skor nilai PPK akan di serahkan kembali ke KPU pada tanggal 14 kedepankan. (Red/CN)

Jalan Babang-Sayoang Tidak Selesai, Oknum ASN PU Halsel Diduga Kuat Korupsi Anggaran Ratusan Juta Rupiah

HALSEL, CN – Ada-ada saja sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara (Malut) Pasalnya, mereka diberikan amanah untuk mengelola anggaran publik tetapi justru anggaran tersebut kuat dugaan dikorupsi oleh oknum-oknum yang diberikan tanggungjawab untuk mengelola.

Data yang diperoleh wartawan menyebutkan, Tahun 2019 lalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang mengalokasikan anggaran proyek tambal sulam tersebar di Desa Babang dan Desa Sayoang dengan pagu anggaran tersebar. Rp. 600 juta lebih yang dikerjakan secara swakelola dan diberikan tanggungjawab  Mulyanto Hadi sebagai PPK.

Ironisnya, sebelum pekerjaan selesai, anggaran sekitar Rp. 600 juta tersebut sudah cair seluruhnya tanpa sepengetahuan PPK dan hanya diketahu oleh Kabid, Bendahara dan Kepala Dinas.

Padahal, projek tambal sulam jalan itu baru dikerjakan dari desa lapangan Babang menuju jalan arah ke Bibinoi dan sampai dirumah kebun milik mantan Bupati Halsel, sementara disebaran desa Babang lain dan desa sayoang belum sama sekali di tambal.

Dari volume pekerjaan itu material nya ditaksir baru sekitar 60 ton Aspal dari jumlah material yang ada dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) itu sebanyak 160 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Ali Dano Hasan ketika dikonfirmasi wartawan belum lama ini melalui via WhatsApp terkait pekerjaan projek tambal sulam itu mengatakan, dirinya mengetahui pekerjaan itu selesai karena sudah ada permintaan dan itu urusan bidang. 

“Yang saya tau sudah selesai karena sudah ada permintaan dari Bidang yang mengelola anggaran itu,” ujarnya (Red/CN)

Kakan Kemenag Halsel Hadiri Peletakan Batu Pertama Mushola Al-Fitrah

HALSEL, CN – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Drs. H. La Sengka La Dadu, M. Pd.I, Menghadiri dan memberikan sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan Musholah Al- Fitrah sekaligus meletakan batu pertama pertanda dimulainya pembangunan Musholah yang dibangun di Lokasi MTs LPM dan MIS Al- Khautsar Desa Hidayat Kecamatan Bacan, Selasa (10/3/2020).

Dalam sambutannya, Kakankemenag Halsel menyampaikan bahwa dengan dimulainya pembangunan Musholah Al- Fitrah, berarti telah bertambah jumlah musholah yang telah dan akan dibangun dilingkungan Madrasah khususnya di Halmahera Selatan.

Lanjutnya, Disamping musholah sebagai tempat untuk beribadah, juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk belajar dan mempraktekkan ilmu agama bagi anak didik yang ada di Madrasah.

“Tentunya kita semua berharap kedepan Madrasah dapat melahirkan generasi muda yang bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan namun juga memiliki akhlak dan krakter religius sebagai modal dasar pemantapan dari pengamalan nilai-nilai ajaran agama, baik di lingkungan Madrasah maupun bermasyarakat,” Tegasnya.

Sebelumnya, H. Alhajir K. Marsaoli, selaku Ketua yayasan menyampaikan bahwa pembangunan musholah Al- Fitrah merupakan sebuah bentuk kepedulian yayasan dan Pemerintah Desa Hidayat serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan.

“Sebelumnya melalui dana desa, telah dikucurkan dana untuk pembangunan 2 ruang kelas permanen yang sementara sudah memasuki tahap penyelesaian. Dan insya Allah dalam waktu dekat dapat difungsikan sebagai ruang kelas MIS Al- Khautsar,” ujar Ketua Yayasan yang juga selaku Kepala Desa Hidayat.

Selesai menyampaikan sambutan, Kakankemenag langsung menuju lokasi pembangunan untuk melakukan peletakkan batu pertama, dan selanjutnya diikuti dengan peletakan batu oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah serta Ketua Pokjawas dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang terdiri dari Kepala Madarasah, Pimpinan Pondok Pesantren Al- Kahfi dan para Guru dan ASN serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Hidayat (Hafik CN)

Walikota Subulussalam: Saya Tidak Segan-Segan Mengganti Kepala Sekolah, Tidak Ada Pilih Kasih

SubulussalamAceh, CN – Tidak segan-segan mengganti Kepala Sekolah (Kepsek) dan tidak pilih kasih. hal itu, disampaikan Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E., pada Acara Peserta Penguatan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah jenjang SD dan SMP Tahun 2020 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam. Selasa, (10/03/2020).

Walikota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang juga mengatakan, tujuan pembentukan Komite Kepala Sekolah ini juga untuk mawadahi dan menyalurkan aspirasi masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan.

Affan Bintang meminta ada tigal hal yang perlu dicermati dan pahami oleh para Komite sekolah. Pertama, bantu pemerintah masalah pengawasan guru dan pembangunan sekolah, apalagi ada yang tidak baik, jangan segan-segan diberitahukan kepadanya dan mengevaluasi kinerja guru.

Kadua, bangun kerjasama dengan para Komite sekolah, terhadap perkembangan sekolah agar lebih maju.

Yang ketiga, terbuka, zaman sekarang adalah zaman keterbukaan, kegiatan ini tersebar sampai dimana-mana, terbuka di medsos. Jadi tidak ada lagi yang tertutup. Sebut Affan Bintang.

“Kadisdikbud Sairun, dia punya target, dua tahun sebagai kepala dinas, apabila tidak berhasil menghasilkan perubahan dan warna dimasa kepemimpinan Bintang-Salmaza, maka dia siap mengundurkan diri dari Dinas Pendidikan sebagai tantangan,” Terang Affan Bintang.

Untuk para kepala sekolah dan guru, Affan Bintang menegaskan, tidak segan segan mengevaluasi dan mengganti guru dan kepala sekolah.

“Apabila tidak berhasil, akan saya perintahkan menggeser kembali. Tidak ada pilih kasih. Sudah saya beri kesempatan enam bulan untuk merubah mindset anak sekolah SD dan lainnya. Tidak ada titipan dari Walikota dan lain-lain” Tegasnya dalam memberikan kata sambutan.

Ketua panitia, Muhammad Sairul, mengungkapkan tujuan terselenggranya acara ini agar bisa memiliki pemahaman dan pengertian yang sama, apa fungsi kepala sekolah dan Komite sekolah supaya terjadi kerjasama yang baik khususnya disekolah masing-masing dalam meningkatkan pelayanan mutu pendidikan.

“Selama ini komite hanya simbol, kita ingin semua masyarakat memperhatikan pendidikan supaya pendidikan maju di kota ini,” Pungkas Sairul

Acara Peserta Penguatan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah Jenjang SD dan SMP ini turut dihadiri, Kadisdikbud H. Sairun, Kadis Kominfo Baginda Nasution, Ketua MPD Kota Subulussalam Jaminuddin Berutu.

Juga turut dihadiri Narasumber dari LPMP Aceh, Narasumber dari MPD Kota Subulussalam Aida, Para Kepala Sekolah dan kominte sekolah tingkat SD dan SMP dan lainnya.

Press Rilis Humas dan Protokol Setdako Subulussalam

(Mh CN)

Peduli Bayi Tanpa Anus, Bassam Kasuba: Kedepan Rumah Sakit Kita Harus Siapkan Alat Medical

HALSEL, CN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap bayi yang lahir tanpa anus, Calon Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba langsung menjenguk bayi, Ade Putri Aldira (14 hri) di Desa Makian Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kepada sejumlah wartawan, Cawabup Bassam Kasuba usai menjenguk bayi tersebut mengatakan, ibunya menceritakan bahwa bayi itu lahir posisinya sudah seperti itu maka untuk sementara pihak dokter membuat alternatif nya.

“Jadi, sementara dialihkan ke perutnya agar kotoran itu dibuang lewat alternatif yang sudah dibuat dokter,” Tandasnya

Lanjut Bassam, agar kedepan kasus ini bisa teratasi maka dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) harus menyiapkan alat kesehatan yang bisa untuk mengoperasi pembentukan anus.

“Mudah-mudahan kedepan Rumah Sakit kita di sini harus menyiapkan alat medical yang lebih memadai sehingga setiap ada bayi yang seperti ini bisa dioperasi anus nya, tidak harus dirujuk ke Makassar,” Harapnya Bassam (Red CN)